batak itu keren

Lamban Perbaikan Jalan yang Rusak, Jalur Sibolga Padat

Posted on: 24 Mei, 2008

Jalur Sipirok-Tarutung : lokasi Dusun Sipetang,

Desa Simangumban jae, Kecamatan Simangumban, Tapanuli Utara

(SIPIROK) – Jalur lalu lintas Sipirok-Tarutung hingga hari ketiga pasca gempa, Kamis (22/5) sama sekali belum bisa dilalui kendaraan jenis apapun. Alat berat Bina Marga masih berusaha melakukan penimbunan jalan longsor di Dusun Sipetang, Desa Simangumban Jae, Kec.Simangumban, Kab.Tapanuli Utara.

Untuk sementara, meski jarak tempuh bertambah dua jam dari biasanya, pengendara dari P.Sidimpuan ke Medan atau sebaliknya lebih memilih jalur Sibolga ketimbang Langga Payung (Labuhan Batu) –yang jarak tempuhnya lebih panjang. Sementara jalur alternatif Sipirok – Siborong-borong kurang diminati pengguna jalan karena lengang dan jalan sempit. Selain itu permukaan jalan juga berlobang-lobang dan rawan kriminal. Kalaupun ada yang berani melaluinya harus konvoi.

Menurut Kasat Lantas Polres Tapsel, AKP Tongku Bosar Pane, jalur Sibolga mejadi padat karena kebanyakan pengendara memilih jalur itu. Hampir seluruh kendaraan kecil memilih jalur Sibolga. Namun belakangan bus antarprovinsi dengan bobot dan body lebih besar juga memilih jalur itu, sehingga mulai rawan macet dan kecelakaan lalu lintas.

“Tadi pagi saya pulang dari Medan melintasi jalur Sibolga, terjadi macet panjang. Di tengah terowongan Batu Lubang, bus ALS tersangkut karena atapnya lebih tinggi daripada terowongan,” kata Ipda Kusnadi. Sementara AKP TB Pane mengatakan, berdasarkan pantauan dan laporan diterimanya, kendaraan tonase besar seperti truk dan kontainer memilih jalur Langga Payung.

Di tempat terpisah, sejumlah pengemudi taksi mengaku lebih memilih jalur Sibolga. ”Kalau kita melalui jalur Langgapayung harus menambah biaya perjalanan, sedangkan ongkos masih tetap seperti biasa,” kata salah seorang sopir taksi bermarga Siregar.

Lamban

Upaya perbaikan Jalinsum Sipirok-Tarutung yang putus total akibat dihantam gempa, terkesan amat lamban. Hingga hari ketiga pasca bencana gempa, baru satu titik yang yang ditangani Dinas Jalan dan Jembatan Sumut, dari dua titik yang putus total.

Informasi diperoleh Waspada, Kamis (22/5) pihak Dinas Jalan dan Jembatan Sumatera Utara Cabang Siborong-borong masih mengandalkan dua alat berat yang selama ini disiagakan di Aek Latong, Sipirok, Tapsel. Karena itu, diperkirakan jalan belum bisa dilewati dalam waktu 10 hari, sebagaimana ditargetkan mereka.

Kedua alat berat jenis traktor dan beko, dibantu beberapa unit dump truk terlihat hanya diposisikan pada satu titik yang putus total, yakni di Dusun Sipetang, Desa Simangumban Jae, Kecamatan Simangumban yang berjarak sekira 25 kilo meter dari Sipirok. Untuk satu titik ini saja diperkirakan akan memakan waktu satu minggu, mengingat jalan yang amblas lebih dari 20 meter.

Sedangkan pada titik kedua, di simpang Desa Sibulan-Bulan, Sipetang, Simangumban yang juga lebih dari 20 meter, sama sekali belum ditangani. Sementara tingkat kerusakan relatif masih bertambah akibat masih adanya pergeseran badan jalan yang berada di sisi bukit.

Menurut pengawas Dinas Jalan dan Jembatan Sumatera Utara Cabang Siborongborong, Alson Siregar, pihaknya masih menunggu alat berat dari Medan. Pasalnya, alat berat yang ada di Aek Latong, Sipirok tidak bisa melewati jalan yang amblas melebihi kedalaman 4 meter.

Siswa belajar di dalam tenda

Gempa yang mengguncang tiga kabupaten di Tapanuli telah menghancurkan sejumlah bangunan sekolah. Salah satunya adalah SD Negeri Hutaimbaru, Sipirok, Tapsel. Akibatnya para siswa terpaksa belajar di bawah tenda. Belajar secara darurat demikian juga dijalani oleh para siswa SD Negeri Banjar Nainggolan, SD Negeri Aek Syah dan SD Negeri Sibulan-Bulan. Namun kegiatan belajar-mengajar tersebut tampaknya kurang berja lan lancar, lantaran guru dan murid masih trauma atas bencana yang baru saja terjadi.

Salah seorang orang tua murid bermarga Ritonga mengatakan, untuk mengatasi kekurangan tenda buat kegiatan belajar secara darurat pihak sekolah akan mengundang semua wali murid untuk mencari solusinya. Sementara itu Pemkab Tapanuli Utara sama sekali tidak menunjukkan sense of crisis yang semestinya. Bantuan yang disediakan buat warga hanya berupa dapur umum dan sejumlah tenda dari berbagai pihak. (Waspada Online

)

sumber :

http://www.waspada.co.id/Berita/Sumut/Jalur-Sibolga-Padat-Penanganan-Jalan-Rusak-Lamban.html ====================================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

2 Tanggapan to "Lamban Perbaikan Jalan yang Rusak, Jalur Sibolga Padat"

Bah… jadi addigan nama di padenggan on.?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,500 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: