batak itu keren

Orang Batak Rentan Terserang Kanker Hidung

Posted on: 30 Mei, 2008

“Jika ikan asin yang ada nitrosaminnya dikonsumsi anak di bawah umur 10, tahun yang kekebalan tubuhnya masih lemah, akan memicu virus yang ada dalam tubuhnya menjadi ganas,”kata dr Delfitri sambil memperjelas,”Masa inkubasi virus ini memakan waktu 20 tahun, makanya banyak penderita KNF baru diketahui setelah berumur 40-an.”

Oleh : Raja Huta

DIMANAKAH letak keadilan, kalau sampai bibit penyakit pun ikut-ikutan berperilaku rasis dan diskriminatif ?

Bagi yang merasa dirinya orang Batak, sebaiknya jangan teruskan membaca artikel ini. Dijamin Anda bakal jengkel, terutama yang tidak bisa hidup tanpa ikan asin. Tapi kalau Anda nekad juga, terserah, silakan baca terus. Namun jangan lupa, segeralah periksakan diri ke dokter THT.

Fakta Nomor 1 :

Secara genetis, orang Batak punya keunikan atau kelebihan dibanding etnis lain. Orang Batak memiliki gen HLADRB 108, yang tidak dipunyai oleh orang Jawa, Melayu, Minang dan suku-suku lain. Hanya orang-orang di Cina Selatan yang punya kesamaan dengan orang Batak dalam perkara genetis ini.

Dan lantaran memiliki gen yang namanya sulit diucapkan itu, orang Batak sangat disukai oleh Karsinoma Nasofaring. Nama yang terdengar eksotis dan biasa disingkat KNF ini adalah, ternyata, “nama panggung” si kanker hidung.

Fakta Nomor 2 :

Mayoritas orang Batak sangat suka makan ikan asin. Terutama yang tinggal di Bonapasogit, semboyannya adalah : tiada hari tanpa ikan asin.

Tolong jangan anggap remeh. Ikan asin sudah berjasa besar mengentaskan jutaan orang Batak dari kemiskinan; mencetak sejumlah jenderal, menteri, pejabat tinggi, pengusaha besar, dan menghasilkan sejuta sarjana.

Jika mengikuti acuan budaya pop, ikon masyarakat Batak moderen adalah gulamo atau gambas (ikan asin); terutama jenis kapala batu atau hase-hase.

Namun di balik jasa besarnya itu, ternyata ikan asin merupakan faktor kedua yang membuat orang Batak rentan terhadap kanker hidung. Ini bukan teoriku, tapi pernyataan dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan (THT) : Delfitri Munir.

Karena itulah kanker hidung “menyukai” orang Batak :

“Di samping faktor genetis tadi, etnis Batak bisa rentan KNF juga karena kebiasaan makan ikan asin,” kata dr Delfitri Munir Sp.THT dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sumut dalam sosialisasi upaya deteksi dini KNF di Hotel Danau Toba Medan, Jumat (25/4).

Menurut dr Delfitri, pemicu timbulnya KNF adalah zat kimia Nitrosamin yang ada pada ikan asin. Berdasarkan penelitian, kemungkinan adanya nitrosamin pada ikan asin karena dalam proses pengeringan dijemur di bawah terik matahari.

“Diduga, sinar ultraviolet dari matahari yang membentuk nitrosamin pada ikan asin,”tutur dr Delfitri.

“Jika ikan asin yang ada nitrosaminnya dikonsumsi anak di bawah umur 10, tahun yang kekebalan tubuhnya masih lemah, akan memicu virus yang ada dalam tubuhnya menjadi ganas,”kata dr Delfitri sambil memperjelas,”Masa inkubasi virus ini memakan waktu 20 tahun, makanya banyak penderita KNF baru diketahui setelah berumur 40-an tahun.”

KNF tidak memiliki gejala yang khas. Sering kali gejala permulaan hanya berupa flu biasa yakni pilek, kemudian telinga berdenging, dan sakit kepala namun sulit disembuhkan. Kadang diselingi sesekali ingus bercampur darah.

“Jadi secara umum sangat sulit untuk mendeteksi penyakit ini. Alat deteksinya hanya ada pada dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) bernama naso endoskopi,” ungkapnya.

Oleh karena itulah sosialiasi sangat perlu digalakkan. Supaya masyarakat bisa mengetahui lebih awal penyakit yang mematikan ini, sehingga paramedis dengan mudah dapat melakukan pengobatan/penyembuhan. Dalam beberapa kasus yang dijumpai di rumah sakit di Sumatera Utara, pasien pengidap penyakit KNF selalu datang dalam kondisi stadium 3-4 yang sudah sulit sekali untuk disembuhkan.

Jika datang dalam stadium 3-4, biasanya peluang bertahan hidup sudah sangat tipis. Paling-paling akan bertahan hidup 2-3 tahun saja. Tapi, jika datang dalam kondisi stadium 1-2, angka harapan hidup bisa lebih panjang.

Hal itu terbukti, karena saat ini ada pasien KNF yang sudah 15 tahun masih bertahan hidup–sejak diberi radioterapi dan kemoterapi; dan masih melakukan aktivitas.

Oleh sebab itu masyarakat dianjurkan melakukan check up secara teratur 6 bulan sekali, sehingga jika terdeteksi bisa diobati secara dini.(Waspada Online)

Link :

http://www.waspada.co.id/Berita/Sumut/Orang-Batak-Rentan-Terserang-Kanker-Hidung.html

================================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

6 Tanggapan to "Orang Batak Rentan Terserang Kanker Hidung"

Hahaha,tutung torus gulamo i, baen tu ikkau rata i bang.Hajarrrrr

@ Bah…bah sotung hona Karsinoma Nasofaring ho Ito.

btw hebat do itongkon ba. Nunga dipabiar-biar unang dijaha, alai majuuu terus hehehe…hape godang do hurasa gabe sundat menjaha ala sogo rohana di pabiar-biar hehehe….

Oh tahe, ipo huingot, ndang adong biar ni Ito on, sedangkan di KRL….

bah…..tahe….ipe huboto….alai…godang do jasa ikkan asin di halak batak……..ai molo ndang adong ikkan asin………….ahama hita allang akkut ni iddahan ni???eeee…???

holan alani gulamo doooooooooooo……

eee…tahe…boha do akka oppung ta najolo?? ..happily everafter do dohot gulamona, sehat2&panjang umur do..

apakah ada hubungannya kanker hidung dengan sinusitis??????????????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: