batak itu keren

Penduduk Sopo Komil Jadi “Kacung” di Tanah Sendiri

Posted on: 12 September, 2008

Nasib Warga desa Sinar Pagi dan Sopo Komil Setelah PT DPM Datang

Sejak PT DPM beroperasi di Sopo Komil, penduduk desa ini terutama para ibu mendapat lapangan kerja baru sebagai kuli angkut. Mereka memikul segala macam keperluan PT DPM berupa bahan-bahan bangunan, makanan dan keperluan sehari-hari mereka ke atas bukit, di mana penambangan PT DPM berlangsung.

Jalanan ke bukit menanjak. Para ibu di Sopo Komil membawa beban hingga 50 kg ke gunung tempat penambangan berlangsung. Di gunung itu, sebagian staf PT DPM tinggal.

Oleh : Limantina boru Sihaloho**

Desa Sinar Pagi

Ruth Butar-butar, diakones dari Perkumpulan Diakones Pelangi Kasih (PDPK) yang tinggal di Parongil, bercerita kepada saya; bagaimana ia dan kawan-kawannya harus berjalan kaki paling tidak selama 4 jam, untuk sampai ke sebuah desa bernama Sinar Pagi, di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi.

Jalan menuju desa itu melalui bukit dan lembah yang sebagian bertebing curam. Kalau tidak hati-hati, terutama di musim penghujan, tergelincir berarti masuk jurang. Ke desa ini kadang-kadang ada mobil milik PT Dairi Prima Mineral (DPM) yang tangguh dan sanggup melewati medan yang sulit. Kalau mobil ini kebetulan lewat dan tidak bermuatan penuh, diakones dan staf PDPK dapat menumpang.

Ojek juga kadang ada, tapi tidak semua orang punya keberanian menumpanginya, mengingat medan yang demikian sulit dan berbahaya.

Listrik jelas belum masuk ke Sinar Pagi. Penduduk desa ini, mayoritas orang Toba, paling tidak satu abad tertinggal dari penduduk Indonesia lainnya yang memiliki akses ke jalan raya, dan ada sistem transportasi yang memadai. Jalan raya sangat penting untuk memajukan sebuah komunitas.

Di desa Sinar Pagi hanya ada Sekolah Dasar (SD). Kalau mau melanjut berarti harus keluar dari desa. Mayoritas generasi muda laki-laki bekerja sebagai penambang timah. Konon kualitas timah di sini sangat bagus.

Namun, para penduduk yang menambang timah secara swadaya dikategorikan sebagai penambang ilegal sebab mereka tidak mempunyai izin resmi dari pemerintah. Sejak PT DPM merambah desa Sinar Pagi, penduduk menjadi tahu bahwa di desa mereka terdapat harta karun lalu mereka pun mulai menambang secara kecil-kecilan. Inilah yang disebut ilegal oleh pihak pemerintah.

PT DPM mengantongi izin mengeksploitasi wilayah ini dan beberapa wilayah di Kabupaten Dairi. PT DPM inilah yang sudah dan akan mengeruk perut bumi wilayah ini. Penduduk setempat hanya jadi penonton sekaligus korban. Walau sebagian penduduk bekerja di PT DPM, mereka cuma buruh dan berada di level bawah.

Para perempuan dari desa Sinar Pagi setelah menyelesaikan pendidikan setingkat SMP dan SMA memilih meneruskan hidup di perantauan. Bangku universitas merupakan kemewahan bagi generasi muda desa ini. Nampaknya belum atau sangat jarang yang berpendidikan setingkat sarjana dari desa ini. Kondisi perekonomian penduduk tidak memungkinkan untuk membiayai anak-anak mereka sampai ke tingkat universitas.

Jenis tanaman mereka juga terbatas, dan tidak adanya sarana transportasi yang memadai membuat desa ini sangat sulit berkembang. Dan, lantaran penduduk hanya mampu belajar hingga ke tingkat SMP dan SMA, maka sektor utama pekerjaan mereka adalah menjadi buruh dan di sektor informal.

Para perempuan yang berasal dari desa terpencil macam Sinar Pagi; ketika sudah berada di kota, bahkan sebelum menetap di kota; juga rawan terhadap penipuan yang membuat mereka kemungkinan besar bisa terpaksa bekerja menjadi pekerja seks komersial. Di samping itu, kurangnya pendidikan membuat mereka potensial menjadi korban dalam praktik perdagangan manusia (human-trafficking) sebagaimana bisa terjadi kepada siapa saja dari latar belakang sosial-ekonomi rendah.***

Desa Sopo Komil

“Di sini sudah ada beberapa ibu yang kakinya sakit dan tidak normal akibat terlalu memaksakan diri bekerja membawa beban ke atas sana”, kata boru Nababan di desa Sopo Komil, Kabupaten Dairi, belum lama ini.

Sejak PT DPM beroperasi di Sopo Komil, penduduk desa ini terutama para ibu mendapat lapangan kerja baru sebagai kuli angkut. Mereka memikul segala macam keperluan PT DPM berupa bahan-bahan bangunan, makanan dan keperluan sehari-hari mereka ke atas bukit, di mana penambangan PT DPM berlangsung.

Jalanan ke bukit menanjak. Para ibu di Sopo Komil membawa beban hingga 50 kg ke gunung tempat penambangan berlangsung. Di gunung itu, sebagian staf PT DPM tinggal.

Dalam satu hari, setiap orang bisa memperoleh Rp 50.000 – 100.000 dengan hanya bekerja 2 hingga 3 jam. Tadinya, anak-anak juga ikut bekerja mengantarkan keperluan-keperluan PT DPM ke bukit sana. Tetapi kemudan anak-anak tidak boleh lagi, sebab praktik semacam ini melanggar hak azasi anak. Lalu, para ibu mengambil alih hampir semua pekerjaan, mengantarkan ke atas gunung, bahan-bahan keperluan sehari-hari PT DPM.

“Sudah banyak ladang penduduk di sini tidak terurus sama sekali”, kata Br. Nababan ketika kami berada di ladangnya, di kaki bukit. Ibu ini, selain bekerja mengantarkan barang-barang keperluan PT DPM ke bukit, masih berusaha sekuatnya mengurus ladang kopi dan sawahnya.

Sebagian anak-anaknya masih duduk di bangku SMP dan SMA. Suaminya sudah meninggal. Dialah, bersama anak perempuannya yang paling besar; yang setelah lulus SMA bekerja di PT DPM; jadi tulang punggung perekonomian keluarganya.

“Kakiku terutama di sendi-sendi juga sudah sakit karena pekerjaan mengantarkan barang-barang PT DPM ke bukit sana”, lanjut Br. Nababan. Kadang para ibu di Sopo Komil ini juga masih harus membawa beban dari bukit di mana penambangan berlangsung ke desa. Ini pekerjaan paling sulit sebab kaki mereka bisa gemetar menahan beban ketika menuruni jalan yang curam. Inilah yang membuat lutut mereka terasa sangat ngilu dan sakit.

Walau para diakones sudah menjelaskan dampak yang bisa terjadi, akibat mereka memaksakan diri membawa beban ke bukit dan ke desa; melewati jalan menanjak dan curam itu; para ibu ini tidak dapat menghentikan pekerjaan itu. Mereka perlu uang.

Sebenarnya, penduduk desa Sinar Pagi dan Sopo Komil tinggal di tanah yang subur. Ketertinggalan penduduk Sinar pagi terutama karena tidak ada jalan ke desa itu. Penduduk Sopo Komil bersawah dan pasokan air selama ini cukup sebab mereka tinggal tak jauh dari kaki gunung yang berjejer memagari desa.

Perambahan hutan apalagi disertai penambangan perut gunung oleh PT DPM akhir-akhir ini tentu berdampak buruk bagi penduduk desa sebab pasokan air bisa berkurang, zat-zat yang dipergunakan di wilayah penambangan dapat mencemari air, tanah dan udara. Hewan-hewan liar seperti harimau juga sudah masuk kampung karena habitat asli mereka terganggu.

Pada 23 April 2007, pihak PT DPM mengadakan pesta adat Pakpak, di mana mereka selaku pemilik modal memposisikan diri sebagai boru pihak pemilik tanah ulayat di Sopo Komil. PT DPM menjadi dongan tubu marga Boang Manalu yang merupakan boru dari marga Cibero. Ini termasuk kategori manipulasi berbentuk penjinakan terhadap penduduk, terutama kepala-kepala adat yang mungkin juga mata-duitan bercampur lugu. Pihak pemerintah, seperti wakil bupati Dairi, turut hadir dalam pesta adat tersebut. Investor dan pemerintah kongkalikong memanipulasi masyarakat.

Yang paling menderita dalam konteks masyarakat desa Sinar Pagi dan Sopo Komil adalah perempuan dan anak-anak. Kalau tidak ada keberpihakan pemerintah, termasuk gereja, penduduk Sinar Pagi akan tetap tertinggal dan terabaikan. Kalau para ibu di Sopo Komil sakit dan lumpuh karena bekerja di luar kemampuan mereka, keluarga akan terlantar.

Konteks masyarakat kita mengharuskan perempuan sebagai pihak yang terutama harus mengurus keluarga; dan pada umumnya juga, terutama di pedesaan, para ibu bekerja lebih banyak daripada laki-laki untuk menopang perekonomian keluarga. Demikian yang terjadi di Sopo Komil dan Sinar Pagi.

Di kedua desa ini termasuk di banyak desa di Tanah Batak, sebagian besar para lelaki menghabiskan waktu di kedai minum tuak dan mengobrol. Banyak pekerja tambang di Sinar Pagi, serta penduduk Sopo Komil dan sekitarnya yang bekerja di PT DPM, bisa menghabiskan lebih dari separoh gaji mereka di kedai-kedai tuak.

——————————————-

sumber : blog Partungkoan Tanobatak

judul asli : Untung atau Buntung

**Limantina boru Sihaloho, seorang pendeta, tinggal di Pematang Siantar

============================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

13 Tanggapan to "Penduduk Sopo Komil Jadi “Kacung” di Tanah Sendiri"

Penduduk Sopo Komil Jadi Kacung di Tanah Sendiri”
Oleh : Limantina boru Sihaloho**
judul asli : Untung atau Buntung
**Limantina boru Sihaloho, seorang pendeta, tinggal di Pematang Siantar
Posted by: tobadreams on: 12 September, 2008
Njuah juah banta karina
Setelah saya membaca tulisan dari ibu L.br Sihaloho ini bulu roma saya merinding sangat mengerikan semua ceritanya yang membuat hati saya terkejut dan sedih dimana ibu ini menceritakan betapa hebatnya perjuangan ibu2 di Spokomil demi keluarganya sementara suaminya asyik2 ngobrol dan minum tuak di kedai.

Saya sebagai pria tidak setuju dengan keadaan bapak2 menghabiskan waktu berpoya2 di kedai tuak sementara para istri bekerja keras, padahal Tuhan telah memberikan berkat yang berlimpah yang dapat di capai seperti istri2 mereka yang menurut ibu ini bisa mencapai Rp.50.000,- s/d Rp.100.000, dalam kurung waktu 2jam s/d/ 3 jam ( baca di Toba Dream tgl 12 September 2008 ) seandainya bapak2 itu bekerja setiap hari 8 jam untuk menggantikan posisi ibu2 ini kita kasih contohnya Rp.150.000,- perhari kita kasih contohnya lagi dalam satu bulan 20 hari kerja ( 20 W.D x Rp 150.00,-a day. =
Rp. 3.000.000, ) average a month. Kalau kita masih ingin menambah penghasilan , mari kita tingkatkan volume activitasnya bukan begitu Bu?

Tetapi yang menjadi membuat saya seperti di sambar petir di siang hari bolong adalah judul dari pada kepala surat ibu Limantina br Sihaloho yang mengatakan sbb:

Penduduk Sopokomil jadi kacung di Tanah Sendiri

Rasanya jantung ini copot karena kata2 pelecehan ini telah ter tuju kepada orang tua saya dan saudara2 saya yang tinggal di tempat ini, dan setahu saya begitu banyak orang yang sudah punya cucu di sana, dan mereka layak menyandang kata2 pelecehan dengan sebutan kacung, sebagai hamba Tuhan, alangkah baiknya sebutan kacung bisa diganti dengan kata2 saudara2 sekalian.atau bapak ibu.

Teganyalah ibu sebagai hamba Tuhan mengeluarkan sebutan kacung kepada Jematnya yang berada di daerah Sopokomil ini, sungguh tak terbayangkan oleh saya sebagai salah seorang yang awam mengenai isi dari Alkitab( Firman Tuhan )

Seandainya ibu ini memberi Khotbah di tengah2 jemat nya dan mengatakan sbb.

Para kacung-kacung se Iman dalam Kristus kita membuka Alkitab dan kita baca dari Firman Tuhan yang tertulis di :

Ayub 7: 1 “Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan

Untuk itu mari kita bersyukur pada Tuhan karena berkat dan karunianya di berikan ber-limpah2 maka dengan itu jangan kita sia2kan waktu yang baik ini

Berikutnya juga para kacung2 yang berdiam di Sopokomil ini kita baca lagi dari Alkitab sebuah Firman Tuhan yang ter tulis di :

Tesalonika 5: 12-13.-14.. Kami minta kepadamu, saudara – saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; dan supaya kamu sungguh-sungguh menjungjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain Kami juga menasihati kamu saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

Hai para kacung2 se Iman bawalah Firman Tuhan ini sebagai renungan dalam kehidupan kita, Tuhan meberkatinya Amin

Nah ibu Limantina br Sihaloho kalau kita dengar Khotbah yang demikian apa tidak tersayat sembilu rasanya hati kita mendengarkannya

Cobalah tempatkan diri ibu sebagai penduduk Sopokomil, dan orang lain memberikan Khotbah seperti diatas bagaimana perasaan ibu mendengarkan kacung ?

Mungkin kita akan dapat merenungkan apa saja yang kita ucapkan untuk public supaya semua sama-sama mendapat ucapan yang layak dan pantas di baca dan di dengar..

Terima kasih ibu Limantina br Sihaloho mohon maaf kalau bahasa saya kurang baik hanya saya ingin memberikan masukan saja kalau dapat di terima.

Stephen Lupin Bako
10567 Ohio st Loma Linda
Califonia 92354 U.S.A.
September, 15. 2008
E-mail ( pakbako@Hotmail.com )
Friendster : Boa-Boa ( youtube: tulis Bakopakpak clik Bako Lupin Stephen )
Cellphone ( 909 ) 5200-337.

@ Stephen Lupin Bako

Selaku admin blog ini, aku mengucapkan terima kasih atas intensitas Lae menanggapi berapa artikel di blog ini, khususnya yang berkaitan langsung dengan kampung halaman Anda, yaitu Sopokomil dan Dairi sekitarnya.

Dengan ini sekalian saja aku jawab sejumlah keberatan, protes, dan usulan yang Lae kemukakan dalam sejumlah komentar terdahulu dan yang sekarang :

1. Judul asli artikel yang ditulis Limantina Sihaloho ketika dipublikasikan di blog Partungkoan Tanobatak adalah “Untung atau Buntung”.

Dengan demikian, pilihan judul tulisan yang sama di blog ini adalah tanggung jawabku.

2. Secara umum Limantina menulis artikel tersebut dengan lembut, santun dan tenang. Perubahan kulakukan seperlunya, dan itu hakku sebagai admin blog ini, sehingga tulisan tersebut lebih “bunyi” tanpa mengubah substansinya.

3. Tulisan itu aku posting untuk memberikan gambaran kepada pembaca blog ini di seluruh dunia, bahwa manfaat yang sudah nyata berkat kehadiran PT DPM adalah : penduduk sopokomil dan sekitarnya mendapat lapangan kerja baru sebagai kuli angkut dengan status kuli lepas.
Dan akan begitu selanjutnya.

4. Dengan berbagai pertimbangan yang telah diuraikan di dalam sejumlah tulisan di blog ini, kami memang menentang eksploitasi yang akan segera dilakukan PT DPM di Dairi.

5. Apa sih untung ruginya bagi kami kalau PT DPM jadi eksploitasi di sana, lalu Dairi menjadi jaya atau tenggelam ? Tidak ada!

Kami semua tinggal di Jakarta, dan tidak kurang kerjaan. Kami bukan tipe manusia yang tidak punya etika dan harga diri sehingga suka IKUT CAMPUR urusan orang lain. .

Kami tidak pernah ikut campur urusan kalian, dan masalah lingkungan di seluruh dunia adalah urusan semua orang. Masalah lingkungan di Dairi pun adalah urusan semua orang, seluruh umat manusia.

Kalau benar Lae tinggal di Amerika, pasti tahu mengenai hal ini.

Mauliate,
Horas

Raja Huta

Horas lae Raja Huta ( Toba Dream )
saya sudah kirim buat di bacaa melalui e-mail

robertmanurung@yahoo.com tgl Sep,17 08 Pkl 12,08pm

Tolong di buka lae

horas lae
mauliate

Stephen Lupin Bako

Stephen Lupin Bako

@Robert Manurung

Horas…

Saya dapat memahami “kemarahan” Sdr. Bako, ketika membaca kata kacung yang dialamatkan langsung kepada warga desanya, yang bagian dari hidupnya itu, ter-blow-up sedemikian rupa.

Saya mau tawarkan satu jalan tengah, robah saja judul tulisan itu menjadi Penduduk Sopo Komil menjadi “Kacung” di Tanah sendiri. Penambahan tanda kutip disana tentu dapat menghilangkan sifat yang sepertinya sinis menjadi berorientasi keprihatinan. Atau, judul lama tulisan Limanthina itu dikembalikan saja.

Jika “kisruh” soal penggalan kata ini dapat kita selesaikan, akan menghemat energi kita mendebat hal yang bukan substansi tulisan itu sendiri.

Kehadiran PT. DPM, apalagi memasuki kawasan Hutan Lindung tentu membutuhkan upaya advokasi yang sungguh-sungguh, sehingga dampak negatif yang sudah dan akan timbul di masa mendatang dapat kita tiadakan.

Alangkah bergunanya jika kita mengarahkan segala kemampuan dan kemauan kita mengkritisi pembuat kebijakan yang berupaya membuka akses pertambangan masuk ke kawasan Sopo Komil ini dan menghembuskan mimpi-mimpi kepada masyarakat sekitarnya.

Pemberi izin atau pembuat kebijakan di bidang pertambangan, departemen kehutanan, departemen [pertambangan, pemerintah pusat, pemerintah propinsi, hingga pemerintah daerah Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat, harus kita dorong bersama agar mau belajar dari kegagalan industrialisasi, terutama bidang pertambangan yang hanya mengeruk keuntungan tanpa pernah berfikir ongkos kerusakan lingkungan dan kerusakan tatanan sosial yang diakibatkannya.

Horas

@ Poltak Simanjuntak

Horas Lae,

Terima kasih untuk saran lae yang sungguh bijaksana. Aku sangat menghargai usulan lae ini.

Kemudian, dengan empati yang tulus kepada Lae Stephen Lupin Bako dan kawan-kawan yang berasal dari Sopokomil– yang mungkin menganggap judul tersebut terlalu keras dan menyakitkan hati; aku setuju untuk memperhalus judul tersebut.

Aku mohon maaf jika judul tulisan ini menyakitkan hati Anda semua. Tujuanku membuat judul tersebut adalah untuk memancing kemarahan yang positif, bukan untuk menyakiti hati yang bersifat destruktif.

Sekali lagi, dengan rendah hati, aku mohon maaf kepada kawan-kawan yang berasal dari Sopokomil ; sambil tetap mengingatkan pada segenap Bangso Batak : mari kita cegah alih fungsi hutan lindung di Dairi.

Tunjukkan pada dunia bahwa Bangso Batak bukan kumpulan orang-orang yang payah dan gampang dipecah-belah.

Mauliate, Horas

Raja Huta

@ Raja Huta

Makasih Lae…

Saya usul agar diskusi tentang PT. DPM, kita lakukan dan hasilnya akan kita kirimkan kepada pihak-pihak terkait, terutama pemerintah yang lebih cenderung berpihak kepada PT. DPM, dan tidak mau sibuk mempelajari dampak Industrialisasi.

Horas

Yth; Ibu Limantina br Sihaloho.

Saya mengucapkan terima kasih ibu atas segala tanggapan surat saya pada Tgl,15 Septembaer 2008,

Saya ingin memberikan penjelasan kepada ibu sbb.

Di dalam tulisan saya waktu itu tidak ada menyebutkan ibu itu seorang Pendeta, kalau ibu ulangi lagi baca dari pertama kata2 saya di mulai dari Njuah-juah sampai kebawah.
. Sedangkan yang di atas ( judul surat ) adalah yang dibuat oleh Raja Huta ( Toba Dream )

Kalaupun ibu melihat tulisan saya itu mengatakan sbb : Seandainya ibu ini memberi Khotbah, saya rasa siapa pun boleh2 saja memberi Khotbah bukan.

Baiklah ibu, kalau yang saya simak dari tulisan ibu, hanya mempersoalkan ibu di sebut seorang Pendeta dan di dalam kalimat saya tidak ada menyebut ibu seorang Pendeta.

Mohon maaf ibu kalaupun mungkin belum puas dengan jawaban yang saya berikan ini, ibu tolong tanyakan ke Raja Huta ( Toba Dream ) sesuai dengan anjuran Pak.Poltak Simanjuntak.

Hormat Saya
Stephen Lupin Bako

Yth. Pak Poltak Smanjuntak & Bungaran Simanjutak.

Saya sangat mengucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan Pak Poltak Simanjutak untuk menjelaskan Artikel saya mengenai Sopokomil yang kebetulan di di pertanyakan oleh Ibu L.br Sihaloho mudah2an Ibu L.br Sihaloho sangat bijaksana untuk menyanyakan Raja Huta seperti anjuran Pak P.Simanjutak

Yang saya sangat banggakan adalah surat Pak.P.Simanjuntak, untuk memberikan penjelasan ke Raja Huta
Mengenai beberap artikel saya yang membuat suatau salah pengertian di masing2 orang yang membaca.

Juga Lae Bungaran Simanjutak terima kasih dengan advistnya, saya sangat bangga bertemu dengan yang sudah berpengalaman dalam tulis menulis dalam blog ini mudah2an dengan adanya sandungan seperti ini dapat meningkatkan pengetahuan kita di kemudian hari.

Saya mohon juga kepada Pak Poltak Simanjutak dan lae Bungaran Simanjuntak kiranya dapat membingbing saya, dan menegor saya bila mana ada sesuatu yang kurang mantap dalam menuliskan sebuah Artikel dalam Blog ini atau mungkin dapat kita buat melalui e-mail.

Ahir kata saya menghaturkan terima kasih semoga di hari mendatang, kita semua memperoleh sukses dan Tuhan selalu memberkati kita.

Salam kami Buat semua 1. Bpk Poltak Simanjunta & Keluarga
2. Lae. Bungaran Simanjutak

Sptember, 29 – 08
Hormat saya
Stephen Lupin Bako

Njuah juah banta karina.

Bpak Monang Naipospos & Bu, L.Sihaloho
Izinkan aku nompang di( untung atau buntung )

Kepada yang terhormat para pembaca yang budiman dan juga yang telah banyak memberikan pendapat mengenai Proyek P.T.D.P.M. yang sedang ber jalan di Spokomil saat ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua Bapak2/ibu2 dan semua yang perduli terhadap masyarakat sekitarnya..

Sebelumnya saya memberikan pendapat seperti selera bapak/ibu teristimewa yang perduli kepada masyarakat Sopokomil dan sekitarnya, bersama dengan artikel saya ini, saya lebih dulu mohon maaf agar tidak terjadi salah pengertian kepada semua pihak. bila mana ada sesuatu yang kurang berkenan ter hadap keinginan bapk/ibu mengenai pendapat saya ini.

Saya tinggal di perantauan memang sangat jauh dari Indonesia, namun demikian saya selalu ber komunikasi dengan beberapa tokoh masyarkat disana juga adek2 maupun family yang masih tinggal di Sopokomil,Parongil,Longkotan dll.

Dari hasil pembicaraan kami dengan mereka, bagaimana tanggapan nya mengenai kehadiran adannya Proyek D.P.M di kampung ini dan di jawab: dengan sangat2 menggembirakan karena hasil perkebunan, sawah dan lainpun tak ada lagi yang bisa di harapkan..

Para bapak/ibu yang terhormat bilamana ada waktunya, tolong singgah di Blog yang lainnya seperti Toba Dream, Kennnorton disana ada beberapa orang yang telah membuat suatu keseksian yang menyatakan dukungan sebesarbeasarnya terhadap Proyek tersebut, seperti kesaksian yang di berikan Saudara Henri sbb.

Jujur saja saya bisa meraih serjana saya secara tidak langsung di Bantu dengan adanya pertambangan itu.Orang tua saya mempunyai usaha kecil2an yang bisa di pasarkan kepada pihak P.T. Daairi Prima Mineral. Jadi saya setuju operasional pertambangan itu tetap di lanjutkan

Barangkali masih dapat lagi bapak/ibu memperoleh kesaksian yang mendukung Proyek ini tetap di lanjutkan seperti pesan Sdr.Henri

Saya pribadi sangat2 setuju kehadiran Proyek ini bisa ter laksana dengan baik soal apa akibatnya di kemudin hari itu urusan lain, kita sebagai ciptaan Tuhan kita akan lebih berpikir secara positf, yang penting apa yang kita dapat raih saat ini kita manfaatkan sebaik mungkin.

Kalau bapak/ibu saudara sekalian membaca artikel Lae Robinson Samosir dan Ibu D.br Purrba yang bekerja di Proyek pertambangan maka kita akan sedikit mengerti resiko yang akan datang tetapi menurut pengalam beliau ini yang sudah lama bekerja di Proyek akan lebih banyak memberikan hal yang positif
.

Atau barangkali kalau bisa, saya ajak bapak?ibu dan saudara2 sekalian untuk membaca Artikel yang sudah saya kirim ke Blog lainnya yang ber hubungan dengan Proyek yang ada di Sopokomil

.
. Agar kiranya sedikit dapat mengirit waktu dan mungkin dapat membantu bapk/ibu dan saudara sekalian meberikan pandangan selanjutnya.

Di situ nanti akan bapak/ibu baca siapa yang pertama menemukan Lokasi yang sangat berharga itu, yang menjadikan ajang pembicaraan di dunia. Pertambangan saat ini.

Sebagai perkenalan pertama yang ber ke cimpung di Blog Partugkoan (Tano Batak ) saya mengucapkan terima kasih, teristimewa kepada semua yang mempunyai Blog Internet yang rela mengorbitkan pendapat saya untuk di baca semua orang, sekali lagi saya ucapkan terima kasih semoga sukses dan tetap berjaya.

Stephen Lupin Bako
10567 Ohio St Loma Linda
Califonia 92354 U.S.A.
October, 04. 2008
E-mail ( pakbako@Hotmail.com )

Boaboa’s friendster.com ( sedikit ada perobahan dari friendster yg lama)

( youtube: tulis Bakopakpak clik Bako Lupin Stephen )

Cellphone ( 909 ) 5200-337.

bersambung

Juah juah banta karina

Untung atau buntung judul yang amat cantik untuk dapat perhatian dari pada orang2 yang memberikan response ter hadap cerita ibu Limantina br Sihaloho yang menceritakan daerah kelahiran saya Sopokomil yang menjadi sorotan buat Dunia.

Kalau kita baca artikel ibu L.br Sihaloho ini sangat baik sampai ada orang yang memberikan respon terhadap tulisan ibu ini, sangat terharu mengakibatkan manetek ilunya mebaca tulisan ibu tersebut..

Memang kalau kita lihat tutur kata2nya yang saling sambung menyambung mem bawa kita lupa akan menanyakan kehadiran ibu ini di Sopokomil sebagai apa.

Sebelum saya memberikan sesuatu Respon ter hadap ibu, saya ingin lebih dulu tahu kehadiran ibu ini .sebenarnya di sana sebagai : Missionaris dari salah satu Agama, barangkali dari L.S.M. apakah ibu dari Salah satu Departemant Perlindungan Hutan, atau kah dari salah satu Jurnalistiq sebuah surat kabar yang terbit di Indonesia,

Barangkali ibu ini berkenan untuk menjelaskan maksud dan tujuannya atas kedatangannya di Sopokomil tanah kelahiran saya ini agar saya lebih enak untuk memberikan sesuatu pendapat sesuai dengan keinginan yang saya miliki.

Kenapa saya menanyakan hal ini, karena ibu ini saya lihat adalah salah seorang yang Super bisa, padahal biasanya kita dengar Super Man, soalnya segala-galanya tahu dari mulai Ephorus, Diakones, dll.

Seperti cerita ibu serigala ber bulu domba, kayanya pernah ada cerita seperti itu saya dengar tapi yang lebih dahsyat lagi bu.

Bagai mana bugusnya apakah saya panggil ibu atau ito
Mudah2an kita punya cerita bisa enak di dengar para pembaca, tapi jangan yang mengerikan bu, agar semua orang dapat gembira

Hati yang gembira obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang

Jadi kalau membuat berita janganlah yang sedih2 ibu, kita dengan santai saja tapi pasti

Terima kasih bu semoga sukses segalanya.

Stephen Lupin Bako
10567 Ohio St Loma Linda
Califonia 92354 U.S.A.
October, 09. 2008

E-mail ( pakbako@Hotmail.com )

Boaboa’s friendster.com ( sedikit ada perobahan dari friendster yg lama)

( youtube: tulis Bakopakpak clik Bako Lupin Stephen )

Cellphone ( 909 ) 5200-337

Njuah-juah kita karina

Saudara2 yang ingin mengujutkan cita2 Sopokomil menjadi salah satu Proyek yang kita banggakan saya ingin mengajak bapak/ibu untuk membaca tulisan dari saudara Hendri bagaimana saudara ini menuturkan segala pengalamannya mulai dari sejak kecil sampai berhasil meraih pendidikan serjananya.

Kalau kita lihat dari cerita saudara Hendri ini, maka perlu kita membuat suatu dukungan yang kuat ter hadap Proyek yang sedang berlangsung di Sopokomil, agar anak2 yang sedang dalam pendidikan mendapat kesempatan seperti saudara Hendri.

Kalau bapak/ibu saudara ada kesempatan membaca tulisan saudara Hendri ada di Blognya Bapak.K.Hutasoit ( Kennorton@Baca tulis )

Kami mengajak bapak/ibu saudara2 sekalian kiranya memberikan bantuan untuk mengujudkan semua cita2 penduduk Sopokomil dan sekitarnya.

Sebagai ucapan terima kasih kami, saya sebagai salah seorang kelahiran Sopokomil yang tinggal di perantauan mendoakan bapak/ibu saudara/I sekalian, teristimewa kepada semua internet yang telah bersedia menampilkan tulisan kami secara baik, dengan harapan yang besar Tuhan selalu meberkatinya

Terima kasih

Stephen Lupin Bako
10567 Ohio St Loma Linda
Califonia 92354 U.S.A.
October, 18. 2008
E-mail ( pakbako@Hotmail.com )
Boaboa’s friendster.com
( youtube: tulis Bakopakpak clik Bako Lupin Stephen )

Cellphone ( 909 ) 5200-337

Unang-unang Ephorus ni HKBP pe so sadar na adong ruas ni HKBP di desa i, na eksis halahi di portibion.

Setelah sekian lama saya menunggu berita dari Ibu Limantina br Sihaloho tentang kehadirannya di kampung kelahiran saya Sopokomil / Parongil nan Indah belum juga ada berita yang pasti, namun demikian saya akan memulai memberikan masukan tentang Artikel yang berjudul Untung atau Buntung

Kalau kita kutip sebahagian dari tulisan Ibu Limantina br Sihaloho yang menyatakan jangan-jangan Ephorus HKBP tidak sadar bahwa sudah ada Jemaat HKBP di desa itu yang eksis mereka di Dunia ini.

Kalau saya baca tulisan ibu Limantina.S, ini terlalu cepat memberikan penilaian terhadap Pemimpin tertinggi HKBP yang sebenarnya belum pantas perkataan tersebut di berikan kepada Pimpinan tertinggi salah satu Jemaat.

dengan munculnya kalimat tersebut terkesan Ephorus HKBP itu tidak ada Activitas

Sebagai masukan yang saya berikan terhadap artikel Ibu Limantina.S. Ephorus tidak harus mendatangi semua pelosok dunia bahwa HKBP sudah ada di desa itu..

Sebagai suatu organisasi yang baik cukuplah dengan laporan dari Sintua & Pendeta dan yang ber hubungan dengan Jema’t tersebut yang akan memberi laporan bahwa adanya pertambahan anggota.

Sebelum Ibu Limantina menuliskan berita itu ke umum alangkah baiknya ibu terlebih dahulu menanyakan pengurus Gereja HKBP yang ada di desa yang ibu maksudkan. agar informasi yang di maksud mendapatkan berita yang pasti

Kalau saya tak salah ibu ini sepertinya ada hubungannya dengan salah satu agama, karena ada kalimat yang menyatakan diakones, mudah2an saya tidak salah memberikan salah satu dari Firman Tuhan yang di kutif dari

1Timotius 3: 8-9
Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, melainkan orang yang memelihara rahasia dalam hati nurani yang suci

Saya yakin bahwa Diakones yang ada di Sopokomil dll adalah orang baik2, tetapi kita tak salah memetik Firman ini untuk mengingatkan, sebelum ter jadi sesuatu hal yang tidak di inginkan atau seperti biasanya orang bilang sedia payung sebelum hujan.

Mudah2an di dalam tulisan saya ini, tidak terdapat sesuatu yang menyinggung perasan semua pembaca maupun yang memberikan artikelnya Ibu Limantina.S. untuk di tanggapi dan saya mohon maaf apabila ada kata2 saya yang kurang berkenan untuk di baca.

Terima kasih

Stephen Lupin Bako
10567 Ohio St Loma Linda
Califonia 92354 U.S.A.
November, 04. 2008
E-mail ( pakbako@Hotmail.com )
Boaboa’s friendster.com
( youtube: tulis Bakopakpak clik Bako Lupin Stephen )
Cellphone ( 909 ) 5200-337

Njuahjuah banta karina.

Buat Silih B.R.Berutu, ST

Saya mengucapkan terima kasih mendahi silih Berutu atas segala dukungannya terhadap Proyek Pertambangan di Sopokomil na i mudah2an kehadiran Proyek ini membawa hasil yang baik bagi Masyarakat Kab.Dairi. Khususmya Masyarakat Sopokomil dan sekitarnya.

Saya juga ingin mengajak Bapak / Ibu kiranya dapat mendukung semua pengoperasian Proyek ini, seperti yang di tulis silih B.R Berutu dalam artikelnya agar kesempatan bekerja bagi anak2 muda kita mendapat tempat yang baik

Perlu saya berikan informasi kepada Bapak / Ibu bahwa dukungan terhadap Proyek ini semakin bertambah maupun dari masyarakat setempat dan anak2 yang ada di perantauan, sepetri inilah suatu harapan yang sangat kami dambakan agar Proyek ini dapat beroperasi secepat mungkin.

Terima kasih sili Berutu semoga silih selalu sukses dalam menjalankan tugasnya

Stephen Lupin Bako
10567 Ohio St Loma Linda
Califonia 92354 U.S.A.
November, 09,. 2008
E-mail ( pakbako@Hotmail.com )
Boaboa’s friendster.com
( youtube: tulis Bakopakpak clik Bako Lupin Stephen )

Cellphone ( 909 ) 5200-337

Njuahjuah banta karina.

Sebelum bapak / ibu menikmati isi tulisan ini dan untuk mengirit waktu alang kah baiknya bapak / ibu mengalihkan perhatiannya terhadap Blognya Pak Kennorton Hutaoit ( Kontroversi kehadiran Pt.D.P.M. ) mebaca artikelnya Pak Hendri

Halloooooooo Pak Hendri

Semangatmu percis seperti semangat orang yang akan ter jun ke medan peperangan tanpa memandang siapa lawan yang penting perang sampai titik darah yang terahir.

Perkataanmu maupun penjelasanmu dalam artikelnya bagaikan Pohon Natal yang teratur tingkatannya dan di hiasi lampu Natal yang berkelip2 seolah menerangi hati semua para pembaca tentang berita Sopokomil nan Indah, dan penjelasan kata2mu mengenai tujuan kehadiran Proyek yang memberikan harapan bagi Masyaakat Indonesia khususnya Sopokomil / Parongil Kec Silima pungga2.

Kata orang Pakpak bilang: I Love You Sopokomil

Tahan sedikit emosimu sisahkan buat tahun depan jangan keluarkan dulu semua ilmunya cukuplah dulu dari lampaknya saja, hati panas ( mar si gorgor ) alai ubun2 do martimus-timus ( marasap dohot menguap ), perjuangkan terus, Indonesia harus mencapai tiitik kemakmuran khususnya Sopokomil / Parongil / Kab Dairi. di karenakan kehadiran Proyek yang paling terbesar dunia ini.

Hiraukan semua orang2 yang bermaksud menggagalkan Proyek Pt.DPM jangan2 mereka yang bermaksud menggagalkan Proyek ini, untuk membuat Perekonomian Penduduk setempat Rusak yang mengakibatkan peceklik.

Saya curiga ada maksud tertentu dengan membonceng Rentenir2 dari kota masuk ke Sopokomil, bilamana Ekonomi penduduk Sopokomil sudah dirusak oleh pendatang2 yang tak ber tanggung jawab

Rentenir dari kota meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi dan membuat jaminan/ broh dengan tanah sebagai gadai, apa bila sewak-waktu tak dapat melunasi hutangnya maka tanahnya di tarik paksa oleh Rentenir yang di sebut Lintah Darat

Ini perlu di waspadai Pak Hendri dan tolong di sampaikan ke semua Masyarakat dan saudara2 kita di Sopokomil agar hati2 menerima tamu yang tak jelas maksud dan tujuannya

Seperti yang Ibu Limantina bilang sbb. Serigala berbulu domba, nah yang akan datang ini lebih berbahaya lagi Singa berbulu Kucing sangat sadis Lhoooo.

Kalau serigala masih bisa kita bikin sate atau serigala guling pakai kecap dan cabe sirambu nasiak, nah kalau Singa siapa yang berani dekat. Harus pasang jurus pencak silat dari Cikabur kita pakai ilmu Langkah Seribu pak Hendri

Terimakasih semoga sukses

Stephen Lupin Bako
10567 Ohio St Loma Linda
Califonia 92354 U.S.A.
November, 12,. 2008
E-mail ( pakbako@Hotmail.com )
Boaboa’s friendster.com
( youtube: tulis Bakopakpak clik Bako Lupin Stephen )

Cellphone ( 909 ) 5200-337

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: