batak itu keren

Sipirok-Tarutung Ditutup 10 Hari, Bantuan Sangat Minim

Posted on: 24 Mei, 2008

(SIPIROK, TAPSEL) – Roda perekonomian masyarakat tiga kabupaten di Sumatera Utara, yang daerahnya dilanda gempa bumi, kemarin, lumpuh total. Daerah-daerah yang paling menderita ialah Kec. Simangumban, Purbatua, Pahae Jae dan Kec.Pahae Julu, Kab.Tapanuli Utara; dan Kecamatan Sipirok sekitarnya di Tapanuli Selatan.

Berdasarkan pantauan wartawan Waspada, Rabu (21/5), kalangan masyarakat yang paling merasakan dampak hancurnya infrastruktur–yang memutuskan hubungan lalu lintas darat Sipirok-Tarutung; adalah pemilik rumah makan maupun pedagang antar kabupaten, serta pelaku bisnis lainnya yang mobilitasnya tinggi.

Di sepanjang jalur yang menghubungkan Kec. Sipirok, Tapsel dengan Kota Tarutung, Tapanuli Utara, puluhan rumah makan terlihat sepi. Salah seorang pemilik rumah makan di Pasar Pahae, K.Boru Sianturi mengatakan, penghasilannya menurun drastis pasca gempa yang memutuskan hubungan lalu lintas Sipirok-Tarutung.

Hal senada dingkapkan pemilik Rumah Makan Aek Botik, yang biasanya diramai disinggahi truk, bus dan taksi; terutama pada malam hari. Sejak gempa memporak-porandakan daerah itu, tidak ada lagi taksi dan truk yang singgah di sana.

Sementara itu harga kebutuhan pokok maupun kebutuhan lainnya mulai bergerak naik karena terhambatnya angkutan barang dari Padang Sidimpuan sekitarnya maupun dari Tarutung. Apalgi arus listrik PLN masih padam.

Kenaikan harga tersebut juga dipicu oleh melambungnya biaya angkut barang pada dua lokasi badan jalan yang amblas. Para pedagang harus mengeluarkan ongkos angkut tambahan sebesar Rp5.000 untuk tiap potong barang. Sedangkan barang-barang pengungsi dikenakan biaya ekstra Rp 2.000. per potong.

Roy Siregar, pemilik toko kelontong di Pasar Pahae mengungkapkan, roda perekonomian masyarakat pelaku bisnis kecil kini lumpuh total. Selain sepi dari pembeli, hasil bumi yang biasanya dipasarkan ke Sidimpuan tidak bisa diangkut; sehinga berimbas turunnya harga produk pertanian dan perkebunan masyarakat.

Kondisi yang sama juga dirasakan sejumlah pedadang di Pasar Sipirok, Tapanuli Selatan. Omset pedagang di pasar yang selalu disinggahi bus dan taksi setiap harinya itu, merosot drastis karena bus, taksi dan truk yang biasanya melintasi jalur Sipirok – Siborong-borong ; sekarang beralih menempuh jalur Sibolga dan Rantauprapat.

Ditutup 10 Hari

Sementara itu, Pengawas Dinas Jalan dan Jembatan Sumatera Utara Cabang Siborong-Borong, Alson Siregar yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, upaya perbaikan dengan menimbun badan jalan membutuhkan waktu sedikitnya satu minggu atau 10 hari. Oleh karena itu jalur ini terpaksa ditutup sampai 10 hari ke depan.

“Kondisi kerusakan jalan ini mirip dengan yang terjadi di Silangit beberapa waktu lalu. Dsn jika berpedoman ke situ, paling sedikit diperlukan satu minggu untuk sekadar bisa dilewati kendaraan. ” Yang jelas kita berupaya keras untuk memperbaiki jalan ini,” kata Alson.

Untuk mempercepat pemulihan jalur lalu lintas yang cukup vital bagi perekonomian masyarakat itu, pihak Dinas akan mendatangkan sejumlah alat berat dari Medan. Terutama difokuskan untuk membantu menimbun jalan-jalan yang amblas dari arah Tarutung.

Saat ini Dinas Jalan dan Jembatan Sumut baru menurunkan dua alat berat bersama dump truk yang selama ini disiagakan di Aek Latong. Alat yang diturunkan dari Aek Latong itu bekerja pada titik kerusakan pertama dari arah Sipirok yang panjangnya sekitar 40 meter.

Sedangkan titik kedua yang berjarak 400 meter dari titik pertama, masih menunggu alat berat dari Medan. Dan dalam keadaan tak berdaya itu, malah muncul masalah lain yang lebih berat; yaitu jalan sepanjang satu kilometer di daerah Sipetang, dalam dua hari ini terlihat semakin miring.

Badan jalan yang amblas di Simpang Desa Sibulan-Bulan, Sipetang juga semakin lebar, akibat masih terjadinya gempa susulan.

Daerap paling menderita

BP.Siahaan, Wakil Sekretaris Satlak Tapanuli Utara mengatakan, daerah paling parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,1 SR itu adalah Desa Simangumban Julu, Simangumban Jae, Sipetang Simajambu, Kec. Simangumban dan Desa Sibulan-Bulan, Kec. Purba Tua.

Hingga Rabu kemarin, di Kecamatan Simangumban tercatat rumah penduduk yang rusak total 25 buah, 45 rusak berat, dan 196 rusak ringan. Selain itu 8 bangunan sekolah rusak total dan 3 rusak berat. Sedangkan tempat ibadah, 2 masjid rusak berat, 1buah mengalami kerusakan rusak ringan; kemudian 5 bangunan gereja rusak, dengan perincian 1 rusak total, 2 rusak berat dan 2 rusak ringan.

Di Desa Sibulan-Bulan, Kecamatan Purbatua tercatat 50 rumah penduduk rusak parah. Kemudian 1 masjid, 1 gereja; tergolong rusak berat dan ringan. Namun yang paling memprihatinkan adalah hancurnya banguna gedung SMP Negeri dan SD Negeri Sibulan-bulan.

”Data ini sudah mencapai 90 persen,” katanya.

Minim Bantuan

Sementara itu masyarakat Kecamatan Simangumban dan Purbatua, Kab. Tapanuli Utara maupun masyarakat Sipirok dan sekitarnya di Tapanuli Selatan, sudah mulai mengeluhkan minimnya bantuan pemerintah buat mereka.

Hingga hari kedua, masyarakat sama sekali belum menerima bantuan beras maupun bantuan lainnya dari pemerintah. Paling-paling hanya berupa makanan yang disiapkan di posko-posko yang ditentukan Satlak.

Menanggapi hal itu BP Siahaan yang juga Kakan Kesbang Kab.Taput menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan 2 dapur umum, 3 tenda pleton, 10 tenda regu dan satu posko kesehatan. (Waspada Online)

Teks foto: KUMPULKAN SISA : Sahrin Butar-butar mencari dan mengumpul barang-barang yang masih bisa dipakai di bekas rumahnya yang hancur diseret longsor. Rabu (21/5).

Sumber berita & foto :

http://www.waspada.co.id/Berita/Sumut/Jalur-Sipirok-Tarutung-Ditutup-10-Hari.html

2 Tanggapan to "Sipirok-Tarutung Ditutup 10 Hari, Bantuan Sangat Minim"

Gejala alam memang tidak dapat dinyana dan disangka, namun tentunya kita manusia harus tetap bersyukur kepadaNya dan disertai usaha untuk tetap melakukan perbaikan akibat gejala alam tersebut. Oleh karenanya diperlukan perhatian dan kerjasama yang saling bahu membahu diantara sesama warga untuk memberikan bantuan bagi saudara kita yang tertimpa musibah. Pesan saya bahwa Tuhan tidak pernaha memberikan cobaan yang tidak dapat kita pikul, Amin. Salam kasih !

inilah potret negara kita, di jawa utk mmbngun fly over, jln tol, jmbatan, dll, sangat cepat sekali, tapi di luar jawa, slh stunya sumatra, jangankan mmbangun jalan baru, hanya utk mmperbaiki jalan yg sudah ada saja susahnya minta ampun, dimana bukti pemerataan pmbangunan itu, ini bukti kalo pmbangunan di negara kita masih diskriminatif….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: