batak itu keren

Blog Gratisan Ternyata Lebih Friendly User

Posted on: 10 Juni, 2008

NAH, mumpung masih tahap “pembangunan”, tolonglah kawan-kawan beri masukan. Aku merencanakan blog yang baru akan berisi kumpulan folklor atau legenda dari berbagai marga dan daerah di Tano Batak. Bahan-bahannya akan aku kumpulkan dengan sabar, lalu ditulis ulang dengan standar penulisan yang baik. Dengan demikian blog yang baru, akan menjadi semacam “proyek pribadi”, untuk mendokumentasikan folklor Batak.

SUDAH hampir dua bulan domain itu aku biarkan menganggur. Pasalnya, ketika aku memberitahu pren-pren di blog ini mengenai rencana “pindah rumah”, ternyata hampir semuanya keberatan. Ada juga alasan lain, kenapa situs itu belum aku kelola, yaitu keinginan mempersiapkan dengan tenang; supaya mantap betul pada saat diluncurkan.

Aku sendiri juga makin menikmati interaksi yang tumbuh–dan kian meluas, dengan pengunjung blog ini. Kehadiran pengunjung baru, terutama kawan-kawan dari luar teritori Toba, membuatku makin bersemangat. Kupikir, biarpun ini hanya ilusi atau mimpi, tapi aku merasa bahagia sekadar membayangkan reuni Bangso Batak di era globalisasi ini.

Disamping itu, cukup banyak juga pengunjung setia blog ini dari luar etnis Batak. Ini salah satu yang aku pertimbangkan, sehingga terus menunda-nunda keinginan “pindah rumah”. Rasanya tidak sopan mengajak pindah ke beranda rumah yang lain, saat mereka baru mulai betah di sini.

Dalam keadaan bimbang seperti itu, aku kembali mempertimbangkan opsi-opsi yang ada, termasuk yang diusulkan para pengunjung blog ini. Opsi pertama, tetap menghidupkan blog ini, sambil mengelola blog yang baru. Opsi kedua, membiarkan blog ini tetap eksis namun tanpa postingan baru, kemudian mengalihkan fokus ke blog yang baru. Opsi ketiga, memindahkan arsip blog ini ke blog yang baru, kemudian blog ini dibunuh alias di-delete.

Sampai detik ini, aku belum mengambil keputusan. Sementara itu, domain yang nganggur sudah mulai aku otak-atik. Tentu saja, pengalamanku mengelola blog ini sangat mempengaruhi “konsep” yang ingin kuterapkan di blog yang baru. Intinya : peningkatan mutu dalam berbagai aspek.

* * *

NAH, mumpung masih tahap “pembangunan”, tolonglah kawan-kawan beri masukan. Aku merencanakan blog yang baru akan berisi kumpulan folklor atau legenda dari berbagai marga dan daerah di Tano Batak. Bahan-bahannya akan aku kumpulkan dengan sabar, lalu ditulis ulang dengan standar penulisan yang baik. Dengan demikian blog yang baru, akan menjadi semacam “proyek pribadi”, untuk mendokumentasikan folklor Batak.

Selain itu, blog yang baru akan lebih banyak menampilkan naskah-naskah hasil penelitian antropologi, karya antropolog dalam negeri dan manca negara. Juga tinjauan sastra, terutama karya halak hita, serta tema dan setting mengenai Bangso Batak dan Tano Batak. Akan lebih bagus lagi, kalau sekalian juga menampilkan karya-karya baru.

Tentu saja, tidak semua keinginan itu akan bisa kuwujudkan, dan mustahil aku mampu mengerjakannya sendiri. Aku sangat memerlukan bantuan kawan-kawan, misalnya ikut menulis di blog itu secara prodeo, atau memberikan informasi dan panduan mengenai keberadaan bahan-bahan yang cocok dengan rencana tadi.

Mengenai gagasan-gagasan segar yang telah kita kembangkan di blog ini, misalnya new paradigm yang kita sebut Batak Keren, pasti akan kucangkokkan ke blog yang baru. Berita-berita terpilih dari Tano Batak dan yang terkait dengan Bangso Batak, tetap akan mendapat porsi penting di sana.

Dan mudah-mudahan dapat terlaksana, aku berangan-angan untuk meliput sendiri suka-duka kehidupan orang Batak di Jakarta, serta mewawancarai figur-figur Batak atau non-Batak yang bisa menjadi sumber inspirasi.

* * *

SAAT INI, aku sedang mencari template, widget, dan pludgins yang cocok untuk blog baru itu. Sambil menimbang-nimbang aneka pilihan yang ada, aku sudah luncurkan dua artikel “percobaan”. Satu artikel perkenalan blog itu, dan satunya lagi features mengenai konflik baru di dalam keluarga TD Pardede. Rasanya sih belum cukup bagus, tapi kuanggap sudah menggambarkan seperti apa nantinya content blog itu.

Dan berhubung aku termasuk “butu huruf” mengenai IT, “proyek pembangunan” blog itu cukup bikin sengsara juga. Bisa dibilang, mengelola blog gratisan dari WordPress ini lebih friendly user dibanding blog berbayar, yang sebenarnya juga relatif murah itu. Blog gratisan ini benar-benar memanjakan pengelolanya, meski memang, kepemilikannya potensial jadi masalah jika kelak kebijakan WordPress berubah. Sebaliknya blog berbayar menjadi milik sendiri, tapi pengelolaannya bikin mumet, karena lebih rumit.

Tapi apa boleh buat, itulah harga yang harus dibayar—kesengsaraan mempelajari seluk-beluk pengelolaan blog berbayar; demi melangkah ke tahapan baru yang lebih serius, dan merdeka.

Mauliate. Horas ma di hita saluhutnua.

Raja Huta

===================================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

4 Tanggapan to "Blog Gratisan Ternyata Lebih Friendly User"

Kalau aku sih setuju2 aja kalau lae memang mau “pindah rumah”, yang paling penting menurutku adalah memepertahankan image di rumah yang baru itu, sehingga suasana rumah baru nanti akan senyaman bahkan bisa lebih nyaman dari blog ini. Blog ini aku kenal sebagai blog yang berisi tulisan2 yang sangat bermutu mengani segala aspek tentang bangsa batak yang didukung dengan gaya penulisan lae yang tidak membosankan dan visi blog ini juga sudah keren benget yaitu untuk mempersatukan(reuni) bangsa Batak.. pertahankan lae!

Kalau mengenai teknis pindahannya, menurut aku “step by step” saja, mulai dari membuka lahan baru dan blog ini dipertahankan saja dulu sampai semua tamu lae sudah kenal rumah baru lae, sampai tamu nyaman di rumah baru dengan hidangan postingan-postingan yang baru. Setelah arsip di blog sudah dipindahkan ke blog yang baru, terserah lae blog ini mau diapakan, tapi saran aku sih blog ini biarkan saja lae buat kenang-kenangan lae jangan dihapus.

Semoga content di blog lae yang baru nantinya tambah keren. Aku harapkan informasi yang nantinya akan lae berikan di blog lae yang baru berisikan segala informasi yang bermutu dari segala aspek baik budaya, antropologi, dsb yang akan mempererat tali persaudaraan kita semua sebagai bangsa Batak .

Horas lae!

wah mantaps..
terus berkreasi..

untuk Blog yang nebeng atau masih pake WordPress or Blogger dan laen2 enggak jadi masalah lah mas cuman bedax klo pake domain sendirikan lebih memiliar aja mas😀

Yang penting masih bisa berdiskusi dan bersiraturahmi apa salhnya sih mas

Blogger tidak mengenal perbedaan mas

@ Ucok Lubis

Mauliate Lae. Aku merasa cocok dengan saran lae, yaitu pindah step by step. Kurasa itu memang lebih baik.

Megenai visi itu jangan kuatir Lae, pasti akan kupertahankan, karena memang itulah alasan utamaku ngeblog. Dengan adanya dukungan seperti yang Lae berikan, aku tambah yakin, bahwa sebenarnya banyak orang Batak yang merindukan reuni itu, tapi masih diam, malu-malu atau ragu-ragu.

Sekali lagi, mauliate Lae Lubis, salam buat kawan-kawan dan keluarga. Horas.

@ hanggadamai

Terima kasih Mas Hangga. Sejak pertma kali menemukan blog Hanggadamai, aku langsung suka, terutama karena makna nama itu; dan memang cara Anda berkomunikasi di blogsphere sangat menyejukkan. salut.

@ Gelandangan

Setuju pren, perbedaan status tidak harus menimbulkan perbedaan dalam kualitas komunikasinya. Salam damai buat kawan-kawan di Sulawesi.

Horas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: