batak itu keren

Benarkah Pembabatan Hutan Tele Sudah Dihentikan ?

Posted on: 9 Maret, 2008

KALAU benar, ini merupakan surprise bagi para pecinta lingkungan, khususnya orang Batak di seluruh dunia yang mencintai kelestarian alam Tano Batak. Konon, kegiatan pembabatan hutan Tele sudah dihentikan. Dan investor asal Korea Selatan, PT ESJ–yang bermimpi membuat kebun bunga di hutan pusaka itu, telah resmi mundur dari proyek yang sangat kontroversial itu.

Aku mendengar kabar ini dua hari lalu, dari kawan-kawan anggota Komunitas TobaDream yang baru saja melaksanakan penenaman pohon di Desa Martoba, Kecamatan Sidihoni, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Kabar itu disampaikan melalui SMS oleh tobadreamer Charlie M Sianipar. “Kata Alvin Nasution, proyek sudah distop,”demikian isi SMS dari Lae Charlie. Alvin Nasution adalah wartawan di Pematang Siantar, dan juga blogger yang peduli terhadap penyelamatan alam dan budaya Batak.

Sementara itu dari sumber yang sangat konfidensial aku mendapat informasi : Bupati Samosir Mangindar Simbolon sedang berada di Jakarta untuk urusan penting.

Apakah Letjen Cornel Simbolon telah melaksanakan janjinya untuk memanggil sang bupati ? Apakah dihentikannya pembabatan hutan Tele, dan dibatalkannya proyek “bunga” yang kontroversial itu, karena berhasilnya persuasi oleh Cornel Simbolon dan tokoh Batak lainnya terhadap Mangindar Simbolon ?

Banyak sekali pertanyaan spekulatif berkecamuk di benakku. Tentu harus menunggu dengan sabar sampai pertanyaan-pertanyaan itu terjawab.. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa penghentian proyek itu sudah definitif, dan semoga permanen.

Investor merasa ngeri

Tadi pagi aku telepon Alvin Nasution. “Memang benar Bang, menurut kabar yang aku dengar proyek kebun bungan di Tele itu sudah dihentikan,”katanya sambil menambahkan,“Tapi Bupati Samosir Mangindar Simbolon belum memberi konfirmasi. Aku bertemu langsung dengan Pak Mangindar beberapa hari yang lalu. Dia nggak mau menanggapi waktu kutanyakan masalah itu.”

Dari informasi yang berhasil dihimpun Alvin, faktor yang mendorong investor mundur dari proyek itu adalah kuatnya penolakan dan perlawanan terhadap pembabatan hutan–bakal lokasi kebun bunga itu. “Kabarnya sempat terjadi keributan di Tele, karena masyarakat sekitar menolak. Menurut informasi yang aku dapat, pihak yang menimbulkan keributan adalah masyakat setempat yang mengklaim areal itu sebagai hutan ulayatnya.” kata Alvin.

Sementara itu dari sumber lain aku mendapat informasi, bahwa beberapa tokoh parpol di Samosir sudah sempat menikmati upeti dari PT ESJ, demi memuluskan proyek pembabatan hutan itu. Nilainya sampai ratusan juta rupiah. Berarti pihak investor memang tidak main-main. Tapi, kenapa “begitu mudah” pihak investor membatalkan proyek yang direncanakan bernilai 200 milyar rupiah itu ?

Apakah sikap tegas Wakasad Cornel Simbolon, yang kelahiran Pangururan namun sangat familiar dengan hutan Tele, telah mempengaruhi pertimbangan investor untuk membatalkan proyek itu ? Munculnya pertanyaan ini sangat masuk akal, meskipun Wakasad tidak ada hubungan langsung secara kedinasan dengan Pemkab Samosir. Tapi bukan rahasia lagi, bahwa selama ini investor bisa cuek terhadap perlawanan masyarakat, adalah karena didukung oleh aparat keamanan—terutama TNI.

Memang, beberapa hari lalu Cornel Simbolon telah mengimbau agar pembabatan hutan Tele distop—dan bahkan dia mensinyalir bahwa tujuan investor adalah menyikat pepohonan yang ada di sana, sedangkan proyek kebun bunga hanyalah kedok belaka. Tentu tak sembarangan bagi seorang Wakasad untuk bicara seperti itu. Dan tentunya pihak investor melihat itu sebagai sinyal bahwa aparat militer di Sumatera Utara tidak mungkin diharapkan menjadi backing, seperti halnya perlindungan yang didapat PT Toba Pulp Lestari.

Sekali lagi, kita masih harus bersabar untuk mendapat jawaban dan kepastian atas semua pertanyaan itu. Tapi yang paling penting di antara semuanya adalah mencari kepastian, bahwa pembabatan hutan Tele sudah benar-benar dihentikan. Dan setelah investor Korsel itu mundur, mudah-mudahan pihak Pemkab Samosir tidak lantas mencari investor lain dengan modus yang sama, yaitu program instan dengan mengorbankan alam dan masa depan Bangso Batak. (http://www.tobadreams.wordpress.com)

** PS : Mudah-mudahan hari Selasa (11/3) aku sudah mendapat konfirmasi, langsung dari Bupati Samosir, Bapak Mangindar Simbolon. (Raja Huta)

15 Tanggapan to "Benarkah Pembabatan Hutan Tele Sudah Dihentikan ?"

Horas Lae Raja Huta,

Izinkan saya posting sedikit koment di blog ini.

Arti “Raja Huta”, maknanya sangat dalam. Salah satu pengertiannya yang pernah saya tahu dari oppung saya adalah “Raja tading dapotan”. Biasanya disebut dengan “Tunggani Huta”. Jadi tepat benar pemberian nama pemilik untuk blog ini, yaitu raja na boi gabe ingananan panukkunan tuakka namasa di huta.

Secara fisik, saya tidak bisa mengikuti perkembangan pembabatan Hutan Tele, namun dengan kemajuan teknology sekarang ini, kita bisa mendapatkan informasi dari blog2 Batak, khususnya dari blog Raja huta. Hati mengatakan ingin ikut, namun “pamatang ta padao dao, sai tondintama marsigomgoman. Saya bisa rasakan keletihan raja huta dan teman-teman TCP dalam memperjuangkan pemberhentian pembabatan hutan tele ini. Terimakasih atas kepedulian dan waktunya, semangat terus.

Walau berita pemberhentian pembataan hutan tele ini belum juga conform, tetapi saya sedikit senang mendengar berita ini dan sangat melegakan hati. Mudah-mudahan berita ini menjadi awal yang baik untuk kedepan.

Ada perkataan orang tua yang mengatakan:

“Bagot na madungdung ma, tu pilo-pilo na marajar
Sai salpu ma angka na lungun, sai ro ma angka na jagar”.

Terimakasih lae atas informasinya. Oloppon lae ate sampe 3 hali, nion boras lae, ai raja huta do hamu🙂

Horasma dihita sude.

Kabar yang sangat baik, semoga memang demikian adanya.

Sekedar saran: Setelah ini mungkin kita bisa kasih sumbangsih pemikiran/ide ataupun comment, apa yang harus dilakukan supaya perkonomian masyarakat di sana bisa jadi lebih baik. Dalam hal ini tidak dengan solusi merusak alam spt yg hampir terjadi lalu.

Pasti banyak yang bisa dilakukan: pariwisata, pertanian, atau yang lainnya yang jelas ‘action’ apa yang kira2 dapat dilakukan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di sana. Meski hanya sekedar wacana, pasti tetap berguna di kemudian hari, dan setidaknya:
Membuka pemikiran kita agar tidak melulu sibuk membenahi yang salah (meski ini juga baik dan perlu) tapi juga Merancang sesuatu yang Baik. Kata orang, BaTak itu artinya banyak taktik, mungkin disinilah kita pake Taktik kita itu, Taktik untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Tidak menutup kemungkinan juga ide2 ini nantinya dapat menjadi masukan untuk bapak bupati di sana dan singgah di dalam memory otak beliau (meski hanya dapat ‘space’ yang sangat sempit sekalipun setidaknya ada) dan kemudian menjadi input dalam mengambil keputusan di masa depan. Siapa Tatu!!! Yang pasti saya juga tidak kenal dengan bapak bupati di sana, tapi sptnya saudara2 di sini banyak yang kenal (misalnya amangboru Raja Huta :))

Semua itu sekedar sarana saja!

Horas.

makanya bung….semua masalah bisa diatasi dgn musyawarah dan mufakat.saran saya emosi jgn terlalu,perbedaan harus ada dan jgn ditanggapi dgn debat kusir.sebenarnya ini bukan kapasitas saya untuk menilai orang lain.saranku utk anda “tunjukkan sikap yg arif dan bijak” sebagai pengelola blog yg sudah banyak dikunjungi orang.
itu baru namanya BATAK KERREENNN…….

Wah, hebat. Pemberani. Saya salut dengan tindakan penyetopan Hutan Tele itu. Selamat, saya hanya bisa meneriaki para investor sial itu dari kejauhan.😦

BRAVO !!!!!!!
batak memang KEREN……!

off the record……
ito mohon maaf bgt…. kemaren di perjalanan menuju TD cafe… kendaraan kami mengalami musibah kecil, sehingga kami (aku dan laemu) tak sampai ke tujuan, Puji Syukur pada Allah… kami hanya cedera ringan… mudah2an di pertemuan berikutnya kami berdua bisa hadir dan berkenalan dgn teman2 toba dremers lainnya….

Kabar yang melegakan walau belum 100% confirm.
Semangat terus Toba Dreamers, Forum Busuk Buhit, dan semua yang peduli akan kelestarian lingkungan bonapasogit..!!
Tuntaskan misi dan tunjukkan Batak itu Kerennnn!!

Horas… Horas… Horas…!

Horas lae & akka dongan,
Senang membaca berita akan diberhentikannya proyek taman bunga ini bah.

Well..akhirnya perjuangan kawan-kawan perantau Samosir(Forum Pusuk buhit) dan dukungan berbagai pihak telah memberikan sedikit harapan dibatalkannya proyek ini.

Proyek ini juga menjadi taruhan untuk pak bupati, kalau saja bupati tidak memberhentikan proyek ini, maka bisa jadi periode berikutnya ia tak akan di dukung oleh masyarakat samosir dan perantau asal samosir.

Toh, masih banyak yg dapat dilakukan oleh Pemkab Samosir untuk meningkatkan quota turis yg akan berkunjung dengan menyajikan atraksi2 yg menarik.
Horas!!

Kalau berita ini benar syukurlah.

Semoga setelah kejadian ini orang-orang Batak yang peduli pada bonapasogit mau meningkatkan jejaring untuk mempromosikan tindakan pelestarian lingkungan, bukan hanya di bona pasogit tetapi seluruh dunia. Mari tambahkan identitas diri Batak sebagai SAHABAT PLANET BUMI…

He he he. Kalau menurut aku sih Jendralnya berpengaruh besar. Biasanya kalau jendral bilang lanjut, maka berlanjutlah penebangan Hutan Tele. (Karena setahu aku nih, ABRI itu organisasi yang paling ditakuti di Asia karena bisnisnya). Mudah-mudahan pak Jendral ini ingat akan Tulang, Boru, dan semarganya, jadi lengkaplah komitment batak akan Dalihan Natolu. Ha ha aha. Sampaikan mimpi toba ya. Thank for sharing this Information, keep posting ya bang.

senang.. tapi betul juga di bilang jendral itu.. jangan sampai orang2 di huta itu cuma jadi penonton…

salam kenal
semoga pembabatan hutan tele benar2 di hentikan
n orang batak tetap menjunjung dalihan natolu, sehingga dimana pun kita berada, kecintaan kita terhadap tano batak tetap tinggi

taman bunga itu?
menjadi pembahasan menarik di meja redaksi.
ketika isu itu dihembuskan, teman-teman di redaksi ada yang setuju, terutama perempuan.
taulah, perempuan kan suka bunga.
aku sih bisa terima wacana yang mereka lempar. semisal bisa menyumbang PAD karena akan menjadi hunian wisata. membuka lapangan kerja dll.
bukankah semua punya hak asasi mengeluarkan pendapat?
he..he…
tapi karena aku rasa lebih banyak dampak buruknya di kemudian hari, aku tetap menolak usulan tele disulap jadi taman bunga
tapi sekali lagi, itu cuma pandangan seorang alvin nasution. siapapun bisa mengeluarkan pendapat

siapa bilang itu benar,,,,,,,,,

sampai sekarang ini pembabatan masih dilakukan saya salah seorang putra tele

kepada yth,Bapak -Bapak /Ibu – Ibu PejabatKabupaten samosir memang benar untuk perkembangan ekonomi masyaratak samosir perlu ada perubahan tapi bukan perubahan yang menghancurkan lingkungan hidup seperti banyak saya dengar huta tele dibabat itu sangat disayangkan masih banyak potensi yang bisa dikembangkan disamsosir bukan menghancurkan pulo samosir karne dengan pembabatan yang dilakukan di tele itu sama saja menhancurkan samosir .

amin.sekarang mari kita hijaukan samosir,tempat2 yangperlu di hijaukan.dan bentuk pengawas atw semacam ranger di sana.dan marilah setiap kita mudik ke samosir kita tinjau langsung apa yg perlu untuk keseimbangan alam dan ke kayaan flora dan fauna disana.saya sia berngkat di bulan12 ini.sampai ketemu di penutup tahun dan mari kita buat kembali samosir sebagia alam yang natural,asli dan indah.setelah itu kita promosikan ke luar negri,dan yg terakhirstop,tanppa kompromi.penebangan hutan dengan alasan apapun.semua tentang penebangan hutan samosir yang hanya tinggal sedikit adalah tetek bengek dan bullshit.stop pengurangan hutan.hidupkan pendapatan masyarakat.jayalah bona pasogit kampung masa kecil kita yang indah.dalam nama Tuhan Yesus amen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: