batak itu keren

Protap, “Komoditas Panas” Pemilu 2009

Posted on: 15 Maret, 2009

Sayangnya, peristiwa demo anarkis oleh para pendukung Protap di Medan, awal bulan lalu, telah gagal direspon secara bijaksana dan tepat oleh pemerintah provinsi Sumut dan pemerintah pusat. Tekanan politik dan “kriminalisasi” serampangan terhadap sub-etnis Batak Toba–pasca peristiwa itu, telah menggeser fokus dari masalah ketimpangan pembangunan ke perebutan “hegemoni” etnis di Medan.

Oleh : Raja Huta

AMBISI untuk membentuk Provinsi Tapanuli (Protap) ternyata belum padam, kendati hampir semua tokoh pelopornya sedang meringkuk di tahanan. Sejumlah caleg di Tapanuli kini tengah “menjajakan” impian tersebut sebagai tema kampanye, untuk meraih dukungan masyarakat pada Pemilu 2009.

Salah satu partai politik yang getol mengangkat isu Protap pada kampanye pemilu kali ini adalah Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP). Bahkan, para caleg partai ini di Kabupaten Samosir tampaknya sengaja menggelitik “harga diri’ sub-etnis Batak Toba, sehubungan dengan masih terganjalnya perjuangan mewujudkan Protap.

“Sebelum saya menjabat ketua Partai, kita juga sangat mendukung akan lahirnya Propinsi baru ini, karena memang aspirasi tersebut berkembang di tengah-tengah masyarakat yang ada di Bona Pasogit mengingat pembangunan untuk daerah ini seperti dianak tirikan terang,” Robert Pardede, Ketua Pimpinan Kolektif Kabupaten (KPKK) PDP.

“Menjajakan” isu Protap boleh jadi merupakan strategi cerdik, meski sebenarnya yang paling dibutuhkan masyarakat ialah pemerataan pembangunan di Provinsi Sumatera Utara. Sikap bermusuhan–dan bahkan “kriminalisasi” terhadap etnis Batak Toba–yang dilakukan oleh sejumlah pihak menyusul peristiwa demo anarkis awal bulan lalu di Medan; bukan tidak mungkin akan menguatkan sentimen “kita diperlakukan tidak adil dan disudutkan” di kalangan masyarakat akar rumput.

Sebenarnya, yang paling dibutuhkan masyarakat Tapanuli pada umumnya adalah keadilan dalam menikmati “kue pembangunan” di Sumut; bukan propinsi terpisah. Adanya ketimpangan pembangunan gampang sekali dibuktikan. Lihatlah betapa hancur leburnya ruas-ruas jalan utama di Tanah Karo, Simalungun, Tobasa, Samosir, Dairi, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. Kondisi jalan di sana jauh lebih buruk ketimbang jalan pedesaan di Sumatera Timur.

Sayangnya, peristiwa demo anarkis oleh para pendukung Protap di Medan, awal bulan lalu, telah gagal direspon secara bijaksana dan tepat oleh pemerintah provinsi Sumut dan pemerintah pusat. Tekanan politik dan “kriminalisasi” serampangan terhadap sub-etnis Batak Toba–pasca peristiwa itu, telah menggeser fokus dari masalah ketimpangan pembangunan ke perebutan “hegemoni” etnis di Medan.

Seharusnya, pemerintah propinsi dan pemerintah pusat berusaha melokalisir dampak ikutan demo anarkis tersebut, dengan cara menegaskan dari permulaan bahwa amuk massa tersebut hanyalah ulah segelintir orang. Dengan kata lain,  semestinya pemerintah provinisi dan pemerintah pusat berusaha mencegah timbulnya anggapan dan generalisasi yang menuding seluruh sub-etnis Batak Toba ikut bertanggung jawab.

Sekarang nasi sudah jadi bubur. Buat masyarakat awam di Kabupaten Tobasa, Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan– yang mungkin tadinya tak tertarik sedikitpun terhadap Protap, yang dilihat adalah fakta bahwa 80 orang dari sub-etnis Batak kini meringkuk di tahanan. Dan, sikap tegas kepolisian Sumut menangkapi para “pejuang” Protap itu, sangat potensial untuk dicuriga sebagai balas dendam, lantaran Kapolda dicopot pasca demo anarkis yang direspon secara over reacting tersebut.

Kesemuanya itu akan membuat isu Protap menjadi “komoditas panas” pada Pemilu 2009, meski akibatnya kepentingan rakyat yang sebenarnya jadi terabaikan.

Berikut ini berita koran SIB mengenai komodifikasi isu Protap pada masa kampanye ini :

Pembentukan Propinsi Murni Aspirasi Masyarakat

Ketua Pimpinan Kolektif Kabupaten (PKK) Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) Kabupaten Toba Samosir Robert Pardede mengatakan, aspirasi pembentukan Propinsi Tapanuli murni aspirasi masyarakat bawah dan harus terus diperjuangkan hingga bisa terealisasi dalam waktu dekat. Aspirasi akan pembentukan Propinsi baru (Protap-red), datang dari arus bawah (masyarakat-red) yang diaplikasikan dan dipercayakan kepada Panitia Pemrakarsa Pembentukan Propinsi Tapanuli.

“Pembentukan Propinsi Tapanuli merupakan aspirasi yang murni dan tulus dari masyarakat, sehingga harus disikapi dengan bijak dan cerdas tanpa harus dipolitisir. Karena kalau sudah dipolitisir bisa menyesatkan,” ungkap Robert Pardede kepada SIB di Balige Tobasa, baru-baru ini.

Karena pembentukan Propinsi baru ini murni, lanjut Robert yang dikenal dengan gelar Kempes ini, harus direalisasikan dan jangan dihempang dengan berbagai cara bahkan sampai memunculkan isu menyesatkan yang mengatakan pembentukannya kepentingan kelompok atau elit-elit politik saja. Bahkan sampai mengatakan bahwa Propinsi tersebut Propinsinya Kristen.

“Sebelum saya menjabat ketua Partai, kita juga sangat mendukung akan lahirnya Propinsi baru ini, karena memang aspirasi tersebut berkembang di tengah-tengah masyarakat yang ada di Bona Pasogit mengingat pembangunan untuk daerah ini seperti dianak tirikan terang,” Robert yang juga Ketua Keluarga Besar Gerakan Alumni Pelajar Pancasila Kabupaten Toba Samosir ini.

Menyangkut insiden yang terjadi di DPRD Sumatera Utara pada 3 Februari 2009 lalu saat massa Protap melakukan aksi unjuk rasa yang mengakibatkan tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara H Abdul Aziz Angkat, siapapun tidak pernah menginginkan insiden itu terjadi. Panitiapun tidak pernah menginginkannya, kata Robert Pardede didampingi Sekretaris PKK PDP Tobasa Charles Sitohang SE dan bendahara Polianed Pardede.

Kepada seluruh Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli yang akibat insiden tersebut ditahan pihak kepolisian, kata Robert tetap kuat dan tabah menghadapi tantangan yang ada. Karena yang namanya perjuangan pasti ada resiko, apalagi perjuangan itu merupakan cita-cita luhur yang bertujuan untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat luas.

“Doa kami bersama seluruh Panitia Pembentukan Propinsi Tapanuli. “Maju terus, pantang mundur,” kata Robert bersama caleg-caleg PDP Kabupaten Tobasa di antaranya Madju Samosir, Robert M Hutahaean, Barita Hutagalung.

8 Tanggapan to "Protap, “Komoditas Panas” Pemilu 2009"

Menurut saya, sah-sah saja bila ada PARPOL yang mengusung Tema Mendukung terbentuknya PROTAP atau PROULI, dalam rangka meraih suara dari lumbung daerah Tapanuli atau orang yang merasa dirinya masih anak Tapanuli.

Untuk Lae Suhunan, tolong diangkat menjadi topik tentang keberhasilan lae kita Simbolon yang akan dilantik menjadi Dokter Gigi Bulan April ini di UNPAD-Bandung. Karena SOSOK-nya telah membuat bangga bangso Batak, khususnya generasi Muda. Dimana berkat tekadnya yang tidak pantang menyerah dengan membuka usaha counter pulsa mengantarkannya menjadi Dokter Gigi yang Tammat pada waktunya tanpa menyandang status MA (Mhsw Abadi).

(Kompas 16 Maret 2008, SOSOK KEHIDUPAN)

@David Sinambela

Maksudnya Kristison Simbolon? Kompas 16 Maret 2009, kali

Regards,

Protap memang bagus. tetapi lebih baik bila dibuat Propinsi BATAK, mungkin para leluhur setuju. mengingat Batak itu tertinggi Dalihan Natolu. karena Batak tidak bisah dipisahkn dgn yg lain. saya sangat setuju dgn Propinsi BATAK.

Horas……

Menanggapi Usul saudara Berlin manurung.

Pembentukan Provinsi Tapanuli. itu sebenarnya sudah tepat asalkan terdiri dari bekas keresidenan Tapanuli. yaitu Tapanuli Utara. Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Nias. Kalau Provinsi Batak itu sudah sama dengan Provinsi Sumatra Utara sekarang, hanya ditamba langkat dan serdang. karena batak terdiri dari beberapa fuak yaitu batak toba,batak mandailing , batak angkola, batak simamlungun, batak karo, batak dairi dan pakpak. jadi menurut saya propinsi Tapanuli itu sudah sangat tepat.perlu di ingat ditapanuli tidak pernah ada sara walaupun beda agama /keyakinan .boleh anda lihat ditapanuli utara banyak terdapat Mesjid tak pernah diganggu/di rusak oleh umat kristen begitu juga di tapanuli selatan banyak terdapat gereja dan tak pernah dirusak atau diganggu oleh umat Islam.
Jadi menurut saya Provinsi Tapanuli itu sudah sangat bagus. ……’

siapa pun presidenya apa pun partainya ,protap harus terealisasi(bukanya arogan) tapi karena protap adalah sebuah keharusan ,,,horas horas horas….berstulah orang batak dimana pun anda berada…tak terkecuali mandailing,simalungun ,karo,pakpak dll

horas……………………….
memang sudah saatnya PROTAP terealisasi, demi kepentingan atau kemakmuran orang BATAK, kalau kitamasih bergabung dengan sumut kita akan terus melarat sampai anak cucu kita. sudah saatnya kita kita bersatu agar kampung halaman(bona pasogit) kita keluar dari peta kemiskinan. HIDUP PROTAP………………………….. horas…horas….horas……………

keren abis …

salam hangat dari Kampak FC dari Bandung …

visit my site ..

http://www.malausay.co.cc

Proud To Be BATAK …

malau’s

TERIMAKASIH TAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: