batak itu keren

Posts Tagged ‘lingkungan

TOBALOVER, sebuah komunitas berbasis jejaring sosial Facebook, akan menyelenggarakan Lomba Karya Tulis (LKT) bagi pelajar SLTP dan SLTA di tujuh kabupaten seputar Danau Toba. Lomba berhadiah total Rp 25.000.000 ini, bertujuan menanamkan sejak dini kepedulian terhadap pelestarian Danau Toba dan lingkungan sekitarnya.

Menurut Ketua Panitia LKT Tobalover, Robert Manurung, lomba bertema “Danau Toba Yang Kucinta” ini mencakup tujuh kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Danau Toba, yaitu Simalungun, Tanah Karo, Tobasa, Tapanuli Utara, Samosir, Humbang Hasundutan, dan Dairi. Lomba ini berlangsung sejak 21 Agustus hingga 1 Oktober 2009. Pemenangnya akan diumumkan tanggal 22 Oktober, sedangkan penyerahan hadiah dilaksanakan pada perayaan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009.

”Kita menyadari, upaya penyelamatan Danau Toba tidak akan berhasil selama penduduk setempat hanya sebagai penonton atau pelengkap penderita seperti selama ini,”jelas Robert Manurung seraya menegaskan, ”Melalui penyelenggaraan lomba ini, kita ingin mendorong tumbuhnya kepedulian di kalangan remaja dan pemuda di tujuh kabupaten itu untuk melestarikan Danau Toba dan lingkungan sekitarnya.”

Ditegaskannya, melalui lomba ini TobaLover ingin mendorong upaya penyelamatan Danau Toba menjadi bersifat bottom up. “Jurus baru” ini diyakini lebih layak diandalkan dan diharapkan dibanding pendekatan top down, yang sifatnya elitis dan sarat KKN seperti dianut selama ini. “Kenapa sebelumnya tidak pernah diadakan lomba semacam ini ? Karena sumber dana organisasi-organisasi penyelamatan Danau Toba adalah pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung ikut merusak danau itu dan Baca entri selengkapnya »

Logo Komunitas TobaLover

Logo Komunitas TobaLover

Oleh : Robert Manurung

Horas.

Apa kabar sahabat-sahabatku ? Aku sangat menghargai kesetiaan teman-teman yang tetap mengunjungi blog ini, meski sudah sangat jarang ada postingan baru. Mudah-mudahan saja setelah ini aku dapat mengupdate blog kita ini secara teratur.

Mungkin di antara teman-teman masih ada yang ingat, tahun lalu aku sudah berniat menutup blog ini. Bahkan, pada waktu itu, aku sudah siapkan domain penggantinya, yaitu tobalover.com. Namun kenyataannya, terutama berkat saran Anda semua, aku tetap mempertahankan keberadaan blog ini, Sementara itu situs tobalover pun tetap belum kuluncurkan.

Memang, dalam delapan bulan terakhir, waktuku banyak tersita oleh keasyikan baru di jejaring sosial Facebook. Salah satu hasil dari eksplorasiku di sana adalah terbentuknya Komunitas TobaLover.

Inilah gambaran singkat tentang TobaLover :

Visi
Penyelamatan/pelestarian Danau Toba dan lingkungan sekitarnya hanya akan berhasil jika penduduk setempat berperan sebagai aktor, bukan hanya figuran, penonton atau malahan ikut merusak. Untuk itu masyarakat setempat perlu diedukasi dan diberdayakan, dengan pendekatan sosio-kultural yang tepat dan kegiatan-kegiatan yang memberikan insentif ekonomi. Baca entri selengkapnya »

Simon Sinaga/foto by andreas maryoto - kompas

Simon Sinaga/foto by andreas maryoto - kompas

“Tak semua orang mau melihat masa depan. Orang suka berpikir instan, ingin mendapat uang dengan cara apa pun, termasuk menebangi hutan..” Baca entri selengkapnya »

Nasib Warga desa Sinar Pagi dan Sopo Komil Setelah PT DPM Datang

Sejak PT DPM beroperasi di Sopo Komil, penduduk desa ini terutama para ibu mendapat lapangan kerja baru sebagai kuli angkut. Mereka memikul segala macam keperluan PT DPM berupa bahan-bahan bangunan, makanan dan keperluan sehari-hari mereka ke atas bukit, di mana penambangan PT DPM berlangsung.

Jalanan ke bukit menanjak. Para ibu di Sopo Komil membawa beban hingga 50 kg ke gunung tempat penambangan berlangsung. Di gunung itu, sebagian staf PT DPM tinggal.

Oleh : Limantina boru Sihaloho** Baca entri selengkapnya »

Sebagai masyarakat hukum adat, tentu mereka mempunyai tanah ulayat. Tidak mungkin tidak. Namun lahirnya berbagai kebijakan baru di bidang kehutanan, telah membingungkan orang-orang desa itu. Mereka lantas membayangkan ironi, dituduh menjarah hutan lindung dan dihukum; ketika mengolah tanah ulayat warisan leluhur mereka sendiri.

Oleh : Raja Huta

HUTABARGOT tidak akan Anda temukan dalam peta Indonesia. Desa ini berada di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing-Natal (Madina), Sumatera Utara. Penduduknya sudah mendiami desa itu turun temurun, entah sejak kapan, jauh sebelum kecamatan Panyabungan terbentuk. Baca entri selengkapnya »

Ini berita lama, tapi masih tetap aktual. Kebetulan, batas waktu “ancaman” PT Dairi Prima Mineral kepada Departemen Kehutanan, tepat “jatuh tempo” bulan Juni ini. Induk perusahaan itu sendiri, Herald Resources Ltd, dalam situsnya yakin sekali bahwa eksploitasi seng dan timah hitam di Dairi sudah dapat dimulai Juni ini.

Dairi Prima Mineral Mengancam Hengkang

SIDIKALANG, KOMPAS – Perusahaan pertambangan timah hitam dan seng yang beroperasi di Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara PT Dairi Prima Mineral, mengancam hengkang, jika izin pinjam pakai hutan lindung register 66 Batu Ardan belum diberikan Departemen Kehutanan hingga pertengahan tahun 2008. Baca entri selengkapnya »

PENOLAKAN warga Dairi, Sumatera Utara, atas kehadiran perusahaan tambang dari Australia di daerah itu, ternyata ada dasarnya. Lokasi bakal penambangan seng dan timah hitam itu, adalah kawasan hutan lindung; habitat harimau Sumatera dan 20 jenis tanaman langka. Konfirmasi ini diperoleh dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara.

Kawasan hutan lindung Register 66 Batu Ardan itu terletak di Desa Sopokokomil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Menurut penelitian dan pengujian yang telah dilakukan Herald Resources Ltd dari Australia , perut bumi di kawasan ini mengandung seng dan timah hitam berkualitas tinggi. Potensi tersebut akan digarap oleh perusahaan Australia itu, berpatungan dengan PT Aneka Tambang. Mereka tampil dengan bendera PT Dairi Prima Mineral. Baca entri selengkapnya »


Blog Stats

  • 644,478 hits

Arsip