batak itu keren

Kristison Simbolon, Jadi Dokter Gigi Karena Pulsa

Posted on: 16 Maret, 2009

Foto : Mohammad Hilmi Faiq/Kompas

KRISTISON/photo by Mohammad Hilmi Faiq/Kompas

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Bandung tahun 1998, ia paham betul tak bisa hidup berkecukupan. Orangtuanya adalah petani yang hanya mampu memberi dia bekal Rp 1 juta untuk biaya pendaftaran dan administrasi kuliah. Ia hanya mengantongi sisa uang sebesar Rp 200.000, dan tak ada lagi dana kiriman dari kampung.

Oleh : Mohammad Hilmi Faiq

KRISTISON SIMBOLON tak hanya bisa meraih gelar dokter gigi pada April 2008, tetapi ia juga dapat membiayai kuliah dua adik dan lima karyawannya. Tahun ini dia membiayai kuliah tiga karyawan lainnya. Semua itu dari hasil usahanya berjualan pulsa, dengan keuntungan yang mencapai Rp 30 juta per bulan.

Kris, panggilannya, memiliki tujuh kios telepon seluler dan 14 karyawan. Ia juga menitipkan beberapa barang dagangan kepada belasan kios milik teman-teman dengan sistem konsinyasi.

”Saya tak pernah membayangkan bisa hidup cukup seperti sekarang,” kata lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Bandung tahun 1998, ia paham betul tak bisa hidup berkecukupan. Orangtuanya adalah petani yang hanya mampu memberi dia bekal Rp 1 juta untuk biaya pendaftaran dan administrasi kuliah. Ia hanya mengantongi sisa uang sebesar Rp 200.000, dan tak ada lagi dana kiriman dari kampung.

Untuk bertahan hidup sehari-hari, Kris berjualan mi instan untuk teman-teman di asrama yang lembur mengerjakan tugas kuliah. ”Mereka malas mencari makan ke luar asrama,” katanya.

Selain itu, ia juga menjual bolpoin untuk teman-teman sekampus. Kris juga bekerja sebagai penjaga tempat penyewaan VCD di bilangan Jatinangor, Sumedang, tak jauh dari lokasi kampusnya. Upahnya waktu itu Rp 2.500 per hari.

Setelah sekitar setahun bekerja sebagai penjaga penyewaan VCD, Kris memahami seluk-beluk pemasaran sekaligus jaringan distribusi VCD. Tahun 2000 ia mendirikan tempat penyewaan VCD sendiri karena animo mahasiswa menyewa VCD relatif tinggi. Ketika itu ia hanya punya modal Rp 800.000, sedangkan untuk sewa tempat setahun saja diperlukan Rp 4 juta.

Tak kehabisan akal, ia berusaha meyakinkan si pemilik tempat agar diperbolehkan membayar sewa dengan mencicil. Dikurangi uang muka sewa tempat dan peralatan lain, Kris hanya mampu menyediakan 30 keping VCD untuk disewakan. Namun, dalam tempo tiga bulan, ia bisa menyediakan ratusan keping VCD.

Bisnis pulsa

KETIKA penggunaan telepon seluler merambah kampus, Kris melihat peluang bisnis baru. Jadi sejak 2003 dia menyisihkan keuntungan penyewaan VCD sebesar Rp 300.000 per bulan untuk modal berjualan pulsa.

Hari demi hari, nama Kris mulai tenar di kampus sebagai penjual pulsa. Bahkan sebagian dosennya pun menitipkan uang (deposit) pulsa mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 200.000.

”Dosen-dosen yang juga dokter itu kan sibuk. Mereka mungkin berpikir, daripada harus parkir mobil dulu hanya untuk membeli pulsa, lebih baik beli pulsa lewat saya saja. Caranya gampang, tinggal SMS atau telepon,” katanya.

Tidak hanya di kampus, Kris juga menerapkan teknik berjualan pulsa yang sama di beberapa rumah sakit sewaktu dia mendapat tugas praktik. Model pembelian pulsa seperti ini ternyata sangat menguntungkan. Uang deposit yang dititipkan kepadanya mencapai Rp 1,5 juta per bulan. Dana ini lalu dia manfaatkan sebagai modal mengembangkan usaha pulsa.

Saat menjalani tugas co-asisten dokter gigi pada akhir 2003, dia pindah indekos di daerah pusat Kota Bandung. Pada masa itu ia mengembangkan usaha dengan mendirikan kios pulsa di kawasan Geger Kalong Tengah.

Dari tempat itu, usahanya makin berkembang, hingga dia bisa memiliki 10 kios pulsa dan mempekerjakan 14 karyawan. Di samping itu, dia juga menitipkan sebagian barang dagangannya ke belasan kios milik orang lain.

Membantu mahasiswa

PUNDI-PUNDI Kris kian menggemuk, tetapi ia tak lupa pada masa sulit pada awal kuliah. Ia bertekad ”berbagi” dengan mahasiswa dan orang lain yang kesulitan keuangan. Dia lalu meminjamkan tiga sepeda motor kepada mahasiswa yang ingin bekerja dengannya.

Para mahasiswa ini membawa voucher pulsa dan nomor perdana telepon seluler untuk dijajakan di tempat-tempat ramai, seperti Pasar Kaget Gasibu dan Alun-alun Kota Bandung. Kawasan jelajah mereka pun makin luas hingga ke Lembang. Dalam sehari setiap mahasiswa tersebut bisa memperoleh keuntungan lebih dari Rp 10.000.

Dengan caranya sendiri, Kris juga membantu organisasi nirlaba yang membutuhkan dana. Ia menyuplai puluhan, bahkan ratusan, nomor perdana atau voucher pulsa untuk dijual para anggota organisasi tersebut. Keuntungan dari usaha ini sepenuhnya menjadi hak si penjual.

Sukses sebagai pengusaha dan meraih cita-cita sebagai dokter gigi, berbagai penghargaan lalu menghampirinya. Pada 2006, misalnya, Kris mendapat hadiah dari operator telepon seluler XL berupa tamasya gratis ke China dan Hongkong. Tahun 2008 dia memperoleh penghargaan sebagai Penjual Nomor Perdana Telkomsel Terbaik dan juara Red Outlet Competition (ROC) Telkomsel Bandung, Cianjur, dan Sumedang, Jawa Barat.

”Saya sebenarnya bukan orang yang mempunyai bakat berdagang atau berbisnis. Keadaanlah yang memaksa saya untuk bertahan dan berusaha terus agar kita bisa hidup, syukur-syukur dapat membantu orang lain,” katanya.

Maka, Kris tak pelit berbagi pengalaman usaha, kepada para karyawannya sekalipun. Ia justru merasa perlu meyakinkan mereka untuk terus mengoptimalkan potensi diri, termasuk di bidang pendidikan formal. Itulah mengapa dia tak ragu membiayai lima karyawan yang bertekad menyelesaikan kuliah, dan tiga orang lainnya tahun ini menyusul masuk perguruan tinggi.

Soren (21), salah seorang karyawannya, merasa beruntung bisa bekerja dengan Kris. Dia dapat bekerja sambil tetap kuliah. Kini ia masuk semester empat pada Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia. Padahal, sebelumnya dia sempat bingung setelah gagal kuliah melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).

”Waktu itu saya pikir tak mungkin bisa kuliah karena tak punya cukup dana untuk membiayai kuliah di perguruan tinggi yang semakin mahal,” ujar Soren.

Kris selalu menanamkan keyakinan kepada semua karyawan bahwa tak ada yang mustahil bisa diraih. ”Saya sendiri bisa menjadi dokter gigi karena gigih berusaha dan tak malu berjualan pulsa,” katanya memberi contoh.

Satu lagi obsesi Kris yang diharapkan bisa terwujud tahun 2009 ini. Dia ingin membangun klinik kesehatan di Kecamatan Parongpong, sebuah daerah pelosok di kawasan Kabupaten Bandung Barat.

Mengapa? ”Karena warga Parongpong yang sakit baru bisa menikmati pelayanan kesehatan yang layak di Kecamatan Lembang atau di Kota Cimahi, yang jaraknya sampai 15 kilometer hingga 20 kilometer dari Parongpong.”

”Saya berharap mereka bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang murah, mudah, dan dekat. Apalagi beberapa teman yang juga dokter sudah siap membantu,” kata Kris.

Biodata

Nama: Kristison Simbolon

Lahir: Barisan Sidikalang, Sumatera Utara, 15 Februari 1980

Orangtua: T Simbolon dan R Br Silaban

Pendidikan: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Bandung, 2008

Penghargaan antara lain:

– Penjualan Terbaik Perdana Telkomsel, 2008

– Penjual Nomor Perdana Berprestasi versi Operator 3, 2009

Judul asli : Kriston, Menjadi Dokter Gigi Karena Pulsa

Sumber : Kompas, 16 Maret 2009

20 Tanggapan to "Kristison Simbolon, Jadi Dokter Gigi Karena Pulsa"

Merambat karena dihambat…..

salut
semoga terus berkembang

“Keberadaan akan memaksa kita menemukan jalan sendiri”

kayaknya apparaku yang satu ini senasib denganku,tapi dia lebih hebat lagi.soalnya aku cuma sampai D3 poltek USU dengan biaya sendiri. Maju terus appara….Horas…hidup Batak…Hidup Indonesia….MERDEKA….
terima kasih buat tobadreams yang sudah memuat berita ini…menambah inspirasi…mauliate godang.

Bravooo…Semoga Menjadi Motivator untuk rekan-rekan muda lainnya.

Mantap mai lae, toruson angka perjuangan mi, asa gabe inspirasi tu hita halak Batak.

mantap kali lah,,,,

dalam situasi di mana harapan terasa jauh karena situasi hidup pada umumnya masyarakat sedemikian sengsara ada pengalaman hidup yang orang yang kreatif mengusahakan alternatif-alternatif cara hidup dan dalam mengejar cita-citanya. Kristison pelaku dan saksi hidup itu. thanks untuk kehadiran saksi itu

mantap coy…

Inspiring !
Memang banyak orang batak yang ulet dan pekerja keras. Salut !!

http://ceritaeka.wordpress.com

salut buat pariban kris…ga nyangka yah, bisa sukses krn jual pulsa!!aplgi kul d fkg itu kan repot bgt iban, tp bisa jg !!perjuangan yg berat mestinya!(muzijat itu nyata kata Tuhan!!)

bagi tips2xnya iban…hehe
oke deh!!salam kenal yah…

hebat, menjadi sebuah motivasi, salut buat lae simbolon, thanks buat penulis, bravo toba dreams

Outlet Elektronik Voucher dan pemiliknya yang benar-benar diliput luas melalui media kompas dan lainya termasuk di milist, blog ini dan lainnya diantara ratusan ribu atau jutaan outlet penjual pulsa elektronik lainnya di seluruh nusantara ini adalah lae Kristison Simbolon (dealership dari operator gsm terbesar di indonesia, Telkomsel), semuanya itu terjadi karena kreatifitas, keuletan, kerja keras, jaringan dan jiwa dagang yang ada pada dirinya. walaupun telah banyak juga yang sudah menjadi sukses dan berduit dari jenis bisnis ini (contoh yang saya dengar dan ingat infonya beberapa tahun lalu ada marga pardede di jakarta dan manurung di semarang juga sukses dari bisnis pulsa), Tapi Kristison Simbolon menjadi fenomenal karena dengan kreatifitas dan kesibukannya dia menyelesaikan kuliah dan membiayainya dari bisnis ini serta dengan kerendahan hatinya membantu biaya kuliah anak-anak buahnya dan mendidik mereka supaya bisa mandiri kelak.

Senang, bangga dan puassss secara tersendiri dan pribadi, apa yang team kami kembangkan dulu (mungkin tidak salah jika saya boleh mengatakan bahwa kami di Satelindo/ operator gsm pertama dan terbesar dulu yang pertama mengembangkan isi ulang pulsa elektronik/ elektronik voucher/ mtronik via dealer dan sedang yang via banking menurut teman malah yang pertama di dunia. system bisnis ini dikembangkan untuk membantu perusahaan dalam menjual pulsa ke pelanggan (juga memudahkan pelanggan dalam mengisi pulsa hpnya) melalui dealer dan jaringannya dan di sisi lain menambah lapangan pekerjaan dan penghasilan bagi masyarakat luas tanpa mengganggu aktifitas (utama) lainnya, bisnis ini didesain mudah dilakukan, bisa dengan modal kecil, aman, cepat dan akurat dan prospek (mungkin sekarang ini agak kurang karena persaingan yang tinggi). Pada saat ini yang dilegitimasi karena kesuksesannya dalam bisnis oleh media nasional/ kompas sebagai yang paling sukses adalah Kristison Simbolon si Batak dari Dairi yang sudah Drg dari Unpad Bandung berkat bisnis isi ulang pulsa. Salut buat anda.

Dear,…

Minta tolong kepada seluruh rekan2 di Batak itu keren, atau siapa saja. Kalau ada yang tahu nomor kontak Kristison Simbolon, ada hal yang sangat perlu di sampaikan ke beliau (urusan keluarga). Terima kasih banyak sebelumnya..

Selamat kepada amparaku sukses menjadi dokter gigi dan selamat kepada Kompas dan Tobadreams mengangkat Artikel keberhasilan Sdr Kristison bisa menjadi Drg dengan cara jualan Pulsa.

Minta tolong bagi yang mengetahui e-mail atau Cellphone sdr Kristison Simbolon dikirimkan ke kami supaya bisa kami undang tuk hadir dalam Acara Simbolon di Jakarta 19 April 2009 yad.
Horas,
Ramses Simbolon – 0811 989 265
e-mail: ramses.simbolon@ymail.com

Pertama sekali Selamat buat Kristison Simbolon yang telah menyelesaikan kuliah di Kedokteran gigi Unpad Bandung dan juga selamat buat Kompas dan Toba Dreams yang telah mempublikasikan di Media Cetak & Maya ini.

Bagi yang mengetahui Alamat, Telp. HP atau e-mail Kristison, Minta tolong di kirimkan ke kami karena kami mau mengundang khusus beliau pada Pesta Syukuran Bonataon Simbolon 2009 yang akan dilaksanakan di Gedung Mulia, Jaktim, Minggu, 19 April 2009.

Terima kasih and Mauliate/Horas!!!
Ramses Simbolon – 0811 989 265
e-mail: ramses.simbolon@ymail.com

WOW

Tidak perlu kita harapkan sanjungan2 dari manusia ! berkarya saja sekuat hati dan tenaga kita. Jikalau berhasil Puji Tuhan, Jikalau kurang sukses harap tetap semangat. Saya kurang suka , jikalau seseorang sukses dalam perjalanan karirnya maka berdatanganlah undangan marga, undangan ini, undangan itu. Cukup keberhasilan lae K Simbolon menjadi inspirasi dan motivasi bagi semua yang membaca.

Selamat lae….

Angkat topi aku buat lae! sama usaha kita tp lae lebih sukses. nunga married lae?

horass…
tidak sengaja saya menemukan blog ini, tepat pukul 01.10 WIB
semuanya terimakasih buat segala ucapannya…

mari tetap terus berkarya bagi Tuhan, bangsa dan negara tarlumobi di hita halak batak
amin….

Tuhan memberkati kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 644,516 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: