batak itu keren

Redneck, Parhuta-huta Hian versi Amerika

Posted on: 17 Oktober, 2008

Mereka tidak malu sebagai orang daerah, sebagai orang lugu, sebagai orang dari daerah pertanian. Sementara menurut teman saya Alboin, banyak orang Batak yang lahir di Pakkat, di Sigotom, di Parongil, di Tambunan Baruara, di Parsambilan dan daerah daerah lainnya, kalau ditanya asalnya dimana selalu menjawab : di Medan.

Marilah kita menyadari dan menerima asal kita apa adanya. Dengan demikian kita mungkin akan lebih terikat secara emosional dengan tanah kelahiran kita, TANO BATAK.

Oleh : Nirwan Panggabean (Virginia, Amerika Serikat)

AKHIR PEKAN (dua minggu) yang lalu saya menghadiri konser musik Toby Keith, seorang penyanyi country yang sedang ngetop di sini (Amerika Serikat). Acaranya diadakan di Virginia Beach Amphitheater, yang berkapasitas 2000 tempat duduk beratap dan 4000 orang tanpa tempat duduk di lapangan terbuka.

Desain stadium yang menanjak, dengan kemiringan sekitar 30 derajat dari depan pentas sampai ujung lapangan, membuat pelataran ampiteater yang membuka sekitar sepertiga lingkaran menghadirkan ruang pandang yang leluasa ke arah pentas. Ditambah dengan adanya tiga buah monitor raksasa, di tengah dan kiri kanan pentas, penonton pun benar-benar dimanjakan.

Di lapangan terbuka, saya lihat banyak orang menggelar karpet di atas rumput. Duduk santai menikmati alunan lagu dari band-band lokal yang tampil sebagai pembuka. Ini sangat menarik perhatian saya, karena baru kali ini melihat konser di lapangan yang miring seperti ini, sehingga walaupun mendapat tempat di belakang dan posisi duduk , kita masih bisa melihat pentas.

* * *

SEWAKTU saya berada di Eropa; di Jerman, Spanyol, Swedia, dan Inggris; tidak ada penonton yang bisa duduk santai sambil menikmati musik. Di Gothenburg (Swedia), saya menghadiri konser Roxette; dan di Liverpool ikut bergoyang menikmati live concert Spice Girl. Saya sungguh terkagum-kagum…tidak ada yang berdiri di depan orang yang duduk, padahal masih ada tempat kosong antara tribun duduk dan tribun terbuka.

Saya jadi teringat pengalaman beberapa tahun lalu (saya lupa tahunnya), saat menghadiri malam hiburan Pesta Danau Toba di Parapat. Saya datang dengan rombongan keluarga besar, termasuk di antaranya beberapa anak kecil. Kami berusaha berdiri di belakang untuk menghindari massa yang berdesakan.

Tetapi, massa semakin banyak dan saling berdesakan–tidak perduli apakah yang didorongnya orang tua ataupun anak anak. Tidak perduli teman atau saudara. Pokoknya, desak terus, demi mendapatkan pandangan yang leluasa ke arah pentas. Semoga keadaan yang demikian sudah berubah sekarang.

* * *

SAMPAI pada waktunya, Toby Keith muncul di pentas yang beberapa menit berselang telah menghipnotis seluruh hadirin dengan sensasi pesta kembang api. Suara letusan-letusannya mirip tembakan pistol, ditingkahi cahaya lampu yang beraneka warna; dan sinar laser yang berpendar menari kesana kemari; membuat suasana semakin wah…

Saya pun membayangkan Toby Keith bakal muncul dengan penampilan yang serba wah. Tapi, ternyata saya salah. Dia muncul dengan menenteng gitar, pakaian yang sederhana; bercelana jean, baju kotak kotak lengan panjang dengan rompi coklat tua, dan bertopi ala cowboy (koboi).

Tanpa basa basi Keith langsung memetik gitar dan menyanyikan lagu dari album terbarunya bersama penyanyi country veteran Willie Nelson. Tajuk album yang baru saja direlease tersebut, WHISKEY FOR MY MAN BEER FOR MY HORSES, wiski untuk temanku bir untuk kudaku.

Pada waktu bersamaan, di monitor raksasa diputarkan original video klipnya;. karena Willie Nelson tidak ikut dalam show ini, sehingga suaranya diputarkan dari video klip. Sangat menakjubkan. Sinkronisasi antara live show dan video klip benar benar tanpa cacat, padahal ini bukan lipsing, dibuktikan dengan permainan improvisasi lead gitar dan komentar komentar Toby Keith yang live.

Selama dua jam, Toby Keith menghibur penonton dengan lagu lagunya yang cukup populer seperti I LOVE THIS BAR. Balada tentang pengalamannya di sebuah bar di kotanya yang di datanginya setiap hari, dan orang-orang yang ditemuinya di sana. Ada pemabuk, penjudi bahkan pelacur. Tetapi baginya yang penting semua teman, semua sahabat, semua berusaha melupakan kesusahan hidup dan mencoba untuk bergembira. Sebuah keinginan yang sederhana bukan?.

Banyak lagunya yang lain seperti DON’T LEAVE, I THINK I LOVE YOU, jangan pergi, saya kira saya mencintaimu. NIGHTS I CAN’T REMEMBER, FRIENDS I’LL NEVER FORGET, malam malam yang tak (tidak bisa) kuingat (mungkin karena mabuk), sobatku saya tidak akan pernah lupakan.

* * *

YANG paling menarik perhatian saya adalah lagu-lagunya tentang REDNECK. Terjemahan langsungnya sebenarnya adalah leher merah akibat sinar matahari di ladang. Namun, menurut temanku Alboin Sitorus di Wuerzburg, Jerman; dia saya tanya melalui telepon apa kira- kira kata yang tepat untuk mendeskripsikan orang Batak; dia bilang Redneck sama dengan P3H, PAR HUTA HUTA HIAN (saya hanya menyampaikan apa yang diucapkan beliau, kalau tidak berkenan saya mohon ma’af).

Ya, Redneck adalah sebutan untuk orang orang yang berasal dari daerah pertanian. Boleh juga untuk orang yang tidak mengikuti jaman. Juga untuk orang yang sederhana, lugu dan polos.

Apa yang menarik bagi saya adalah ketika Toby Keith mengaku bahwa dia salah seorang REDNECK, para penontonpun merespon dengan antusias. Ketika Toby Keith bertanya siapa yang merasa REDNECK supaya mengangkat tangan, hampir seluruh penonton mengacungkan tangan tanpa ragu.

Mereka tidak malu sebagai orang daerah, sebagai orang lugu, sebagai orang dari daerah pertanian. Sementara menurut teman saya Alboin, banyak orang Batak yang lahir di Pakkat, di Sigotom, di Parongil, di Tambunan Baruara, di Parsambilan dan daerah daerah lainnya, kalau ditanya asalnya dimana selalu menjawab : di Medan.

Marilah kita menyadari dan menerima asal kita apa adanya. Dengan demikian kita mungkin akan lebih terikat secara emosional dengan tanah kelahiran kita, TANO BATAK.

Semoga tulisan ini dapat sedikit menggugah saudara saudaraku BATAK, untuk sama-sama berbuat sesuatu untuk BANGSO dan TANO BATAK.

Horas

Nirwan Panggabean

Chesa peake – Virginia ,USA

1542 Crossways Blvd, 23320

nirwanpang@aol.com

http://www.tobadreams.wordpress.com

12 Tanggapan to "Redneck, Parhuta-huta Hian versi Amerika"

Saya ga malu jadi orang Batak yang lahir dan besar di Tano Batak, tapi kalau ada orang di Jawa menanyakan asal saya dan saya Jawab Sipolha apakah akan ada yang tahu, jangakan kampung saya itu, Pematang Siantar sekalipun mungkin2 orang di Jawa tidak akan mengerti, jadi lebih praktis kalau bilang Medan, pasti yg nanya bilang ‘Orang Batak ya?’
praktis kan??

Bila saya yang ditanya, saya selalu sebutkan nama kampungku.
Aku bangga dengan itu.

@ Rotyyu
Orang Medan bukan berarti orang Batak lho …
Berbagai macam suku ada disana.

Jadi ingat game Redneck Rampage yang kumainkan kala duduk dibangku kuliah dulu hehehe.. Sama, orang kampung modal senapang bodil dan panggu menjadi jagoan pembela kebenaran dan mempertahankan areanya dari serangan2 gerombolan siberat.. mirip2 bang Naga Bonar itu hehehe..

Dari dulu hingga hingga sekarang dan esok saya selalu menyebutkan dengan bangga jika berkenalan bahwa saya adalah anak desa dari lembah gunung Sibualbuali Sipirok Tapanuli-Tanah Batak, Indonesia.
Kapan2 aku mau kirim surat untuk Raja Huta pake AKSARA BATAK tapi bahasa Indonesia hehehehe

@ Charlie M.Sianipar
Iya saya c7 orang Medan bukan berarti Batak

Di semua dokumen resmi, mulai KTP, ijazah, SIM, paspor, asuransi, dll, kolom tempat lahir selalu tertulis Tapanuli.
Saya tau itu tidak tepat, karena yang persisnya adalah saya lahir di Lumban Silintong, Silaban Margu, kecamatan Lintong Nihuta.

Saya boleh lah jadi anggota REDNECK

saya juga bangga jadi orang Batak…!!!
walau kadang-kadang saya juga dapat pandangan sinis dari lingkungan saya karena saya tinggal didaerah yg mayoritas suku Minang.

Tapi jangan salah Disini Orang Batak diakui dan malah jadi bahan pembicaraan karna dapat berhasil walau cuma sebagai
pemungut kardus ato barang2 bekas.

Batak…MAJU TERUUS

sebenarnya bukannya malu jadi orang batak, tapi kalau kita kenalan dgn suku lain lalu kita bilang nama kampung kita pasti tdk tahu dimana itu jadi praktisnya kita bilang medan. Nah jika sedikit banyak tahu ttg sumut baru kita cerita lebih dirinci. Tapi jika kenalan sama halak kita so pasti kita kasih tau kampung kita. Di KTP saya tmp tgl lahir tertulis nama kampung saya yaitu Horsik (tdk ada tapanuli atau medan) jika saya berurusan segala sesuatu yg hrs melampirkan KTP pasti ditanya di negara mana ini ? Lalu aku bilang ini di jepang ha ha ha a a habis ngga ada di peta. Nggak usah suku lain halak kita rata2 nggak tahu dimana itu kampung Horsik. Jadilah aku batak jepang ha ha ha ….
Batak is the best.

banyak Batak lahir perantauan, malu mengakui dirinya batak
😦

Hidup Pakkat!!!🙂

saya bangga jadi sosok pemuda batak, krn suku batak ada dmn2 trmsk di luar negri!, walaupun orang-orang mengangap orang batak identik dgn orng terminal. krn sprti kita ketahui di stp terminal besar di jakarta kebanyakan di huni orang batak!, klo kampung saya di simalungun, tepatnya di kecamatan dolok pardamean, huta singapura (simpang gunung purba) tigaras “Habonaran Do Bona” moto simalungun, Hidup halak Batak. HORAS HITA GANUP. AMIN Tuhan beserta kita………!!!!

Mari saling mengajak untuk bangga jadi orang batak.

tohodo nian,godangdo halakita maila gabe halakkita.tarlumobimai agka dakdanak naung tubu di tano parserahan,alai tergantungma tu natorasna,dilehon do semangat manang nilai ni habatahon i tu angka anangkonna? jala mansai godang halak batak mencantumkan marganyapun malu-malu katanya,unang patandahu halak batak nina,asa ura annon dapotan karejo. hal yang keliru!!!,dibaen ma goarni anakkonnai si hermanto,alai molo goar ni bapana,binotodo ima si Bikkas. etahe… hape mansai jago-jago,jala keren-keren halak Batak i rupani coki sihotang,carles Bonar sirit,ruhut sitompul,marsillam simanjuntak dana….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,500 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: