batak itu keren

Hutan Tele Belum Aman Dari Ancaman Pembabatan

Posted on: 10 April, 2008

Nasib Hutan Tele ternyata belum aman dari ancaman pembabatan. Menurut informasi dari sumber konfidensial, saat ini sedang dilakukan pengukuran untuk menentukan areal hutan ulayat keluarga Sitor Situmorang, dan areal hutan lindung milik negara. Hutan lindung milik negara itulah yang akan dibabat untuk dijadikan kebun bunga.

Di bawah ini aku kutipkan berita dari harian SIB, mungkin masih tetap aktual bagi kawan-kawan yang belum mengetahui kabar ini. Dari sini kita memetik pelajaran, kalau mau berperan mencegah pembabatan hutan lindung di Tano Batak, kita harus bangun jejaring informasi yang kuat. Bagaimana pendapat Anda ?

=========================== Raja Huta =============================

General Manager PT EJS, Jang Yong Hyuk mengatakan Korea, China dan Jepang pasar utama untuk bunga khususnya Mawar. Fakta itulah yang meyakinkan mereka mau investasi Rp 100 miliar untuk menanam bunga dan hortikultura di Samosir.

Di tiga negara itu, bunga mawar merupakan simbol untuk mengucapkan terimakasih dan sayang. Kalau di Korea, saat ini sudah menjadi kebiasaan seorang lelaki akan memberikan Mawar saat berpacaran. Jika mereka sudah berpacaran selama 1000 hari, maka si lelaki akan memberikan 1000 batang mawar kepada pacarnya, jelas Jang kepada wartawan,Kamis (28/2) di kantor Bupati Samosir.

Saat ini PT EJS masih mengurus perijinan lebih lanjut setelah mendapatkan ijin lokasi dari Bupati Samosir di areal penggunaan lainnya (APL) di Tele Samosir. Untuk tahap awal penanaman bunga, mereka akan membangun rumah kaca.

Untuk pembibitan akan dibangun rumah kaca. Hal itu untuk membiasakan bibit terhadap lingkungan sekitar. Tidak semua bibit langsung dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Sebelum siap tanam, bibit harus dirawat di rumah kaca, kata Jang.

Dalam prakteknya PT EJS akan merekrut 15 orang tenaga kerja per hektar Dari luasan lahan yang menjadi ijin lokasi perkebunan mereka, diperhitungkan dalam kurun waktu 15 tahun investasi mereka sebesar Rp100 miliar sudah dapat kembali.

Terkait dengan pohon yang masih banyak di areal seluas 2050 Ha yang saat ini “dimiliki” PT EJS, Jang mengatakan tidak semuanya akan ditebang. Ada aturan lain yang mengikat dalam ijin yang mereka peroleh, termasuk tidak boleh menebang pohon di sekitar sungai dan anak sungai. Namun, Jang mengakui PT EJS masih akan bekerjasama dengan instansi terkait untuk menganalisa dampak lingkungan.

“Kami masih akan melakukan analisa masalah dampak lingkungan. Untuk itu, kami juga berharap kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir. Kami mohon konsultasi, ijin-ijin apa saja yang masih kami butuhkan,” kata Jang.

Berdirinya PT EJS bergerak dalam penanaman hortikultura dan bunga di Samosir mulai menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Mereka kuatir jika terjadi penebangan seluas 2050 Ha di lokasi PT EJS, sawah mereka akan kekeringan. DPRD Samosir juga kecewa karena sampai saat ini PT EJS belum pernah melakukan ekspos kepada mereka.

Di sisi lain ada pihak berupaya menjadi mitra PT EJS untuk dapat diterima sebagai perusahaan lokal mengurus ijin pemanfaatan kayu (IPK). Lain lagi ribuan tenaga kerja yang akan direkrut.

Samosir (SIB), 04/03/2008

8 Tanggapan to "Hutan Tele Belum Aman Dari Ancaman Pembabatan"

Daga puang…………………..Saya pikir ini cuma mimpi buruk….

Lantas apa yang sudah dan akan dilakukan para wakil rakyat selama ini Bang, selain hanya kecewa saja?

Daga…daga….tombak na di Daerah Ronggur Ni Huta pe nga habis dibuat, ro muse amanta sian Korea naeng manaba akka hau na di Tele…boa nama i…
Ayo…petani Samosir bersatulah…..sotung tambah kering annon pulo Samosirta nauli i…

@ Par Bintan

Kelihatannya memang perang yang sesungguhnya akan terjadi dalam waktu dekat, appara. Siapkan amunisimu, runcingkan ujung bambumu. Bukan karena hutan itu masuk wilayah ulayat ‘Sipitu Ama’. Semata-mata demi keutuhan alam bona pasogit dan ekologi dunia; ciptaan dan milik Tuhan sang penguasa alam semesta. Bupati Samosir itu sudah tahu bahwa aku salah satu yang sangat menentang kebijakannya yang satu ini!

Yang akan dibabat adalah hutan lindung milik negara.
>>>Apakah Hutang Lindung boleh dibabat? Yang tidak akan dibabat adalah hutan ulayat milik keluarga Sitor Situmorang, dan pohon-pohon di sekitar sungai dan anak sungai.>>>hitung-hitung paling luas 100 hekta are. Geli ah.

Sebelum terjadi perang yang sesungguhnya, masih ada waktu untuk memohon kembali kepada Pemkab Samosir dan memberikan pengertian kepada pihak EJS bahwa dunia sekarang sedang mengalami krisis pemanasan global dan krisis pangan, bahkan telah diprediksi bahwa the effects of a global food crisis are going to bite more quickly than climate change. Bila pemanasan golobal semakin tinggi, maka kebutuhan akan air untuk memproduksi bahan makanan akan semakin tinggi, sementara persediaan air itu akan semakin berkurang. A future of water shortages will be a future of food shortages. Bila perlu, Toba Pulp Lestaripun harus dihentikan dari menebang lebih luas hutan tapanuli.

Akan datang waktunya bahwa masing-masing negara tidak akan menjual lagi bahan makanan untuk negara lain untuk menajamin ketahanan pangan nasionalnya.
Kalau demikian adanya, maka seberapa banyakpun uang yang akan di hasilkan dari penebagan hutan itu tidak akan ada artinya.

Untuk itu, seluruh elemen masyarakat harus bersatu.

Ai jugul ma pamarentah on ate, sai godang cengkunekna, takkas taboto molo hurang DAS i, laho mambahen parmaraan mana i. Nantoari dope hujaha, sandok laho pamajuhon pariwisata dang porlu nitagil akka hau/hutan-godang dope akka naasing i. toho do ninna roha. horas !!

lelema ejs, sekalian dikoreama ma suru hita ibana manuan bunga. Boasa dao ejs laho manuan bunga hu tele alana lao manakko hau na ditelei do tujuan utaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: