batak itu keren

Potret Tapanuli Untuk Para Calon Presiden

Posted on: 9 April, 2009

butuh-perbaikan11

BUKAN KUBANGAN KERBAU !

Sekadar untuk  mengingatkan : “jalan raya”  yang tampak dalam foto di atas masih termasuk wilayah Republik Indonesia.

Itu adalah bagian dari ruas jalan utama di Kecamatan Aek Bilah–daerah paling ujung di Kabupaten Tapanuli Selatan yang berbatasan dengan Tapanuli Utara, Padang Lawas Utara dan Labuhan Batu.

Daerah ini sangat kaya hasil bumi, namun miskin infrastruktur. Penduduk kesulitan  mengangkut hasil bumi mereka ke pasar. (foto : hariansib.online)

20 Tanggapan to "Potret Tapanuli Untuk Para Calon Presiden"

Nangis liatnya !
Rumah opung di Tebing Tinggi juga gitu.
Bukan hanya berkubang tapi tiap Desember selalu banjir !
Ada harapan terselip dalam pemilu ini, agar wakil rakyat dengan darah batak yan mengalir deras dlm tubuhnya itu mau peduli…

i huta nami, i samosiran i dolok-dolok i lobi sian i. sepeda pe dang boi dope masuk tu huta nami. hahhaha, asalma hipas-hipas i gonggom Tuhan i. Tangianghu anggiat ma adong anak sian i gabe namora namamparrohahon huta nami i. Asa i bahen jolo dalam tu huta nami i ba. Anggo pamarenta on do leakna borat do.

mudah-mudahan ma angka caleg natarpillit on mamparrohahon angka huta naso adong dope dalanna, suang songoni nang huta nami an.

Horas.
Molo boi nian pangidoan tu departemen pendidikan asa dibaen jolo kurikulum pddkn khusus tu anggota dewan dohot tu pamarenta( presiden, gubernur,bupati, camat, dst) asa dibaen sikkola “PARGORSI”, Ai molo ta bereng do gambari, hira naso merdeka dope negarattaon, Autsura namanggorai sude tondongta nadi “Huta-huta an”, ra nungnga 63 taon nasida manggorai, laos soadong na umbegesa. Naso mar sipareon!(pinggol)do nasida?.
Alai molo hea nasida “PARGORSI”, Dang songoni. Ai molo “PARGORSI”, Mottona: “NANG PE SO HU DOK NGA DIBOTO”.
Molo di bahen kurikulum i, ra ngaboi bang Viky sada staf ahlina ate?. Mauliate Horas.

andigan hita marsuan di si??
songonna cocok do bah.. ai nga hira saba..

Sedih melihatnya.
Ini bisa diatasi bila Provinsi Tapanuli bisa terwujud. Provinsi Tapanuli bukan keinginan sekelompok kecil orang tapi keinginan masyarakat tapanuli supaya daerah ini bisa maju mengikuti daerah lain di Indonesia ini.

Maju terus….Provinsi Tapanuli

Itu jalan dibangun khusus untuk mobil seperti itu dan itu mobil dirancang khusus untuk jalan seperti itu. So pasti hal itu adalah merupakan kebanggaan bagi bangsa ini. Mana ada negara di dunia ini yang bisa imbangi prestasi sperti itu.

Pasonang sonang hamu ma disi, hami dison tangis jala berjuang demi protap. Alai halak hita di san mencibir perjuangan protap. Kami benci anarkis, tapi kami cinta protap. Batak jadi warga kelas 2 di sumut, jangan heran kalau jalan seperti itu.

Kenapa kemajuan di Tapanuli terlambat dan pembangunan daerah ini dianak tirikan ? Jawabannya tentu tidak mudah karena permasalahannya juga kompleks.
Ada satu pepatah dalam bahasa Batak yang menggambarkan hubungan pusat -daerah , maju – tertinggal, menyatakan : “Situnjang na gadap, sitogu na jonjong “.
Falsafah ini banyak dipraktekkan oleh bangsa, negara dan sistem didunia ini didorong oleh pragmatisme untuk memenuhi kaidah ” Efektifitas” yang dibangun diatas pilar Effisiensi dan produktifitas.
Harus kita sadari daya yang dibutuhkan untuk mengangkat beban yang statis lebih besar dari beban yang dinamis. Kadang-kadang usaha yang dilakukan pada kondisi ekstrim beban tidur dengan akar mencengkeram tanah merupakan usaha kesia-siaan.
Suatu kemajuan hanya mungkin dicapai bila terdapat interaksi positip antara lokomotip dengan gerbong yang ditarik.
Coba kita renungkan apakah kondisi budaya SDM kita di Tapanuli yang menghabiskan waktu di kedai tuak atau kopi seharian dapat menghasilkan output yang berguna bagi daerah itu? Sekarang ini pekerjaan di ladang, disawah, rumah tangga atau mencari kebutuhan pokok sudah beralih menjadi tanggung jawab ibu rumah tangga sedangkan bapak-bapak sudah puas dengan kongkow-kongkow adat, politik disertai minum kopi atau tuak seharian di lapo / kedai.
Masalah lain adalah lahirnya elit politik daerah pasca otonomi daerah yang tidak memiliki integritas membangun daerahnya tetapi lebih kepada mencari kekayaan pribadi dan kelompoknya bila berkuasa.
Jalan pintas politik yang dilakukan melalui demo Protap untuk membangun Tapanuli menurut hemat saya kurang tepat. Kita hanya bermimpi bila Tapanuli jadi Propinsi maka kemajuan akan segera terjadi ? Saya pribadi justru hawatir ide itu justru awal dari terjadinya pertempuran politik dan kekuasaan di Tapanuli karena “fundasinya” lemah dan arah dari gerakan ini dimotivasi oleh nafsu primordialisme sempit karena tidak dibangun diatas kepentingan banyak pihak yang justru seharusnya berkontribusi dalam gerakan itu. Untuk menuju suatu kemajuan harus didasarkan pada tahapan-tahapan yang terstruktur dengan baik dan fundasinya adalah pembangunan “budaya produktip – konstruktip”.
Orang-orang Tapanuli harus bersatu lintas agama, sub etnis dan kepentingan dan harus mampu membusungkan dada untuk menyatakan siapa mereka, apa yang telah mereka perbuat dan terahir baru bicara apa maunya ?
Kita berharap dengan adanya perubahan budaya dan didukung oleh kemauan bersatu dan berjuang diatas kepentingan semua pihak maka cita-cita memajukan Tapanuli agar setaraf dengan wilayah lain di negeri ini bukan suatu mimpi,
botima , ditambai angka dongan, horas jala gabe.

Sangat setuju dengan TEORI nya lae bonaris rumahorbo. Itulah yang terjadi di tapanuli. Tetapi sangat tidak bijaksana mengatakan pembentukan protap sebagai jalan pintas politik. Kalau anda tahu tapanuli, kalau anda paham tapanuli atau lahir ditapanuli, anda akan tahu bahwa aspirasi pembentukan Protap bukan jalan pintas politik seperti yang anda katakan. Sejak saya SD tahun 70 an, aspirasi protap itu sudah ada. Tiap 17 agustus kami dulu selalu martumba dan manortor dengan lagu propinsi tapanuli. Dikemudian hari seiring munculnya revormasi aspirasi itu diajukan. Dari semua pemekaran yang ada di Indonesia, protaplah yang paling duluan diajukan, tapi hingga saat ini tetap dihalang halangi. Kalau ada kelompok orang yang oportunis yang mengatas namakan kelompoknya dalam pengajuan protap, itu adalah hal lain. Kalau ada kejadian anarkis, itu adalah hal lain. Jadi, saya kira kurang tepat kalau anda mengatakan protap adalah jalan pintas politik. Anda keterlaluan. Terlalu pintatm horas.

@ Lae bergman Silitonga

Terima kasih atas tanggapan lae tp tolong disimak lagi pernyataan saya diatas. Saya tidak menyatakan gerakan mendirikan Protap jalan pintas. Demo yang ternyata berlangsung anarkis itulah yang saya maksud jalan pintas. Betul, Demo adalah salah satu bagian dari gerakan untuk mewujudkan impian pembentukan Protap, tapi demo dapat dilakukan dengan berbagai cara yang elegan dan konstruktip bukan justru menjadi blunder.
Saya kebetulan punya pengalaman waktu tiba di bandara LA dari Hongkong melihat demo yang dilakukan para crew pesawat terbang domestik Amerika untuk memperjuangkan tuntutan perbaikan kesejahteraan mereka. Peserta demo hanya sekitar 12 orang terdiri dari 3 orang masing-masing tiga dari perwakilan pilot, pramugari dan teknisi & officer. Demo itu mereka laksanakan di depan ruang tunggu penumpang dan disalurkan secara live di saluran tv utama USA pada jam istirahat lunch time. Tayangan langsung dari pendemo dan tanggapan pejabat yang berwenang / pemerintah dari 2 lokasi penayangan yang berbeda ternyata lebih effektip menyelesaikan permasalahan yang ada. Di layar TV terlihat pendemo banyak padahal mereka membentuk lingkaran memutar yang orangnya itu-itu saja bolak-balik. Culture demo yang mereka laksanakan menitik beratkan pada inti pokok penyampaian tuntutan dan respons dari pihak yang dituntut. Tentu tayangan live ini sudah dipersiapkan dengan matang agar mencapai sasaran yang diharapkan kedua belah pihak yang bersengketa.
Budaya demo kita yang harus diperbaiki dan harus berusaha berhitung dengan resiko yang mungkin terjadi bila mengarahkan banyak orang yang tidak mudah dikendalikan tindakannya. Kita lebih menitik beratkan bukan pada inti tuntutan tapi pada “psy war “yang tidak perlu yang justru dapat mengundang kerugian dibanyak pihak.
Apa akibat demo protap yang kita hasilkan ? Gerakan ini justru menjadi blunder yaitu dihentikannya ( moratorium) pemekaran wilayah diseluruh Indonesia. Berapa banyak korban ? Satu meninggal, puluhan mahasiswa kita ditahan dan kuliahnya terganggu bahkan terancam DO, banyak yang luka-luka, ada imbas pada ekonomi yang terganggu, kerugian material dengan rusaknya fasilitas gedung DPRDSU. Ini semua kerugian, lantas apa untungnya dan siapa yang diuntungkan ?
Menurut hemat saya kita harus kembali ke inti permasalahan kenapa gerakan Protap perlu. Kalau substansinya perbaikan kesejahteraan melalui pembangunan kenapa harus Protap ? Kalau substansinya kekuasaan kenapa gerakan ini ditunggangi elit politik dengan motif ego kultural atau etnik primordial yang sempit ?
Politik dan kekuasaan memang bagian yang tidak terlepas dari budaya tapi gerakan dan pencapaiannya harus menganut azas beradab dan bermartabat. Songon hata batak namandok asa tarida hita angka anak ni raja berpikirlah bijak / smart dan bertindaklah kesatria.
Botima, mauliate, ditambai angka dongan muse.
Horas jala gabe.

jalan? yg menghubungkan Kab/kota (Tapanuli bagian selatan) dengan ibu kota provinsi medan, sangat memprihatinkan dan sangat jauh jarak tempuhnya. mengakibatkan daerah tsb sangat jauh tertiggal dari daerah lainnya. Untuk mempercepat pembangunan daerah tsb, harus mempercepat pembentukan provinsi baru di daerah tsb, utk memperpendek jalur birokrasi yang sangat jauh ke medan

menjadi pertanyaan, apakah pemerintah pernah memikirkan daerah di luar pulau jawa?
selain itu ada kasus yang menarik disini,
ketika pembangunan hanya berpusat di pulau jawa, orang di luar pulau jawa akan mobilisasi kepulau jawa,, setelah itu terjadilah kekacawan di pulau jawa tsb.. kenapa, kepadatan penduduk, sampah yang tidak terkontrol, tempat tinggal yang tidak teratur dan sebagainya..
mkn tidak pantas jika melarang orang ke pulau jawa,, hal yang lebih pantas adalah membangun di luar pulau jawa,,
(terjadi pemerataan pembangunan)

Bukan cuman di daerah tapsel jalan yg rusak, tp hampir semua sudut tapanuli maka dari itu hanya satu cara utk mempercepat pembangunan ini yaitu protap hrs terlaksana dgn dukungan para dewan dan jgn hanya sekedar jargon politik dan jauh dari anarkis.

Sudah hampir 10 tahun OTDA dilaksanakan di Indonesia yang diundangkan dan dilaksanakan sebagai realisasi dari tuntutan rakyat melalui lembaga MPR demi mempercepat pembangunan didaerah. Dengan OTDA diharapkan adanya perimbangan keuangan pusat dan daerah serta otonomi pengelolaan anggaran tingkat kabupaten / kota. Tapi sangat disayangkan fakta dilapangan menunjukkan pertumbuhan pembangunan di daerah tingkat 2 setelah OTDA ternyata justru lebih buruk dibandingkan dengan masa sentralisasi. Kenapa hal itu terjadi ? Fakta menunjukkan kebocoran keuangan di pusat pada masa sentralisasi pindah kedaerah setelah OTDA dengan ditemukannya kasus-kasus korupsi dan penyimpangan yang dilaporkan BPK.
Dari fakta ini dapat disimpulkan dengan dilaksanakannya OTDA maka kebocoran anggaran pembangunan pemerintah pada APBN / APBD sekarang tersebar keseluruh pemerintah daerah yang menciptakan budaya ” Korupsi Berjamaah “.
Sangat ironis memang apa yang terjadi saat ini karena anggaran pembangunan banyak yang disalah gunakan peruntukannya dan lebih diprioritaskan justru bukan untuk kemaslahatan rakyat banyak tetapi digunakan untuk mensejehterakan para pejabat dan elit politik daerah. Coba kita cermati apa yang banyak dilakukan oleh pejabat daerah untuk menghabiskan APBD antara lain pembangunan kantor-kantor pejabat pemerintah dengan fasilitas yang membuat sangat nyaman, kendaraan dinas yang mahal-mahal, tambahan honor pejabat dan anggota DPR dan banyak lagi yang tidak menyentuh kebutuhan pembangunan untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Seharusnya yang jadi prioritas pembangunan adalah sarana dan prasarana yang dibutuhkan rakyat untuk menggerakkan perekonomian masyarakat seperti pembangunan bendungan , situ, dam dan saluran irigasi untuk mengairi persawahan, jalan desa, listrik dan yang lebih maju yaitu membangun fasilitas produksi / pabrik untuk mengolah hasil pertanian. perikanan / kelautan untuk meningkatkan nilai tambah hasil bumi kita. Di daerah SUMUT yang unggul dalam hasil pertanian kelapa sawit, karet, kopi, teh, kemenyan dan hasil laut seharusnya dibangun pabrik-pabrik yang mengoleh CPO menjadi mentega, minyak goreng, sabun dan lain lain; pabrik ban, kasur spring bed berbahan karet; pengalengan ikan, dan pabrik pharmasi / aromatik dan lain-lain. Semua perusahaan itu dapat dibuat berbadan hukum BUMD yang diawali dengan pabrik skala kecil dengan modal kecil yang pendanaannya diperoleh dari APBD dan pinjaman bank daerah.
Pembangunan demikian akan menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan nilai tambah hasil bumi dan pertanian / perikanan dan mendorong pertumbuhan perekonomian daerah dalam jangka panjang. Sekarang ini perekonomian di SUMUT dikuasai oleh pengusaha keturunan Cina dan mereka menikmati porsi terbesar nilai tambah hasil bumi, pertanian dan perikanan yang ada. Bangsa kita hanya jadi kuli dan tampaknya seperti hanya mengharap porsi kecil kalau tidak boleh dikatakan belas kasihan mereka.
Semua kondisi ini harus kita rubah , kedaulatan dan kekuasaan perekonomian harus kita rebut kembali dan ujung tombaknya adalah pemda. Kita berharap para pejabat dan elit politik jangan hanya berpangku tangan dan terlena dengan komisi yang diberikan para pengusaha tetapi kita dijarah secara ekonomi.
Meminjam istilah dari pakar ESQ kita : mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang.
Horas jala gabe.

tu sude hita penghuni ni blog on…, marsipature huta na be ma….
capek ngeluh ini itu…. , kita bangun sajalah kampung kita masing-masing. Belum tentu program pemerintah tidak masuk ke kampung yang di gambar atas, mungkin jadi halak na di huta i holan na i pakter tuak do arian bodari…. , mungkin juga tidak snang kampungnya maju, karena hosom, teal , elat , late… ngerilah sifat kita orang Batak ini,
Horas ma

kepada amang bunaris, mengenai “mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang.”
kalau aku identikkan dengan diri sendiri, berarti dari awal atau dari usia muda. jadi, bidang pendidikan untuk usia muda perlu dilakukan, sebagai pondasi. atau memang itulah langkah awal dari pembangunan Tapanuli ini?
kebetulan aku cuman pelajar amang, belum banyak bergelut di bidang sana sini dan belum ada pengalaman yang cukup. tapi aku mau berpartisipasi dalam berkembangnya Tapanuli ini.

Horas.

Hutanta.Ima jo gogo ni pamarenta.Dang i tahe?

kaya??? hasil bumi, miskin infrastruktur
itulah dr kcmtan aek bilah tapi menurut aku benar??? dan aku sudah melihat keadaan masyarakat disana??? org nya jg rajin, giat, bekerja kreas, saling menghormati antaraberbeda agama. begitu juga masayrakat kcmtan aek bilah yang ada di rantau telah memberikan sumbangan, atas pembuatan jalan dr sihulambu ke garoga supaya mereka bisa menggunakan kenderaan beroda dua,untuk mudah & cepat apa yang ingin mereka butuhkan begitu jg anak2 yang disana tidak putus dgn pendidikannya bisa melnajutkan kesidimpuan, tarutung, medan.
masyarakat disana tidak pernah menyerah??? walaupun dilihat dengan latar belakang penduduknya.

Saya teringin bangat untuk mencari saudara mara saya di tanpanuli . . untuk pengetahuan pembaca . pembaca sekalian saya kepingin benar mahu ketemu saudara saudara saya di sana tetapi saya tidak tahu bagaimana mahu mencarinya .dulu kakek ku pernah ke sana berjumpa saudara maranya disana di atas jemputan kerabat di sana untuk menyelesaikan upacara adat di sana kerana hanya kakekku katanya yang bisa melaksanakannya daripada keturunan tersebut . .tetapi kakekku telah meninggal agak lama sekitar tahu 70 an . .kini saya adalah merupakan cucunya kepingin benar untuk mengeratkan kembali persaudaraan yang telah lama terputus . .tetapi aku tidak mampu kerana aku tidak tahu di mana saudara maraku tinggal .Untuk pengetahuan pembaca kakekku bernama karun berketurunan daripada kalangan orang yang agak ternama kerana diberi gelaran khalifahdi sana di Malaysia namanya mahmud .tolong saya temukan kembali asal usul keturunan saya .

Saya adalah salah satu putra tapanuli selatan tepatnya PUTRA SIHULAMBU, saat ini daerah saya sedang dalam pembangunan jalan, hal ini lerlaksana bukan karena ada usulan pemerintah setempat,tapi keinginan dari putra daerah yang sudah merantau disuluruh penjuru dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 636,005 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: