batak itu keren

PT Dairi Prima Pernah Mengultimatum Menteri Kehutanan

Posted on: 14 Juni, 2008

Ini berita lama, tapi masih tetap aktual. Kebetulan, batas waktu “ancaman” PT Dairi Prima Mineral kepada Departemen Kehutanan, tepat “jatuh tempo” bulan Juni ini. Induk perusahaan itu sendiri, Herald Resources Ltd, dalam situsnya yakin sekali bahwa eksploitasi seng dan timah hitam di Dairi sudah dapat dimulai Juni ini.

Dairi Prima Mineral Mengancam Hengkang

SIDIKALANG, KOMPAS – Perusahaan pertambangan timah hitam dan seng yang beroperasi di Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara PT Dairi Prima Mineral, mengancam hengkang, jika izin pinjam pakai hutan lindung register 66 Batu Ardan belum diberikan Departemen Kehutanan hingga pertengahan tahun 2008.

Departemen Kehutanan belum memberikan izin pinjam pakai karena Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan mengamanatkan pengaturan izin pinjam pakai hutan lindung oleh tambang tertutup masih harus diatur Peraturan Pemerintah.

Hingga saat ini Peraturan Pemerintah (PP) yang dimaksud belum diterbitkan. Menurut Community Development and Relations Manager PT Dairi Prima Mineral (DPM) Parlindungan Sibarani, perusahaannya tinggal menunggu izin pinjam pakai kawasan hutan lindung register 66 Batu Ardan seluas 37 hektar untuk memulai tahap eksploitasi.

“Kami tak mungkin menunda-nunda terus rencana eksploitasi ini. Perusahaan sedikitnya telah mengeluarkan investasi hingga 11 juta dolar AS (Amerika Serikat ), dari total investasi kami 160 juta dolar AS. Semakin lama kami enggak mendapat kepastian, semakin besar biaya yang harus kami keluarkan. Kalau kami tak juga mendapat kepastian, perusahaan ini bisa hengkang dari sini,” ujar Parlindungan di Sidikalang, Rabu (31/10).

Menurut Parlindungan, perusahaannya ingin mendapat kepastian dari Pemerintah Republik Indonesia untuk bisa beroperasi di areal hutan lindung. “Namun kami percaya, pemerintah tengah memproses izin pinjam pakai ini, karena Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral pun telah mengeluarkan izin konstruksi wilayah kontrak karya Dairi Prima Mineral di prospek Anjing Hitam,” katanya. (BIL)

http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0710/31/194957.htm

==================================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

15 Tanggapan to "PT Dairi Prima Pernah Mengultimatum Menteri Kehutanan"

Wah, repot juga ya kalau ijinnya nggak turun-turun.

Inilah barangkali yang berada dibelakang lahirnya Peraturan Pemerintah No. 2/2008 yang aneh itu. Menteri Kehutanan melegalkan pembalakan hutan melalui PP itu.

Dengan PP itu maka secara resmi, hutan lindung boleh dibongkar dan dieksploitasi untuk penambangan.

Secara tidak langsung Menteri Kehutanan sudah melecehkan keinginan atasannya yang katanya mau membasmi pembalakan hutan dan illegal logging.

Inilah Indonesia..

Monggo Mas, silahkan hengkang. Kami gak perlu kok, sekali lagi jangan sungkan-sungkan untuk hengkang.

Bye-bye,sayonara…

Masalah tambang diareal hutan lindung memang sering jadi dilematis. Disatu sisi kita ingin mempertahankan eko sistem yang baik disisi lain kita butuh investor untuk menciptakan lapangan kerja yang saat ini semakin sempit ditengah pertumbuhan tenaga kerja yang meningkat dan mendesaknya peningkatan sumber pendapatan negara/ daerah untuk memacu pembangunan. Tentu saja dibutuhkan study yang komprehensif mengenai dampak lingkungan bila harus diputuskan eksploitasi harus dilakukan. Kita tidak boleh emosionil tetapi harus rasionil karena ada dua kutub kepentingan yang tarik menarik. Sebenarnya banyak alternatip kebijakan yang dapat diputuskan dengan meminimalkan dampak kerugian pada kedua kutub, tetapi sering konsep dasar yang digariskan dilanggar ketika tahapan implementasi sehingga merugikan salah satu kepentingan. Mentalitas bangsa kitalah sebenarnya yang merusak karena lemahnya komitment dan konsistensi bukan pada kebijakan dasarnya yang umumnya sudah menggariskan batasan-batasan yang mempertimbangkan toleransi kerusakan lingkungan dalam ambang batas yang dapat dipulihkan. Keputusan tentu harus diambil pada benefit terbesar dengan meminimasi dampak kerugian pada kepentingan lainnya.

pakai ngancam segala…iya silahkan saja pergi…sudah mau merusak pakai ngancam lagi…perusahaan macam apa kau ini.

Huh…., semua bisa diatur dengan uang “HEPENG DO NA MANGATUR NEGARA ON.

Horas/Mejuah-Juah,,,

Perkenalkan saya Robinson Simbolon, lahir, besar dan dewasa di Dairi, Sidikalang, tepatnya di Desa Bintang Permasen Sidikalang.

Saya salah seorang pemerhati berat untuk masalah tambang di Kabupaten Dairi yang kita cintai ini. Setidaknya 2x seminggu, mengikuti perkembangan saham “Herald Resources” melalui internet di Bursa Saham Australia. Juga secara moral sudah support Mr.Michael Wright melalui email dan juga SMS, walaupun beliau tidak saya kenal sama sekali (hanya melalui email). Dan yang terakhir, atas nama pribadi sebagai salah seorang anak Dairi sudah menyurati Bapak Menteri Kehutanan.
Itulah level usaha pribadi saya, yang benar2 disadari 80% kurang berhasil, but at least I did something for my own home town, untuk saudara/saudari saya yang tinggal di Dairi.

Point of View saya sebagai berikut :

1) Kita menyadari, memang dengan hadirnya suatu industri di daerah, baik itu industri tambang, elektronik, makanan dan bahkan industri pertanian, pasti akan punya aspek dan menimbulkan dampak/impact.
Itu adalah hal yang pasti, sebagai hukum alam dan hukum process input maupun out put.
Yang berbeda hanya dampak yang akan ditimbulkan.

2) Kita juga menyadari, akhir2 ini issue environmental lagi-lagi nge-trend disuarakan di selruh portibion. Green House, RoHS, ISO, Es meleleh di Kutub, permukaan laut semakin naik dan badan2 lain. Material Pb (Timah Hitam) memang merupakan salah satu daftar Restricted of Hazardous Substances (RoHS) yang dilarang di negara Eropa.
Dan ini merupakan salah satu yang lebih besar dihasilkan oleh DPM (Herald Resources).

3) Kita juga menyadari, masyarakat sudah semakin maju, kritis, (kadang2 pamaju-majuhon he,.he,,.) dan process pengaduan ke Polisi mengenai pelanggaran hutan, juga semakin ditanggapi. Dalam hal ini, Menteri Kehutanan enggan memberikan ijin terutama masalah hutan lindung (bisa2 KPK mengusut he,,he,,he,,). Dan juga kondisi perpolitikan kita yang lagi cari2 selamat untuk tahun mendatang.
Dalam hal ini, Department Kehutana harus wanti2 dong, tdk mau disalahkan dan menurut saya mencoba mencari Hambing na Bottar ketika permasalahan muncul.

4) Kita juga menyadari level pengetahuan, kepentingan di huta kita, teruama di area yg menjadi tempat tambang, masih mudah dipengaruhi.
Saya mendengar, banyak kepentingan pribadi bermunculan disana, sehera membuat kesempatan. Kata2 ondope hea, molo so saonnari, addigan be he,he,,he,,. Angka dongan2 ta nadihuta, angka natua2ta, godang dipengaruhi halak namalo (katanya namalo), hapeng holan mambuat kesempatan. Sehingga ada perpecahan kepentingan, tidak menyatu.

Ada 4 points yang menjadi akar bikkas mababbar ni permasalahan-on.

Molo item 1) dohot 2), ilmu pengetahuan sudah semakin maju. Ada AMDAL, ada UKL & UPL, ada P2K3 (safety) yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan Impat, Hazards and Risk yang ditimbulkan oleh tambang diatas. Herald Resources sudah perusahaan yang cukup lama malanglang buana di pertambangan, dan mereka cukup i resources untuk hal environmental, Helat and Safety issues. Kalau msalah Safety concern, Indonesia masih jauh tertinggal dari Australia. Jadi saudar/i saya yang tiggal di dairi, terutama di daerah tambang, unang pola mabiar hita masalha Lingkungan, Kesehatan, dan Keselamatan. Untuk apa negara menghabiskan biaya mengirim ahli2 ke Luar negeri, kalau tidak bisa dipakai didaerah asal.
Ido karejo ni halak-i. Saonnari, kita punya hak untuk menuntuk mereka suapay ilmunya dipakai di huta kita.

Molo point yang ke-3, molo boi nian kita kompak, satu hati, satu pikiran, satu tujuan asa rap ria nain hita lao sepakat Dairi Prima beroperasi di lingkunganta.

Aha ma natadapot molo mardalan tambang-i :

1. Angka natua2-tua ta, donagn na mangangur di huta nungnga boi adong kegiatanna. Setidakna, holan martiga2 oma/namboru/nantukang di huta-i, nungnga godang halak namanuhor.
2. Sebagai perusahaan nabalga, perusahaan punya Corporate Social Responsibilty, rasa social ni perusahaan tu daerah, masyarakat sekitar. Boi paturehon gareja/mesjid tempat ta maragama, terutama membantu angka gedung sekolah, buku2, tu SD/SMP asa pistar-pistar angka dakdanak.
3. Pembanguna segala sektor akan terpacu oleh herald resources. Angka supir pe nungnga godang tarikanna, mengkel ma angka supir, mengkel ma angka parnijabu ala lancar setoran he,,he,,. Semangat ma nagka Parjamita, Sintua, Imam, Guru, sude semangat ala nungnga lancar ekonomi.

Jadi saran2 hu tusude hita, terutama tu angka generasi muda Dairi, mari kita sokong kehadiran Dairi Prima, mari kita wujudkan masyarakat dairi yang semakin makmur, beribadah dan punya harapan masa depan yang lebih baik.

Horas/Mejuah-Juah.

Robinson Simbolon
Batam.

Sebaiknya mereka hengkang.
Saya dengar informasi, Parlindungan Sibarani sudah tidak disana.
Sebaiknya mereka semua keluar dari sana, bila merusak alam.

Bagaimana tanah mertuaku di parongil kalo mereka hengkang ,mana sudah terobrak abrik dan konflik keluarga lagi karena ada yang pro dan kontra tuh.

saya sebagai putri dairi,,,,dengan sangat dan berharap agar perusahaan DPM segera hengkang dari daerah kami, dan kalo perlu hengkang sekalian dari negara kami. karena kami tidak mau bernegoisisasi secara merugi,,,jika DPM tetap mau, maka prosedur negoisiasinya harus diubah dengan syarat

1.keuntungan saham dibagi secara rata, yaitu 50:50%
2.diberikanya beasisawa kepada putra-putri daerah yang mencari ilmu di luar daerah..
3.memperbaiki fasilitas gedung sekolah,rumah ibadah,rimah sakit dll
4.memperkerjakan putra-putri daerah sesuai dengan bidang keahlianya

juah-juah

majulah dairi yang tercinta

Tutup saja DPM.
1. pemerintah hanya sedikit mendapat royalti ( lihat tambang di Indonesia ini , hanya kecil memberikan pajak kepada negara ).
2. DPM akan merusak tatanan adat dan sosial budaya masyarakat sekitar, contoh bagaimana dulu PT IIU melakukannya di Balige – Porsea. Bahkan truk logingnya pun sepeerti Raja jalanan dan penguasa Jalan.
3. DPM sudah pasti akan merusak lingkungan dan menimbulkan berbagai jenis penyakit ( Sungai akan surut persawahan akan terganggu dan ikan sungai akan mati, hutan semakin berobah karena debu dan kimia, pemansan udara akjan terjadi, dll ).
4. Danan CSR DPM hanya kamuplase agar pemerintah memberikan ijin.
5. Antara Kerusakan lingkungan dan dana CRS yag diberikan tidak ada kaitannya.
6. Arogansi staff DPM sangat hebat.

Rakyat harus bergerak, dan tutup DPM.
Maju trus pantang mundur.

Monang Ringo.

Horas, Mejuah-juah, Njuah-juah.

Salam buat semua saudara/i ku dari Dairi, saya kelahiran
Parongil, berarti tetangga dengan mertuanya ito Lies DP.

Mau komentar apa ya??

Saya sangat prihatin dengan keadaan kampung kelahiranku saat ini.

Kopi yang menjadi kebanggaan dulu sekarang sudah ga bisa diharapkan.

Durian yang menjadi kebanggaan Dairi itu sudah mulai malas berbuah.

Maka kehadiran DPM menjadi secercah harapan, yang dapat merubah kehidupan masyarakat disana.

Tetapi AMDAL harus dilaksanakan dengan benar, agar tidak menerima keuntungan sesaat tetapi menderita selamanya.

Saya menghargai saudara/i yang memberi komentar, baik pro dan kontra, tetapi sebagai orang yang beriman, mari kita berdoa, Kiranya Tuhan memberikan Hikmat kepada Pemerintah RI, sehingga apapun keputusan yang diambil, adalah yang terbaik buat masyarakat Dairi.

God Bless Us.

Saudara-saudaraku Ytk,

Kebetulan kami dipercaya sebagai HRD Superintendent di PT. DPM, dan kami ingin mengajak seluruh masyarakat Dairi menyatukan pendapat untuk mendukung keberadaan PT. DPM di Dairi.

Dukungan masyarakat sabgat dibuthkan perusahaan, dan pada akhirnya kita bisa melihat Dampak positive dikemudian hari kalau ijin PP itu keluar…

Terima kasih,

Karlof EP Sitompul

Dear Silaban ers,

Saya kira kalau DPM tidak memberikan kesejahteraan kepada masyarakat sekitar areal pertambangan maka sebaiknya ditutup saja. Saya dengar disana karyawan DPM tidak dibayar kelebihan jam kerjanya hampir selama 10 tahun lebih, dan banyak juga yang dibayar dibawah UMR. Bagaimana mau menambang dengan benar kalau karyawannya saja sudah dimanipulasi???, tidak dihiraukan?? Apalagi lingkungannya kelak???

jangan kayak perusahaan USA di Papua, yang hanya memberi Royalti 10% ke Pusat dan 1% ke Papua, itupun persentasi royaltinya dihitung dari nilai mentah, karena proses membuat menjadi barang stengah jadi dan barang jadinya dilakukaan di Luar indonesia! yang sbenarnya kita dapat memperoleh harga 10 kali Lipat selain itu aktifitas pertambangannya menyalahi kontrak (Tambang perak koq jadi tambang emas). padahal Dampak yang ditimbulkan besar. baik itu kepada lingkungan, sosial dan kesehatan (papua menjadi daerah penyebaran AIDS terbesar di indonesia, yang penularannya dibawa oleh orang2 Amrik yang terisolasi sehingga menularkannya ke orang pribumi yang ada disana)
saran terbaik adalah:
baik kepada PT DPM maupun masyarakat, mari kita berhitung lagi untung ruginya!
kehadiran PT DPM pasti ada untungnya, tapi pasti ada juga sisi yang merugikan masyarakat
Silahkan PT DPM memaparkan keuntungan kehadiran mereka:
– Besar Royalti
– Besar dana yang dialokasikan untuk pembangunan Dairi dan penaggulangan dampak kerusakan Lingkungan!
– berapa kerugian yang akan dialami masyarakat dari perubahan lingkungan, limbah, keadaan sosial yang terganggu, kesehatan, dll
apakah sudah cukup adil?
diharapkan semua pihak memberikan penilaian yang adil, memaparkan pro-kontranya berdasarkan fakta!
karena kehadiran DPM sebagai harapan sekaligus ancaman jika kita tidak cermat menyikapi, karena penyesalannya bukan jangka waktu singkat!
akan berbekas sangat lama!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: