batak itu keren

Hutan Tele, Sitor Situmorang & Sisingamangaraja XII

Posted on: 4 Maret, 2008

sitorjaap31.jpg

Yang menewaskan Sisingamangaraja XII : Foto tahun 1907. Tentara Belanda mengejar Sisingamangaraja XII di kawasan hutan Tele. Dipimpin Hans Christoffel (memegang tongkat), mereka berpose sejenak di daerah Sagala.

 

Oleh : Jaap (Belanda)**

Museum Bronbeek¹ di Belanda pada bulan Januari ini menampilkan Tanah Batak sebagai tema utama. Sebuah momen yang sungguh emosional bagi penyair Sitor Situmorang, yang kini bermukim di negeri itu. Pasalnya, pewaris hutan ulayat Tele ini sempat diajak berbincang oleh Hans van den Akker, konservator Museum Bronbeek, mengenai kejadian-kejadian historis yang mengenaskan di awal abad ke-20 silam. Terutama kisah heroik pemimpin gerilya dan raja Batak terakhir Sisingamangaraja XII– amangboru kandung (paman) Sitor; yang tewas di tangan Tentara Hindia Belanda tahun 1907.

Sitor Situmorang (83) menjelaskan secara detail– tanpa mengenal lelah– peristiwa di sekitar tahun 1907 melalui perspektif tradisi Batak. Kematian tragis Sisingamangaraja XII menyebabkan “perpecahan” budaya Batak Toba. Daerah tersebut sepenuhnya berada di bawah kekuasaan kolonial Hindia Belanda.

Musim panas lalu, Situmorang berkeliling di Sumatera Utara dan menjadi tamu kehormatan acara peringatan 100 tahun wafatnya Sisingamangaraja XII.

Sitor Situmorang² dilahirkan di Harianboho, 2 Oktober 1924. Desa ini terletak di kaki gunung Pusuk Buhit yang dianggap magis dan sakral di Tanah Batak. Sitor cilik sudah biasa mendengar sajak dan cerita-cerita heroik mengenai kakek moyangnya. Salah satu cerita tersebut yang paling terkenal adalah Sisingamangaraja. Ompu Babiat, ayah Sitor, masih berkerabat dengan Sisingamangaraja dan dikenal sebagai pemimpin pasukan Sisingamangaraja.

Ompu Babiat adalah lae kandung (ipar) dari Sisingamangaraja XII. Keluarga besar Si singamangaraja dari Bakkara (pesisir selatan Danau Toba) sudah turun-temurun menikahi putri marga Situmorang di Lintong (pesisir barat Danau Toba). Di awal abad ke-20, penduduk Batak Toba hidup berkelompok dengan marga-marga otonom. Setiap daerah diorganisasi secara teratur tidak jauh dari sumber air. Bius atau sistem irigasi menjadi basis pembagian otonomi.

Setiap daerah atau clan otonom tersebut mempunyai raja. Sisingamangaraja adalah pemimpin (religius) yang paling disegani saat itu. Sisingamangaraja XII menjadi tokoh sentral setelah naik tahta di usia remaja. Ia menggantikan Sisingamangaraja XI yang tutup usia akibat epidemi kolera.

Sisingamangaraja bergerilya di hutan Tele

Di tahun 1883 terjadi konfrontasi antara Tanah Batak dengan kekuasaan kolonial yang sudah lama bercokol di Aceh. Serangan ini berlangsung di selatan Danau Toba di sekitar Balige.

Sisingamangaraja terluka di lengannya dan lari bersembunyi ke dalam hutan. Langit berubah hitam kelam. Gunung Krakatau sedang meletus saat itu. Pelariannya berakhir di Lintong. Boru Situmorang, ibunda Sisingamangaraja, berasal dari daerah ini. Popularitas Sisingamangaraja melesat sejak kejadian tersebut. Perang di areal terbuka ini sering disebut tidak berimbang. Tentara Hindia Belanda dianggap secara taktis dan teknis lebih superior.

Mulai saat itu masyarakat Batak Toba mempunyai satu musuh utama, Tentara Hindia Belanda, dan seorang pemimpin, Sisingamangaraja XII. Pada tahun 1889, gerakan kontra gerilya Sisingamangaraja dan tentaranya berpusat di Pea Raja. Ia juga memimpin rakyatnya melewati kehidupan yang cukup aman dan tentram. Sementara itu, Tentara Belanda di Aceh membentuk korps elit untuk melawan aksi militan. Korps revolusioner ini merupakan ide dari J.B. Heutsz dan islamolog C. Snouk Hurgronje.

Tentara gerilya Aceh dan Batak diawasi oleh brigade yang terdiri dari maksimal 16 serdadu pribumi di bawah pimpinan komandan dari Eropa.Mereka dipersenjatai dengan karabin dan klewang. Brigade ini beroperasi amat cepat dan akurat. Posisi Aceh semakin terdesak dan perlawanan Aceh dapat dibendung oleh Tentara Hindia Belanda. Tanah Batak kembali menjadi daerah incaran kolonialisme mulai tahun 1904. Ekspedisi mereka di bawah pimpinan Van Daalen berakhir di Gayo dan Alas.

Tanah Batak yang mereka lewati dan diperkirakan membahayakan akan dibakar, dijarah dan dibunuh penduduknya. Raja Batak menjadi target terpenting mereka saat itu. Ekspedisi lainnya mulai merambah Pea Raja, tempat persembunyian pemimpin perlawanan Bangso Batak itu. Sisingamangaraja XII harus bersembunyi lebih dalam lagi ke hutan belantara bersama keluarga dan pengikutnya.

“Mereka seperti bermain petak-umpet,” ujar Sitor Situmorang.

sitorjaap11.jpg

17 Juni 1907 : Sisingamangaraja tertembak

Salah satu letnan dari ekspedisi ini, Colijn, yang juga pernah menjabat PM Belanda menulis surat kepada istrinya dan menyatakan kekagumannya terhadap tokoh Sisingamangaraja yang disucikan dan peninggalan berharga mereka yang dibiarkan begitu saja sewaktu bersembunyi ke dalam hutan.

Tentara Hindia Belanda di bawah pimpinan Hans Christoffel dilengkapi empat brigade bertolak ke kawasan Batak Toba di bulan Maret 1907. Brigade tersebut sebagian besar terdiri dari penduduk Jawa dan Ambon. Mereka ditugasi Christoffel untuk menangkap Sisingamangaraja XII, hidup atau mati.

Meskipun berperawakan kecil, Christoffel dikenal tegas, berani dan tidak mudah ditaklukkan. Selain itu, ia adalah penembak jitu dan berpengalaman melawan gerakan kontra gerilya. Tanpa membuang waktu, ia bersama brigadenya segera menyusuri daerah pesisir barat Danau Toba dan pegunungan di Pusuk Buhit.

Kondisi alam di sana sukar dan dipenuhi jurang dalam serta bukit terjal. Dalam waktu singkat, Christoffel berhasil mengumpulkan informasi mengenai tempat persembunyian Sisingamangaraja. Taktik search-and-destroy Christoffel berakibat tertangkapnya Boru Situmorang dan beberapa anaknya, namun Sisingamangaraja belum dapat disentuh. oleh Christoffel. Sampai akhirnya pada tanggal 17 Juni 1907, salah satu brigade dari Christoffel bertatap muka langsung dengan Sisingamangaraja di dekat sebuah jurang di daerah Parlilitan.

Ahu Singamangaraja,” teriaknya. (Akulah Singamangaraja)

Menurut sebuah jurnal kolonial, pertumpahan darah tidak dapat dihindari dan Sisingamangaraja gugur bersama kedua putranya. Jenazah Sisingamangaraja diusung berkeliling desa supaya rakyat tahu raja mereka telah tiada (Ini taktik Belanda untuk menjatuhkan moril Bangso Batak, supaya lebih mudah dikalahkan dan dijajah.)

