batak itu keren

Posts Tagged ‘pendidikan

Untuk pertama kali sejak tahun lalu, aku merasa lega dan sedikit senang. Aku suka Ibu guru ini dan sekolah TK-nya, karena tidak ikut-ikutan menjadi “hewan ekonomi” yang mengkomersilkan pendidikan sampai ke ampas-ampasnya. Lebih senang lagi perasaanku setelah aku dan Jo sampai di rumah, lalu dia bercerita dengan antusias kepada ompungnya. “Gue senang sekolah, ompung. Gue dapat teman baru, namanya Adam,”ujarnya dengan mata berbinar. “Orang Batak ya?,”tanya ibuku. “Bukan, ompung, dia orang Jawa, dia Islam, tapi orangnya baik kok. Besok kami ketemu lagi di sekolah, ayiiik… Baca entri selengkapnya »

Tak mengada-ada, sedikit saja di antara ahli itu yang menurut saya, layak disebut sebagai pakar. Malah banyak yang (sorry to say) menurut saya: tak layak disebut akademisi—apalagi pakar. Qua konsep pun sudah lemah, bagaimana mau diharapkan memberi pemikiran baru yang kami perlukan? Ironisnya, cukup banyak di antara mereka jebolan kampus luar negeri dan di kampus masing-masing menduduki jabatan prestisius : dekan, pudek, ketua jurusan.

Oleh : Suhunan Situmorang***

ENTAH sudah kali ke berapa saya terima surat, undangan, kartu ucapan, dengan embel-embel MH dibelakang nama saya. Telah berulang pula saya koreksi—di berbagai pertemuan ilmiah hingga rapat marga—bahwa saya tak bergelar MH dan lebih senang bila titel pendidikan tak usah dilekatkan pada diri saya. Sejujurnya, saya lebih senang bila orang menulis nama saya: Suhunan Situmorang saja Baca entri selengkapnya »

“(Budaya) Jawa itu sudah cocok dengan anak-anak saya. Otomatis mereka ambil. Tapi saya juga tanamkan budaya Batak, itu tidak boleh dilupakan,”ujarnya sambil menguraikan,”Saya cerita tentang manortor, saya cerita juga mengenai makanan Batak. Mereka suka makanan Batak.”

PERJALANAN hidup perempuan yang istimewa ini seluruhnya berkisar dalam perubahan-perubahan besar, belajar beradaptasi, lalu terseret lagi ke dalam gelombang perubahan yang lain, kemudian adaptasi lagi. Seluruh perjalanan dan perubahan-perubahan besar itulah “universitasnya”. Baca entri selengkapnya »

155.965 anak berkeliaran di jalan. Sekitar 2,1 juta menjadi pekerja di bawah umur. Mereka sasaran empuk perdagangan anak.

Oleh : Robert Manurung

SETELAH membaca artikel ini, Anda pasti merasa sangat beruntung, dan mendapat alasan baru untuk mensyukuri kemujuran hidup Anda. Tapi sebaliknya Anda pun bisa dihinggapi rasa bersalah; prihatin dan cemas. Baca entri selengkapnya »


Blog Stats

  • 644,478 hits

Arsip