batak itu keren

Pusaka Batak Dijajakan di Internet (1)

Posted on: 9 Mei, 2008

sigale-gale

Foto-1 : Sigale-gale

Oleh : Robert Manurung

BELAKANGAN ini, aku sering melakukan blogwalking di dunia maya. Pendorongnya adalah rasa ingin tahu, sambil berharap dan skeptis; akan menemukan bahan-bahan historis & hasil penelitian mengenai Bangso Batak dan Tano Batak. Rasa ingin tahu itu kuat sekali dan obsesif.

Mungkin memang sudah takdir orang Batak yang curious untuk menanggung derita sejarah seperti yang kurasakan. Begitu banyak pertanyaan dan rasa penasaran, tapi terlalu sedikit jawaban dan pencerahan. Dan dalam keadaan desperately itu, justru muncul perilaku rebellion : sekelompok orang Mandailing dan Karo menyangkal takdirnya sebagai manusia Batak.

Tapi, kapan-kapanlah kita bahas soal usaha pemisahan diri saudara-saudara kita itu. Kali ini, aku ingin membagikan kepada Anda, hal-hal menarik yang kutemukan dari penjelajahanku di dunia maya. Salah satunya adalah maraknya penjualan barang-barang pusaka, hasil karya leluhur Batak berusia ratusan tahun; yang dijajakan secara terbuka di puluhan situs internet.

topengbatak.jpg

Foto-2 : Batak Mask, Topeng Sigalele-gale ?

Menemukan situs-situs tersebut, rasanya seperti menemukan keping-keping sejarah nenek moyang kita; bagaikan reuni dengan para leluhur yang tidak sempat kita kenal—namun sesungguhnya adalah bagian dari eksistensi kita hari ini. Jujur saja,banyak sekali benda-benda pusaka itu yang tidak aku kenal sebelumnya; yang tingkat kesulitan pengerjaannya begitu sophisticate dan nilai estetikanya tinggi sekali; sehingga aku merasa takjub bahwa ternyata leluhur kita sudah mampu membuat barang-barang sehebat itu.

* * *

topengbatak.jpg

Foto-3 : Batak mask, topeng Sigale-gale ?

DALAM konteks ini, aku merasa bersyukur telah “menemukan” situs para pedagang barang arkeologis tersebut. Pengetahuanku mengenai bangsoku sendiri bertambah; dan otomatis mengatrol rasa banggaku sebagai manusia Batak. Oh my God, ternyata peradaban Batak dulu itu memang sudah maju sekali. Ternyata, leluhur orang Batak sudah mampu menguasai ketrampilan atau seni adiluhung, tidak kalah dibandingkan lelulur orang Jawa, Bali dan lain-lain.

Tapi sebaliknya penemuan situs-situs itu membuatku sangat marah , apalagi sebagian barang pusaka itu dijual murah sekali. Inilah ironi yang ada dalam diriku. Maksudku, sebenarnya tidak ada bedanya kalau pun barang-barang pusaka itu dijual dengan harga mahal; tetap saja aku prihatin dan marah karena pusaka leluhur kita diperlakukan sebagai barang dagangan oleh bule-bule yang tamak dan loba itu. Apalagi dijual dengan harga murah, rasanya seperti dilecehkan banget..

Mungkin aku berlebihan atau terlalu sentimentil, tapi harus kuakui : aku memang sebal dan marah. Di sisi lain, entah kenapa, aku merasa malu melihat pusaka leluhur kita dijajakan seperti itu. Rasanya seperti menemukan suatu rahasia atau aib, setara dengan perasaan malu dan terpukul seandainya melihat ibu kita atau saudara perempuan kita dipajang di “etalase” rumah bordil.

Keterangan : Foto-1 :

Ditemukan di situs sejati.com. Kalau ingin mengecek ke situs tersebut copy-paste saja link di bawah ini ke google :

http://www.sejati.com/catalogue/limited%20edition/limited%20edition.htm

Bagi Anda yang menyangka situs ini milik Indonesia, silakan lihat keterangan di bawah ini yang aku copy-paste dari situs tersebut :

Address SEJATI Environmental Trading Company, Inc. P.O. Box 14788 Ft. Lauderdale Florida 33302
Telephone (954) 791-9933
Fax (954) 791-6688

For product information, catalogue requests, and to inquire about Sales territories available for sales reps, contact daneica@sejati.com To submit a wholesale order or to place a special order, contact daneica@sejati.com For company information, payment options, damaged merchandise or accounts receivable contact CustomerService@sejati.com. If you are experiencing difficulties with any part of this website, contact the webmaster.

Foto-2 dan Foto-3 :

ditemukan di situs www.mccuetribalart.com; ditawarkan dengan harga mulai 1.800 dolar AS.

Link halaman yang menampilkan topeng-topeng adalah :

http://www.mccuetribalart.com/masks/batak_mask.htm

(Bersambung)

==================================================================

Robert Manurung adalah seorang blogger, pemilik blog AyomerdekA; tinggal di jakarta.

———————————————————————————-

http://www.tobadreams.wordpress.com

7 Tanggapan to "Pusaka Batak Dijajakan di Internet (1)"

Bang Raja Huta kenal Si Robert Manurung itu di mana?🙂

@ Si Pikki

Kenapa pulak kau tanyak-tanyak ?

Si Robert Manurung itu adalah anak Batak yang besar di lingkungan Betawi, Jawa, Cina, Menado dan punya banyak kawan orang bule; tapi dia tetap doyan andaliman, ikan asin kepala batu, sayur daun singkong tumbuk + rimbang, gondang Batak, ulos, Danau Toba, lapo tuak, Dalihan Na Tolu dan musiknya Viky Sianipar & Tongam Sirait yang keren beeng itu.

Si Robert Manurung itu juga seorang bloggerl. Dia punya blog, AyomerdekA, termasuk yang paling nyeleneh di blogsphere Indonesia. Dia bilang, misi blog itu adalah menghasut orang-orang terjajah untuk merdeka.

Itu salah satu blog Indonesia yang paling banyak dikunjungi oleh blogger Malaysia karena dianggap mendukung Reformasi di negara jiran itu.

Dia bilang juga, AyomerdekA kini menjadi media yang efektif untuk mengenalkan dan mempromosikan segi-segi cantik manusia batak, budayanya dan alamnya ke masyarakat Indonesia dan Malaysia.

Jadi, kurasa perlunya kau tanda dia itu, karena klian sama gilanya mencintai Batak yang banyak dicela dan dicibirkan itu.

Horas,
Raja Huta

Waktu saya baca blognya pak Monang Naipospos di: ‘Banyak Yang Kudapat’, kutemukan seorang Raja Huta yang murah hati di sana, sekalipun rakyatnya belum pernah membayar upeti, sang raja tetap memberikan berkat. Apakah Raja Huta pemilik blog Tobadreams ini kenal sama beliau?

Horas bah…….

Pertanyaannya bang: apa yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan pusaka-pusaka leluhur kita itu?

mantap mantap… kayaknya Saya yang ketinggalan info😀

Horas lae RH,
Kalau iseng lae buka ebay.com, lalu ketik ‘Batak’…biasanya banyak nanti keluar resultny ttg pernak-pernik batak yg dijual dari tunggal Panaluan imitasi, pedang, dll.

Belum lama aku baca ttg T.B Silalahi center, mudah-mudahan museum disana dapat menjadi salah satu tempat utk menyimpan pusaka-pusaka leluhur bangso batak. Maklum beratus lainnya sudah menjadi milik museum di luar negri atau menjadi milik kolektor.

Mauliate.

menarik utk dicermati. sebagai putra negeri ini sangat sedih melihatnya.
bukan hanya pusaka batak saja yg bernasib seperti itu, demikian jga pusaka2 leluhur kita dri jawa, dayak ataupun daerah2 lain yg memiliki peradaban yg sesungguhnya lebih maju dri pda peradaban maya, inca dan aztec.
di daerah jawa sana aku pernah menyaksikan sendiri batu bata merah dri candi2 kecil di jawa sudah diperjualbelikan bahkan oleh masyarakat sekitar, yg oleh pengumpul akan di ekspor ke australia.
betapa menyedihkan!!!
peradaban di nusantara ini merupakan peradaban tertua di dunia!!! percaya atau tidak memang begitu faktanya.
karena kita masih punya banyak peninggalan sejarah yg mencatat hal tersebut.
org2 bule dri segala penjuru dunia memperebutkan peninggalan sejarah kita!!!! kenapa? apa yang mereka cari?
temukan jawabannya di sekitar kita, pabila kita mencoba jeli sedikit!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,500 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: