batak itu keren

Warung Tuak Menuai Protes di Medan

Posted on: 18 Juni, 2009

Suara musik yang keras dari warung tuak itu terdengar hingga dini hari dan masuk langsung ke dalam rumah, sehingga ketenangan masyarakat benar-benar terganggu pada malam hari. Apalagi penjualan tuak itu pada malam-malam tertentu non stop,  sejak pukul 17.00 hingga menjelang pagi.

KEPALA Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan Maju Siregar mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya segera menertibkan warung-warung tempat penjualan minuman tuak di kawasan Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Denai.

“Saat ini petugas Disbudpar sedang melakukan intensifikasi warung-warung tempat penjualan minuman tuak di kawasan itu. Setelah itu, kita akan memberikan peringatan secara tertulis. Bila surat itu tidak ditanggapi, maka warung tuak tersebut ditertibkan atau dibongkar,” kata Siregar kepada Waspada  (pertengahan bulan lalu).

Siregar mengatakan, kemungkinan warung tuak di Kota Medan tidak hanya menyediakan minuman tuak. Namun, kuat dugaan menyediakan juga minuman keras lainnya,  sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat. Untuk itu,  penertiban segera dilaksanakan demi mewujudkan kenyamanan masyarakat Kota Medan.

Ketika ditanya kapan dilaksanakan penertiban, Siregar menjawab dengan secepatnya. “Kita tunggu hasil Intensifikasi dari lapangan. Setelah itu, mereka disurati untuk menutup warungnya. Bila tidak diindahkan, kita bekerjasama dengan Satpol PP dan dibantu pihak kepolisian untuk membongkarnya. Dalam hal ini, diharapkan agar anggaran dapat terealisasi secepatnya.”

Seperti diketahui,  masyarakat meminta Pemko segera menertibkan warung tempat penjualan tuak di Jalan Panglima Denai. Pasalnya, kehadiran warung-warung itu menganggu ketertiban dan ketenangan dalam melaksanakan ibadah terutama bagi umat Islam.

Tokoh masyarakat setempat Ahmad Dun dan Zahar Amin mengungkapkan, keresahan dan ketenangan warga terganggu menyusul semakin bertambahnya kedai-kedai tuak yang baru. Kenyamanan warga sekitar terusik karena dari warung tuak itu muncul suara musik cukup keras, bahkan terkadang disertai suara gaduh.

Para pengunjung bukan hanya masyarakat setempat, tapi juga dari luar daerah, sehingga setiap malam warung tuak tetap penuh dan mengeluarkan suara musik. “Kami sudah cukup sabar menerima keadaan ini,” ujarnya.

Dua tokoh masyarakat ini mencemaskan kemungkinan terjadinya bentrok berbau SARA, mengingat keberadaan sejumlah warung itu hanya beberapa meter dari masjid.

“Kami sering terganggu ketika melaksanakan ibadah berjamah di masjid,” ujarnya.

Suara musik yang keras dari warung tuak itu terdengar hingga dini hari dan masuk langsung ke dalam rumah, sehingga ketenangan masyarakat benar-benar terganggu pada malam hari. Apalagi penjualan tuak itu pada malam-malam tertentu non stop,  sejak pukul 17.00 hingga menjelang pagi.

“Tak ada lagi ketenangan untuk melaksanakan ibadah setelah munculnya warung tuak di kawasan ini,” katanya.

Sumber : waspadaonline

9 Tanggapan to "Warung Tuak Menuai Protes di Medan"

kalo mengganggu. ganyang aja😆

tul ga?

Dimanapun di Indonesia ini, interaksi batak akan selalu dianggap miring. Kalau terus begini kan harus cari solusinya. Bagaimana kalo kita bentuk lagi splended isolation, bagus apa nggak ya…!

saya org batak asli. saya setuju lapo tuak ditertibkan. kalau benar mengganggu. tapi rata-rata memang seperti itu. nyani sekuat-kuatnya dan sampai mala. tidak peduli tetangga.
boleh2 aja jualan, tp ada waktunya dan atur jgn asal menyani. aturlah spy tdk mengganggu. mauliate

Dinegara ini tidak ada kebebasan yang mutlak tetapi kebebasan yang bertanggung jawab. Hak azasi juga merupakan kebebasan yang dibatasi yang justru tidak boleh mengganggu / menghilangkan hak orang lain.
Memang untuk ” Lapo Mitu ” perlu juga ada regulasi supaya tidak mengganggu kepentingan orang lain, katakanlah pengaturan lokasi, batasan jam operasi dan etika yang menuntun berbagai pihak untuk saling menghargai. Mitu yang diselingi dengan bernyanyi, martarombo, ngobrol adat atau politik memang bagian dari budaya orang batak yang tidak perlu dihilangkan karena ada juga sisi positipnya. Yang dibutuhkan adalah kesadaran berbagai pihak yang berkepentingan untuk saling bertenggang rasa dan menjaga keharmonisan antar orang dan lingkungannya.

Waduuuh perantauan ini.
Gak pernah liat sih kalo warung tuak itu ribut disini
entah kalo di sana
tapi jika iya, sebaiknya ditertibkan saja
bukan begitu ?🙂

mengerikan..jika hanya karena segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, persolan akan bergeser menjadi keributan antar agama,tentu orang medan pada umumnya dan batak pada khususnya tidak akan mau jika apa yang pernah terjadi di poso dan ambon akan terjadi di medan.diperlukan campur tangan semua pihak untuk mencegah persoalan meluas.dan bagi para “LAPOers” diaharapkan untuk lebih mawas diri karena dimanapun anda berada anda memikul tanggung jawab besar mengenai pencitraaan orang batak yang sudah kadung miring..HORASSS…!

wah……………
saya kurang setuju kalo LAPO TUAK di tutup………………..
karna ini sudah menjadi salah satu wadah buat orang batak untuk Martarombo dan juga untk olah suara …………………..
di samping itu LAPO TUAK juga mempunyai nilai yg POSITIF buat masyarakat batak …………..
Saya lebih sejutu kalo LAPO TUAK di buat aturan jam buka dan juga Pengalokasian tempat………
Jga kpd LAPOers sangat di harapkan MAWAS DIRI dan tau ATURAN TATA TERTIB LINGKUNGAN.
Mari kita saling menghargai satu sama lain sehingga kota MEDAN yg tercinta ini tetap AMAN & NYAMAN……….

warung lapo tuak mirip2 dgn warung remang2 dangdutan kalo di Jawa yg acap menganggu ketentraman warga setempat, diharapkan warga setempat dan aparat berwajib melakukan pembersihan thd tempat2 seperti ini sebab hanya mendatangkan kerugian2 semata seperti tawuran, maksiat, polusi suara dsb.

btw, di tarutung lapo tuak disinyalir sebagai sumber kenaikan kriminal berhubungan dengan hal-hal mesum. use your imagination.

semoga gak bertambah nilai negatif lapo tuak, karena lapo tuak itu tempat marnonang dan bersosialisasi:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,500 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: