batak itu keren

Selamat Jalan Bang Ali Sadikin (1)

Posted on: 28 Mei, 2008

Bang Ali juga mendorong sejumlah pengacara muda di bawah pimpinan Adnan Buyung Nasution untuk membentuk lembaga bantuan hukum guna membantu masyarakat miskin, yaitu YLBHI. Lembaga yang populer dengan nama LBH itu, dia bantu pembentukan dan pendanaannya. Tapi kemudian, LBH pula yang berkali-kali menggugat kebijakan Bang Ali, terutama dalam kasus penggusuran. Namun Bang Ali menikmatinya sebagai part of the game.

Oleh : Robert Manurung

SEANDAINYA Bung Karno dan Bung Hatta memiliki kualitas kepemimpinan seperti Ali Sadikin, bukan tidak mungkin dwi tunggal Soekarno-Hatta akan berhasil menjadikan Indonesia negara paling maju di Asia, setelah Jepang. Sayangnya, kedua proklamator itu sama-sama ahli teori, tapi lemah dalam mengorganisir kepemimpinan yang praktis.

Bang Ali, sapaan akrab Ali Sadikin, adalah sosok pemimpin visioner yang bicara lewat program aksi. Pemimpin di masa sukar, pionir yang teguh pendirian dan berani melawan arus demi kepentingan masyarakat. Pendek kata, Bang Ali adalah seorang revolusioner tanpa pekik revolusi.

Mari kita lihat satu per satu karya-karya Bang Ali yang sungguh revolusioner pada zamannya, dan tetap aktual hingga sekarang. Perlu diingat, ketika dia mulai menjalankan tugas sebagai gubernur Daerah Chusus Ibukota Jakarta, tahun 1966, kota ini masih merupakan kampung besar yang amburadul.

Para wartawan dan diplomat barat waktu itu menjuluki Jakarta sebagai “WC terpanjang” di dunia; lantaran sepanjang kali Ciliwung berderet-deret kakus milik penduduk.

BISA kita bayangkan, alangkah beratnya menjadi gubernur ibukota pada saat itu. Negara sedang mengalami kebangkrutan, dan masyarakat terpecah-belah sebagai ekses peristiwa pembunuhan para jenderal, disusul dengan pembasmian PKI. Bang Ali sendiri adalah perwira Angkatan Laut yang pernah menjabat sebagai menteri maritim. Artinya dia tidak berpengalaman di sektor pemerintahan yang langsung melayani rakyat..

* * *

HARI-HARI pertama Bang Ali menjalankan tugas sebagai gubernur Jakarta, dia segera berhadapan dengan fakta yang menciutkan hati : kas kosong ! Lalu bagaimana ? Mengharapkan dana dari pemerintah pusat tidaklah mungkin, apalagi meminjam dari luar negeri : mustahil. Bang Ali terpaksa mencari peluang di wilayahnya sendiri, dan apa boleh buat, dia pun memberi konsesi bagi sejumlah cukong keturunan Cina untuk membuka usaha perjudian.

Para ulama memprotes keras, tapi Bang Ali jalan terus–setelah gagal membujuk mereka untuk mau mengerti keadaan. Dia bilang kepada para ulama waktu itu, lebih baik bagi seorang pemimpin melanggar ajaran agama daripada membiarkan rakyat susah. Tak sedikit ulama yang menyumpahi sang gubernur bakal masuk neraka, tapi Bang Ali menjawab, tak apa-apalah saya masuk neraka, asalkan bisa menolong rakyat kecil.

Masih ada dua lagi proyek Bang Ali yang dinilai sangat kontroversial dan menyulut kemarahan para ulama dan masyarakat, yaitu penggusuran kuburan dan pembangunan lokalisasi untuk WTS. Seperti biasa, dia selalu mendatangi para ulama dan berusaha menjelaskan mengapa kebijakan itu perlu. Namun, seperti sebelumnya pula, para ulama tetap menentang dan mencela kebijakannya yang sungguh pragmatis.

Kedua proyek kontroversial itu merupakan pionir di Indonesia, dan secara langsung berbenturan dengan moral dan etika agama yang dianut masyarakat. Penggusuran kuburan, misalnya, adalah sesuatu yang sangat tabu bagi masyarakat Indonesia waktu itu.

Tapi Bang Ali beralasan, kalau kuburan tidak digusur maka pembangunan tidak mungkin bisa dilakukan; karena pada masa itu kuburan terdapat di setiap perkampungan di Jakarta. Lebih “edan” lagi, selain menertibkan kuburan dengan membangun Taman Pemakaman Umum, Bang Ali juga menganjurkan makam bersusun—artinya satu liang makam digunakan secara tumpang tindih.

* * *

SALAH SATU karya Bang Ali yang paling fenomenal, dan mendapat pujian dari berbagai lembaga dunia, adalah proyek perbaikan kampung dengan nama Proyek MHT (Muhammad Husni Thamrin, nama pahlawan nasional dari Jakarta). Proyek yang dibiayai dari pajak judi ini mencakup pembangunan jalan internal di perkampungan, saluran air, MCK dan perbaikan rumah ibadah. Keberhasilan proyek ini membuat para ulama tidak lagi menghujatnya, meski tetap menentang perjudian.

Satu per satu dan setahap demi setahap Jakarta dibenahinya, sehingga secara perlahan menjelma menjadi kota moderen dan pusat perekonomian yang sangat dinamis. Dengan kombinasi kepemimpinan yang visioner, tegas dan mengabdi demi kepentingan umum, Bang Ali tidak hanya memikirkan pembangunan fisik, tapi sekaligus pula mendidik warga ibukota untuk belajar tata cara hidup moderen.

Mulai dari yang paling sederhana, yaitu menyediakan tempat sampah di ruang-ruang publik, sampai ke pendidikan demokrasi untuk menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Bang Ali adalah satu-satunya gubernur di era Orde Baru yang legowo ketika dituntut oleh warganya lewat jalur hukum.Dan dia hadir ketika persidangan digelar di pengadilan.

Bang Ali juga mendorong sejumlah pengacara muda di bawah pimpinan Adnan Buyung Nasution untuk membentuk lembaga bantuan hukum guna membantu masyarakat miskin, yaitu YLBHI. Lembaga yang populer dengan nama LBH itu, dia bantu pembentukan dan pendanaannya. Tapi kemudian, LBH pula yang berkali-kali menggugat kebijakan Bang Ali, terutama penggusuran. Namun Bang Ali menikmatinya sebagai part of the game.

Sekadar mengingatkan, LBH telah mencetak banyak sekali pengacara Batak yang sangat disegani di negara ini. Beberapa di antaranya : Todung Mulya Lubis, Luhut MP Pangaribuan, dan Trymedia Panjaitan yang kini jadi Ketua Komisi III DPR-RI. Pejuang kemanusiaan Munir, dan pendekar LSM lingkungan Johnson Panjaitan adalah hasil didikan LBH. (Bersambung)

====================================================================

Robert Manurung adalah anggota Komunitas TobaDream, dan pemilik blog AyomerdekA

====================================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 648,237 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: