batak itu keren

Adi Sitompul, Pasien Gizi Buruk Asal Tapanuli Tengah Meninggal Dunia

Posted on: 15 Mei, 2008

IRONIS. Sungguh ironis!

Baru kemarin aku memposting artikel mengenai Lorena Air; yang kuartikulasikan sebagai simbol penting penjelajahan orang Batak ke horison yang lebih luas. Artikel itu mencatat rekor di blog ini, 400 viewer dalam sehari. Kemudian aku posting juga mengenai kapal restoran terapung yang akan dioperasikan oleh Jenderal TB Silalahi di Danau Toba. Dan, postingan mengenai Batak Itu Keren……

Tapi, sekarang, aku harus memposting artikel yang menyedihkan ini. Mati karena gizi buruk ? Memangnya ini masih tahun 50-an; ketika semua orang Batak bertahan hidup dengan makan ikan asin kepala batu yang dibakar, dan singkong rebus ?

Jujur, sekarang aku benar-benar merasa malu jadi orang Batak. Bukan karena tidak cinta, tapi justru rasa cinta itulah yang menghantam dengan sangat keras, karena nasib malang seorang anak bernama Adi Sitompul. Buat apa itu “kredo” Batak Keren, kalau ternyata masih bisa terjadi tragedi yang memilukan dan memalukan seperti ini di Bonapasogit ?

============================== raja huta =============================

SIBOLGA (SIB) – Salah seorang pasien gizi buruk, Adi Sitompul (4) penduduk Kecamatan Hutabarang, Tapanuli Tengah, yang dirawat di RSU Dr FL Tobing Sibolga, meninggal dunia.

Sedangkan pasien lainnya Mika Panggabean (10) penduduk Sibuluan, Tapteng masih menjalani perawatan intensif dan terapi, tetapi kondisinya dikabarkan sudah mulai membaik.

Informasi yang diperoleh wartawan di Ruang Anak RSU Dr FL Tobing Sibolga menerangkan, kesehatan Adi saat masuk ke rumah sakit sudah sangat buruk. Dengan berat badan hanya 6 Kg dan kondisi tubuh kurus kering. Mika pun beratnya hanya 14 Kg.

Setelah menjalani perawatan intensif termasuk terapi makanan, Adi tidak terselamatkan. Sementara Mika kondisinya membaik dan berat badannya terus bertambah.

Dirut RSU Dr FL Tobing Sibolga dr Lubuk P Saing SpA yang dikonfirmasi wartawan di RSU Dr FL Tobing Sibolga, Rabu (14/5) membenarkan hal tersebut.

“Mika masih mendapat perawatan intensif termasuk menjalani terapi di ruang anak,” katanya seraya mengakui, kondisi kesehatan Mika mulai berangsur baik namun masih harus mendapat perawatan. Sedangkan Adi meninggal Jumat lalu dan telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk dikebumikan. (hariansib.online)

============================================================

http://www.tobadreams.wordpress.com

17 Tanggapan to "Adi Sitompul, Pasien Gizi Buruk Asal Tapanuli Tengah Meninggal Dunia"

bah..
turut berduka, tapi batak tetep keren kok bang,
eh bang cepat kali abang ni posting,
sampe heran aku..
ide nya kok tak abis-abis..
salut lah bang..

Halo Ulan,

memang menyedihkan kenyataan ini. Kaget, kecewa dan malu. Begitu banyak orang Batak yang bisa diharapkan, tapi kok terjadi ?

Trims Ulan sudah meyakinkan bahwa batak tetep keren. Kalao aku sih maunya jujur-jujur aja. Tragedi yang menimpa balita bernama Adi Sitompul itu adalah tragedinya orang Batak. Begitu banyak orang Batak yang bisa menolongnya, dan gereja HKBP di mana-mana kan banyak duitnya; tapi tragedi ini bisa terjadi…..

Cepat nulisnya ? Ah, sebagian besar kan main comot aja dari blog orang. Paling-paling tugasku cuma nimbang-nimbang, cocok nggak di blog ini; terus diedit sedikit, lalu posting. Gampang kan ?

Oh ya, mengenai permintaan Ulan untuk dicarikan jodoh, aku punya stok banyak pemuda-pemuda batak yang keren. Selow aja, hehehe…

Horas
Raja Huta

Saya turut prihatin akan keadaan ini. Tentang istilah “Batak itu Keren…boleh2 saja…Tapi bagi saya pribadi …seperti nya nggak sanggup mikulnya…soalnya saya jauh dan tidak banyak yang bisa diperbuat… Apalagi di sini…saya/kami itu adalah Batak Biasa….seperti Pendapat saya di Tanobatak.wordpress “Banyak Yang Kudapat”.

Untuk sementara saya menghapus predikat KEREN dari ke BATAK an saya. Ini jujur saya katakan bahwa saya tak lagi BATAK KEREN

Ironis…!!! Bermilyar-milyar uang negara dihabiskan untuk pelaksanaan pilkada, semuanya terbuang percuma .

Aku setuju dengan lae raja huta: Dimanakah umat beragama yang ada di sekitar mereka? Atau bisa juga bahwa informasi ini tidak diketahui oleh masyarakat di sekitarnya.

Melihat referensi yang digunakan oleh raja huta aku sedikit ragu dengan kualitas beritanya. Setahuku koran ini seringkali digunakan hanya untuk kepentingan politik pemiliknya (orang sibolga juga dan sangat kaya).

Kalau batak yang hanya makan ikan asin kapala batu bahkan hanya garam dan ikkau rata aja bisa survive dan beranak cucu, kenapa yang ini ngga ? kemana dalihan natolu ?

Jangan heran lah lae, masih banyak sekali orang batak yang hidup pun senen-kamis. Kasus ini hanya puncak dari gunung es. Jadi jangan kita hidup di awang-awang. Kita perbaikilah sesuai dengan kapasitas kita masing2.

to lae charly: betul lae bilang dalihan na tolu, tapi kalo kita jujur, ada GAP antara hal yang berbau filosofis dalam tatanan adat dan hal yang berbau pragmatis di lapangan.

kok bisa yahhh….. kemana hati nurani orang2 yang hidup di sekitar mereka,…

butakah mata dan hati nya???

ito,,,, kayaknya komunitas toba dreams harus berbuat sesuatu… ternyata bukan hanya alam budaya dan musik yg membutuhkan perhatian dan sentuhan kita.. ada hal yg lebih nyata yg ternyata jg lebih urgent,…

gimana to?

@ srikandini

Itu juga yang kupikirkan sejak tahu berita sedih ini, Ito. Aku akan usulkan kepada teman-teman di Komunitas TobaDream.

Biar pun kemampuan kita masih kecil, paling tidak TobaDream bisa menjadi penggugah, misalnya lewat TobaDream Dialogue.

Terima kasih Ito. Horas
Raja Huta.

Solidaritas Orang Batak agak susah untuk digugah. Moga-moga aja berita ini bisa menggugah.

Huh …
Mauliate ma Raja Huta diposting hamu on.

Unang ma nian hujatan, respon na ro ate.
Molo tubu simpati dohot pambahenan, lam tudenggan na ma antong Bangso i.

@ darmadi ….

maksud loe?????

asahannews turut berduka

lae bisa cek web ini :

http://fptb.multiply.com/

Ikatan Sosial Peredam Efek Negatif Kapitalisme (Kasus Keluarga Silaban)…

Tulisan : Moan Sipayung
“Kami dengan sepenuh hati menyerahkan uang ini untuk biaya pengobatan lae kami, walau sedikit namun kami harapkan dapat membantu,…..ini, mohon diterima sebesar 10 juta rupiah”, kata amang Silaban sambil menyerahkan amplop …

Turut berduka berduka cita
Semoga tidak terulang lagi pada sitompul atau pun marga lainnya!

Horas,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: