batak itu keren

Piala Eropa, Eskapisme dari Situasi Bangsa yang Meriang

Posted on: 13 Juni, 2008

Tapi yang paling bagus adalah kalau bisa memanfaatkan Piala Eropa ini untuk pedekate dengan anak, terutama yang masih remaja. Yang penting Anda tidak minder karena kalah informasi dan wawasan dibanding anak Anda. Dan jangan pula terlalu ambisi untuk nampak ahli, misalnya memaksakan melihat sepakbola dari ilmu manajemen atau disiplin ilmu lain, karena buat si anak sepakbola tidak perlu reflektif. Ribet, tau.

Oleh : Robert Manurung**

ESKAPISME atau pelarian bersifat mental-spiritual seharusnya tidak selalu berkonotasi negatif. Dalam kadar yang terkendali, eskapisme bisa juga bermakna pengalihan untuk sementara waktu dari keadaan yang terlalu menekan, untuk kemudian nantinya dihadapi lagi. Contoh eskapisme yang ekstrim dan permanen adalah kepercayaan terhadap Ratu Adil di Jawa, yang membuat penganutnya menjadi fatalis atau nerimo.

Dalam beberapa minggu ini, bangsa kita sedang menderita demam tinggi atau meriang. Setiap kita menghidupkan televisi, membaca koran, mengunjungi blog, terlibat percakapan ringan di kantor atau di lingkungan rumah; rasanya kita seperti masuk ke arena gladiator. Atmosfirnya kental dengan getar konflik, pertarungan. Monoton betul dan tensinya terlalu tinggi.

Demo mahasiswa menentang kenaikan BBM. Serbuan polisi di kampus Unas. Aksi kekerasan oleh FPI terhadap AKKBB. Desakan pembubaran FPI. SKB Ahmadiyah. Desakan pembubaran Ahmadiyah. Keributan akibat keputusan pemerintah di Maluku Utara. Tuntutan korban lumpur Sidoarjo yang dicuekin oleh Lapindo. Penemuan blue energy yang berbuntut kontroversi…..

Terlepas dari kecenderungan kita masing-masing untuk memihak atau anti terhadap salah satu kubu yang “bertarung’, jika kita mau jujur mengakui, atmosfir di sekitar kita memang sudah terlalu menegangkan. Membuat kita menderita lelah mental, sebal, dan suntuk.

Situasi mental psikologis semacam itu, karena berlangsung terlalu lama, biasanya akan mengendap dan tanpa sadar menjelma jadi depresi tak kentara. Kita menjadi terlalu sensitif, gampang marah, dan merasa serba tidak puas dengan keadaan. Hal ini tidak baik buat kesehatan jiwa kita.

Untunglah ada Piala Eropa. Perebutan bola oleh 22 pria dewasa ini lumayanlah sebagai pelarian sementara, dan cukup menghibur pula.

Anda pun mungkin sudah melihat indikasi “eskapisme” itu pada beberapa kawan blogger, yang mendadak getol menulis tentang kejadian-kejadian di Piala Eropa. Bahkan sejumlah blogger cewek juga “mendadak bola” alias terserang demam Piala Eropa.

“Eskapisme” ini bisa dimaklumi, dan lagi pula tidak melanggar keyakinan siapa pun. Kendati menyimpang, tapi dijamin tidak akan dihujat sebagai aliran sesat. Dan percayalah, nggak mungkin ada blog didesak untuk dibubarkan, hanya karena menyimpang dari tema yang biasa, lalu “mendadak bola”.

Ayolah, jangan malu-malu. Biarpun buta mengenai bola, sepanjang Anda mengerti apa itu gol, Anda pun berhak ikut bersorak. Dan sekalipun Anda tidak punya tim favorit tertentu, dijamin Anda tetap bisa menikmati pertandingan. Silakan ganti-ganti tim yang Anda dukung, misalnya di babak pertama mendukung Jerman, kemudian di babak kedua mendukung Kroasia. Tak masalah, dan tidak ada yang boleh keberatan.

Cara Anda menonton pun terserahlah. Mau duduk manis, selonjor atau rebahan, silakan saja. Kalau mau sedikit gaya, dan menikmati atmosfir kebersamaan yang unik, Anda bisa pergi ke acara nonbar atau nonton bareng yang banyak diadakan di berbagai café. Biar lebih klop, pakailah kaos salah satu tim peserta, dan buat yang cewek keren juga tuh pakai scarf bergambar wajah Cristiano Ronaldo atau bendera Italia.

Tapi yang paling bagus adalah kalau kita bisa memanfaatkan Piala Eropa ini untuk pedekate dengan anak, terutama yang masih remaja. Yang penting Anda tidak minder karena kalah informasi dan wawasan dibanding anak Anda. Dan jangan pula terlalu ambisi untuk nampak ahli, misalnya memaksakan melihat sepakbola dari ilmu manajemen atau disiplin ilmu lain, karena buat si anak sepakbola tidak perlu reflektif.

Bisa juga “bulan Piala Eropa” ini kita manfaatkan untuk mempererat pergaulan dengan lingkungan tempat kita tinggal. Kalau Anda jeli memperhatikan, hampir di semua pos hasnsip, pos ronda atau pos satpam selalu ada keramaian nonbar. Tidak perlu mendaftar atau membayar, langsung nimbrung saja, senyum ke orang terdekat Anda dan kemudian melotot ke arah TV. Ikut berkomentar juga boleh.

Pokoknya, suka-sukamulah. Cuma dua hal yang tidak boleh Anda lakukan, yaitu menghalangi pandangan orang lain ke layar kaca atau mematikan TV…itu bisa memicu perang saudara hehehe….

Nah, selamat bereskapisme…eh maksudku selamat nonton Piala Eropa. Nikmatilah sepuas-puasnya sampai 30 Juni nanti, sebelum kita terpaksa menghadapi lagi konsekuensi sebagai warga negara Indonesia : bubarkan…bubarkan…Gooooool!

================================================================

**Robert Manurung adalah pemilik blog AyomerdekA

===============================================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,500 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: