batak itu keren

Husin Sitorus Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Posted on: 14 Juli, 2008

Bagi warga Kabupaten Batubara, kasus Husin Sitorus merupakan drama kemanusiaan yang mengharu-biru. Menurut laporan koran Waspada dan Sinar Indonesia Baru yang terbit di Medan, masyarakat kabupaten baru itu sangat tercekam menanti persidangan besok. Mereka mengharapkan Husin luput dari hukuman gantung, namun disadari pula dengan rasa kecut bahwa yang punya kuasa menentukan vonis adalah para hakim bangsa lain.

Oleh : Raja Huta**

SETELAH empat tahun disekap di penjara, dipisahkan secara paksa dari istri dan kedelapan anaknya, Selasa besok (15/7) Husin Sitorus akan menjalani hari paling menakutkan sepanjang hidupnya. Nasib terdakwa kasus keimigrasian dan narkoba ini–apakah dijatuhi hukuman mati (dengan cara digantung) atau divonis bebas–, bakal diputuskan dalam persidangan di Mahkamah Tinggi Syah Alam, Malaysia; yang digelar mulai besok dan berakhir lusa.

Husin Sitorus adalah warga Dusun IX, Jalan Tengar Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Tekong kapal tongkang ini ditangkap aparat Polisi Diraja Malaysia di pelabuhan Port Klang pada 22 Oktober 2004, lantaran memasuki wilayah negara itu tanpa membawa paspor. Dia juga dijerat dakwaan yang lebih berat, karena di antara barang-barang muatan tongkang yang dinakhodainya terdapat ganja 139 kg.

Menurut hukum Malaysia, memiliki atau membawa dadah (narkotika) bisa diganjar hukuman mati, dan sudah banyak yang dieksekusi. Husin hanyalah salah satu dari 298 Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini mendekam di penjara di Malaysia, dan terancam hukuman mati karena terlibat berbagai pelanggaran hukum berat.

Harapan dan kecemasan warga Batubara

BAGI warga Kabupaten Batubara, kasus Husin Sitorus merupakan drama kemanusiaan yang mengharu-biru. Menurut laporan koran Waspada dan Sinar Indonesia Baru yang terbit di Medan, masyarakat kabupaten baru itu sangat tercekam menanti persidangan besok. Mereka mengharapkan Husin luput dari hukuman gantung, namun disadari pula dengan rasa kecut bahwa yang punya kuasa menentukan vonis adalah para hakim bangsa lain.

“Kita harus membuka tabir kebenaran, bahwa Husin Sitorus bersalah atau tidak. Karena sangat dimungkinkan, Husin merupakan korban permainan sindikat narkoba. Namun ini hanya prediksi, biarlah bukti serta saksi yang menguaknya di pengadilan nanti,” ujar Sahari Zakaria, Ketua Pokja A DPRD Batubara.

Ucapan simpatik anggota DPRD tersebut, yang merupakan representasi empati dan solidaritas warga Batubara kepada Husin Sitorus, bukan sekadar kata-kata manis tanpa aksi. Pemkab Batubara akan segera mengirimkan tim advokasi ke Malaysia, untuk membantu perjuangan peguam Sebastian Cha melepaskan Husni dari jerat hukuman gantung.

Sebastian, pengacara Malaysia itu, sebelumnya telah mendampingi Husin, dalam persidangan pendahuluan kasus Seksyen 39 B Akta Dadah (narkoba), tanggal 23 Februari 2007 di Mahkamah Tinggi Syah Alam.

Keterangan Aisyah boru Sitorus

MENURUT penuturan Pj Bupati Batubara drs Syaiful Syafri Sipahutar MM kepada media massa, Aisyah telah menjumpai ayahnya di Malaysia belum lama berselang, dengan biaya dari pemkab Batubara. Wartawan SIB dan Waspada juga telah mewawancarai perempuan berusia 30 tahun itu. Tapi sayang, kedua koran terkemuka di Sumatera Utara itu tidak menulis secuil pun mengenai pertemuan Aisyah dengan ayahnya, kedaan kesehatannya, dan ihwal kesiapan mental Husin menghadapi persidangan besok.

Dengan pemberitaan yang formal dan kering tersebut, kedua media itu telah melewatkan aspek humanis yang justru bagian paling menarik dan menyentuh hati dari kasus ini. SIB dan Waspada lebih tertarik mengutip ucapan para pejabat di Batubara, yang nota bene tidak mengenal Husin, dan belum melihat bagaimana keadaan terdakwa kasus hukuman mati itu di penjara di Malaysia.

Berikut ini kutipan berita koran SIB, hasil wawancara wartawannya dengan Aisyah :

Dijelaskan Siti Aisyah Sitorus yang juga Ketua Graad Women Kabupaten Batubara ini, ayahnya bekerja sebagai nahkoda motor boat, membawa kiriman dan pesanan orang lain yang tidak mungkin dapat diketahui apa isinya. Sementara pengirim barang dan penyedia seluruh perlengkapan keberangkatan termasuk penyewaan boat dilakukan oleh seorang pria bernama Sidin.

Saat pertama kasus ini menyeruak,Sidin melarikan diri ke NAD. Sejalan dengan isu tsunami di sana, pria ini dikabarkan telah meninggal dunia. Aisyah yakin, Sidin yang juga diduga sebagai pengedar serta cukong narkoba ini masih hidup dan kini bertempat tinggal secara tidak menetap di Kota Medan.

**Disarikan dari berbagai sumber, terutama hariasib online dan Waspada online

———————————————————————————–

3 Tanggapan to "Husin Sitorus Terancam Hukuman Mati di Malaysia"

semoga kebenaran dan keadilan benar2 bisa dibutkikan di pengadilan, bung huta. saya pribadi berharap keterlibatan husin sitorus semata-mata korban kelicikan sindikat narkoba yang memang sudah lama merajalela di berbagai belahan dunia!

Memprihatinkan,
Kenapa media tidak membantu dengan follow up sisi2 yang meringankan yah?Kog kayanya sibuk follow up yang jelek2 nya aja? Saya berharap kebenaran akan terungkap, dan sungguh besar harapan saya, kebenaran ada di pihak amang Husin.Dan harapan besar satu lagi, adalah bahwa pelaku hukum di negara tetangga tidak sebobrok di negeri sendiri.
Semoga…

macam betul aja malaysia itu… Semoga keadilan ditegakkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: