batak itu keren

Telkomsel “Mencuri” Uang Konsumen Rp 2,2 Triliun

Posted on: 24 Juni, 2008

KARTEL  akan terlihat gamblang sebagai tindak kriminal di bidang usaha, jika di sebut dengan istilah sehari-hari : persekongkolan. Kejahatan itulah yang dilakukan oleh enam operator seluler, sehingga merugikan konsumen Rp 2.87 triliun lebih. Keenam operator itu divonis bersalah dan dijatuhi hukuman denda oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), baru-baru ini.

Inilah keenam operator itu dan denda masing-masing :

  • PT.Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Rp.25 miliar
  • PT.Exelcomindo Pratama Tbk (XL), Rp.25.miliar
  • PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Rp.18 miliar
  • PT.Mobile 8 Telecom Tbk, Rp.5 miliar
  • PT.Bakrie Telecom , Rp.4 miliar
  • PT. Smart Telekom, tidak didenda karena merupakan new comer.

Menurut KPPU, keenam operator itu telah bersekongkol mematok tarif minimum SMS, sehingga konsumen kehilangan kesempatan menikmati harga SMS yang lebih rendah. Seandainya mereka tidak bersekongkol, akan terjadi persaingan yang wajar, dan tarif bakal turun menjadi sekitar Rp.75 per SMS.

Penetapan harga bersama adalah perilaku kartel. Itu kejahatan di bidang usaha karena menghalangi terbentuknya harga yang wajar oleh mekanisme pasar. Keenam operator itu bersekongkol “merampok” konsumen; dengan cara meniadakan persaingan di antara mereka, sehingga konsumen tidak punya pilihan sama sekali.

KPPU menyelidiki kasus ini setelah mendapat laporan adanya dugaan pelanggaran Undang-Undang Antimonopoli. Kecurigaan muncul karena sejak 2001 tarif tidak berubah dari kisaran Rp 250-350 per SMS. Padahal menurut perhitungan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, seharusnya harga bisa turun menjadi Rp 75 per SMS.

“Secara formal maupun materiil, perjanjian harga telah dibentuk oleh mereka,”ujar Dedie S.Martadisastra, Ketua Majelis KPPU kepada Koran Tempo. Tim pemeriksa KPPU menemukan adanya perjanjian tertulis soal harga SMS antaroperator (offnet), dalam perjanjian kerjasama interkoneksi.

Telkomsel “mencuri” uang konsumen Rp 2, 2 triliun

PERJANJIAN tersebut didiktekan oleh dua pemain besar, Telkomsel dan XL, dan berlaku selama periode 2004-2007. Namun kedua perusahaan ini berkelit, tidak berniat membentuk kartel. Mereka berdalih, perjanjian dilakukan demi mencegah spamming oleh para operator baru. Tapi menurut KPPU, kekuatiran itu tidak boleh jadi alasan membuat perjanjian yang mencantumkan klausul penetapan harga.

Menurut perhitungan KPPU, berkat terjadinya praktek kartel, keenam operator itu berhasil “merampok” uang konsumen Rp2.827,7 miliar (dua triliun–delapan ratus dua puluh tujuh miliar–tujuh ratus juta, rupiah). Telkomsel meraup keuntungan lebih besar dari persekongkolan itu, yakni Rp 2.193,1 miliar. XL di urutan kedua, kebagian Rp.346 miliar.

Kalau dibandingkan uang konsumen yang “dirampok” Telkomsel dengan denda yang dijatuhkan oleh KPPU, sangat tidak seimbang. Mungkin akan lebih adil kalau Telkomsel dipaksa memberikan pelayanan gratis selama periode tertentu, sampai uang masyarakat yang telah dirampoknya bisa dianggap impas. Setuju nggak ?

==================================================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

12 Tanggapan to "Telkomsel “Mencuri” Uang Konsumen Rp 2,2 Triliun"

beneran itu??

beneran, kita dirampok tapi nggak berasa. udah tradisi hehehe….

iya? untung aja kartu halo saya udah dibuang ke sungai musi..hahahaha
pake im3 aja, murah!
loh..kok promosi..

wakakaka..

telkomsel emang paling pelit.
bakarrr! bakarrr…

uhm,,, aku pake matrix duonk:)
gak ikut ngerampok kan?

piss aah

Mending pake axis aja murah

apa harus dengan cara seperti itu ya cari duit itu?

wah pantesan explore saya 250/sms
ternyata PT.Exelcomindo Pratama Tbk (XL) juga ikut……….. ikut. kayaknya pemerintah harus lebih cepat dan tegas masalah ini ……….. cepat . buru…… karena dimana-mana berkerja sama untuk memonopoli sesuatu itu namanya melanggar hukum………

Tetep sinyal kuat INDOSAT,,,he,,he,,eh,,,1312X

@ nana

wakaka. kau beruntung sudah mencampakkannya kawan. Kalau aku masih saja dirampok oleh mereka sampai sekarang

@ lidya hutagaol

nggak ikut dirampok kalee…hehehe….

@ amanjaelani

trims infonya. Akan aku jajal.

@ qnewt

mereka tidak bakal bisa menjawab pertanyaanmu. apalagi kalau diperjelas : kok tega sih ngasih makan anak isterimu dari hasil uang konsumen yang kamu curi ?

@ zkwn

Untunglah sudah ada KPPU dan mau pula bekerja sesuai fungsinya. Mudah-mudahan saja tidak mempan “dibeli” seperti para jaksa dan hakim agung yang tak malu-malu menjual diri itu.

@ Adi_Tiger

Tapi sering sulit nyambungnya bos. Aku juga pake Indosat punya, dan sering kesel.

hidupp indosat IM3!! SMS SUPER MURAAAH!!1

Tindak lanjutnya pegimane? Mereka bayar denda ke negara? Lah, duitnya ga balik juga ke konsumen dunk??

nggak adil! nggak adil!
nyuri segitu kok dendanya segicryut!
sekarang masih pake simpati sih, secara di daerah gini sinyal jadi pertimbangan, hape satunya yg metrix sering blank spot😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: