batak itu keren

Ya Ampun, Anakku Tertinggal di Bandara……!

Posted on: 15 Mei, 2008

INI true story. Semoga hal seperti ini tidak menimpa kita. Tapi, bisalah kita bayangkan detik-detik saat kesadaran itu menyelinap. Ketika baru saja bisa duduk tenang, lalu menyender di kursi. Merasa lega lantaran perjalanan sudah dimulai; dan pesawat pun telah menjauh dari bandara. Tapi kemudian…ya ampun, mana anakku ?

Mana anakku ???

Panik. Takut. Merasa bersalah. Kemudian lemas.

Mana bisa pesawat terbang disuruh berhenti seperti bus, supaya bisa segera mencari anakmu yang tercecer di bandara. Harus menunggu dulu tiba di bandara tujuan, lalu buru-buru membeli tiket untuk kembali ke bandara asal, itu pun kalau beruntung bisa mendapat tiket; dan kebetulan pula ada pesawat yang akan segera berangkat.

Pokoknya, dibutuhkan banyak sekali faktor kebetulan yang menguntungkan, dan selama perjalanan harus berdoa sepenuh hati. Mungkin itu, sejenis doa yang belum pernah kita ucapkan seumur hidup.

Bukan apa-apa, seorang bocah tertinggal di bandara adalah teror yang bisa membunuhmu. Semua visualisasi di dalam benakmu, mengenai apa yang akan terjadi dengan buah hatimu, adalah scene paling menakutkan dari gabungan semua film horor yang pernah dibuat.

* * *

SIKSA BATIN semacam itulah yang dirasakan oleh Jun Parreno, orang Filipina yang sedang dalam perjalanan berimigrasi ke Kanada, Selasa kemarin (12/5). Dia bersama isteri dan ibu bapaknya, serta putra mereka yang baru berusia 23 bulan, transit di bandara Vancouver dalam penerbangan menuju Winnipeg.

“Kami hanya punya waktu sepuluh menit sebelum boarding, dan kami harus berlari menuju pintu,”tutur Parreno, seperti diberitakan situs koran The Gazette, Rabu (14/5).

Dengan tergesa-gesa, mereka membongkar dan mengepak kembali koper-koper mereka, kemudian lari pontang-panting menuju pesawat. Benar-benar menyebalkan situasi semacam itu; apalagi buat pendatang baru yang merasa terasing, dan serba canggung di negeri orang.

Saat itu Parreno mengira, sang anak JM, bersama sang ibu dan kakek-neneknya yang sudah berlari di depannya. Sebaliknya mereka pun berpikir, bocah 23 bulan itu bersamanya.

Parahnya lagi, keluarga itu duduk di seksi terpisah di dalam pesawat, sehingga masing-masing tidak tahu bahwa si bocah sedang lari ke sana kemari di bandara Vancouver; mencari mereka.

* * *

“Petugas keamanan bandara lah yang menemukan bocah itu,” kata juru bicara Air Canada, Angela Mah.

Dan, awak pesawat itulah yang menyadarkan keluarga Parreno, bahwa si kecil JM tidak ikut terbang bersama mereka, melainkan tertinggal di bandara Vancouver. Kabar itu diperoleh awak Canada Air dari petugas bandara, yang mengambil inisiatif menelpon pilot pesawat tersebut.

Menurut Mah, karena JM masih bocah, dia tidak harus memegang boarding pass dan di dalam pesawat akan duduk di pangkuan orangtuanya. Yang membingungkan, Air Canada tidak menerima pemberitahuan apa pun pagi itu ihwal penumpang kehilangan anaknya.

“Kami akhirnya memastikan bahwa orangtuanya kemungkinan dari Filipina, dan awak kabin kami telah berbicara pada mereka,” kata Mah. Maka, ketika pesawat itu mendarat di Winnipeg, Air Canada mengajak Parreno terbang kembali ke Vancouver untuk mengambil anaknya..

Sudah barang tentu, Parreno sekeluarga merasa lega dan bersyukur. Dan akhirnya, kisah “My Baby Lost in Airport” ternyata menjadi piknik udara prodeo—Winnipeg ke Vancouver pulang pergi. Pasalnya, maskapai penerbangan Air Canada memberikan tiket gratis buat keluarga itu, untuk menjemput si bocah JM yang tercinta.

———————————————————————————

http://www.tobadreams.wordpress.com

9 Tanggapan to "Ya Ampun, Anakku Tertinggal di Bandara……!"

Seperti film..apa sich namanya…”I’m alone”….Sekeluarga pergi holiday di suasana Natal…semuanya terburu-buru takut tertinggal pesawat dan akhirnya si paling kecil tertinggal di belakang karena larinya kurang cepat…Mereka baru sadar ketika pengecekan tiket di negara lain…
Untuk film bagus …tapi tidak untuk kenyataan.
Yach karena itu waktu kunjung ke Indo…anak2 saya ikat usia 3 dan 2 tahun…soalnya menggendong tidak mungkin…Ikat aja… Tawa semua keluarga ketika tiba di bendara melihat mereka..dan pada mengatakan…loh koq anaknya di ikat seperti anjing…..Yach demi keamanan…jawabku. Jadi selama di Indo apabila ke pasar atau super market (tempat ramai) saya ikat mereka soalnya sedang lasak2nya maunya lari…lari. Jadi barang tontonan orang.dan anakku di ramai in oleh karyawan2 supermarket. Di ikat pun maunya lari….apalagi tidak di ikat. Berkejar2an kakak dengan anakku. Ach… Lucu mengingat kembali…Disini anak2 usia 2 sampai 5 tahun di ikat…untuk keamanan terutama apabila menyeberang jalan. Ada tali khusus untuk itu…bukan tali rafia… loh..
Apakah di Indo ada seperti itu sekarang?

kirain anak nya bang raja..
aku dulu juga pernah ketinggalan di tukang martabak
*sedih*
emak ku tuh cemana ya..

Keputusan air canada memberikan tiket gratis (not by the book) kepada keluarga parreno sangat simpatik. Canada sebagai salah satu negara kapitalis ternyata bisa juga bertindak humanis. Sementara indonesia yang sangat mengagung-agungkan sifat gotong royong dan religius seringkali tidak perduli dengan nasib saudara-saudaranya. Masih saja kita menemukan orang meninggal karena kekurangan gizi, putus sekolah, tidak sanggup berobat ke rumah sakit dll.

Sengaja kali…

Wah…. maunya terburu2 supaya tidak terjadi masalah…. eh malah anaknya ketinggalan yang ujung2nya malah nambah masalah yang lebih berat….. ada2 aja….. 😀

semoga ngga kejadian lagi ya

ini pernah kejadian sama adik saya waktu dia umur 5 tahun! ga tepat ketinggalan sih… tapi ngilang begitu saja pas lagi jemput ayah pulang dari medan di sukarno hatta… wih… ripuh! pake jadi marah marah lagi sang ayah dan ibu… akhirnya sambil nangis nangis menuju parkiran mau ambil henpon yang juga ketinggalan di mobil, agak kaget dan terharu dan bahagia liat si adek udah duduk dengan bete keringetan dan menghitam di depan mobil! Alhamdulillah GUSTI…

bener! jangan terjadi lagi! :p

@ Ka Rondang,
Ka, nama film nya Home Alone, itu film emang lucu kali ka.
Bah, tak bisa dibayangkan kek mana rasanya ketinggalan anak. Ketinggalan dompet aja rasanya udah mau kiamat, apalagi ketinggalana anak,daga daga daga daga.

O..ya, Home Alone.. Makasih Desy…..
Kalau di putar lagi film tersebut saya senang nonton, karena bagus dan lucu… Kalau di kenyataan PINGSAN, kalau ada sakit jantungnya …KOIT langsung….Ya,.nggak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 627,803 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: