batak itu keren

Perusahaan Australia Incar Hutan Lindung di Dairi

Posted on: 13 Juni, 2008

PENOLAKAN warga Dairi, Sumatera Utara, atas kehadiran perusahaan tambang dari Australia di daerah itu, ternyata ada dasarnya. Lokasi bakal penambangan seng dan timah hitam itu, adalah kawasan hutan lindung; habitat harimau Sumatera dan 20 jenis tanaman langka. Konfirmasi ini diperoleh dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara.

Kawasan hutan lindung Register 66 Batu Ardan itu terletak di Desa Sopokokomil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Menurut penelitian dan pengujian yang telah dilakukan Herald Resources Ltd dari Australia , perut bumi di kawasan ini mengandung seng dan timah hitam berkualitas tinggi. Potensi tersebut akan digarap oleh perusahaan Australia itu, berpatungan dengan PT Aneka Tambang. Mereka tampil dengan bendera PT Dairi Prima Mineral.

Menurut Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Utara, Job Rahmad Purba, akibat eksplorasi hutan oleh perusahaan pertambangan, jumlah harimau Sumatera di hutan Batu Ardan, khususnya di Register 66, tinggal 15 ekor. “Bahkan habitat asli harimau Sumatera kini bergeser ke arah Aceh Selatan,”katanya kepada Koran Tempo, kemarin.

Job Purba mengaku sudah melaporkan kasus itu kepada Menteri Kehutanan MS Kaban. Dalam suratnya Walhi meminta pemerintah tidak menerbitkan izin pakai kawasan hutan Batu Ardan. “Hingga kini belum ada jawaban,”katanya.

Walhi juga mendesak PT Dairi Prima Mineral tidak memaksakan mendirikan industri tambang di hutan lindung kawasan Dairi. Sebab, selain mengusik habitat harimau Sumatera, juga akan memusnahkan 20 jenis tanaman langka di hutan itu.

Menanggapi hal itu, Manajer Pertambangan PT Dairi Prima, Tarmizie Ibrahim mengatakan, pihaknya sudah melakukan analisis dampak lingkungan pada 2005-2006. “Termasuk dampak terhadap habitat satwa dan tanaman langka si hutan Batu Ardan Register 66 itu,”katanya.

Saat ini, kata Tarmizie, PT Dairi Prima melakukan kegiatan eksplorasi di batas hutan lindung Batu Ardan. Pihaknya sedang mengajukan izin hak pakai kawasan hutan di Batu Ardan kepada Menteri Kehutanan. “ Jika Menteri merestui penggunaan hutan itu, eksplorasi diteruskan bulan depan,”kata Tarmizie. Sementara itu pihak Herald Resources Ltd dalam pernyataan persnya dari Australia, kemarin, eksplorasi di Dairi bisa dilaksanakan bulan ini.

Herald Resources yang tercatat di bursa Australian Securities Exchange sejak 1948, adalah pemegang saham mayoritas PT Dairi Prima Mineral, sebesar 80 %. Adapun PT Aneka Tambang, wakil pemerintah Indonsia, memiliki saham 20 %. Produksi seng dan timah hitam PT Dairi mencapai 6,5 juta ton per tahun.

Senin kemarin, eksplorasi perusahaan itu di Dairi didemo oleh masyarakat setempat. Sementara itu anggota DPRD Sumatera Utara Belly Simanjuntak menegaskan, PT Dairi Prima belum bisa beroperasi di hutan lindung itu sebelum ada izin Menteri Kehutanan.

===============================================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: