batak itu keren

Posts Tagged ‘batak

Untuk pertama kali sejak tahun lalu, aku merasa lega dan sedikit senang. Aku suka Ibu guru ini dan sekolah TK-nya, karena tidak ikut-ikutan menjadi “hewan ekonomi” yang mengkomersilkan pendidikan sampai ke ampas-ampasnya. Lebih senang lagi perasaanku setelah aku dan Jo sampai di rumah, lalu dia bercerita dengan antusias kepada ompungnya. “Gue senang sekolah, ompung. Gue dapat teman baru, namanya Adam,”ujarnya dengan mata berbinar. “Orang Batak ya?,”tanya ibuku. “Bukan, ompung, dia orang Jawa, dia Islam, tapi orangnya baik kok. Besok kami ketemu lagi di sekolah, ayiiik… Baca entri selengkapnya »

Pahlawan Nasional asal Tanah Batak, Raja Sisingamangaraja XII, gugur pada 17 Juni 1907 dalam kontak senjata melawan kolonial Belanda di Sionom Hudon, Dairi. Dalam pertempuran yang sengit itu, turut gugur dua putranya, Raja Patuan Nagari dan Raja Patuan Anggi, serta putrinya Si Boru Lopian.

PERINGATAN 102 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII digelar secara sederhana, dengan melakukan upacara ziarah ke makam pahlawan asal tanah Batak ini di Jalan Pagar Batu Soposurung Balige Tobasa, Rabu (17/6),  dengan inspektur upacara Kapolres Toba Samosir AKBP Frenkie Radot Samosir P. Baca entri selengkapnya »

Suara musik yang keras dari warung tuak itu terdengar hingga dini hari dan masuk langsung ke dalam rumah, sehingga ketenangan masyarakat benar-benar terganggu pada malam hari. Apalagi penjualan tuak itu pada malam-malam tertentu non stop,  sejak pukul 17.00 hingga menjelang pagi. Baca entri selengkapnya »

Seandainya para keturunan perantau asal Mandailing di Malaysia itu bertujuan baik untuk menghidupkan  ikatan dan diplomasi budaya dengan tanah leluhur; seharusnya mereka tidak gegabah melancarkan perang persepsi; yang tak disukai oleh sebagian besar masyarakat Mandailing yang merasa dirinya Batak , dan melukai perasaan orang Batak Toba karena dilukiskan sebagai keturunan budak. Baca entri selengkapnya »

Bangkit (4,5) th adalah anak yatim piatu; bungsu dari 4 bersaudara. Ayahnya meninggal Desember lalu dan ibunya meninggal Februari lalu. Sepeninggal ibunya, dua kakaknya diasuh namborunya di Medan. Tinggallah Bangkit bersama Afles (12 th) di rumah inangtuanya di Tarutung.

Ketika Bangkit makin sakit, Bangkit dan Afles dibawa ke rumah neneknya yang sudah tua dan buta. Praktis hanya Afles yang mengasuh dan merawatnya. Ketika ketahuan bahwa Bangkit terkena AIDS mereka diusir dari kampung tersebut. Luar biasa.

Oleh : Pdt Paulina Sirait

Dear all,

SEJUJURNYA, saya baru mengetahui kabar ini Minggu pagi melalui SMS dari  pendeta Gomar Gultom (Persatuan Gereja Indonesia) – seusai mengikuti Ibadah Minggu pagi di HKBP Pematangsiantar. Berikut petikan SMS-nya : Baca entri selengkapnya »

Oleh : Suhunan Situmorang

SAMA sekali aku tak mengenal dirinya. Peristiwa yang menimpanya pun aku tahu dari sebuah koran langganan pada pagi dua hari lalu. Lelaki 43 tahun itu, diberitakan meninggal dunia saat mengemudi bus Transjakarta di lintasan Jalan Sudirman. Ia tiba-tiba terduduk lemas saat menyetir dan bus yang dikemudikannya sempat oleng ke kiri dan kanan jalan—membuat puluhan penumpang keheranan dan cemas. Baca entri selengkapnya »

Sayangnya, peristiwa demo anarkis oleh para pendukung Protap di Medan, awal bulan lalu, telah gagal direspon secara bijaksana dan tepat oleh pemerintah provinsi Sumut dan pemerintah pusat. Tekanan politik dan “kriminalisasi” serampangan terhadap sub-etnis Batak Toba–pasca peristiwa itu, telah menggeser fokus dari masalah ketimpangan pembangunan ke perebutan “hegemoni” etnis di Medan. Baca entri selengkapnya »


Blog Stats

  • 644,478 hits

Arsip