batak itu keren

Archive for the ‘sejarah batak’ Category

Pahlawan Nasional asal Tanah Batak, Raja Sisingamangaraja XII, gugur pada 17 Juni 1907 dalam kontak senjata melawan kolonial Belanda di Sionom Hudon, Dairi. Dalam pertempuran yang sengit itu, turut gugur dua putranya, Raja Patuan Nagari dan Raja Patuan Anggi, serta putrinya Si Boru Lopian.

PERINGATAN 102 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII digelar secara sederhana, dengan melakukan upacara ziarah ke makam pahlawan asal tanah Batak ini di Jalan Pagar Batu Soposurung Balige Tobasa, Rabu (17/6),  dengan inspektur upacara Kapolres Toba Samosir AKBP Frenkie Radot Samosir P. Baca entri selengkapnya »

“Pada awalnya aku suka bilang kalo aku dibilang orang Batak, kemana-mana aku pigi pasti aku perkenalkan diri sebagai orang Batak, tapi setelah aku melihat orang Toba memiliki sifat suka menguasai, aku jadi gak mau lagi bilang kalo aku orang Batak, ini juga karena waktu aku sama ketua adat, aku kan banyak kawan sama orang itu karena aku pemain Gordang, jadi dibilang mereka mulai saat ini jangan mau lagi bilang kalo aku orang Batak.”

Oleh : Ibnu Avena Matondang

DARI keterangan informan tersebut dapat dikatakan bahwa pada kenyataannya memang ada sebahagian kalangan yang mencoba untuk menutupi kebenaran yang ada mengenai Mandailing tersebut maupun “Mandailing = Batak”.

Keterangan-keterangan lainnya yang didapat dari informan generasi muda mengatakan bahwa mereka adalah orang Batak walaupun sesungguhnya mereka adalah orang Mandailing karena mereka lahir dan besar di daerah Mandailing, seperti : Panyabungan, Kotanopan. Baca entri selengkapnya »

Ibnu Avena Matondang : sarjana antropologi USU

Ibnu Avena Matondang : sarjana antropologi USU

“Mandailing adalah Batak, alasan mereka tidak mau disebut Batak tidak lain salah satu sebabnya adalah karena Batak pada umumnya didominasi oleh pengaruh Kristiani (agama Kristen) sehingga Mandailing yang mayoritas Islam menolak untuk disamakan menjadi Batak.”

Oleh :  Ibnu Avena Matondang

Pendahuluan

SUKU dapat dilihat sebagai suatu kesatuan komunal yang menetap pada suatu wilayah serta dibatasi oleh batas-batas geografis, pendapat ini mungkin memiliki kebenaran pada satu sisi namun pada sisi lainnya pendapat ini memiliki kekurangan dalam mendeskripsikan apa sesungguhnya suku. Berbagai konsep mengenai suku memiliki berbagai macam pandangan, pada tulisan ini konsep mengenai suku merupakan hasil intisari dari berbagai pengamatan dan penelitian terhadap bentuk suku tersebut, konsep tersebut adalah representasi dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh berbagai individu dalam masyarakat. Baca entri selengkapnya »

Maju terus saudaraku, buktikan bahwa kita bukan orang barbar tapi orang yang berbudi dan penuh kasih. Memang kejujuran sangat menyakitkan tapi kita bukan orang yang mau bermanis kata. Semoga hujatan, cacian, makian yang ditujukan kepada orang Batak menjadi doa yang memberkati berdirinya Protap Baca entri selengkapnya »

Karena itulah saya begitu tersinggung dan kecewa pada sejumlah pendapat miring yang disampaikan di media massa, milis, blog, FB, menyikapi kematian Azis Angkat yang amat disesalkan itu. Saya menilai, pendapat mereka lebih karena kecurigaan dan kebencian terhadap Batak (Toba), bukan lagi karena keprihatinan atas persoalan Protap yang sudah dilumuri sedemikian banyak kepentingan dan dibumbui begitu banyak sentimen…..

Oleh : Suhunan Situmorang

GARA-GARA Azis Angkat tewas akibat ulah ratusan demonstran penuntut Protap yang beringas itu, orang Batak (khususnya Toba), seperti sah ditelanjangi, dikecam, dimaki. Bahkan, yang tak etisnya, para pengecam itu banyak dari kalangan non-Batak. Mereka seperti tak risih mengoreksi yang bukan etnisnya dan seakan memiliki kesempatan–yang sudah lama dipendam–untuk menghujat manusia Batak (Toba). Dan parahnya lagi, semua itu hanya berdasarkan pandangan, penilaian, yang muncul dari endapan stereotip dan hasil generalisasi yang sempit, Baca entri selengkapnya »

Beberapa waktu lalu, wartawan majalah TAPIAN Hotman Jonathan Lumbangaol, Jeffar Lumban Gaol, dan Chris Poerba berkesempatan mewawancara cucu Sisingamangaraja XII, Raja Napatar.

Ramah. Tidak ada basa-basi, seperti namanya Napatar yang berarti tidak ada yang disembunyikan. Kesan pertama bertemu dengan pria kelahiran Siborongborong 13 Mei 1941 adalah orang yang bersahabat. Suami dari boru Pakpahan dan ayah tiga orang anak ini agak serius kalau diajak ngomong. Berikut ini petikan wawancara itu, yang dimuat di majalah Tapian edisi November 2008 :

Apa yang paling mengesankan yang pernah Anda alami sebagai cucu Raja Sisingamangaraja XII?

Ketika di Bandung semasa kuliah tahun 60-an. Pernah ada sandiwara Sisingamangaraja XII, saya ditunjuk memerankan Sisingamangaraja,. Tidak ada yang tahu saya adalah cucu Sisingamangaraja XII. Lalu, saat pergelaran berlangsung, Baca entri selengkapnya »

TERUS TERANG, aku merasa “kecolongan” mengenai isu ini, termasuk tentang keberadaan Agustin Sibarani. Satu sosok yang menarik, namun nyaris tak dikenal oleh kalangan etnis Batak sendiri. Ternyata, majalah Tempo sudah pernah mewawancarai dan memberitakan tentang Agustin, yang menggugat karena hak ciptanya sebagai pelukis citra Sisingamangaraja XII tidak mendapat pengakuan yang semestinya. Baca entri selengkapnya »


Blog Stats

  • 635,526 hits

Arsip