batak itu keren

Jalan Utama di Merek, Tarutung, Sidikalang Rusak Parah

Posted on: 31 Maret, 2008

PULUHAN KILOMETER ruas jalan utama di 4 kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Tapanuli Utara, Dairi, Tapanuli Tengah dan Karo, kini dalam keadaan rusak parah dan belum ada tanda-tanda bakal diperbaiki. Hujan yang sering turun belakangan ini membuat keadaan jalan makin sulit dilalui kendaraan, lantaran banyak lubang dan bahkan sebagian sudah menyerupai kubangan kerbau.

Seperti dilaporkan surat kabar Sinar Indonesia Baru (SIB), jalan nasional dari Merek (Kabupaten Karo) sampai Sidikalang (Kabupaten Dairi) sudah lama rusak. Sekarang kondisi jalan makin hancur, sangat menyulitkan dan membahayakan bagi pengguna jalan.

“Sudah parah kali, kita tidak mengerti sampai separah apalagi nanti baru diperbaiki,”ujar Simarmata (38)–seorang sopir angkutan umum jurusan Medan-Sidikalang, kepada wartawan Kamis (27/3). Dia bilang, kondisi jalan nasional tersebut akhir-akhir ini makin hancur saja akibat hujan yang kerap turun di kawasan tersebut belakagan ini.

Keluhan senada juga dikatakan Marpaung, warga Sidikalang. Beberapa hari lalu, dia naik sepedamotor dari Sidikalang ke Medan untuk suatu urusan. Namun ketika kembali ke Sidikalang dia tidak berani lagi naik motor. “Soalnya dari Sidikalang sampai Tanah Karo, jalannya rusak parah. Kita ngeri melihat mobil melaju kencang sambil bermanuver menghindari lobang, sampai-sampai seperti mau laga kambing saja dengan kendaraan di depannya,” katanya.

Sementara itu Maruli Purba dari Aliansi Rakyat Membangun Daerah (Armada) Kabupaten Dairi mengatakan,”Tidak kunjung diperbaikinya jalan itu secara tidak langsung merupakan ‘program’ pemerintah untuk pemiskinan rakyatnya. Kita juga mempertanyakan kemana dana pemeliharaan jalan itu ?”

Tarutung – Spoholon juga rusak

Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) sepanjang 6 kilometer dari Tarutung ke Sipoholon, juga rusak berat. Sebagian besar sudah “kupak-kapik” karena banyaknya lubang di badan jalan. Kendaraan yang melewatinya terpaksa ekstra hati-hati, apalagi saat hujan turun, karena takut terperosok ke lubang jalan.

Kerusakan Jalinsum Tarutung- Sipoholon sudah berlangsung 2 tahun lebih. Tidak terlihat upaya pemda setempat memperbaiki, sehingga lubang-lubang yang berada di badan jalan semakin besar dan membahayakan pengemudi.

Penduduk di sepanjang jalan itu sengaja membuat pembatas dari batu di depan rumah, untuk mencegah kendaraan yang menghindar dari jalan berlubang masuk ke halaman rumah mereka.

Jalur Tarutung-Sipirok-Padang Sidempuan
Jalan Negara dari Tarutung ( Taput) ke Sipirok (Tapsel); tepatnya di Sarulla, Kecamatan Pahae Jahe; keadaanya sudah seperti sungai dan gunung pasir. Sedangkan jalan dari Sipirok ke Padang Sidimpuan banyak yang anjlok.

Guna menghindari kecelakaan, di beberapa titik Departemen PU membuat papan pengumuman dengan tulisan hati-hati jalan anjlok. Demikian pengamatan SIB, Jumat (22/3) ketika melintas dari arah Tarutung menuju Sipirok.

Kondisi jalan Tarutung-Sipirok khususnya di Sarulla sudah lama rusak dan tidak ada tanda-tanda perbaikan. Apabila musim hujan, masyarakat setempat selalu waspada karena takut terjadi banjir dan longsor. Saat hujan, jalan digenangi air bercampur pasir dan seperti sungai. Saat tidak hujan pun air selalu mengalir dari ruas jalan.

Mengantisipasi air tidak masuk rumah, masyarakat khususnya yang tinggal di pinggir jalan membuat tumpukan pasir di dalam karung plastik. Tumpukan pasir itu disusun rapi sesuai dengan ruas jalan, supaya air tidak masuk ke dalam rumah penduduk. Simatupang berharap pemerintah baik itu pusat, pempropsu dan kabupaten supaya segera mengatasinya.

Jalan negara di Aek Latong itu selalu diperbaiki setiap tahun, tapi tak lama kemudian rusak kembali dan anjlok. Keadaan itu menjadi berkah bagi penduduk setempat. Setiap pengendara mobil roda empat keatas dari Tarutung menuju Sipirok selalu minta bantuan dengan imbalan bervariasi sesuai kesepakatan. Kenderaan roda empat biasanya membayar Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Sedangkan mobil roda empat ke atas ukuran besar ditarik alat berat dengan tarif Rp 50.000.

Di Sidikalang

Anggota DPRD Dairi Pardomuan N Simanjuntak (F-SIB) mengatakan, pihak Dinas PU Kabupaten Dairi dan jajarannya sewajarnya menaruh perhatian atas kondisi jalan-jalan di seputaran kota Sidikalang yang kini berlubang-lubang dan tidak nyaman dilalui. Hal itu disampaikannya kepada wartawan, Jumat (28/3) di Sidikalang.

“Bukan cuma jalan provinsi atau jalan negara di Dairi yang rusak parah, tapi jalan-jalan di seputaran kota Sidikalang ini pun sudah kupak-kapik, banyak sekali lobang. Di jantung kotanya saja, itu di depan Gedung Nasional jalannya sudah lama berlubang-lubang dan dalam pula, tapi tidak juga diperbaiki,” urainya sambil mencontohkan beberapa ruas jalan lain yang kondisinya rusak dan banyak lubang, antara lain Jalan FL Tobing kawasan Barna Sidikalang, Jalan Gereja dan Jalan Empatlima Ujung.

Di Jalan Gereja, persisnya di depan Gereja HKBP Kota Sidikalang dan Makodim 0206/D terdapat cukup banyak lubang di badan jalan yang setiap hari ramai dilalui warga itu. Akibatnya, pengendara sepedamotor atau roda empat harus hati-hati saat melintas karena kadang tanpa diduga pengendara lain ‘seenaknya’ melakukan ‘manuver’ untuk menghindari lubang sehingga rawan kecelakaan.

Masyarakat sebenarnya tidak terlalu mengerti apa itu jalan negara, jalan provinsi ataupun jalan kabupaten. Yang diminta cuma biar jalan yang tiap hari dilalui tidak rusak dan penuh lubang seperti sekarang ini,” kata Pardomuan lagi. (http://www.tobadreams.wordpress.com)

12 Tanggapan to "Jalan Utama di Merek, Tarutung, Sidikalang Rusak Parah"

Kalau dipikir-pikir sebenarnya keinginan rakyat itu tidak banyak. Pemerintah dengan cepat melakukan perbaikan demi kelancaran perekonomian masyarakat maka secara tidak langsung itu sudah merupakan pengabdian dari janji mereka saat disumpah menjabat sebagai wakil rakyat. Ah andai saja mereka sungguh-sungguh saat mengucapkan janji itu.

Tak tahu aku mau ngomong apa lae,, apa gak pernah di dengar atau dilihat para pejabat masalah ini?. Eh taheeeeeeeeeee!!. hehehehhee

kebetulan aq lagi coba menuliskan perjalan tamasya (pulkam) via medan – brastagi, sidikalang, sitinjo, tele, samosir, ajibata, pematang siantar ….. mudah2an bisa jadi sebuah novel sih. artikel ini dapat melengkapi kenyataan yang saya lihat …
tapi, keindahannya hhuuueeebbbaaatttt

Beginilah kalau jalan itu jarang dilalui kepala daerahnya.Pimpinan daerah lebih sering di luar Dairi,jadi ndak pernah dirasakan sakitnya melalui jalan itu.Yang penting dapat saham independent di PT DPM,rakyat mau mampus mampuslah….Kalau ada yang berani menyampaikan pendapat,ditekan terus sama kepala daerah…..(SK CPNS tak dikeluarkan….padahal SK NIP sudah dikeluarkan Badan Adminstrasi Kepegawaian)
Jadi tulang Vicky tolong lah suarakan rakyat kecil di Dairi ini.Salamuntuk tulang Togar Sianipar (mantan Kapolres dulu di Dairi,Kepala BNN)
Terimakasih tulang

Hormat saya

ya la menurutku di sidikalang itu banyak orang yg mengharap kan bantuan dari pemerintah tapi tak datang2 tapi ga tau la pula datang tapi tak sampai, ya sudah la lebih baik kita bangun saja kita punya daerah masing2 dan mudah2an yg diatas mendengar keluhan2 kita
salam buat guru2 smk N1 sidikalang

NJUAH-NJUAH KITA KARINA

dari taun 1996 sampai dgn taun 2008 jalan2 besar menuju medan memang tidakpernah diperhatikan oleh para pembesar/pemerintah sumut umumnya dan dairi khususnya kenapa tidak pernah diperhatikan sangat disayangkan sekali
padahal apabila jalan-jalan utama itu diperbaiki tidak dapat dibayangkan betapa terbantunya warga sikalang dairi yg akan belajar ( para mahasiswa ) terlebih para orang tua yg marengge-rengge demi masa depan anak-anaknya yg sekolah & kuliah di medan.HORAS DAN GOD BLESS

SAYA MENDAPAT KELUHAN DARI ORANG TUA SAYA YG TINGGAL DI SIDIKALANG KAB DAIRI MEREKA MENGELUH KARENA JALAN BESAR YG PERSIS DI DEPAN RUMAH RUSAK SANGAT PARAH SEKALI DIMAN HATI NURANI KAUM ELIT POLITIK SIDIKALANG KOTA SIDIKALANG KACAU BALAU KEMANA SEMUANYA DANA-DANA APBD YG RATUSAN JUTA ITU.APA MESTI ADA KORBAN BESAR-BESARAN DULU BARU JALAN ITU DI PERBAIKI?????????sampai kapan rakyat sidikalng dairi mengeluh tentang jala dan jalan yg rusak berat itu??????????????????????????????

memang pembangunan jalan di sumatera nampaknya belum dipikirkan pemerintah saat ini, kalau kita dengar keluhan dari masyarakat, jalan lintas timur sumatera tidak terurus dan banyak berlobang, jauh dengan pembangunan jalan di pulau jawa.

Bagaimana Kab. Dairi mau maju, jalan lintasnya saja rusak, PARAH LAGI. Saya bukan menghina, tapi cuma ingin memberi masukan kepada pemerintahnya, supaya lebih memperhatikannya. Memenag sulit untuk membenahinya, tetapi jika keinginan kita kuat, tidak ada yang mustahil…BRAVO DAIRI

Njuah juah banta karina

Jalan Utama Merek, Sidikalang, Tarutung, Sipirok, P.Sidempuan. Rusak berat.

Kalau kita lihat dari segi kepentingan umum, jalan adalah salah satu saran yang sangat di butuhkan untuk memperlancar semua Trnasportasi darat, agar dapat mempercepat segala kebutuhan sandang dan pangan kesemua daerah.

Dan begitu juga sebaliknya segala penghasilan masyarakat petani dari desa bisa sampai di kota tujuan dengan baik ( masih segar dan tidak busuk ) dan begitu pula bagi perokonomian setempat tidak terlambat mengakibatkan suatu kerugian

Mungkin ini bisa terjadi karena situasi per Ekonomian di Negara kita sedikit terganggu, mengakibatkan perhatian ter hadap daerah kita berkurang .

Molo holip sian mata, dao sian roha barangkali inilah yang terjadi terhadap daerah kita di SUMUT.

Sebagai informasi kepada pemberi masukan katakanlah Kritik terhadap pemerintah Pusat maupun pemerinta stempat sbb.

Kalau saya tidak salah meberikan masukan ini, seperti Jalan Merek s/d Sidikalang dan Tarutung s/d Sipirok dan Padang Sidempuan adalah yang di sebut Jalan Provinsi yang urusannya adalah pemerintah P.U. Pusat sedangkan jalan di lingkungan Kabupaten adalah urusan dari pada Pemda Kabupaten

Jadi kalaupun kita berteriak ke Bupati atau pemerintah setempat ini tak akan ada response dari mereka karena keuangan mereka itu ber beda dalam perbaikan jalan di masing2 ke kuasaannya, jadi marilah kita buatkan permohonan kita kepada pemerinta P.U. Pusat apabila jalan itu adalah Jalan Provinsi dan kalau jalan itu jalan Kabupaten kita mohonkan kepada Bupati setempat jadi teriakan kita itu bisa tepat sasarnya bagi yang berkepentingan.

Mudah2an ini dapat berguna demi kelancaran Informasi sehingga jalan yang kita sangat butuhkan dapat perhatian yang serius dari pemerintah secara cepat, jangan sampai menelan korban seperti saudara kita dalam komentarnya

Saya juga sangat mengharapkan bantuan dari kalangan para pembaca yang mengetahui tentang sarana Transportasi, siapa saja yang berkepentinga mengurus jalan yang di sebut saudara2 kita ini agar semua pihak dapat menikmati ke Merdekaan di Negara kita ini.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pembaca terutama kepada pemerintah semoga keluhan Masyarakatnya dapat di dengar dan di kabulkan secara cepat.

Stephen Lupin Bako
0ctober, 13, 08.

untuk para bapak dan ibu yang ada diatas tolong perhatikan kami masyarakat biasa yang serba kekurangan ini.,saya tinggal di sidikalang dan saat ini saya lagi mengambil kuliah di medan.tepatnya saya mahasiswa STMIK potensi utama(yos sudarso).kalau saya balik ke sidikalang saya ngeri ngeliat jalan lintas di merrek,karena begitu banyak lobang yang menempel disitu.kapan lagi itu akan diprbaiki,,,

Wah kapan majU dong daerah kita. Rencana mau liburan ke daerah ini jadinya ngak bisa. Ayo pemdA pikirin dong jalan biar daerahmu bisa maju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,500 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: