batak itu keren

Apakah Sebaiknya Blog Ini Ditutup Saja ?

Posted on: 8 April, 2008

TAK TERASA, sudah 6 bulan blog Tobadreams ini menyapa dan “melayani” Anda. Dalam kurun waktu yang singkat itu, aku sudah memposting 80 artikel, dan menerima 902 komentar dari pembaca; plus 429 komentar sampah (spam). Data statistik kunjungan : 20.312 hits.

Kesannya cukup produktif dan interaktif . Tapi, apakah blog ini cukup menyenangkan atau menyebalkan; ataukah terasa hambar dan tak berdampak ? Apakah blog ini berguna atau sebaiknya ditutup saja ?

Tujuanku membuat blog ini, tadinya, untuk menyodorkan paradigma baru dalam memandang manusia Batak; pergulatannya di bidang ekonomi-sosial-politik; kekayaan budayanya, dan alam Tano Batak yang elok namun terancam hancur. Aku ingin menggugah Bangso Batak agar kembali merasa bangga terlahir sebagai manusia Batak; dan pada saat yang sama aku menyodorkan kepada pembaca non-Batak gambaran yang lebih lengkap mengenai plus-minus Bangso Batak.

Adapun tujuan jangka pendek aku membuat blog ini adalah untuk mendukung dan mempromosikan “impian renaisans” Batak, yang sedang dirajut oleh Amang Monang Sianipar dan putranya, Viky Sianipar. Monang merintis The Great Bataknese Dream itu lewat TobaDream Family Café dan Lapo TobaToba, sedangkan Si Pikki memberi kontribusi dengan “menyulap” lagu-lagu Batak klasik menjadi sangat moderen, fancy dan megah.

Ketika itu aku baru saja berkenalan dengan mereka, hampir bersamaan saatnya aku kopdar dengan Lae Suhunan Situmorang di TobaTabo. Saking terkesan dan kagum pada “militansi” mereka, spontan aku putuskan membuat blog; padahal aku gaptek di bidang internet. Akibatnya, aku butuh waktu sebulan untuk “menyangkutkan” blog ini ke mesin pencari—setelah dipandu oleh Lae Jarar Siahaan; dan baru pada bulan keempat ini aku bisa menampilkan foto—setelah mendapat kursus kilat dari Lae Charly Silaban.

Tapi, dasar orang Batak, biarpun gaptek blognya harus eye catching. Hal itu terpenuhi dengan dua cara. Pertama, untuk header atau banner aku memasang logo TobaDream yang memang sangat artistik—kebetulan ditawarkan oleh Si Pikki. Masa bodoh amat kalau nama blog ini jadi nggak sama dengan URL-nya. Kedua, aku sendiri mendesain sebuah tagline yang sampai detik ini masih ada yang menganggapnya “genit” yaitu Batak Itu Keren.

Gara-gara bataknews

SECARA kebetulan, sebelum berkenalan dengan Pak Monang dan Viky, aku sendiri sudah melihat adanya fenomena yang mengindikasikan “kebangkitan” budaya Batak. Kesan itu aku sadari pertama kali setelah terbitnya surat kabar etnis Batak Pos, kemudian makin menguat setelah aku “nyasar” di blog bataknews alias blogberita dot com alias blogberita net.

Di blog milik Jarar Siahaan itu, aku menemukan banyak sekali ‘orang Batak kultural”, dan itu sangat mengejutkan. Orang Batak umumnya adalah “mahluk ekonomi.” Jujur, aku sangat exited mengunjungi bataknews, sambil diselingi korespondensi lewat email pribadi dengan Jarar.

Yang luar biasa di bataknews waktu itu adalah hadirnya banyak “orang Batak kultural”– yang really genuine. Ada novelis Suhunan Situmorang, arranger Viky Sianipar, perupa Grace Siregar, penggiat opera Batak Thomson Hs; desainer ulos Merdy Sihombing; penggiat bahasa Batak dan fotografer Charlie M.Sianipar, pekerja sinematografi Lajesca Hatebe; jurnalis penulis Toga Nainggolan, Rikko Siahaan, Pandapotan MP Siallagan, Alvin Nasution, Lohot Simanjuntak; budayawan Monang Naipospos, ahli theologi Limantina br Siahaloho dan penulis berbakat Desy Hutabarat, Harry Simbolon, Anton Saragih dan banyak lagi.

Menurut penilaianku, kehadiran mereka pada masa yang bersamaan, dan fakta bahwa mereka didorong oleh kesadaran dan kegelisahan yang sama untuk menyelamatkan dan memajukan budaya Batak; adalah pertanda yang sangat khas bakal bangkitnya suatu kaum. Aku melihat itu dan ingin ikut berperan.

Apakah sebaiknya blog ini ditutup saja ?

Blog ini aku publish mulai 9 November 2007, dengan memposting dua artikel yaitu “Aku Raja Huta: dan “Apa TobaDream Itu?”. Aku masih ingat persis, keduanya aku posting pada pukul 10 malam. Dan pada waktu itu, orang-orang di TobaDream saling bertanya ; Raja Huta itu siapa ? Hal yang sama kemudian ditanyakan oleh pembaca dengan nama samaran Wirelessguy. Inilah komentar pertama yang masuk di blog ini, tanggal 14 November; kemudian disusul pemberi komen kedua yaitu Toga Nainggolan.

Sampai sekarang, masih banyak yang merasa penasaran ingin tahu jati diriku di balik nama Raja Huta. Lae Togar Silaban, bahkan sempat menyentil dengan mengatakan : kalau memang tulus ingin memajukan Batak, kenapa pakai nama samaran ? Aku harap laeku yang baik itu tidak terlalu kecewa karena permintaannya belum dapat kupenuhi.

Sekarang, tiba pada pokok masalah; aku ingin berterus terang pada semua pengunjung blog ini, bahwa sebenarnya sejak dua bulan lalu aku sudah ingin menutup blog ini. Ada dua alasan yang mendorongnya, yaitu karena TobaDream sudah memiliki situs yang keren dan aku sendiri bakalan ikut mengelolanya. Anda tentu sudah tahu, situs yang kumaksud adalah tobadream.org. Kemudian yang kedua, sejak dua bulan lalu aku sudah membeli domain tobalover.com dan berkeinginan meluncurkannya.

Jadi, aku masih akan tetap ngeblog, tapi mungkin akan ada beberapa perubahan tampilan dan redaksional dibanding blog ini. Yang tidak akan berubah adalah tagline yang kian menjadi trend : Batak Itu Keren. Mengenai tagline ini Lae Suhunan Situmorang bahkan sudah “mengompori” aku untuk menulis buku tentang “manifesto” Batak Itu Keren hehehe…

Pembaca yang budiman, dengan tulus dan rendah hati aku minta masukan dari Anda semua : baiknya kita apakan blog ini ? Aku tidak bermaksud sekadar basa-basi, tapi sejak detik pertama blog ini aku luncurkan memang aku menyadari adanya tanggungjawab terhadap pembaca/pengunjung, karena dalam skala yang sangat kecil blog ini sudah menjadi ranah publik. Aku tidak berhak menutupnya dengan semena-mena, oleh karena itulah aku minta pendapat Anda : apakah sebaiknya blog ini ditutup saja ? (Raja Huta)

18 Tanggapan to "Apakah Sebaiknya Blog Ini Ditutup Saja ?"

Wah, saya percaya visi dan misi bung huta dalam ngeblog. respon pengunjung juga cukup bagus. saya juga sering mengunjungi blog ini meski tidak selalu harus meninggalkan komentar. Isinya bagus, sentilan kritiknya tajam, bahasanya juga enak dan mengalir. lagian, dari blog ini saya juga bisa belajar banyak ttg kultur batak, khususnya utk lebih mengenal indonesia yang sesungguhnya. karena itu, menurut saya, tak ada alasan untuk menutup blog ini, hehehehe:mrgreen: kecuali karena alasan2 tertentu bung huta memang sudah tidak berniat lagi untuk mengurusnya.
Horas!

Tutuplah… kalau memang Lae ingin satu tempat yang bagus untuk lebih memahami orang Batak berkurang di jagat maya ini.

Juga tutuplah, jika Lae ingin “rumah” yang dibangun dengan perjuangan belajar ilmu blogging berbulan-bulan itu mati.

Juga tutuplah jika Lae ingin satu lagi mimpi, Toba Dream, kembali berakhir.

Juga tutuplah, biar aku repot mengganti rss feed yang kupajang dengan bangga di sidebar blogku.

Juga tutuplah jika Lae ingin menyesal, dan harus menjilat ludah, seperti yang pernah kulakukan.

Banyak kali Lae alasan untuk menutup blog ini. Tapi tak satu pun yang masuk akal.

J A N G A N …. ( tak berdaya… hanya meminta )

lha katanya bakalan ada tobalover, trus toba dream.org.. Kalau misinya sama tutup aja. Abang buatkanlah satu yang tetap up to date. Percuma kalau ada banyak tapi ngga terurus.. iya kan bang… So keputusan ada ditangan abang….

Ditutup kan tidak ada masalah juga , hanya tinggal di link atau dicantumkan alamat baru. Kan ceritanya bukan ditutup tetapi hanya pindah alamat saja. Mengenai visi dan misi akan masih tetap sama kan bang walaupun di tempat baru. Jadi bagi Saya pribadi tidak ada masalah, karena layaknya org pindah rumah saja. Nanti kita tetap berkunjung. Asal di tempat lama tentunya mencantumkan alamat baru. Begitu juga kalau kita ganti nomor HP kan? untuk beberapa saat perlu sosialisasi. Setelah semua tau baru deh ditutup total maksudnya proses penututpan akan perlahan lahan.

Atau tetap dipertahankan dengan 2 blog yang saling mengisi dengan tema yang lain. Itu bisa juga. Yang jelas jangan takut bang, alamat manapun saya akan tetap mengunjungi.

Salam

Salam

menyerah bukan sebuah pilihan tapi kebodohan yang akan disesali

Tobadream dan Tobalover.com dimodifikasi atau dimerger entah menjadi apa namanya terserah lae saja. Yang jelas kalau dua buah perusahaan dimerger akan ada peningkatan pelayanan Selamat Mencoba LAE MANURUNG.
Selama ini saya ingin tahu siapa sebenarnya Raja Huta dan ternyata laekku Marga Manurung idokan ?. Sotung muruk hamu tu ahu lae da.

to…. jangan di tutup
jangan krn ada mainan baru… maka mainan lama di campakkan…:(

hutang ku ma ito untuk kirim cerita ttg ‘sipirok ku’ belum lunas…tega kaw to…. :((

TUTUP lah.. kalo dgn menutup blog ini BATIN mu merasa lebih TENANG……..

whoww.. menurutku kita bisa nyoba sesuatu yang baru tanpa meninggalkan yang lama.. di link aja.. misalnya blog ini ttg artikel2, jadi di websitenya bisa ngelink ke sini kl mw liat atrikel,, ato apalah,, there’re many ideas for it..

keep the spirit !!

Saran saya, jangan ditutup dulu lah, kan blog ini juga baru jadi memang masih perlu pembenahan disana sini baik mengenai visi maupun misinya. Kalau memang mau bikin perbaikan ngapain pindah-pindah alamat apalagi “thema’ nya sama.

Mengenai identitas anda yang “tidak jelas” saya sangat menghargainya, mungkin anda belum “seberani” saya yang jelas-jelas menulis identitas data diri, sehingga siapapun yang bisa mencari tahu tentang saya gampang nyarinya di tulang google.

Sayang kalau ditutup, jadi kurang temanku “marbada” !

Salam hangat,
Yunita Sidauruk

terus berjuang , perjuangan memang membutuhkan pengorbanan, jangan menyerah
ingat , kehidupan ini akan terus berjalan
nikmatilah
jangan putus asa

@ Yunita Sidauruk

Senang melihat perbedaan pendapat cara pandang ito tentang masalah proyek hutan tele dengan Raja Huta tidak sampai membuat putus hubungan…

@ Lae Raja Huta,

Kalau boleh tutuplah setelah lae betul-betul tidak bisa menulis lagi.

Lae Raja Huta, mengapa lae hendak menutup blog ini disaat kita berjuang untuk mempertahankan keberadaan hutan alam/rimba/perawan ‘TELE” yang sangat kita butuhkan itu?

Bah Boasa lae??? boasa naeng tutuphon muna blog keren on??. Lokma lae…molo nga jadi jabu na baru, paboa hamu ate. Mauliate..Horas!

Banyak kali cengkunek mu, lae… Tutuplah kalo berani.. ku campakkan kau ke kali ciliwung. Biar mengalir kau sampe ke ancol.. hehehe Siapa yg berani menyentil2 Raja Huta huta itu. Sama2 juga kucampakkan🙂

Horas…
Setelah obrolan kita panjang lebar waktu itu lae (sampai pulsa lae tiris huehehehe), dan setelah kubaca postingan ini, rasa-rasanya penggunaan kata “tutup” disini berlebihan sehingga menimbulkan kontroversi..

Yang aku lihat disini adalah sebuah keinginan dari lae untuk membuat suatu langkah perubahan, tentunya ke arah yang lebih baik..

Kalau tujuan “lebih baik” itu yang kita ingin raih ya tentu saja rencana ini bukanlah suatu masalah besar..

Dan dari rencana kerja yang lae paparkan aku menilainya positif. Sisi idealisme lae sebagai toba dreamer dapat diekspresikan secara official di tobadream.org (*dengar2 tobadream.org butuh penulis handal hehehe..) sementara sisi pribadi lae sebagai batak keren dapat diekspresikan di tobalover.com secara total.

Dengan identitas baru ini, maka image lae yang baru akan tercipta meskipun misi dan visi serta pola penulisan masih tetap sama. Well then, kata “pindah” yang tepat, bukan “tutup”.

Dengan migrasi lae ke domain tobalover.com, akan menimbulkan citra positif dan brand image yang lebih kuat atas “batak keren” dibanding tetap menggunakan “tobadreams.wp.com” (pake S).

Pernah ngga lae hitung statistik netter yang ingin mengetahui tentang “batak keren” ujung-ujungnya nyasar ke website yang tanpa S ? Berapa orang sih yang menduga menduga TD harus pake S ? Begitu masuk ke TD tanpa S, yang tadinya mengharapkan menemukan yang keren malah menemukan borok.. Ini sangat merugikan..!

Toh.. kalau kedepan borok2 itu masih beranak pinak dan menciptakan “tobalover-tobalover plus S plus X plus Y plus Z” sebagai alat propagandanya, ya itu urusan mereka.. they just follower..!

Dan tentunya, analoginya dibalik.. orang yang tadinya iseng pengen liat borok, eh ketiknya kurang S, nyasar ke “the real tobalover”.. And at this point, I think U know what to do..
Berikan mereka suguhan “BATAK ITU KEREN”…

@ All

Aku sengaja memberi diriku waktu lebih banyak untuk merenung dan menimbang lagi. Itu sebabnya komentar kawan-kawan terlambat aku tanggapi. Aku ingin memberikan jawaban yang tegas.

1. Terima kasih atas apresiasi Anda semua. Aku senang karena ternyata ada yang menganggap blog ini berguna.

2. Baiklah, aku tidak akan menutup blog ini, malahan akan meningkatkan bobotnya; terutama supaya lebih fokus dan tampilannya lebih menarik serta friendly user.

3. Aku akan mengganggu Anda semua, minta advis dan bimbingan tutorial; dan tidak boleh ada yang menolak hehehe…

@ Yunita Sidauruk

Horas ito. Aku senang membaca komentarmu yang humoris. Aku hargai kebesaran jiwa ito menulis komentar yang sangat bersahabat itu.

Aku merasa, Ito Sidauruk ini lebih berjiwa besar dibanding aku. Ini pengakuan yang jujur.

Anyway, menggenai kejadian kita “marbda muccung”, aku tak menyesali apa pun karena aku jujur dalam seluruh perdebatan itu. Dan kini, aku mau saja melupakan pertengkaran itu, tapi sikapku mengenai lingkungan di Tano Batak adalah harga mati, tanpa memandang teman atau bukan.

Sekali lagi, terimalah salam hangat dariku. Kebetulan aku tak punya ito selain si Dey Hutabarat, maka jadilah itoku. Horas.

Raja Huta

sip! gitu dong.
wong aku baru ‘nemu’ kok malah mau ditutup ^_^
sekalian deh, aku izin link’in blognya Ito di blogku ya.

mauliate

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: