batak itu keren

Kampanye Pemilu Berwawasan Dalihan Na Tolu

Posted on: 29 Agustus, 2008

Namun berdasarkan pengalaman selama ini, kompetisi politik (pemilu, pilkada) di daerah lebih sering menjadi racun bagi kehidupan masyarakat. Menimbulkan segregasi, konflik sosial; dan bahkan memicu permusuhan antarmarga, desa, dan regional. Maluku Utara adalah bukti populer mengenai perilaku politisi yang tega membenturkan penduduk dengan penduduk , demi meraih kekuasaan.

Oleh : Robert Manurung

MAU tahu seperti apa implementasi Dalihan Na Tolu dalam kampanye Pemilu 2009 ? Hula-hula = hukum perundang-undangan yang harus dijunjung tinggi. Dongan Tubu = sesama partai politik yang harus dihormati. Boru = KPU dan Polri yang berfungsi sebagai pelayan, namun harus dihargai.

Model implementasi seperti ini adalah kreasi Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Samosir, AKBP Aiman Sahprudin. Untuk gampang diingat, bolehlah kita sebut kreasinya itu “Kampanye pemilu berwawasan Dalihan Na Tolu”.

Pak Kapolres memperkenalkan pendekatan gaya Batak itu, pada acara sosialisasi Peraturan Kapolri No.6 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Pemberitahuan dan Penerbitan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye Pemilu 2009. Acara sosialiasi diadakan di Aula HKBP Pangururan, Kabupaten Samosir, 31 Juli lalu.

“Saya mengimbau dan mengajak seluruh penanggung jawab kampanye menjunjung dan berpegang teguh dengan tatanan adat “Dalihan Na Tolu”.,”ujarnya sembari menjelaskan,”Hula-hula berarti menghormati hukum dan perundang-undangan, Dongan Tubu menghormati sesama partai politik peserta Pemilu 2009 dan menghargai Boru sebagai pelayan dalam konteks ini KPUD dan Polri.”

Kapolres Samosir mengingatkan, keamanan menjadi kunci penentu terselenggaranya Pemilu 2009. Untuk itu, pesta demokrasi dapat berjalan baik, aman, tertib dan lancar jika kunci itu dipegang. Sehingga tercapailah Pemilu yang langsung, umum, bebas dan rahasia.

Menurut laporan situs hariansib, sosialisasi itu dihadiri Ketua KPUD Samosir Paianhot Sitanggang, pengurus berbagai Parpol, LSM dan hampir seluruh perwira di jajaran Polres Samosir.

Kehadiran parpol seperti madu dan racun

MEMANG seperti madu dan racun, kehadiran puluhan partai politik di daerah-daerah pedesaan di Tapanuli bisa menjadi berkah atau bencana bagi penduduk. Yang sudah pasti, banyak warga akan menghadapi dilema di TPS : mencoblos sesuai pilihan pribadi atau mengikuti amanat Dalihan Na Tolu.

Jika parpol menjalankan fungsinya dengan benar, rakyat akan mendapat pendidikan politik, sehingga mengerti hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta memahami arah pembangunan nasional. Dengan demikian Pemilu 2009 menjadi berkah bagi penduduk.

Namun berdasarkan pengalaman selama ini, kompetisi politik (pemilu, pilkada) di daerah lebih sering menjadi racun bagi kehidupan masyarakat. Menimbulkan segregasi, konflik sosial; dan bahkan memicu permusuhan antarmarga, desa, dan regional. Maluku Utara adalah bukti populer mengenai perilaku politisi yang tega membenturkan penduduk dengan penduduk , demi meraih kekuasaan.

Dalam konteks ini, kreasi Kapolres Samosir memanfaatkan kearifan lokal demi mengontrol perilaku parpol, sungguh sangat menarik dan inspiratif. Namun sebaliknya di kalangan pemilih, penerapan Dalihan Na Tolu dalam praktek demokrasi malah menimbulkan situasi yang dilematis.

Ambil contoh jika di suatu daerah ada dua caleg “nomor jadi”, yang satu marga Manurung dan satunya lagi marga Situmorang. Bayangkan, kalau pemilih bermarga Manurung merasa lebih cocok dengan si caleg marga Situmorang, dia akan menghadapi dilema antara pilihan pribadi dan amanat Dalihan Na Tolu. Memilih di luar marganya bisa dirasakan sebagai penghianatan.

========================================================

Robert Manurung, blogger tinggal di Jakarta, pemilik blog AyomerdekA

=========================================================

2 Tanggapan to "Kampanye Pemilu Berwawasan Dalihan Na Tolu"

tlg buatin ttg dampak pemilu 2009 kepada UN ya!

klo bs dampak pemilu buat masy.indonesia seluruhnya yah di cantumkan…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: