batak itu keren

Aku Merasa Berhutang Kepada Bangso Batak

Posted on: 9 November, 2008

CATATAN  REFLEKTIF  SATU  TAHUN  BLOG  INI

Oleh : Raja Huta

HARI ini, 9 November 2008, blog ini genap berusia satu tahun. Adakah yang patut kita rayakan ?

Usia satu tahun buat sebuah blog pada masa sekarang ini tidaklah istimewa. Menurut pengamatanku, usia rata-rata blog di Indonesia adalah dua setengah tahun. Blog ini, dan aku selaku admin, belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan blogger dan blog yang lain.

Misalnya di hadapan blogger senior seperti Charly Silaban, yang sudah hampir 10 tahun menggeluti dunia web, aku dan blog ini hanyalah bayi yang sedang belajar merangkak.

Dan di hadapan blogger-blogger Batak yang luar biasa seperti Monang Naipospos dan Jarar Siahaan; yang menyapa dunia dari kota kecil Balige (Sumatera Utara); aku dan blog ini hanyalah pemula yang kurang kreatif, mengingat aku tinggal di Jakarta dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Lalu, apanya yang mau dirayakan pada ultah pertama blog gratisan ini ?

* * *

BLOG ini aku luncurkan pertama kali pada 9 November 2007. Bisa dibilang blog ini lahir akibat “musibah”, yaitu ketidakpuasanku terhadap pemilik blog bataknews (sekarang blogberita) Jarar Siahaan, yang menghentikan secara sepihak perdebatan kami mengenai kebebasan beragama. Menurut pendapatku perdebatan masih layak dilanjutkan, karena cukup santun serta konstruktif; maka kuanggap penghentian diskusi itu kurang demokratis.

Dalam perdebatan yang berlangsung berhari-hari itu, aku mengkritik paradigma umum yang dianut Jarar—yang memandang kerukunan beragama di Indonesia sebagai masalah harmoni mayoritas-minoritas. Aku bilang itu istilah fasis, dan bertentangan dengan UUD 45. Aku juga menolak anggapan umum bahwa Gus Dur merupakan pelindung para penganut agama minoritas. Itu kewajiban negara, dan Gus Dur tak bakal mampu mengoper tanggung jawab maha besar itu.

Meski sempat merasa kecewa, hubunganku dengan Lae Jarar tetap baik. Malahan setelah membuat blog ini, aku, dengan memakai identitas Raja Huta, sempat menyumbang tulisan di blog Batak paling ngetop di dunia maya itu. Namun kemudian Lae Jarar menutup ruang komentar dan tak menerima lagi tulisan dari kontributor di blognya itu. “Musibah” tersebut menjadi pemicu lahirnya puluhan blog yang dibuat oleh para alumni bataknews; antara lain Viky Sianipar, Desy Hutabarat, Charlie M.Sianipar.

Selain latar belakang tersebut, yang sebenarnya lebih sebagai pemicu, kelahiran blog ini juga didorong keprihatinanku terhadap pembalakan hutan di Tapanuli, dan untuk menetralisir serangan-serangan tak berdasar dari media-media Batak terhadap kreativitas bermusik Viky Sianipar.

Pendek kata, aku membuat blog ini dengan misi yang jelas dari semula, karena dengan alasan-alasan yang sangat pribadi (akan kuceritakan suatu saat), aku merasa berhutang kepada Bangso Batak dan Tano Batak. Aku ingin berbuat demi kemajuan bangso Batak, meski sangat kecil dan kurang berarti.

Dan boleh jadi, sumbangsihku yang paling berarti adalah mengusik halak hita dari kesenangan semu di comfort zone masing-masing; merangsang diskusi dan perenungan; memberikan rasa percaya diri dan kebanggaan yang proporsional bagi yang malu dan takut mengaku Batak, dan sebaliknya menyadarkan halak hita yang bermental katak dalam tempurung atau megalomania bahwa kebesaran Batak hanya tinggal artefak-artefak yang tak utuh dan potensi yang tak berkembang optimum.

* * *

SETAHUN kehadiran blog ini, buat diriku, adalah pengorbanan jam-jam berharga yang seharusnya aku jalani bersama istri dan anakku; pengurangan “jatah” percakapan dari hati ke hati dengan bapak ibuku yang sudah berusia 78 dan 73 tahun; pengorbanan waktu untuk membaca dengan tenang, dan pengurangan instensitas pertemuan dengan sahabat-sahabatku. Termasuk pula pengorbanan jam-jam produktif, dan finansial.

Selama setahun mengelola blog ini, tak jarang pula aku harus korban perasan; menahan diri untuk tidak menjawab “bangsat kau”, namun terkadang juga merasa geli dalam hati, terutama saat membaca komentar dari pembaca yang merasa dirinya paling pintar. Jujur saja, terkadang ingin juga aku menanggapi pengunjung yang suka “mempelonco” admin blog ini, dengan mengutip kredo dunia persilatan : di atas langit ada langit!

Apa boleh buat, dunia maya memang tidak hanya dihuni orang-orang cerdas yang santun dan berbudi luhur. Banyak orang-orang dengan kepribadian kurang matang, juga manusia-manusia bermental preman yang senang kekerasan fisik; orang-orang pengecut yang sok berani lantaran identitasnya tak mungkin dilacak; psikopat; dan bahkan manusia-manusia yang mencintai destruksi berkeliaran di jagat maya.

Ada beberapa saudara kita di luar sana, orang-orang Batak tulen yang hanya mampu memahami habatakon sebatas kulit–dengan mentalitas “katak dalam tempurung”, yang terpaksa aku masukkan kategori “persona non grata” di blog ini. Apapun komentar mereka, sebagus apapun itu, tidak akan pernah aku loloskan; karena aku berkewajiban menjaga blog ini dari kenyinyiran, sarkasme, dan violence by language yang sudah inheren dalam kepribadian mereka.

Salah seorang dari mereka kini sedang menyia-nyiakan hidupnya untuk memproduksi artikel-artkel bersifat character assasination terhadapku, dimuat di blog-blog yang khusus dibuatnya untuk maksud busuk itu. Dengan rasa humorku yang keterlaluan, aku merasa berhutang budi karena kawan itu mendedikasikan bakat dan hidupnya untuk mengapresiasi diriku. Sepenting itukah Raja Huta/Robert Manurung buatmu, kawan ? Terkadang dia memfitnahku sebagai anti-Islam, namun, lantaran tidak berpengarruh apa-apa, dia kemudian berbalik memfitnahku sebagai anggota FPI, hahahahaha….

Karena menyadari resiko itu, sejak awal aku terpaksa memasang moderasi di blog ini. Artinya, komentar yang masuk harus aku setujui dulu baru tampil dan dapat dibaca oleh semua pengunjung. Aku bilang terpaksa, karena sesungguhnya aku sangat gandrung pada demokrasi, dan menurut pendapatku moderasi adalah sensor. Aku benci sensor, dan karena itulah beberapa komentar yang kontroversial aku loloskan, kendati kemudian aku mengkritknya secara pedas.. Namun, demi mencegah blog ini menjadi tempat sampah, sudah ratusan komentar aku hapus dengan berat hati.

* * *

PERSAHABATAN dan networking, itulah imbalan terindah yang aku dapat dari jerih payahku mengelola blog ini. Selain itu, ada juga bonus dalam bentuk mulai tumbuhnya minat dan kepedulian terhadap budaya dan kelestarian alam Tano Batak. Aku tidak mengklaim seolah-olah hal itu terjadi hanya lantaran blog ini, namun sebaliknya, aku tak ragu untuk mengatakan blog ini memang sudah mulai berdampak dan berpengaruh positif.

Berkat blog ini, aku dapat berkenalan dengan sejumlah batak keren di seluruh dunia. Meraka memberikan dukungan yang positif, juga kritik, mutual respects, dan persahabatan.

Aku menyerap pengetahuan, wawasan, dan intisari pengalaman mereka. Terjadi dialog-dialog yang saling meyakinkan dan mendukung bahwa revitalisasi budaya Batak memang perlu dan mendesak.

Bangso Batak harus berubah, berkembang dan bergerak maju; tapi tak boleh karena rasa takut apalagi sampai membuang jati dirinya demi survive. Orang Batak harus semakin makmur, kian bertambah jumlah orang yang menjadi kaya; namun janganlah memuja materialisme, dan jangan sampai menimbulkan perpecahan keluarga sebagaimana trend negatif sekarang ini di kalangan halak hita yang menjadi OKB.

Tak kalah pentingnya, orang Batak harus mampu mengobati luka-luka sejarah; sebagai prasyarat untuk merintis rekonsiliasi mulai dari tingkat sub-marga, marga, dan regional; untuk selanjutnya melangkah setahap demi setahap menuju persatuan Bangso Batak. Memang, tidak mudah untuk mempersatukan kembali semua sub-etnis Batak, tapi bukan berarti mustahil. Penghalang utama kita adalah sikap kerdil, rasa enggan, dan masa bodoh.

Ini hanyalah sebuah solilokui, percakapan dengan diri sendiri, pada ultah blog ini yang pertama. Aku mengimpikan suatu saat nanti Bangso Batak bersatu kembali. Dan, aku ingin menyaksikan naposu bulung Karo, Simalungun, Toba, Angkola-Mandailing, dan Pakpak-Dairi manortor di satu pentas, diiringi bergantian atau kolaborasi gondang dari semua sub-etnis Batak itu. Adakah di antara Anda yang berani memiliki impian yang sama ?

49 Tanggapan to "Aku Merasa Berhutang Kepada Bangso Batak"

aku ingin menyaksikan naposu bulung Karo, Simalungun, Toba, Angkola-Mandailing, dan Pakpak-Dairi manortor di satu pentas, diiringi bergantian atau kolaborasi gondang dari semua sub-etnis Batak

ito… as soon as possible… we will

info dr beberapa teman yg ku hubungi… saudara kita dr nias sudah ok untuk turut serta di acara pagelaran gondang/gordang tapanuli-sumatra utara. selain tapsel, madina dah ada nias yang setuju. aku lagi cari contact person untuk bisa menghubungi saudara2 kita dari toba samosir fak fak dairi simalungun dan karo.
ada yg bersedia ikutan bantu n repot bersama kami ???? 🙂

mungkin tak semegah yang bisa di bayang kan… tp paling tidak ini adalah embrio dan langkah awal yg sangat kecil yang bisa kami lakukan untuk bangso batak tercinta.

keterangan lebih detailnya…. dalam minggu ini aku ke tempatmu yah ito… biar lebih enak kita kombur

Nice post.. Thumb up!

hahahaha..aku baru sadar siapa ‘lawan’ tulang Jarar di blogberita itu…hihihi…angka hula-hulangkon da ba…:-)

selamat ulangtahun pertama, dan tetap menjadi manusia merdeka

selamat ulang tahun ma tutu di blog ni lae on.. tetap setia memberikan kontribusi buat tano batak lae 😀

Horas
Harry P. Pasaribu

Happy 1st anniversary Ito!

Ku’tunggu tulisan2 keren lainnya.

Sow, kapan nih perayaannya? 😉

Selamat Hari jadi Pertama untuk Blog Toba Dreams, dengan Blog kita dapat menyampaikan pesan tersembunyi atau tegas, tergantung gaya menulis masing masing.
Saya pun baru baru ini membuka Blog untuk menyampaikan apa dan Bagaimana sebenarnya Batak itu…terutama bagi Teman teman non Batak, agar mereka tidak menelan bulat bulat provokasi negative dari sebahagian pihak, mudah mudahan berhasil…
Sejak pertama saya membaca Tulisan Lae, saya sudah merasakan Energi positive yang menyengatku, semoga Energi itu takkan pernah padam, mensugesti orang orang Batak untuk berbuat sesuatu bagi Bonapasogit kita. Horas.

bah fuang….tambai tuak mi lae 😀

Selamat Ulang Tahun untuk Blog Batak Keren Ini.
Memang ada harga yang harus dibayar Lae, terutama waktu.
Tapi aku percaya, talenta Lae untuk menulis tidak bisa dibiarkan membeku.

HORAS

🙂 ah kau sudah dewasa rupanya.
sekarang aku tak malu lagi jd “tetanggamu”…

*mudah2an komenku g `dilenyapkan`*

Selamat lae buat blog yang keren ini yang sudah hidup selama 1 tahun dan semoga selalu hidup dan keren di masa ke depannya! Salut aku kepada kau lae-ku.. pengorbanan yang sudah lae lakukan untuk mengurus blog ini, tulisan2 bermutu, kalimat2 yang bersifat profokatif positif khas Raja Huta.. prost!

Semoga impian lae, juga impian hampir sebagian besar bangsa Batak termasuk juga yang aku impikan ini dapat lekas terwujud. Bangsa batak keren, kompak, yang merupakan satu kesatuan yang holistik.

@ Ito-ku Srikandi

Siap bantu dan repot. (semampuku ya To 🙂 )

Herzliche Grüße…

Horas!

Met ULTAH tobadreams.wordpress.com,
Suskses buat pengelolanya(Raja Huta).

Liat judulnya “Aku Merasa Berhutang Kepada Bangso Batak”, jadi pengen cepat-cepat pulang kampung (Kangen masakan emak).

Aduh, bangganya jadi orang batak.

waww… bagusnya blog mu sekarang.

Wahhhh.. masih setahun saja sudah buuuanyaaaaak info yang menarik dan berguna.. bagaimana 10 tahun ya Lae… Selamat ulang tahun untuk blognya dan semoga semakin mantapssssss.. Horasssss

Iban, sekali lagi selamat hari jadi pertama “BATAK KEREN”.. Semoga selalu bisa membangkitkan semangat orang2 Batak, terutama para Batak Muda untuk “bangga menjadi orang Batak”

Huuuuuuu…. pengen bisa liat berbagai varian Batak (istilah saya, hehehe) tampil manortor di satu panggung… Kebayang deh kalo itu bisa dilakukan di event besar seperti Pesta danau Toba… Bisa kah…?

setiap martandang ke sini, selalu saja aku merasa makin bangga ditakdirkan jadi orang batak.

Orang Batak harus semakin makmur, kian bertambah jumlah orang yang menjadi kaya; namun janganlah memuja materialisme, dan jangan sampai menimbulkan perpecahan keluarga sebagaimana trend negatif sekarang ini di kalangan halak hita yang menjadi OKB.

Tak kalah pentingnya, orang Batak harus mampu mengobati luka-luka sejarah; sebagai prasyarat untuk merintis rekonsiliasi mulai dari tingkat sub-marga, marga, dan regional; untuk selanjutnya melangkah setahap demi setahap menuju persatuan Bangso Batak.

Setuju. Saat ini orang Batak memang keren. Dan kalau kedua poin di atas bisa terwujud, Batak akan menjadi yang paling keren!

Bah, jadi sudah setahun usia blogmu yang keren ini, Lae? Sai selamatlah si neger-neger itu, ya. Semoga panjang usia, tidak cuma semusim dua musim–karena pekerjaan ‘menulis’ memang tak mudah, tambah lagi harus melakukan moderasi. Loja kali pun… Terimakasihlah lae atas jerih-payahmu, sudah lelah-lelah menulis, membagi info-pengetahuan-perenungan, pekerjaan mencari nafkah terganggu, keluar pula uang untuk membayar pulsa internet. Tetapi, lebih dari itu, aku mau berkata jujur: salut dan kagum atas semangat, daya tahan, dan konsistensimu membicarakan ‘manusia dan dunia Batak’ dengan segala persoalan dan ekspektasinya. Sejarah akan terus mengenang orang-orang yang tulus berbuat untuk kemaslahatan orang lain dan negerinya, sebaliknya akan segera dilupakan dan bahkan dicemooh bila ternyata hanya berpura-pura melakukan kebaikan namun sesungguhnya untuk mewujudkan ambisi pribadinya belaka. Tetaplah berkarya. lae. GBU.

Selamat ulang tahun untuk blog ini lae!, Semoga sukses berkelanjutan.
Adalah wajar apabila kita semua orang Batak termasuk saya sendiri, berpengaharapan dan turut membangun agar blog ini bisa menjadi media interaktif diantara kita, dan starting point untuk membuka kembali alam sadar orang Batak akan siapa dirinya yang sesungguhnya. Kekayaan nilai2 kehidupan warisan leluhur harus kita gali terus menerus, kita kembangkan dan praktekkan untuk kehidupan kita saat ini. Sesungguhnya bangsa yang besar dan kuat adalah bangsa yang memiliki aturan (uhum) dalam segala hal dan tegas dalam melaksanakan uhum tersebut. Kalau kita amati dan pelajari uhum-nya orang Batak, dengan jelas diatur segala sesuatu yang menyangkut seluk beluk kehidupan baik dalam berinterkasi dengan sesama manusia, alam, maupun mula jadi nabolon. Sejak manusia Batak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia, bahkan sampai dalam bentuk tulang belulangpun, sudah ada aturan (adong do adat) yang harus dilaksanakan nahombar tusi..Memang benar, “Batak itu keren”…Horas…

Pertama, selamat untuk Lae. Membaca judul tulisan ini saya jadi teringat bukunya Jend.T.B Simatupang: Saya Adalah Orang yang Berutang. Mungkin semakin banyak yang merasa berutang terhadap Batak akan semakin menambah kepedulian kita terhadap budaya Batak. Blog milik Lae Manurung ini, mudah-mudahan bisa menjadi sarana yang konstruktif bagi komunitas Batak yang ingin menyampaikan opini, saran, krtitik dan lain sebagainya. Berbeda pendapat adalah hal yang diperlukan untuk diskusi yang konstruktif. Sehingga kita bisa melihat dari berbagai perspesktif. Dan kita tidak boleh menutup diri dari perdebatan tentang perbedaan pendapat dan sudut pandang. Karena justru perbedaan ini yang akan memperkaya wawasan kita. Untuk Lae Manurung, maju terus. The winner never quits.

Otokritik, kekuatan visi, dan semangat yang gigih
Itu yang membuat blog ini keren, dengan umur yang baru 1 tahun sudah berhasil seperti ini.

Selamat ULTAH, semoga semakin sukses!

Horas ma ate Laekku.

Bah ada yang berulangtahun rupanya. Selamat ma diblog on ate. Semoga Laeku makin semangat menulis. Horas.

Ada yang Ultah rupanya woi….
SELAMAT ULANG TAHUN yang pertama BATAK KEREN !!!
Semoga sehat2 selalu ya Lae Raja Huta…agar tetap bisa berkarya.

Met Ultah buat blog terkeren di internet …

maju terus bangso batak

@ srikandini

Memang ligat kali itoku ini bah. Biarpun kesehatan sedang terganggu, dan terpaksa tak bisa ke kantor, rupanya pikiran ito ini masih terus mengembara ke Tano Batak.

Mauliate ito.
Kali ini aku harus mengaku kalah selangkah. Aku baru sampai taraf menginginkan, ito sudah sampai merencanakan : untuk menggelar gondang naposo Batak United (gabungan semua sub etnis Batak).

NB : molo naeng ro ito tu huta nami, jolo tongos jo surat boa-boa da, asa rade iba manjalo haroro muna; alana i jakarta do ahu nuaeng, marsoban, hehehe…

@ OB

Terima kasih untuk apresiasinya.

@ Goklas

Bah, diikuti lae rupanya waktu aku “marbada muccung” dengan prenku Jarar Siahaan ? Ya, akulah biang keroknya itu laeku, hahaha…

Terima kasih lae. Mudah-mudahan aku mampu meningkatkan bobot blog kita ini.

Horas

selamat ulangtahun Amang Raja Huta..!

Semakin hari, aku semakin bangga menjadi orang batak,
garagara tulisan Amang!

Horas!

HAPPY BIRTHDAY buat blog TOBA DREAMS…terus berkreasi dengan tulisan2 tentang batak….ngomong2, ga ada acara makan2 niy??????hehehehehhe

Selamat ULTAH Tulang, sukses selalu. Sian cara ni Tulang mambaen tulisan i, nampaknya penulis tulen Tulang-kon.

selamat pak atas setahun usia blog nya; semoga menjadi pengalaman konsistensi buat kita semua; mungkin setahun hampir sama dengan usia nge blog saya, hanya saja saya aktif ngeblog kira kira akhir februaru tahun ini

dan salam kenal dari Jogjakarta; salam hangat juga

@ pardosa

Mauliate lae Pasaribu. Jangan segan-segan mengkritik demi perbaikan blog kita ini.

@ Lidya Hutagaol

Mauliatema itoku naburju. Mengenai perayaannya, kurasa tak ada salahnya kuserahkan pada ito, yang kebaikannya sudah tersohor sampai ke partungkoan tanobatak hehehe…

@ michaelsiregar

Biarpun tinggal di Amerika, tanah yang diberkati Tuhan, tapi sikap laeku ini selalu rendah hati, dan sebaliknya suka memberikan dorongan semangat. Salut buatmu laeku.

Aku senang kalau tulisan-tulisanku di blog ini ternyata menyalurkan energi positif buat lae. Masing-masing pembaca tentunya berbeda. Bagi sebagian pembaca yang lain mungkin saja tulisan di blog ini terlalu serius atau “riting” hehehe…

Belakangan ini, aku sering mengendap-endap masuk ke blog lae yang keren itu. Aku sangat terpesona membaca tulisan lae mengenai “taksir-menaksir” dengan boru halak hita di Amerika, dan prosesi kematian dengan mengumpankan jenazah ke gerombolan burung bangkai. Top!

@ junjungpurba

Olo ba lae…tambai hita tuaki asa lam mardosdos portibion. Isse arrroaaa. zagoan i luat ni si maya on, asa huajak kopdarrrr…..adong do barani kopdarrrr dohot ahu, unang ia tu iba barani…

@ Charlie M Sianipar

Ido tutu lae. Alai amabal-ambal ni hata ma jo lae, sai huingot do nickname ni lae tingki mula-mula markomentar i blog on, ima Mr Wiseguy, hehehe…

Jala lae do pemberi komentar pertama i blog on. Numero uno ninna halak Italia. Sabotulna ingkon dapot piagam do nian lae ate, alai sai boi do i sahalion laeku.

Mauliama lae di angka pangurupionmu, tarlumobi angka foto kelas satu jala ide-ide laho padengganhon blogta on.

Horas.

Sebagai Pembaca Blog ini, saya juga ikut mengucapkan SELAMAT Ultah ke-1.

Mungkin bisa menjadi otokritik bagi yang “singgah” terutama yang tertarik dengan bangso BATAK.

Moga semakin meningkatkan kualitas dan kerendahan hati para pembaca terutama segenap bangso Batak. Unang Marisuang loza ni pengelolanya, RAJA HUTA.

MAJU TERUS, KAWAN…!!!!!

Saya mengucapkan selamat ULTAH lae untuk blog tobadreams maju terus untuk informasi dan komunikasi di blog ini biar semakin banyak halak hita mengetahui perkembangan kampung halaman kita

Horas ma di hita sasudena

Selamat Hari jadi blog “tobadreams” yang pertama. anggiatma tutu lam martamba hamajuon di hita bangso batak.
Salah satu dari komentar yang dengan terpaksa lae hapus adalah komentar saya. Terimakasih lae. Itu menyadarkan saya agar tidak sembarang mengklik Post Comment walau sadar bahwa komentar itu salah.

Maliate.

Wah terlambat saya, Selamat Ulang Tahun yang 1.
Semoga sukses selalu.
Ini baru keren…jadi tidak bingung..TobaDream ada 3…soalnya.

SELAMAT ULANG TAHUN

(Yang pertama )

Buat

Raja Huta

Batak itu keren

Blog, Toba Dream

Semoga sukses selalu Tuhan meberkatinya

Selamat,
Tak terasa sudah setahun ya,
Semoga tambah semangat terus untuk menulis Habatakon.

Horas

Selamat Ultah Blog Toba Dream, smoga makin maju aja.
Pertama sekali sy dengar nama Robert Manurung adalah di blognya DTA “Rumametmet”. Amang DTA itu menggambarkan Robert Manurung sebagai seorang yang pintar tapi bersahaja. Diam-diam sy sering buka blog ayo merdeka dan raja huta dan memang anda pantas dikagumi dan didorong semangatnya utk banyak berkarya.
Percayalah Lae, pengorbanan yang Lae sebutkan itu tidak akan sia-sia.
Ada bbrp kali sy pernah comment di blog ini tp Lae tidak sempat bls, yah maklumlah pemula, comment sy juga tidak bermutu.
Tapi ytg jelas sy pengagum dan pembaca setia Blog ini sejak 3 bln lalu. Horas

halo lae…saya baru mampir. isi blognya menarik, jadi saya add di blogroll saya ya. oia, happy birthday yang ke 1 yah, semoga terus blogging

@ aryf

mauliate

@ Ucok Lubis

Mauliate lae.

Kehadiran lae telah memberikan warna tersendiri di blog ini, terutama dalam diskusi yang terkadang panas mengenai identitas kesukuan penduduk Mandailing. Meski sudah memiliki pendirian yang tegas bahwa Mandailing adalah Batak, namun lae tetap bersedia mempertimbangkan argumen-argumen dari pemberi komentar yang berpendirian sebaliknya, tanpa terintimidasi.

Mengapa masalah identitas kesukuan penduduk Mandailing ini bolak-balik aku posting (sudah 4 judul); ditambah dua artikel mengenai tradisi keagamaan (Islam) di Tapanuli Selatan yang kental dengan unsur-unsur budaya Batak; adalah karena pertanyaan yang sering mengusik batinku : mengapa Bangso Batak sampai mengalami segregasi ?

Aku putuskan untuk mulai membahas masalah ini dari Tapanuli Selatan, karena merupakan populasi terbesar kedua di dalam Bangso Batak setelah Toba. Selain itu, aku yakin di sini berlaku teori domino : kalau Utara-Selatan bisa bersatu dan kompak kembali maka Karo, Simalungun dan kelompok kecil yang menyempal di Dairi akan otomatis ikut. Demikian pula sebaliknya jika terjadi keterpisahan secara total.

Kemudian, setelah mencermati perdebatan panas di beberapa artikel, mulai jelas buat aku mengenai adanya hate and love dalam hubungan Batak Utara dan Batak Selatan. Bahkan akhirnya aku menyimpulkan itulah masalah utamanya disamping strategi survival di rantau, jadi sama sekali bukan masalah perbedaan agama.

Karena masalah pokoknya adalah hate and love, maka keterpisahan tersebut tak mungkin bisa diselesaikan lewat proses yang sepenuhnya bersifat kognitif seperti perdebatan seru dengan lae Zulkifli Lubis (USU) atau pembuktikan ilmiah melalui tes DNA. Treatment-nya harus lebih bersifat afektif, melalui interaksi-interaksi tanpa unsur persaingan dan harus intens. Karena itulah aku sangat senang dengan adanya gagasan untuk mengadakan gondang naposo All Batak.

Jika rencana menggelar gondang naposo dapat terealisir, maka itulah hadiah paling berharga untuk ulang tahun pertama blog kita yang sederhana ini. Hadiah buat semua halak hita yang merindukan persatuan, kekompakan dan kerjasama Bangso Batak.

Dan, sebagai intelektual muda yang sedang menimba ilmu di luar negeri, lae sangat tepat untuk diharapkan memainkan peran penting dalam proses reunifikasi Bangso Batak yang sama-sama kita impikan. Semoga Tuhan memberkati cita-cita luhur ini.

Mauliate,
Horas

Mantap Lae, selamat untuk Blog yang sangat terkenal ini. Cita-cita untuk memajukan Bangso Batak, sangat kita dukung Lae. Jadi terima kasih untuk Toba Dreams.
Oh ya Lae punya data statistik jumlah halak hita yang ada di pangarantoan dan yang ada di Bona Pasogit ? Tapi kelihatannya lebih banyak di pangarantoan ya ?
Mauliate – Horas

Setipa perjuangan harus ada yang dikorbankan
dari situlah kita bisa melihat nilai keberhasilan kita.

Tahun pertama yang sukses adalah cermin kesuksesan tahun berikutnya.

Maju terus Pantang mundur..

Horas tano Batak

Horas lae Robert,
Selamat Ulang tahun utk blog lae yg keren ini,, banyak manfaat yg kudapat dari persahabatan kita dan artikel2 yg menarik. Maju terus lae,,,dan tetap semangat! Mauliate godang.

Horas lae… selamat ultah buat blognya… tetap semangat.

😀

Horas Lae,

Selamat ulang tahun untuk blog yang benar-benar keren ini. Semoga pengorbanan materi, waktu, dan tenaga tidak sia-sia. Saya baru tahu kalau ternyata blog lae ini akibat ketidakpuasan dengan blog lae Jarar. Saya jadi ingat waktu silam saya sering mampir dan membaca artikel menarik, dimana tempat itu secara natural menjadi sarana diskusi yang afdol.

Baiklah, ditunggu tulisan-tulisannya selalu. Salam buat keluarga.

Mauliate.

horas!!

terimakasih sudah link blog pemburubeasiswa.info

@ Sahat P.P. A Sinaga

Mauliate Lae. Setelah membaca tanggapan lae baru kusadari, judul tulisan ini bisa juga mengekspresikan perasaan banyak halak hita.

@ Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu

Matur nuwun Mas.

@ Santrov

ah, bisa aja laeku ini memberikan dorongan semangat. tapi akan lebih afdol kalau lae pun ikut berbagi dengan menulis serpih-serpih pengalaman lae yang sangat kaya. bagaimana laeku ?

@ tatianak2

terima kasih Iban. aku akan selalu teringat saat-saat pertama menemukan Iban di blogmu yang keren itu; dan kejadian setelahnya adalah proses menemukan kembali tautan kebatakan yang permanen…

Horas lae. Karena keterbatasanku, tidak peka mencium aroma kue ulang tahun blog ini 🙂
Kuakui dulunya aku ragu blog ini mencaplok setelah kulihat kembaran bataknews yg menyerang bataknewsnya lae jarar. Sempat dlm hati menghajar blogger batak yg menyerang sesama. Simpati sesama blogger parhutahuta mungkin lae. Kemudian kutau raja huta hula2ku satu gang dg viky, charlie, suhunan.
Saya mendapat ikon BATAK KEREN dr blog ini dan kuterapkan diblog partungkoan.
Kulanjutkan dgn penerapan SITEDAK RUPA SIBOTO GOAR.
Bila batak jangan malu dan takut memberi identitas diri.
Berkomentar dgn nama samaran (kecuali nama blog) kuanggap pengecut. Tak layak jadi batak keren. Itu pendapatku aja lae, mungkim ada juga yg tidak setuju.
Dari judul tulisan lae ini, bertambah indikator batak keren dlm catatanku: mereka yg peduli tano batak.
Gagasanku muncul lae, untuk tidak ‘merasa’ lagi, bagaimana mewujudkan. Kita bentuk lembaga untuk itu. Bagaimana ?
Santabi molo adong na hurang lobi di roha ni angka dongan.
Tabo do antarasa, mardongan uramuram.
Margogo ma amang Raja Huta, padimun hata di TobaDream

horas..

selamat ulang tahun buat blog batak itu keren..
dr dongan2 naburju di kampung melayu

butima
mauliate

Aga jo iamang laekkon.. pittor blogger senior do inna hape di blog niba pe nga tubu ramba2 hahaha.. maaf ya lae lama ngga mampir, aku lagi puasa nge-net seminggu karena sedang sibuk bermain dengan Ubuntu Server. Btw, karya baru kita mudah2an bisa dilaunching di awal 2009 ya.. aku masih cari wangsit sian Debata Mulajadi Nabolon.. Mauliate dan met ultah… 🙂

Keren bang post nya…
btw, numpang blog roll yah bang. Mauliate 😀

“Adakah di antara Anda yang berani memiliki impian yang sama ?”

Ada! Aku ikut! Diantaranya impianku untuk membangun Tapanuli. Memulai membangun Indonesia dengan pertama sekali membangun daerahku, Tapanuli. Sektor pendidikan dan pariwisata mempunyai peluang yang besar tuh.

Selamat ultah deh buat blog bang Robert. Toho ma abang, si Raja Huta bah. Horas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 648,237 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: