batak itu keren

Hutan Tele Lenyap 15 Hektar per Hari

Posted on: 2 November, 2008

Pada akhir pertemuan, salah seorang pimpinan DPRD Samosir, yang sekaligus sebagai ketua rombongan mengatakan kepada saya,”Kami sudah berbuat, apa yang bisa kalian perbuat para parantau asal Samosir? Jangan hanya ngomonglah, selamatkanlah kampung halaman kita itu”.

Oleh : Washinton Simbolon**

SAYA adalah satu-satunya perantau asal Samosir yang mendampingi rombongan DPRD,LSM, dan perwakilan masyarakat dalam pertemuan dengan Departemen Kehutanan pada tanggal 24 Oktober yang lalu. Kami diterima oleh dua pejabat departemen itu : Ir. Bejo Santoso, Msi (Pj. Direktur Bina Pengembangan Hutan Tanaman), dan Ir. Soetrisno, MM (Kepala Pusat wilayah Pengelolaan Hutan).

Pada pertemuan tersebut, masing masing menguraikan persoalan penebangan hutan yang sedang terjadi sekarang di Kabupaten Samosir, khususnya penebangan hutan alam di Hutan Register 41 Hutagalung, Blok Sitonggi-tonggi, kecamatan Harian, dan sekitarnya.

Sudah menjadi kultur birokrat di negeri ini, kedua pejabat tersebut hanya bisa menanggapi secara normatif tanpa ada satu pernyataan atau komitmen yang bisa jadi pegangan. Malah keduanya terkesan menghindar dengan mengatakan, bahwa tidak ada surat penunjukan kepada mereka berdua mewakili departemen untuk menerima perwakilan lembaga dan masyarakat Samosir.

DPRD Samosir dengan surat bernomor 170/78/DPRD/-SMR/X/2008, dan Pemerintah Kabupaten Samosir (Pemda) dengan nomor 22.21/5896/PH/DKP/2008 yang ditujukan kepada Menteri Kehutanan, dengan tegas meminta supaya penebangan hutan yang sedang berlangsung di daerah tersebut di atas segera dihentikan, karena sudah berada pada tingkat yang meresahkan dan mengkhawatirkan.

Patut kita banggakan, dan memberi apresiasi atas kekompakan kedua lembaga pemerintahan tersebut dalam meminta supaya akitifitas pembabatan hutan yang sedang terjadi, segera dihentikan.

Pada akhir pertemuan, salah seorang pimpinan DPRD Samosir, yang sekaligus sebagai ketua rombongan mengatakan kepada saya,”Kami sudah berbuat, apa yang bisa kalian perbuat para parantau asal Samosir? Jangan hanya ngomonglah, selamatkanlah kampung halaman kita itu”.

Terus terang, saya merasa terhina dan maila dengan ungkapan tersebut. Dengan ini saya meminta kepada saudara-saudara sekalian, marilah kita berbuat sesuatu terhadap permasalahan tersebut diatas.

Saya tidak bisa bayangkan, apa yang akan terjadi pada tiga kecamatan (Harian Boho, Sitio-Tio, Sianjur Mula-Mula), apabila hutan yang di atas ketiga wilayah kecamatan tersebut tidak bisa lagi menahan dan meresapkan air yang ada.

Berdasarkan pemaparan salah seorang perwakilan LSM, diperkirakan hanya di wilayah tersebut diatas terjadi pembabatan hutan alam kurang lebih 15 ha/hari. Dari foto-foto yang mereka perlihatkan, saya berkesimpulan, bahwa pembabatan tersebut memang sudah berada pada tingkat yang mengerikan.

Mari saudara-saudara, marilah kita berbuat sebelum terlambat.

Merdeka!!!!.

**Tulisan ini adalah komentar Washington Simbolon pada artikel “Tano Batak, Danau Toba, Maafkanlah Ketakberdayaanku…”. Ditampilkan ke muka karena sangat aktual dan urgent, agar menjadi perhatian kita semua.

13 Tanggapan to "Hutan Tele Lenyap 15 Hektar per Hari"

Saya menjadi Bingung Lae, selama ini saya percaya bahwa Bupati Samosirlah yang menjadi Biang keladinya penebangan itu, sesuai tulisan mengenai pertemuan di Toba Dream Cafe, setelah membaca tulisan diatas, ternyata DPR dan Pemda mengirim surat Keberatan serta permintaan Penghentian penebangan Hutan….berarti….siapa yang punya ulah ini….
Atau ini hanya MONCAK HUMALIANG BOGAS kah…?!
Indonesia memang negara yang Aneh………

@ michaelsiregar

Betul Lae, memang Bupati Samosir Mangindar Simbolon sangat ngotot untuk menggolkan proyek kebun bunga dengan investor Korea itu. Masalahnya, dia jalan sendiri tanpa persetujuan DPRD, dan di sisi lain dia belum mengantongi izin dari Departemen Kehutanan.

Tadinya DPRD Samosir mendiamkan saja, mungkin satu cara mendukung tanpa menyatakannya secara resmi. Namun, sejak empat bulan yang lalu, sebagian anggota DPRD Samosir mulai bersuara menentang proyek yang akan menghancurkan hutan alam di tepian Danau Toba itu. Dan belakangan ini, semakin banyak kelompok masyarakat di sana yang menyatakan secara terbuka menentang renacana pembabatan hutan tersebut, bahkan sudah mulai sering demo.

Jadi, sejauh ini tidak ada MONSAK HALIANG BOGAS. Mungkin yang terjadi adalah pemanfaatan isu ini oleh para politisi untuk kepentingan Pemilu 2009. Kalau itu kan oke-oke saja karena justru berguna untuk menyetop rencana Bupati Samosir menghancurkan hutam alam tersebut.

Mauliate,
Horas

Raja Huta

Horas Ma di Hita sudena ,

Molo naeng padengganhon Danau Toba i , on ma usul sian ahu :
1. Suan hita ma pohon na boi ta suan .
2. Unang pola sai masipaleaan di milist ala ni pendapat.
3. Sarupa Par-Toba do hita sudena , rap ma hita mangkarejoi danau i asa denggan.
4. Rajin pangkal pandai , hemat pangkal kaya , olahraga pangkal sehat , berdoa pangkal sukses , Tuhan Allah adalah sumber segalanya.

Mauliate.
Horas jala gabe

1. Suan hita ma pohon na boi ta suan .

kalo sekarang …setelah ribuan hektar hutan di babat habis kita baru mau re-hutanisasi… dah terlambat walopun tidak sangat terlambat, yang utama dan harus di lakukan adalah HENTIKAN pembabatan hutan tele dan hutan2 lain di indonesia dgn alasan apapun.
re hutanisasi HARUS di lakukan walopun dgn percepatan yang sangat amat timpang dibanding dengan kerusakan hutan yg telah terjadi…. yahhhh better than nothing …ITU HARUS DI LAKUKAN

2. Unang pola sai masipaleaan di milist ala ni pendapat.

DIskusi dan Aksi… itu yang harus di lakukan… sitop ulaon na sebatas OMDO alias OMONG DOANG.
usulku untuk langkah awal… kita seluruh bangso batak na i tano parserakan on membuat suatu pernyataan menolak dgn keras pengerusakan hutan TELE dan seluruh hutan di luat tano batak khususnya.
>>>>> mungkin ito suhunan situmorang lebih jago membuat konsep surat ini dgn muatan hukum yang lebih jelas dan tepat. gimana ito ku…???

3. Sarupa Par-Toba do hita sudena , rap ma hita mangkarejoi danau i asa denggan.

urusan lingkungan bukan hanya kepentingan segelintir ataupun sekelompok etnis tapi kepentingan global hajat manusia se dunia.
jadi buang lah label par toba par samosir atau par par yang lainnya… bersatu dalam sebuah unity untuk menyelamatkan alam dan lingkungan dari kehancuran.

padahal, klo kita lewat tele itu, ndah bgt
[saya suka berhenti dan memfoto jalan jalan di tele waktu ada tugas disana

nice sharing

BerbagiSampaiMATI masdhenk.wordpress.com

Yoi, Kak!

Jadi buang lah segala macam label par toba par samosir atau par par yang lainnya… bersatu dalam sebuah unity untuk menyelamatkan alam dan lingkungan dari kehancuran.
Oh Tao Toba…miss u

Memang telah banyak para pakar menyarankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development)harus memperhatikan lingkungan. Dan para kaum kapitalis hanya mementingkan untung semata, tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan.

Apa nanti yang akan kita pertanggungjawabkan kepada anak cucu kita? Karena ada ungkapan yang mengatakan: Hutan kita bukanlah warisan nenek moyang kita tetapi pinjaman dari anak cucu.

Kerusakan-kerusakan yang terjadi selama ini seolah-olah bisa tertutupi dengan adanya janji-janji dana CD (community development) dari pihak perusahaan (TPL) yang jumlahnya tidak sebanding dengan kerusakan-kerusakan yang diakibatkan operasional mereka.

Memang gabe membingungkan, na gabe mar kepala dua do Bupati Simbolon i? Jadei intina saonari nga mulai be proyeki? Gabe beha namai hape? Bah holan sukkun-sukkun….nama jo naboi tarbahen?

“Berdasarkan pemaparan salah seorang perwakilan LSM, diperkirakan hanya di wilayah tersebut diatas terjadi pembabatan hutan alam kurang lebih 15 ha/hari. Dari foto-foto yang mereka perlihatkan, saya berkesimpulan, bahwa pembabatan tersebut memang sudah berada pada tingkat yang mengerikan”
———————————————————————————-
Orang bilang, sebuah gambar bisa memaknai sejuta kata, apalagi kalau ada banyak gambar/foto.
Foto-foto kerusakan hutannya di share dong, paling tidak dengan adanya foto-foto, kita anak-anak rantau bisa sebarin lagi ke sesama teman yang masih peduli dengan lestarinya hutan Indonesia dan TOBASA secara khusus.

Salam Lestari

salam kenal to…
aq dari medan,…
aq jadi teringat juga dengan rencana alumni kampus aq…untuk pemeliharaan danau toba…..
bolehkan promosi blog nya….???
invite plis -> http://nataldel2008.wordpress.com/
kiranya bisa membantu…
tengkyu to…

jika pembabatan hutan tele 15 Ha/hari, daerah yang dibabat
hutan register 41 akan habis dalam hitungan… ?, bahh.. tele daerah yang mempesona akan gundul ? save bona pasogit

kalau bupati dan dprd sampai mendatangi jakarta hanya untuk mengadu rasanya tidak masuk akal dan tidak semestinya terjadi. logika sederhana: tidak akan mungkin sebuah perusahaan berani (gitu lho) mebuka usaha tanpa ijin dari kedua lembaga tersebut, kalau itu terjadi berarti kedua lembaga tersebut tidak melaksanakan fungsinya (jadi buat apa mereka itu?). menyangkut penebangan hutan dengan alasan apapun kalau dirasa melanggar aturan hukum, tidak perlu melapor ke depdagri segala, kan ada aparat hukum. Jadi lae yang mendampingi pengadu tersebut juga perlu mempertanyakan masalah sebenarnya. kalau menyangkut pelanggaran aturan maka solusi terbaik adalah menempuh jalur hukum. kan banyak halak hita ahli hukum dimana-mana. horas jala gabe, salam dari pontianak

buat forum lae!… semacam seminar atau lokakarya, biar dikupas tuntas kenapa itu semua bisa terjadi, siapa biang keladinya, bagaimana itu terjadi, apa pencegahannya, bagaimana solusinya?

gulirkan terus hingga menjadi bola salju yang besar.. tularkan idealisme seperti virus biar orang2 batak yang tdk peduli lagi jadi ingat sama tanah leluhurnya..

HIDUP BATAK… MERDEKA!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 627,803 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: