batak itu keren

Krisis Ekonomi Global Menunda Kehancuran Hutan Lindung Dairi

Posted on: 2 Januari, 2009

Oleh : Raja Huta

KABAR GEMBIRA bagi para pembela kelestarian alam Tano Batak, namun sebaliknya berita duka bagi kapitalis perusak lingkungan dan antek-anteknya. Akibat terjadinya krisis ekonomi global, PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) terpaksa mengurangi aktivitas eksplorasi di Dairi.

Selain itu, PT DPM terpaksa menunda pelaksanaan eksploitasi tambang timah hitam dan seng di Dairi, lantaran pemerintah belum mengeluarkan ijin untuk alihfungsi hutan lindung di kabupaten tersebut. Ini isyarat bagus bagi para pecinta lingkungan, bahwa perlawanan harus diteruskan–terutama ditujukan kepada Menteri Kehutanan dan Presiden, agar hutan lindung di Dairi jangan sampai dialihfungsikan.

Di bawah ini aku posting berita dari harian SIB, yang sangat prihatin lantaran eksploitasi PT DPM di Dairi mengalami penundaan :


Akibat Krisis Global, PT DPM Dairi Kurangi Kegiatan Konstruksi

Medan (SIB)


Akibat krisis global, PT Dairi Prima Mineral (DPM) perusahaan patungan antara Herald Resources (Australia) dan PT Aneka Tambang Tbk (Indonesia) yang sudah memulai eksplorasinya di Dairi sejak tahun 1998, terpaksa mengurangi kegiatan konstruksi. Tindakan pahit ini terpaksa diambil perusahaan menyusul krisis global, harga komoditi tambang yang cenderung menurun serta belum keluarnya izin pinjam pakai hutan lindung seluas sekitar 37 hektar.


PT DPM melakukan kegiatan konstruksi di luar hutan lindung (Peningkatan jalan Perongil-Sidikalang, pembangunan jalan Inner Ring Road Sidikalang) dan meninjau ulang proyek pelabuhan Kuala Tanjung. Namun demikian perusahaan masih melanjutkan kegiatan eksplorasi, pemeliharaan (maintenance), lingkungan dan pengembangan masyarakat sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.


Menurut Ian Bruce, In Country Manager perusahaan, tidak jelasnya keputusan izin pinjam pakai hutan lindung, pihaknya tidak bisa melanjutkan ke tahapan produksi. Sementara selama ini perusahaanya hanya boleh melakukan konstruksi di luar areal hutan lindung dan belum diizinkan memulai pembangunan di lokasi tambang. Konstruksi di luar hutan lindung yang telah berlangsung selama 3 tahun ini telah mencapai kemajuan dengan membelanjakan tidak kurang dari US$ 2 juta setiap bulan.


“Pertimbangan biaya yang begitu besar setiap bulan, izin pinjam pakai yang belum jelas, krisis global dan harga komoditas timah hitam maupun seng yang cenderung menurun menyebabkan kami kesulitan mencari dana untuk melanjutkan pembiayaan proyek,” ujarnya.

Menunggu ijin dari presiden


PT DPM merencanakan penambangan 230 ribu ton seng dan 110 ton timah hitam/ tahun, selama 7 tahun. Penambangan berlokasi di perbukitan sekitar 2 kilometer dari dusun Sopokomil, Dairi, sekitar 240 kilometer dari pelabuhan Kuala Tanjung. PT DPM juga masih melanjutkan eksplorasi mencari potensi seperti di Anjing Hitam, Lae Jehe, Distrik Sinar Pagi, dan Bulu Laga. Di Lae Jehe sendiri merupakan salah satu deposit dengan perkiraan mengandung seng dan timah hitam sebesar 11,3 juta ton yang mana volumenya lebih besar dari Anjing Hitam. Menurut Ian, kandungan seng dan timah hitam di lokasi ini masing-masing 10,5 dan 5,7 persen.


PT DPM tidak akan keluar dari Dairi meski izin pinjam pakai belum keluar, karena Herald Resuorces sudah mengeluarkan lebih dari US$ 100 juta sejak memulai eksplorasi pada 1998.


“Perusahaan mengalami kerugian selama 3 tahun terakhir, modal kerja, inflasi (harga infut naik). Sementara investasi yang masuk adalah pinjaman yang harus dibayar bunganya. Perusahaan juga harus membayar standby Fee (denda karena tidak bisa melakukan kegiatan dan banyak kerugian lain dengan total biaya yang dikeluarkan sekitar 2 juta dolar.


Sementara Kepala Dinas Pertambangan Sumatera Utara Ir Washington Tambunan sangat mendukung proyek tersebut. Hanya saja perlu ada rencana tata ruang sumberdaya alam nasional untuk mengatasi ego sektoral, dan inilah yang menyelesaikan masalah ini ke depan.


“Pemda sudah mendesak ke pusat supaya izin pinjam pakai diterbitkan, karena yang menentukan izinnya adalah pusat. Sekarang sudah dipersiapkan Peraturan Presiden sebagai pelaksana dari undang-undang kehutanan, kerana izin tambang di hutan lindung harus mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden,” katanya. (Rel/u)

12 Tanggapan to "Krisis Ekonomi Global Menunda Kehancuran Hutan Lindung Dairi"

kelestarian alam perlu dijaga utk kepentingan anak-cucu. jangan biarkan mereka yang suka mengumbar nafsu hedonisnya utk mengeruk keuntungan terus terjadi. semoga keindahan alamn di negeri ini tdk makin rusak parah akibat ulah sekelompok orang yang tak bertanggung jawab. selamat berjuang, bung huta, semoga perjuangan menyelamatkan tanah toba dari ulah tangan2 jahil bisa berhasil. selamat tahun baru.

Wah, bisa mempengaruhi saham BUMI tuh (yang sekarang juga udah jeblok sih)

Memang kadangkala peringatan itu tidak perlu menggunakan kata-kata, persis seperti mengatasi para pengendara yang seenaknya ngebut di perkampungan, maka dia akan legowo manakala ada polisi tidur.

Krisis itu tak boleh menjadikan kita lengah. Tidak boleh juga mengurangi usaha perlindungan lingkungan. Titip artikel yang mungkin relevan dengan ini.

http://www.togarsilaban.com/2009/01/04/krisis-keuangan-global-tak-boleh-mengurangi-upaya-kampanye-perubahan-iklim/

Trims
TAS

kalau tidak jadi di tambang yang paling kasihan adalah bupati terpilih karna sudah menghabiskan dana besar untuk jadi bupati, karna mengharapkan PAD kalau DPM jadi beroperasi

Bravo… untuk Lae…. sering kita dengar masalah hutan lindung dan korbannya pabrik Kertas dan Plywood… masalah hutan lindung itu sebenarnya karena pertambahan penduduk… tebang sana tebang sini dan buka lahan baru.. tapi tidak ditanam utk regenerasi…

Penganguran Karena Ijin Tambang Tidak Keluar

Masyarakat sering memperbincangkan, kenapa dan mengapa perusahaan tambang sering berada diareal hutan lindung, dan kenapa sering menjadi permasalahan setelah adanya eksplorasi mengalami kemacetan dalam pengusahaan tambang.kita ketahui bahwa keberadaan mineral tambang bisa ada di hutan lindung, hutan produktif oleh masyarakat, pemukiman penduduk, sungai, bawah laut ataupun bawah danau.

Yang menjadi permasalahan dalam pengelolaan tambang adalah susahnya dalam memperoleh ijin untuk eksploitasi tambang. Pengusaha industri pertambangan tidak tahu masalah pengurusan ijin ini terkendala dimana, karena sebagaimana diimformasikan jauh hari sebelum pengurusan dimulai semua berkas sudah dilengkapi. Kadang kita selaku orang awam yang buta akan tambang pun bertanya-tanya apa dan bagaimana hal ini bisa terjadi. Apa penyebabnya dan bagaimana.

Salah satu bukti adalah dengan tidak dikeluarkannya ijin oleh pemerintah untuk ekploitasi timah hitam di dusun Sopokomil, membuat puluhan karyawan dirumahkan. Bahkan sebagian dari karyawan konstruksi sudah ada yang di PHK. Sampai dimanakah hati nurani pihak-pihak terkait mebiarkan hal ini terjadi. Apakah pemerintah sudah menyediakan lapangan pekerjaan bagi puluhan bahkan ratusan masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Sumatera Utara yang penganguran untuk bekerja dan kepada lulusan Perguruan Tinggi? Inilah yang perlu kita sikapi, jangan hanya mementingkan berapa harga kursi keduduka, tetatp pentingkan lah nasib ribuana masyarakat Indonesia khususnya Sumatera Utara. Syair lagu Iwan Fals yang berjudul sarjana muda selalu menyapa alaumni – alumni perguruan tinggi. Itulah yang aharsu menjadi perenungan bagi kita semua. Seandainya ijin keluar, setidaknya alumni dan pengangguran yang ada di DAIRI tidak akan merasakan pedihnya lagu tersebut.

Senandung lagu Ebiet.G.Ade seharusnya dapat menjadi suatu teguran bagi pihak terkait. Semua pasti tahu dengan dikeluarkannya ijin akan tertampung berbagai banyak tenaga kerja dengan berbagai disiplin ilmu yang dimiliki. Dengan berhentinya kegiatan konstruksi, sudah banyak hal yag memilukan dirasakan masyarakat diantaranya.
1. Usaha kecil menengah terancam tutup ( rumah makan, penjualan pulza). Hal ini bisa didasari oleh tidak ada lagi mayarakat yang menyempatkan diri untuk makan sedikit lebih enak. Dan tidak usah munafik kita manusia pasti akan berubah dengan majunya jaman. Jadi ketika jaringan telepon seluler masuk daerah kecamatan tentu masyarakat akan beli handphone dan tentunya menggunakan pulza. Dengan keadaan saat ini penjualan pulza turun hingga 75%.
2. Adanya keinginan untuk mengembangkan usaha lokal akan terhenti. Dulunya pedagang berkeinginan untuk mengembangkan usaha sembako menjadi toko karena ketika masih menjadi warung, banyak karyawan yang memebli di earung tersebut dengan berbagai keperluan. Dan hal ini pulalah yang dirasakan oleh orang tua saya yang ada di Parongil.

Dan masih banyak lagi hal rumit yang menjadi ganjil di kehidupan masyarakat saat ini. Suatu kepedihan yang dialami masyarakat khususnya karyawan tambang, khususnya lagi bagi karyawan buruh harian lepas. Atau BHL. Inilah yang harus menjadi perenungan bagi kita semua. Akankah pihak pihak terkait khususnya pemerintah akan membiarakan ini terjadi?…………………….

Sekilas biodata saya.
Saya bernama Tua dan masih duduk di bangku perkuliaahan di salah satu perguruan tinggi di SUMUT. Orang tua saat ini tinggal di DAIRI. Terima kasih

yang benar adalah krisis global telah membuat banyak orang pengangguran, kehilangan pendapatan, kehilangan harapan,
kalau anda-anda yang belum kena phk ya bisa sih berkoak-koak, tetapi bagaimana dengan orang yang kehilangan pekerjaan karena di PHK,?
perlindungan lingungan itu memang wajib, bukan hanya anda saja, tetapi bukan berarti kita harus mengehentikan urat nadi pembangunan yang berbasis sumber daya..

Menghentikan investasi dibidang pertambangan jelas pilihan yang sangat tidak bijaksana, karena pertambangan merupakan salah satu urat nadi ekonomi dan peradaban bangsa ini. Jika sudah demikian, darimana kita punya cukup dana untuk memperbaiki lingkungan disaat keuangan negara yang serba terbatas.

marilah kita bijak, saya yakin kalau anda pintar dan pernah sekolah akan menyadari tidak ada yang mustahil untuk ilmu dan teknologi.

kalau kita sadar keterdapatan bahan tambang itu selalu didaerah yang terpencil dan relatif miskin,? kenapa ya?
itu menandakan telah datang penolong lain yang membantu kita bangkit dari kemiskinan, yang perlu kita punyai adalah wiil and skill.
” jangan gundah dulu dan kwatir terhadap sesuatu karena tidak ada karya yang hebat yang dihasilkan oleh sikap gundah dan kwatir”

horas,
seharusnya kita masyarakat Dairi bangga akan kehadiran perusaahn tambang yang ada di Sopokomil, kenapa?
hal yang menjadi pokok adalah dengan bukanya perusahaan tambang yang ada di daerah kita maka akan menjadi peluang besar untuk kita generasi muda maupun yang tua. contohnya dengan bukanya tambang maka, puluhan, ratusan bahkan ribuan alumni perguruan tinggi maupun sma akan tertampung bekerja. tentu, mengurangi pengangguran kan. nah kalu masalah hutan lindung taupun lingkungan hidup kita bertanya pada pelaku ilegal loging, pengusaha hotel ataupun perumahan real estated. ataupun pusat perbelanjaan. kalu kita cermati sejak tahun 2007 hingga 2008 banyaknya kasus ilegal loging oleh pengusaha yang katanya peduli lingkungan tetapi merusak. bukti dari kasus ilegal loging adalah masalah banjir bahorok yang di deli serdang. apakh ini adalah fenomena alam atau ulah jahil tangan manusia. jadi yang harus menjadi pusat perhatian mereka yang menamakan dirinya peduli hutan lindung harus lebih meninjau hal tersebut.

Setelah googling ada blog bagus tentang eks muslim Indonesia.

FORUM MURTADIN (Eks Muslim) INDONESIA

http://trulyislam.blogspot.com/

http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sms-ayat-cinta-dari-allah.html

Teman-teman, mari berjalan-jalan di hutan lindung yang kita banggakan. Selain terus mencela keberadaan perusahaan swasta yang akan “merusak” 37 ha area hutan kebanggaan kita tersebut, apa yang bisa kita usahakan untuk menyelamatkan hutan lindung dari penebangan/perusakan yang dilakukan oleh “kita” sendiri. Ladang, perkebunan bahkan penebangan hutan yang tidak jelas tujuannya telah menggunduli hutan lindung kebanggaan kita tersebut puluhan hektar bahkan mungkin lebih. Teruslah berjalan ke arah Hutan Produksi Terbatas (sekitar Lau Perimbon/Sinar Pagi), berapa puluh hektar lagi hutan telah dibabat, ditebangi dan dibakar.

Maaf, saya kira lebih bijak bila kita tidak berpihak. Tetapi sungguh tulus berniat mempertahankan keindahan hutan sebagai paru-paru dunia. Berkelilinglah, lihatlah dan rencanakan dan lakukan sebuah usaha yang lebih realistis untuk penyelamatan hutan itu. Saya pikir itu lebih baik dibanding hanya berjalan di dunia maya, mengira-ngira dan mencela sesuatu yang kita sendiri belum pernah melihatnya. Lebih tidak fair lagi jika kita hanya mencela penebangan hutan tanpa pernah menanam sebatang pohonpun, hanya berkoar-koar di media lalu merasa diri adalah pahlawan penjaga hutan. Banyak hal “merusak” tetapi yang lebih penting adalah “bagaimana memperbaikinya” bukan sekedar “mencelanya”.

Salam persahabatan sesama pencinta hutan,🙂

sebaiknya pemerintah lebih berperan aktif dalam hal ini, karena ini menyangkut hudup masyarakat banyak…
bayangkan jika masyarakat dairi khususnya parongil dilanda banjir hanya karena ulah investor2 asing yang tidak diawasi oleh pemerintah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,500 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: