batak itu keren

Pleidoi Para Pendukung Protap

Posted on: 22 Februari, 2009

Maju terus saudaraku, buktikan bahwa kita bukan orang barbar tapi orang yang berbudi dan penuh kasih. Memang kejujuran sangat menyakitkan tapi kita bukan orang yang mau bermanis kata. Semoga hujatan, cacian, makian yang ditujukan kepada orang Batak menjadi doa yang memberkati berdirinya Protap

Oleh : Raja Huta

KEMENANGAN fenomenal Barack Obama dalam pemilu presiden AS akhir tahun lalu telah membuktikan : pada era sekarang ini, terutama dalam komunikasi di dunia maya, otoritas untuk mempengaruhi opini publik tidak lagi didominasi oleh rezim yang berkuasa, politisi, intelektual atau pemilik media massa. Akibat meluasnya kebebasan berekspresi, menguatnya kecenderungan personalisasi dalam segala aspek komunikasi, dan terbentuknya masyarakat baru yang “cyber minded”; kini informasi dan kekuatan mempengaruhi opini publik telah menjadi milik semua orang.

Fenomena Obama adalah inspirasi berharga bagi kelompok-kelompok minoritas di seluruh dunia; yang tertekan, dianaktirikan dan dimarjinalkan; termasuk Bangso Batak yang baru-baru ini mendapat stigma sebagai “etnis barbar”—menyusul demo anarkis di Medan yang diyakini menjadi penyebab kematian Ketua DPRD Sumut Azis Angkat.

Ketika nyaris semua media massa nasional memojokkan dan mengkriminalisasi etnis Batak lantaran insiden tersebut; dan ketika ruang publik di Medan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok sektarian untuk mendiskreditkan dan melukai perasaan etnis Batak Toba yang notabene mayoritas Kristen; maka media komunikasi berbasis internet (blog, milis dan jejaring sosial seperti Facebook) merupakan satu-satunya kanal untuk menyalurkan keresahan etnis Batak Toba.

Fenomena semacam ini sebenarnya sudah menyeruak sebelumnya, misalnya pembatalan rencana eksploitasi Hutan Tele akibat kuatnya perlawanan masyarakat—yang mendapat informasi dan pengaruh kuat dari opini yang bertebaran di internet.

Di bawah ini, aku tampilkan lima komentar yang paling mewakili aspirasi para pendukung fanatik Protap, diambil dari dua artikel mutakhir di blog ini : “Kecaman Atas Kasus Protap Itu Tak Lagi ”Protap”, dan “Berita SIB Mengenai ”Tragedi Protap”.Kemudain pada tulisan lain akan kutampilkan komentar-komentar pilihan yang tidak setuju atau menentang Protap, dan pandangan netral yang mendambakan persatuan Bangso Batak.

I.Purba dalam artikel Berita SIB Mengenai ”Tragedi Protap. :

PROTAP murni aspirasi rakyat, Karena saya asli batak, tapi lahir di perantauan..saya dukung protap dan bangga. Mohon untuk semua orang jangan mempolitisir keadaan, Emang salah kalo ada Protap? Kenapa?

Teruskan Perjuangan PROTAP, Tuhan selalu menyertai kita. GBU

Radja Nadeak/Berita SIB Mengenai ”Tragedi Protap :

MEREKA sadar dan tau betul seandainya Protap jadi, maka mereka tidak punya apa-apa lagi, tidak punya kekuatan, sehingga mereka takut, akan diperlakukan seperti kita di pulau Jawa ini; baik beribadah, juga keleluasaan di pemerintahan yang mereka nikmati selama ini karena embel-embel agama. Itu yang mereka takutkan…( padahal orang batak ASELI tidak berpikir seperti itu).

Kita yang dari dulu tidak pernah diperhatikan, dan merasa orang asing, merasa penumpang di negeri sendiri,  sadar ,…dan berjuang untuk meyamakan hak, keadilan, kesejahteraan dari saudara kita yang lebih makmur..

Tapi, apa yang kami dapat ? Mereka tetap mencoba menghalang-halangi terbentuknya Protap. Sekian lama kami menunggu, yang kami dapat hanya kekecewaan.

Parlindungan Sihotang/ Berita SIB Mengenai ”Tragedi Protap” :

SEHARUSNYA, sesama orang Batak dan etnis lain yang memiliki hubungan historis dengan daerah Tapanuli (Utara, Tengah, Selatan, Sibolga, Nias, dan Dairi) bersatulah untuk sebuah provinsi yang diidamkan sejak kita belum lahir. Untuk saudara-saudariku non-Toba, mungkin mulai deh mencari referensi, sejak proklamasi negeri, adakah puak batak plus Nias lain serajin dan setabah puak Toba dalam perjuangan pembentukan Protap?

Seperti yang sudah sering kita rasa dan ketahui, terutama di perantauan, perintis komunitas masyarakat Sumut di luar Sumut, selalulah orang Batak Toba. Puak yang lain biasanya masih senang bergandengan tangan. Namun, kalau jumlahnya sudah semakin banyak, maka yang non Toba itupun, entah minta ijin atau tidak, memisahkan diri, karena sudah bisa membentuk komunitas barunya. Nah, bukankah sepantasnya perjalanan perjuangan pembentukan Protap ini justru menyadarkan saudara sesama orang Sumut bagian barat, betapa orang Batak Toba-lah yang selalu mau bercapek ria memperjuangkan, termasuk juga mengajak puak Batak lain plus Nias, demi kepentingan bersama?

Bukankah, kasarnya yang non-Toba merasa malu karena hanya bisa jadi pendukung saja, malah justru menjadi pengecam dan penghambat? Bukan untuk menganggap puak Tobalah yang paling berjasa, tetapi, tolonglah kasus anarkisme di Medan bisa dilihat sebagai beban moral semua puak Batak dan Nias juga mengingat di sana atau di perantauan, semua non Toba itu berterima kasih atas gaya pikir, hidup, dan paradaton orang Toba yang masih mayoritas bangga menyebut dirinya sebagai orang Batak; sementara puak Batak yang lain secara perlahan sudah mulai tidak begitu bangga menyebut sebagai orang Batak…

…dan juga, ajakan yang ditolak oleh daerah Tapsel, tampak sekali dari niat pembentukan daerahnya menjadi Provinsi Sumatera Tenggara. Secara geografis, penamaan provinsi itu sangat berlebihan dan konyol. Kapankah akal sehat kita bisa menerima, wilayah tenggara terletak sangat dekat di antara selatan dan barat? Kalau menjadi Sumatera Barat Laut atau Barat Daya, itu baru lebih pas namanya, karena menurut saya, Riau tuh yang lebih cocok dibilang tenggaranya Sumatera.. Nah, dari pengambilan nama yang keliru ini, saya pribadi menilai, itulah bentuk “gengsi” saudara-saudara di Tapsel yang tidak mau bergabung dengan Protap (padahal diajak)…

…kalau mereka tetap dalam Provinsi Sumut, kan lintas Sumatera dari Tapsel menuju Siantar atau Medan dan Aceh, harus melewati Protap, di mana harga diri mereka ? Kira-kira itu analisis saya membuat mereka juga merencanakan provinsi sendiri dengan nama yang keliru….wah, jangan malu-maluin suku Batak karena bisa dianggap tak tahu arah mata angin

Tapi, secara keseluruhan, saya cuma mau katakan, mari kita tetap bersaudara, hilangkan kepicikan, tunjukkan siapa leluhur Batak yang dewasa, tenang, dan menghormati perbedaan itu

Jalankan terus perjuangan membentuk Protap, tetapi tetap dengan landasan kasih dan cara-cara modern yang terhormat, saya mendukung kalau begitu.

Saya tidak percaya kalau kematian alm. Ketua DPRD Sumut itu disengaja, sangat tidak percaya lagi kalau itu sebagai upaya pembunuhan halak Toba kepada saudaranya dari puak Pakpak Dairi, karena seperti saya katakan tadi, di perantauan, sifat orang Toba selalu ingin mempersatukan dan mengayomi sesama orang Sumut dalam wadah organisasi marga ataupun kedaerahan Sumut di perantauan yang terpencil di mana-mana. Horas ma.

David Sinambela/ Berita SIB Mengenai ”Tragedi Protap” :

PROPINSI TAPANULI seharusnya dari zaman Kemerdekaan sudah terbentuk. Karena semua Bekas keresidenan Belanda, semua telah menjadi Propinsi, kecuali Keresidenan Tapanuli. Tapi, mengapa kok ga disetujui sampai sekarang? Ada Apa?

Marilah bercermin sejenak dengan melihat Sejarah, Teritorial, Kaum Penduduk, Agama/kepercayaan, Adat istiadat, pendidikan dan masih banyak lagi dari para anak-anak Tapanuli baik yang masih di wilayah Tapanuli maupun di luar Tapanuli.

Tapanuli berarti Tapian Na Uli atau Pantai nan Indah. Berarti mereflexikan suatu daerah Pesisir atau pinggiran Pantai yg bersisian dengan laut ataupun danau. Zaman Belanda, kota Padangsidempuan dan Sibolga pernah menjadi IBUKOTA Keresidenan Tapanuli. Wilayahnya mencakup seluruh kabupaten yang dimulai dengan Kata Tapanuli : Selatan,Tengah, Utara, ditambah Nias dan Dairi.

Wacana yang ingin mengganti ibukota tersebut–seandainya PROTAP terbentuk–dengan Siborong-borong sebagai alternative, menurut saya perlu dirundingkan terlebih dulu.

Sebagai daerah yang memiliki kekayaan Alam yang luar Biasa dan didukung SDM yang bejibun dan memiliki NASIONALisme yang tinggi serta penyumbang Tenaga Terampil untuk INDONESIA, Tapanuli seharusnya-lah daerah terkaya di negara ini, bukan Peta Kemiskinan.

Ketidak-sepahaman di antara Elite yang berkepentingan dalam proses Pembentukan Propinsi ini mungkin diakibatkan :

1. Ketakutan dari Pihak Eksternal, baik di SUMUT atau Jakarta

2. Sentimen SARA yang diembuskan Pihak Eksternal

3. Ambisi Segelintir oknum UCOK=Uang Cukup Otak Kurang

4. Fanatisme Marga

5. Fanatisme Keyakinan

6. Belum Waktunya Terbentuk

Jadi, hilangkan dulu perbedaan, Mari satukan Visi tanpa melupakan Keberagaman di antara warga yang merasa sebagai Penduduk Tapanuli. Nanti, akan Indah Pada Waktunya….!!!

Laung-Laung Ni Pining

Laung-Laung Ari Manogot

Horas Tondi Madingin

Muli-muli Marbisuk do i Sogot

(Onang-Onang Sian Selatan)

Zunaerah Pangaribuan/Kecaman Atas Kasus Protap Itu Tak Lagi ”Protap” :

APAPUN itu kita ambil hikmahnya, secara tidak langsung “batak” sudah menjadi pembicaraan dari elite politik sampai ke masyarakat pedesaan. Hal ini membuat satu pertanyaan yaitu : Mengapa berdirinya Protap nantinya sangat menakutkan dan menegangkan semua pihak?

Apa sih Protap itu..? Apalagi bangsa kita sedang dalam suasana “panas” menjelang Pemilu april mendatang. Jadi menurut saya , tak perlu emosi menghadapinya.

Suka tidak suka putra/putri Batak dari berbagai marga , agama ,dan tingkat sosial sedang memenuhi media kampanye di seluruh nusantara sebagai caleg. Ini menjadi bukti keberadaan batak tidak saja bercokol di Tapanuli,sudah menyebar kemana-mana hingga ke Luar Negri.

Orang Batak bukan orang lemah, bukan tidak punya prinsip. Justru keteguhannya pada prinsip dan berkarakter mau maju dan siap menerima resiko. Saya harap kepada saudaraku saluhutnya,jangan kita mau diadudomba dengan beralas pada kejadian berdarah tersebut.

Karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Sang Pencipta.

Maju terus saudaraku,buktikan bahwa kita bukan orang barbar tapi orang yang berbudi dan penuh kasih. Memang kejujuran sangat menyakitkan tapi kita bukan orang yang mau bermanis kata. Semoga hujatan,cacian,makian yang ditujukan kepada orang Batak menjadi doa yang memberkati berdirinya Protap

23 Tanggapan to "Pleidoi Para Pendukung Protap"

Terus terang saya kurang menguasai akar permasalahannya… tetapi dari masukan saudara saudara yang di Jakarta, mereka mengatakan bahwa Pendapatan daerah yang sangat minimlah yang menjadi ganjalan utama sebenarnya… karena dikuatirkan Protap akan semakin terisolir dan semakin tertinggal.
sementara ada sekelompok orang yang sangat berharap bisa memanfaatkan situasi untuk merebut tampuk kekuasaan bila Protap terlaksana …. segelintir orang inilah yang disinyalir telah membelokkan tujuan murni Perjuangan pembentukan Protap sehingga menjadi semakin rumit.
Secara Pribadi kalau saya boleh berpendapat…. Apakah dengan adanya Protap orang orang hebat asal Batak yang ada di seluruh Dunia akan berbuat sesuatu untuk memajukan Tapanuli…?! kalau memang ada niat, dengan atau tanpa Protap pun seharusnya Kita harus bersatu bahu membahu membangun Tapanuli… tanpa fanatisme sektarian seperti Marga, Huta apalagi Agama….
Horas, salam dari Belgia…..

Saya bukan orang Batak, tapi saya nggak setuju penggeneralisasian stereotipe orang Batak sebagai orang barbar. Orang-orang Batak yang saya kenal adalah orang jujur, mereka bilang jelek kalo memang jelek, dan adat mereka nggak punya basa-basi yang mengandung unsur bohong. Tapi saya juga menyesalkan kenapa rekan-rekan mengobrak-abrik gedung DPRD yang mereka bayar sendiri dengan pajak orang tua mereka. Mudah-mudahan pengecapan orang Batak sebagai orang barbar tidak berulang lagi, dan kita semua bisa mengkomunikasikan aspirasi kita dengan cara-cara yang lebih elegan dan intelek.

maju terus panitia pembentukan Protap!!!!
Orang Batak bukan orang bar-bar!!!!

memang media sekarang banyak yang tidak pada jalurnya, bukan hanya media cetak media yang ol bahkan lebih banyak yang paling ga profesional.

apalagi sekarang gampang sekali mebuat media ol, tak dapat dipungkiri hal ini berpengaruh besar tehadap pendapat masyarakat. walaupun tingkat penetrasi internet di indonesia masih kecil.

“masyarakat adalah apa yang mereka baca, apa informasi yang mereka terima”

sangat jarang masyarakat sekarang yang berpikir rasional

Kita memang harus menyayangkan insiden yang terjadi pada demo pembentukan protap. Inilah puncak dari kekesalan masyarakat Tapanuli atas politisasi oleh segelintir elit politik di sumut yang takut kehilangan kekuasaan mereka atas wilayah Tapanuli bila berdiri sendiri sebagai propinsi baru. Mereka berdalih dengan berbagai alasan agar protap tidak jadi dibentuk dan di DPRD SUMUT lah benteng mereka yang paling kuat untuk menghalangi rencana tersebut. Saya pribadi mendukung pembentukan protap, tapi perjuangan tersebut harus dengan cara-cara yang mengedepankan moralitas dan etika yang pantas. Slamat berjuang saudaraku, jangan pernah putus harapan demi kejayaan Tapanuli dimasa depan.

Saya heran sekali kenapa orang orang bukan Batak paling ribut ngurusin anti Protab, minggu lalu di acara debat TV one. sebel, memuakan bgt komentar mereka tanpa sadar mereka dengan forum itu melukai hati orang orang Batak
Saya berharap proses pradilan yang dituduh “Anarkis” cepat dilakukan dengan objektif karena semua bisa terjadi karena “Sebab Akibat”.
Saya setuju dgn Pk. Ruhut Sitompul : “Cepat atau lambat Protab akan Berdiri”. Mari bersatu halak hita, marsipature hutanabe, kami yang di perantauan turut mendukung PROTAB, Horas

Raja Huta,

Kalau dari aku :

1) Yang bersalah harus siap menerima hukuman ( membuktikan orang batak berjiwa besar)

2) Protap Jalan Terus! Jangan biarkan “pelemahan karakter yang terjadi menyurutkan langkah protap. (aku tak mau bilang pembunuhan karakter krn karakter orang batak tak bisa dibunuh)

“Berjuang untuk kebesaran bangso batak merupakan kehormatan”
Arif Sipayung

Salam,
Bang tolong diulas ttg sejarah Batak yg lengkap, kalo nggak salah yang ada hubungannya ttg Pax Nederlandica dan penyebab Sisingamangaraja melakukan perlawanan thd Belanda. Thx

Sekarang sudah kadung….

Kalau saya mengatakan ” SEANDAINYA ” bisa dikataqkan saya si penghayal tapi ini memang kenyataan yang sudah terjadi.

Protap ( Propinsi Tapanuli ) berarti komunitasnya adalah masyarakat Tapanuli, (tidak ada terkecuali). Seharusnya.

Pada kenyataannya seperti apa ?.

Sangat jelas tidak ada usaha atau upaya yang lebing kongkrit untuk mempersatukan persepsi pada semua tokoh maupun pemuka adat seluruh masyarakat Tapanuli .dll.

Ada apa sih…..?

Karena rasa jengkel , orang Tapsel juga gak mau kalah, membuat tandingan, dengan pengusulan pembentukan Propinsi Sumatera Tenggara.

Kok ikutan……? Apa ia sudah siap…..?

Jadi : SEANDAINYA orang-orang Tapanuli dibersatukan dulu pendapatnya , pemikirannya , barangakali gak bakalan begini.

Apa ia ya…. bisa…. kayaknya kembali ke kwalitasnya……hehehe…. mabok dech……

Tapi Percayalah, Yang baik-baik itu pasti buat orang baik-baik.

Molo na satahi sa olo an boban na borat pasti tar oban….!

Horas

Moratorium dulu lah…. Tenangkan diri, yang berjuang menuju pembentukan Protap silakan ambil nafas dulu, pelajari lagi apa yang diperjuangkan dan cara-cara BERADAB untuk menuju kesana, dan yang terpenting tetap fokus.

ADA BEBERAPA PERTANYAAN BAGI PEMERINTAH,KHUSUSNYA DPRD SUMATERA UTARA DAN PEJABATNYA :

1. SEJAUH MANAKAH DPRD SUMUT DAN PEJABATNYA MELIHAT LANGSUNG PERKEMBANGAN EKONOMI YG PESAT DI TAPANULI MULAI DARI INDONESIA MERDEKA ?
2. SUDAHKAH DPRD SUMUT DAN PEJABATNYA DATANG KE DAERAH TAPANULI YANG INGIN MEMBUAT PROPINSI SENDIRI ?
3. SEBERAPA BANYAK SUMBER DAYA MANUSIA DAN ALAM YG TELAH DIKEMBANGKAN OLEH DPRD SUMUT DAN PEJABATNYA ?
4. SUDAHKAH DPRD SUMUT DAN PEJABATNYA MEMBUAT PERUBAHAN DI TAPANULI SECARA UMUM ?

KALAU ANDA ANGGOTA DPRD SUMUT DAN PEJABATNYA MAKA PASTI JAWABAN ANDA B E L U M

KAPAN LAGI WARGA TAPANULI DI BENTUK DENGAN PEMBANGUNAN DARI SEGI EKONOMI, PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, DLL. SUDAH DARI ZAMANNYA INDONESIA MERDEKA “TAPANULI ADALAH WILAYAH INDONESIA YG TERMISIKIN” DIBANDINGKAN DENGAN WILAYAH LAIN, KENAPA TIDAK ADA DUKUNGAN DARI DPRD, YG KONON ADALAH WARGA TAPANULI SENDIRI? DIMANA KEINGINAN UNTUK MARSIPATURE HUTA NABE ?, DIMANA RASA SAYANG TERHADAP TAPANULI?, DIMANA KEBEBASAN MENGELUARKAN PENDAPAT DAN HAK UNTUK MENGEMBANGKAN DIRI DI NEGARA INI.

HORAS

SANGAT SEDIH SEKALI MELIHAT DAERAH TAPANULI YANG DARI DAHULU KALA MASIH JUGA BEGITU-BEGITU SAJA, KAPAN LAGI TAPANULI BERKEMBANG? KAPAN LAGI TAPANULI PUNYA KEMANJUAN? KAPAN LAGI TAPANULI MEMAJUKAN DIRI SENDIRI DEMI NUSA DAN BANGSA ?

Kami tak ada urusan dengan protap.
Cepat atau lambat SUMUT pasti mekar.

Kami tak ada urusan dengan protap,jadi jangan pula urusi daerah lain yg ingin berdiri sendiri.

Kami tak ada urusan dengan protap, jadi jangan paksakan daerah lain harus bergabung.

Kami tak ada urusan dengan protap,sebagai kelompok yg mengaku hebat dan berbudaya,kalian harus minta maaf atas peristiwa anarkis 3 januari yg menewaskan Ketua DPRD-SU.

Kami tak ada urusan dengan protap,kalau kalian merasa hebat berdirilah sendiri.

@Pertaki Raja
Maksudnya apaan ya? kok ga mudeg gitu…”KAMI” itu maksudnya siapa?jelasin dong….biar kiat ngerti maksudnya apa.Anda sia-sia berkoar-koar kalo orang tak ngerti maksudnya…

>>>”Kami tak ada urusan dengan protap,sebagai kelompok yg mengaku hebat dan berbudaya,kalian harus minta maaf atas peristiwa anarkis 3 januari yg menewaskan Ketua DPRD-SU.”>>>
Sepertinya anda harus mengurangi berkoar-koar tanpa mengerti apa yang anda suarakan…Saya sebagai pendukung protap Turut berbelasungkawa atas meninggalnya Bpk.Aziz Angkat pada tanggal 3 February 2009 (bukan 3 januari pak…)dan biarlah hukum yang berbicara tentang masalah ini.saya kira para teman2 yang lain juga sangat menyesalkan terjadinya masalah ini dengan perasaan lebih dari sekedar maaf…Horas…

Saya sebagai putra Tapanuli sangat prihatin atas situasi yang sangat tidak kondusip saat ini. Saya memang tidak mengerti soal politik, tapi yang saya tau Protap sudah lama dinantikan masyarakat Tapanuli, keinginan ini pun tertuang juga di lirik lagu daerah kalau tidak salah judulnya Anduhur Pidong Toba. Tapanuli itu daerah yang tertinggal di banding daerah lain di Indonesia. Oleh sebab itu putra/i Tapanuli kebanyakan merantau mengadu nasib di daerah lain. Masyarakat Tapanuli adalah orang-orang pemikir dan mereka mau Tapanuli maju. Kita sebagai warga Tapanuli harus mendukung PROTAP.
HORAS 3X.

Just passing by.Btw, your website have great content!

_________________________________
Making Money $150 An Hour

Atas terjadinya insiden demo pembentukan Protap di DPRSU beberapa waktu lalu yang mengakibatkan ekses negatip kematian bapak ketua DPRDSU yang sangat kita sesalkan,maka kita perlu berfikir jernih dan melakukan kajian kenapa insiden itu harus terjadi dan apa letak kesalahan mendasar gerakan ini sehingga mendapat tentangan dan kecaman justru dari saudara-saudara kita sendiri yang tinggal di Tapanuli. Menurut penilaian saya memang perjuangan ini dilatar belakangi tujuan-tujuan yang tidak murni untuk memajukan Tapanuli yang dilakukan oleh oknum-oknum yang ingin mengeruk keuntungan pribadi dan mengarah ke gerakan sektarian primordial. Bila kita bicara Tapanuli kita tidak boleh terlepas dari sejarah keresidenan Tapanuli yang dibentuk oleh Belanda dimasa lalu. Perjuangan mendirikan Protap harus mendapat dukungan dari semua sub-etnis yang ada di Tapanuli dan ditujukan untuk meningkatkan harkat, martabat dan kesejahteraan semua rakyat yang ada di wilayah itu. Jangan ada pihak-pihak yang mengklaim dia lebih berhak atas nama dan pemilik kekuasaan atas Tapanuli. Selama diantara saudara-saudara kita di Tapanuli belum terdapat kesepahaman bagaimana Protap dibentuk dan diarahkan demi kemajuan seluruh wilayah itu maka perlu Moratorium untuk merumuskan kembali dasar-dasar pemikiran yang dapat diterima semua pihak. Pendirian Protap harus menghindarkan unsur sektarian dan primordialisme diantara sub etnik yang ada di Tapanuli. Kita harus memiliki landasan persatuan atau nasionalisme yang sama tanpa membeda-bedakan Toba-Mandailing-Pakpak- Angkola-Sipirok dan lainnya termasuk unsur agama atau kepercayaan yang dianut oleh penduduk Tapanuli. Tanpa dasar itu pembentukan Protap akan melahirkan pertikaian dan perselisihan yang justru tidak menguntungkan semua pihak yang berkepentingan dengan pendirian Protap. Perlu digagas pembentukan kembali Panitia Persiapan Pendirian Protap lintas sub etnik, daerah dan agama yang ada di Tapanuli untuk merumuskan kembali kesepahaman dasar bersama pendirian Protap. Mari saudara-saudaraku kita bersatu dengan mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang ada diantara kita untuk kembali berjuang bergandengan tangan demi terbentuknya Protap demi kemajuan daerah ini dimasa depan. Horas jala gabe.

Orang batak adalah jiwa yang terpilih

horas…. mejuah-juah…. njuah-juah…………..

maju tersus protap……..

kami anak batak peratau di luar mendukungmu…..

buat yang mendukung Tapanuli jadi Propinsi, silahkan gabung ke grup Provinsi Tapanuli di Facebook.
MAJULAH TAPANULI

Mempertentangkan Agama Sisingamangaraja XII

Sisingamangaraja merupakan nama besar dalam sejarah Batak. Dia tokoh pemersatu. Menurut mitos, dia lahir dari kegaiban inkarnasi Batara Guru. Dengan bahasa lain, Heine-Geldern yang dikutip Lance Castle dalam buku Tapanuli, mengatakan, dinasti Singamangaraja adalah tiruan jenis raja-dewa (god-king), tipe penguasa yang banyak ditemukan di Asia Tenggara saat itu.

Dinasti Sisingamangaraja dimulai sejak pertengahan tahun 1500-an, saat Raja Sisingamangaraja I yang lahir tahun 1515 mulai memerintah. Dia memang bukan raja pertama di sana. Pemerintahan masa sebelum itu dikenal dengan nama bius. Satu bius merupakan kumpulan sekitar tujuh horja. Sedangkan satu horja terdiri dari 20 huta atau desa yang punya pimpinan sendiri. Ada Bius Toba, Patane Bolon, Silindung dan sebagainya.

Perang saudara antarbius yang dipicu masalah rebutan tanah pertanian, memunculkan Sisingamangaraja sebagai tokoh pemersatu. Konsep huta, horja dan bius ini dihapus sejak tahun 1965 untuk keseragaman pemerintahan di Sumut.

Dari 12 orang yang melanjutkan dinasti Sisingamangaraja, Singamangaraja XII merupakan raja paling populer dan diangkat sebagai pahlawan nasional sejak 9 November 1961. Lukisan dirinya yang dibuat Augustin Sibarani yang kemudian tercetak di uang Rp 1.000 yang lama, merupakan satu-satunya “foto” diri Sisingamangaraja. Dia naik tahta pada tahun 1876 menggantikan ayahnya Singamangaraja XI yang bernama Ompu Sohahuaon.

Singamangaraja XII sendiri bernama Ompu Pulobatu, lahir pada 18 Februari 1845 dan meninggal 7 Juni 1907 dalam sebuah pertempuran dengan Belanda di Dairi. Sebuah peluru menembus dadanya. Menjelang nafas terakhir, akibat tembakan pasukan Belanda yang dipimpin Kapten Hans Christoffel itu, dia tetap berucap, “Ahuu Sisingamangaraja”.

Ucapan itu identik dengan kegigihannya berjuang.Turut tertembak juga waktu itu dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi, serta putrinya Lopian. Sedangkan sisa keluarganya ditawan di Tarutung. Itulah akhir pertempuran melawan penjajahan Belanda di tanah Batak sejak tahun 1877. Sisingamangaraja sendiri kemudian dikebumikan Belanda secara militer pada 22 Juni 1907 di Silindung. Makamnya baru dipindahkan ke Soposurung, Balige seperti sekarang ini sejak 17 Juni 1953.

Satu yang masih terus jadi bahan diskusi hingga hari ini, adalah agama yang anutan Sisingamangaraja XII. Sebagian yakin, dia penganut kepercayaan lama yang dianut sebagian besar orang Batak. Mirip dengan dua agama besar dunia Islam dan Kristen, agama Batak hanya mengenal satu Yang Maha Kuasa, Debata Mulajadi Na Bolon atau Ompu Mulajadi Nabolon. Sekarang agama Batak lama sudah ditinggalkan, walau tentu saja kepercayaan tradisional masih dipertahankan.

Selain itu Parmalim, sebuah aliran kepercayaan yang dianut sekitar 2.000 keluarga, terutama di Kabupaten Toba Samosir, menyatakan dia merupakan tokoh yang mengembangkan kepercayaan tersebut. Maka tentu saja dia juga Parmalim. Ada juga yang percaya bahwa Sisingamangaraja XII sudah memeluk Islam karena kedekatannya dengan Aceh.

Kemungkinan Islam

Mohammad Said, dalam bukunya Sisingamangaraja XII menyatakan kemungkinan benar bahwa Sisingamangaraja seorang Muslim. Pedomannya berasal dari informasi dalam tulisan Zendeling berkebangsaan Belanda, J.H Meerwaldt, yang pernah menjadi guru di Narumonda dekat Porsea. Meerwaldt mendengar Sisingamangaja sudah memeluk Islam.

Selain itu berdasarkan Algemeene Handelsblad 25 juni 1907. Di sana dicatat tentang Sisingamangaraja XII sebagai berikut: “volgens berichten” van de bevolking moet de tegenwoordige titularis een 5- tal jaren geleden tot den Islam zijn bekeerd/menurut “kabar-kabar” dari penduduk, raja yang sekarang sudah semenjak lima tahun lalu memeluk agama Islam).

Di majalah Rheinische Missionsgessellschaft tahun 1907 yang diterbitkan di Jerman yang menyatakan, bahwa Sisingamangaraja, kendati kekuatan adi-alamiah yang dikatakan ada padanya, dapat jatuh, dan bahwa demikian juga halnya dengan beralihnya dia menjadi orang Islam dan hubungannya kepada orang Aceh.

Hubungan dengan Aceh ini terjadi Belanda menyerang Tanah Batak pada tahun 1877. Karena lemah secara taktis, Sisingamangaraja XII menjalin hubungan dengan pasukan Aceh dan dengan tokoh-tokoh pejuang Aceh beragama Islam untuk meningkatkan kemampuan tempur pasukannya. Dia berangkat ke wilayah Gayo, Alas, Singkel, dan Pidie di Aceh dan turut serta pula dalam latihan perang Keumala.

Pertukaran perwira dilakukan. Perwira terlatih Aceh ikut dalam pasukan Sisingamangaraja XII untuk membantu strategi pemenangan perang, sementara perwira Batak terus dilatih di Aceh. Salah satunya Guru Mengambat, salah seorang panglima perang Sisingamangaraja XII. Guru Mengambat mendapat gelar Teungku Aceh.

Informasi itu berdasarkan Kort Verslag Residen L.C Welsink pada 16 Agustus 1906. Dalam catatan itu disebutkan, seorang panglima Sisingamangaraja XII bernama Guru Mengambat dari Salak (Kab. Pakpak Hasundutan sekarang) telah masuk Islam. Informasi ini diperoleh oleh Welsink dari Ompu Onggung dan Pertahan Batu.

Dalam sebuah surat rahasia kepada Departement van Oorlog, Belanda, Letnan L. van Vuuren dan Berenshot pada tanggal 19 juli 1907 menyatakan, Dat bet vaststaatdat de oude S .S. M. Met zijn zonns tot den Islam waren over gegaan, al zullen zij wel niet Mohamedan in merg en been geworden zijn/ Bahwa sudah pasti S. S. M. yang tua dengan putra-putranya telah beralih memeluk agama Islam, walaupun keislaman mereka tidak seberapa meresap dalam sanubarinya.

Surat Kabar Belanda Algemcene Handeslsblad pada edisi 3 Juli 1907, sebagaimana dinyatakan Mohammad Said dalam bukunya, menuliskan, “Menurut kabar dari pendudukan, sudahlah benar raja yang sekarang (maksudnya Sisingamangaraja) semenjak lima tahun yang lalu telah memeluk Islam. Tetapi dia bukanlah seorang Islam yang fanatik, demikian pula dia tidak menekan orang-orang di sekelilingnya menukar agamanya”.

Informasi ini semakin menguatkan dugaan Sisingamangaraja XII telah memeluk Islam. Apalagi terlihat pola-pola Islam dalam pola administrasi pemerintahannya, misalnya bendera dan stempel.

Bendera Sisingamangaraja XII yang berwarna merah dan putih., berlambang pedang kembar, bulan dan bintang, mirip dengan bendera Arab Saudi sekarang. Bedanya bulan dalam bendera Sisingamangaraja XII yang terletak di seblah kanan pedang merupakan bulan penuh atau bulan purnama, bukan bulan sabit. Sedangkan bintang yang terletak di sebelah kiri memiliki delapan gerigi, bukan lima seperti yang biasa terlihat di mesjid dalam lambang tradisi Islam lainnya. Namun benda bergerigi delapan itu bisa juga diartikan sebagai matahari.

Bagian luar stempel Sisingamangaraja yang mempunyai 12 gerigi pinggiran juga menggunakan tarikh Hijriah dan huruf Arab. Namun huruf Arab itu untuk menuliskan bahasa Batak, “Inilah cap Maharaja di Negri Toba Kampung Bakara Nama Kotanya, Hijrat Nabi 1304”. Sedangkan aksara bataknya menuliskan Ahu Sahap ni Tuwan Singa Mangaraja mian Bakara, artinya Aku Cap Tuan Singa Mangaraja Bertakhta di Bakara.

“Sebenarnya bendera dan stempel itu sudah mencirikan corak Islam dalam pemerintahan Sisingamangaraja. Dengan demikian kuat kemungkinan dia sudah memeluk Islam, tetapi tidak ada data otentik jadi tidak bisa dipastikan kebenarannya,” kata Ketua Majelis Ulama Sumut H Mahmud Azis Siregar.

Keterangan lebih mendalam disampaikan, Dada Meuraxa dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Suku-suku di Sumatera Utara. “Sisingamangaraja XII sudah masuk Islam dan disunatkan di Aceh waktu beliau datang ke Banda Aceh meminta bantuan senjata,” kata Meuraxa.

Dalam buku itu Meuraxa menyebutkan, keterangan itu berdasarkan pernyataan seorang sumber, Tuanku Hasyim, yang mengutip pernyataan bibi-nya yang juga istri Panglima Polem yang menyaksikan sendiri upacara tersebut di Aceh.

“Walaupun belum cukup fakta-fakta Sisingamangaraja seorang Islam, tetapi gerak hidupnya sangat terpengaruh cerita Islam. Sampai kepada cap kerajaannya sendiri tulisan Arab. Benderanya yang memakai bulan bintang dan dua pedang Arab ini pun memberikan fakta terang,” tulis Dada Meuraxa.

Kenapa harus Propinsi Tapanuli, kami dari Tabagsel tidak setuju anda pakai Tapanuli, buat saja Protab (Propinsi Tanah Batak-tapi utara), jangan klaim Tapanuli secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: