batak itu keren

Posts Tagged ‘batak keren

Oleh : Robert Manurung

COVER proposal Lomba Karya Tulis TobaLover ini hanyalah salah satu bukti. Bahwa, semua talenta dapat disumbangkan, demi usaha kita bersama untuk menyelamatkan, merawat, dan menjaga kelestarian Danau Toba dan alam sekitarnya.

Cover proposal ini adalah karya Imelda Hutapea. Gadis asal Laguboti ini juga mendesain kop surat, poster dan semua bentuk grafis yang dibutuhkan oleh Panitia Lomba Karya Tulis TobaLover. Semuanya itu dia kerjakan dengan penuh dedikasi, bahkan terkadang hingga larut malam. Terkadang pula dia mengerjakannya di warnet atau coffee shop, padahal bukan saja tidak mendapat bayaran, mlaahan dia harus membayar sendiri semua pengeluarannya selama mengerjakan “proyek tengkiu” ini.

tobalovers

Foto : Mohammad Hilmi Faiq/Kompas

KRISTISON/photo by Mohammad Hilmi Faiq/Kompas

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Bandung tahun 1998, ia paham betul tak bisa hidup berkecukupan. Orangtuanya adalah petani yang hanya mampu memberi dia bekal Rp 1 juta untuk biaya pendaftaran dan administrasi kuliah. Ia hanya mengantongi sisa uang sebesar Rp 200.000, dan tak ada lagi dana kiriman dari kampung. Baca entri selengkapnya »

Simon Sinaga/foto by andreas maryoto - kompas

Simon Sinaga/foto by andreas maryoto - kompas

“Tak semua orang mau melihat masa depan. Orang suka berpikir instan, ingin mendapat uang dengan cara apa pun, termasuk menebangi hutan..” Baca entri selengkapnya »

Netty br Sianturi di antara tanaman jeruknya

Netty br Sianturi di antara tanaman jeruknya

Aku mohon maklum kepada sesama pria. Kisah berikut ini akan membuat bulan September di blog ini menjadi bulannya boru Batak keren. Kupungut dari rubrik Sosok harian Kompas (halaman 16) edisi 16 September 2008, kisah Netty boru Sianturi ini ada benang merahnya dengan perupa Grace Siregar. Mereka adalah representasi arus balik dari braindrain yang masih terus menggerogoti Tapanuli hingga hari ini. Baca entri selengkapnya »

Kecaman serta resistensi terhadap Viky Sianipar dan karyanya ternyata belum reda juga, kendati semakin banyak orang Batak yang memuji dan mendukung inisiatifnya mengaransemen lagu-lagu Batak menjadi senapas dengan semangat zaman. Masih saja muncul kritik pedas, dan bahkan sinis, meski tanpa argumentasi yang cerdas dan valid sehingga terkesan nyinyir dan tendensius.

Contohnya insiden yang terjadi pekan lalu, ketika Viky hadir dalam diskusi informal dengan komunitas Batak asal Tapanuli bagian selatan di Jakarta. Seorang wartawan harian Batak Pos nyeletuk,”Oh, Viky Sianipar yang merusak musik Batak itu?” Baca entri selengkapnya »

Dan biarkanlah hari ini memeluk
masa lampau dengan penuh kenangan,
Dan merangkul masa depan
dengan segenap kerinduan

(Khahlil Gibran) Baca entri selengkapnya »


Blog Stats

  • 627,798 hits

Arsip