Sisingamangaraja dimakamkan di sebuah garnisun di Tarutung. Belanda ingin menghindari tempat peristirahatan terakhir Sisingamangaraja menjadi semacam tujuan ziarah. Kemudian anak-anak Sisingamangaraja yang lain dibaptiskan oleh misionaris dari Rijn dan dikirim ke Jawa. Sejak saat itu, Tanah Batak menjadi bagian dari dunia “modern”.

———————————————————————————————————

Catatan:

¹Museum Bronbeek menggelar pameran De laatste Batakkoning (Raja Batak terakhir) mulai 20 Januari hingga 20 Oktober 2008. Eksposisi ini juga dilengkapi ceramah, pergelaran tari, pemutaran film dokumenter mengenai Batak dan interview dengan Sitor Situmorang.

²Sitor Situmorang dilahirkan di Harianboho, 2 Oktober 1924. Di usia 6 tahun ia pergi ke Balige untuk menempuh pendidikan. Sekolah dasarnya ia selesaikan di Sibolga dan sekolah menengahnya di Tarutung. “Kami menganggap pendidikan Belanda sebagai hal yang lumrah waktu itu,” ungkapnya. Masa pendudukan Jepang terpaksa menghentikan kegiatan akademisnya dan Sitor bergabung dengan Harian Waspada di Medan. Tahun 1946 ia pindah ke Jakarta.

Sitor termasuk sastrawan Angkatan ’45. Ia banyak menulis esai mengenai Indonesia Baru dan perkembangannya di masa awal Republik Indonesia. Tahun 1953, setelah mengenyam pendidikan di Amsterdam dan Paris, kumpulan puisinya “Surat Kertas Hijau” diterbitkan. Selain itu masih ada beberapa kumpulan sajak, cerita pendek dan naskah drama.

Publikasi “Esai Sastra Revolusioner” di tahun 1965 di era Soeharto membuatnya harus mendekam di penjara selama 8 tahun, tanpa proses pengadilan. Selanjutnya terbit kumpulan puisi “Waktu Dinding” dan “Peta Perjalanan”.

Karya Sitor tidak hanya kental dengan tradisi Batak yang kuat, tetapi juga dipengaruhi sastrawan modern Belanda seperti Slauerhoff. Tema karya Sitor yang menonjol: cinta semu atau tidak kekal, pengembaraan dan siklus abadi kematian dan kehidupan.

Ia menjadi dosen tamu di Seksi Indonesia di Universitas Leiden (1981-1990). Setelah pensiun, Sitor sempat tinggal di Pakistan, Paris dan Jakarta. Ia dianugerahi ASEAN Write Award di tahun 2006. Kini ia menetap di Belanda.

Sumber: Majalah Moesson –Sitor Situmorang over de laatste koning aller Batak– De dag dat de hemel zwart werd (Januari 2008)

———————————————————————————————————-

**Artikel ini dikutip dari Kompas.Online. Pada beberapa bagian telah aku lakukan koreksi terhadap kesalahan yang sangat mengganggu, dan ditambahkan beberapa keterangan penting.

Raja Huta /http://www.tobadreams.wordpress.com

21 Tanggapan to "Hutan Tele, Sitor Situmorang & Sisingamangaraja XII"

Sejak wafatnya Singamangaraja.
Bangso Batak, kehilangan kemerdekaanya sebagai sebuah bangso (Bangsa) dijajah oleh Belanda dan terintegrasi dengan NKRI pada waktunya.

Belanda memperkenalkan modernisasi, dalam tempo 100 tahun terjadi perubahan yang luar biasa. Semoga spirit Bangso Batak tidak luntur.

Pertengahan tahun 2005 saya menerima surat yang dikirim amangboru Sitor Situmorang terkait dengan persiapan peringatan 100 tahun wafatnya Raja Sisingamangaraja XII. Salah satu isi lampiran surat itu menyinggung hutan Tele dan hutan yang masuk saat ini ke wilayah kabupaten Humbahas dan Dairi serta Pakpak Bharat dapat dijadikan situs sejarah. Surat dan lampiran itu saya kira dikirim juga ke Pemkab Samosir dan Humbahas. Namun konservasi atas hutan itu ternyata masih akan tergantung kepada kepala pemerintahan yang memahami makna sejarah dan ekologi. perhitungan ekonomi hutan bisa saja lebih penting untuk alasan investasi yang dibutuhkan samosir. namun bencana ekologis suatu ketika akan membuktikan ketidakpercayaan atas sumber investasi itu.
sukses untuk peringatan di Belanda. beberapa potongan pertunjukan PLOt (Pusat Latihan Opera Batak), sewaktu peringatan 100 tahun wafatnya Raja Sisingamangaraja XII di Sumatera Utara diikutkan dalam pameran itu. pertunjukan yang dimaksud adalah Opera Batak Srikandi Boru Lopian. malam pementasan di terminal Pangururan (Samosir) juga ditonton Ir. Mangindar Simbolon, Bupati Samosir

Bagaimana caranya Sisingamangaraja XII masuk ke pesisir barat Danau Toba? Setahu saya daerah itu dikuasai Palti Radja, dan 2 orang tersebut tidak pernah akur.

Di daerah saya, Parapat dan sekitarnya, kami meyakini cerita yg mengatakan bahwa kesaktian Sisingamangaradja XII hilang karena melakukan inses dengan puterinya sendiri, Patuan Anggi. Sebelumnya Sisingamangaradja XII tidak mempan diterjang peluru dan benda tajam lainnya.

Keturunan Sisingamangaradja XII ‘dibasmi’ oleh alam (keturunan terakhir adalah Patuan Sori yg meninggal karena kecelakaan). See? Bukankah itu ‘sesuatu’?? Dimana kita bisa menemukan bacaan tentang Sisingamangaradja XII yg sesungguhnya? Yang objektif? I mean, setidaknya bukan ditulis oleh kerabatnya sendiri.

He was good, but he never be my king!

**Koreksi; bukan Patuan Anggi, tapi Puteri Lopian

Our beloved King Of Bataknesse RAJA SISINGAMNAGARAJA we’re proud of you

saya terdampar ke alamat web ini dan terkejut kecewa membaca tulisan sdr Palti Raja III, sekaligus meninggalkan pesan sbb:

1. Raja SM XII masuk (lari, sembunyi) ke hutan, kampung, bukit, gua dan tempat lainnya (kecuali arah ke tarutung) di daerah toba dan dairi.
2. Salah satunya Daerah pesisir Barat Danau Toba dalam kurun waktu 1883-1907.
3.Tidak ada informasi sejarah lama atau baru secara tertulis/tersurat atau tersirat tentang incest.
4. Jangan bawa/ klaim masyarakat parapat dan sekitarnya memiliki keyakinan seperti itu (incest)
5.Belanda sangat menginginkan Raja SM XII hidup atau mati karena luasan pengaruh, kuasa dan wibawa terhadap daerah dimaksud pada poin 1.
6. Belanda tidak aware/peduli alias mengabaikan dengan namanya klan Palti Radja karena tidak ada pengaruh terhadap cita2 kolonialisme mereka.
7. Raja SM XII tidak pernah mengklaim…”akulah raja tanah batak!” . Tetapi “…ahu sisingamangaraja!” sehingga kata2….he never be my king…tidak perlu terucap.
8. Tanpa mengecilkan klan Palti Raja, sebenarnya pengaruh Raja SM XII begitu besar hingga boleh sembunyi lari ke daerah Barat Pesisir Danau Toba.
9. Saya keturunan sirait dan berasal dari daerah anda.

Maaf, izinkanlah saya ikut nimbrung juga soal Sisingamangaraja XII (SSM XII) ini :

1). Kira-kira tahun 80-an yl., saya pernah ikut kegiatan pementasan / sandiwara “Gugurnya Si Singamangaraja XII” (dalam rangka perayaan SSM XII), yang diadakan di Balai Sidang Senayan, dihadiri waktu itu oleh Jendral M. Panggabean dan tokoh2 Batak lainnya. Pementasan dipimpin oleh A.Sibarani (karikaturis yang terkenal dizaman Bung Karno dengan nama SRani, dan juga pelukis dari lukisan SSM XII yang diserahkan kepada Bung Karno). Demikian juga naskahnya ditulis oleh A.Sibarani.
Saya kebetulan dapat peran sebagai Letnan Christoffel, yang memimpin penangkapan dan pembunuhan SSM XII. Yang menjadi SSM XII adalah E’eng Saptohadi (waktu itu masih mahasiswa IKJ, sekarang sudah jadi aktor senior di film & TV). Banyak mahasiswa2 IKJ lainnya waktu itu ikut berperan. Nah, didalam cerita itu Puteri Lopian tertembak oleh tentara Belanda. SSM XII terkejut dan segera merangkul puterinya yang berlumuran darah itu. Menurut si empunya cerita, karena tersentuh oleh darah puterinya itulah, kemudian kesaktian tahan peluru dan pedang SSM XII itu hilang segera dan iapun gugur oleh peluru tentara Belanda.
Jadi begitu ceritanya soal SSM XII dan puterinya, saya tidak pernah mendengar atau membaca sesuatu literatur mengenai hubungan incest antara SSM XII dan puterinya.

2) Yang ada cerita ‘incest’ adalah di cerita tentang SSM IX dan SSM X didalam buku “Tuanku Rao” yang ditulis oleh Mangaraja Onggang Parlindungan. Menurut buku ‘TR’ itu, terjadi incest (perselingkuhan sedarah) antara Gindoporang Sinambela (adik dari SSM IX dan paman dari SSM X) dengan Gana br. Sinambela (puteri dari SSM IX dan adik dari SSM X). Karena merupakan ‘aib’ keluarga, anak hasil incest yang bernama Pokkinangolngolan Sinambela itu ‘ditenggelamkan’ ke danau Toba. Tapi ternyata kemudian Pokki N. tidak mati, ia tertolong oleh seorang nelayan, menjadi dewasa dan mengembara sampai ke Minangkabau. Pendek cerita, Pokki kemudian menjadi salah satu panglima dari pasukan Islam atau tentara Paderi (dalam sejarah dipimpin oleh T. Imam Bonjol), yang melakukan ekspansi secara bengis ke Tano Batak. Mereka mengadakan bumihangus dan pembunuhan besar2an, penculikan dan perkosaan, sehingga banyak penduduk laki2 Batak yang binasa. Menurut cerita ‘TR’ tersebut, dalam suatu ‘duel’ di Bakkara antara SSM X dan seorang panglima TR bermarga Siregar, SSM X kalah dan kepalanya dipenggal, sebagai balas dendam atas terbunuhnya leluhur Siregar tersebut dahulu kala oleh leluhurnya SSM X. Dan SSM X tidak pernah menyangka kalau ia mati terbunuh oleh pasukan Pokkinangolngolan Sinambela alias Tuanku Rao, yang tak lain adalah adik sepupunya sendiri (anak dari adik SSM IX). Cerita ini saya kutip dari “Sinopsis Buku Tuanku Rao” yang ditulis oleh sdr. Batara Hutagalung.
Demikianlah sedikit informasi yang bisa saya tambahkan tentang SSM, mudah2an berguna bagi pembaca sekalian. Horas. GFS.

pokok na batak harus terus maju.
jangan pernah mundur

saya bukan suku batak, tapi sempat berkunjung ke makam ssm xii, salut juga atas keberaniannya yah, raja hebat

kalau ada yang tahu sejarah tentang raja yang saya kagumi ini, sudilah kiranya mengirimkan ke email saya sisingamangaraja77@gmail.com

saya tidak peduli marga di belakang raja nami i, tapi yang saya tahu karena sisingamangaraja lah, maka batak bisa bersatu ( walau tidak semua seperti yang dikatakan raja palti III )…adalah sesuatu yang sulit menyatukan halak hita, karena semua adalah raja…..dan yang pasti hanya satu raja di tanah batak yang pernah tercatat dan selalu dicatat oleh sejarah…..moliate…horas ma di hita sasude

betul….sebenarnya banyak pahlawan yg muncul dari batak. tetapi cm sisingamangaraja aja yg diangkat sbg pahlawan nasional. apakah benar tdk ada figur lain yang memang pantas diangkat ke tingkat pahlawan, atau figur2 lain tsb dianggap conformist ??? jawabannya terserah ke kita. yg pasti, bangsa batak dijajah mulai tahun 1907 – 1945, cuma 38 tahun, bukan 350 tahun seperti daerah2 lain di indonesia. hidup batak , hidup indonesia.

mana yang betul tentang cerita neh???

SORRY yah,,,aq kurang tau soalnya.hehehe..

mauliate bah bang..

Jangankan seorang raja, seorang Nabi dan Aulia pun banyak cerita/sejarahnya yang dipelintir oleh orang israel.
Sebagaiman kita ketahui banyak orang israel yang menetap di belanda seperti di Ajax, amsterdam dan mereka mempunyai pengaruh politik yang sangat kuat, walau pada kenyataannya wilayah bekas jajahan kolonial belanda menjadi wilayah NKRI, Wallahu’alam

Tepatnya 6 Juni 2008, kita mengadakan aksi perlawanan atas penebangan hutan tele yang telah menjadi agenda tertentu dalam rangka hari lingkungan se dunia.
Ketika itu, kita berjumlah sekitar 300 orang mengadakan aksi demonstrasi atas keberadaan somil ( penebangan hutan) di blok Sitonggi-tonggi. Memang notabene mereka memiliki ijin dari indorayon untuk melakukan penebangan.
Persoalan yang kita hadapi adalah bahwa kondisi hutan tele sudah sangat kritis, bahkan perlu di adakan penanaman besar-besaran karna menyangkut debit air terhadap masyarakat yang ada di sekitaran sianjur mula-mula, harian boho, tamba sekitarnya.
Aksi yang kita lakukan dimulai dari terminal pekan inpres pangururan lalu menuju kantor DPRD Kab. Samosir kemudian ke Kantor Bupati Samosir dan Aksi kurang mendapat tanggapan.
Aksi ini merupakan aliansi dari GAMKI ( Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), PK ( Pemuda Katolik ), STKS ( Serikat Tani Kabupaten Samosir ), KSPPM ( Kelompok Studi Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat).
Saya sendiri merupakan Koordinator dari aksi ini.
Mari bergabung buat pecinta lingkungan Samosir.

Horas………….

hidup bangso batak maju terus

idem dgn GFS… point 2., yg ada incest itu anak dari sisingamangaraja VIII. dengan borunya putri gana sinambela..dan seterusnya… Salut tetap pada Sisingamangraja XII, karena ia berjuang melawan penjajahan belanda.

JELASNYA HISTORIOGRAFIKA BATAK

1.Batak turunan MmHss Manusi Moderen Homo Sapiens Sapiens.
1.1.Dari Era 12 Jt Th sM -5 Ribu Th sM di Timteng
1.2.Intensip Tuhanlakukan Tutwurihandayani Manusia
1.2.1.Timbul Tumbuh Bangsa Tuhan Satu MmHss Adam-Hawa 4004 sM
1.2.1.di Timteng
1.2.2.MmHss Batak Akulturasi dg MmHss Bangsa Tuhan
1.2.3.Juga dg Bangsa- Bangsaa Lain sebelum Batak juga di Sumut
1.2.4.NKRI KIni
1.2.5.Terahir 3 Ribu Th sM dari Migrasi II Gelombang Dua ke Timur.
1.2.6.Penduduk Indonesiatua Protoindonesia di Indonsia
1.2.7Mayor dan Monor NKRI Kini.

2.MmHss Batak di Dunia Para Dewa
2.1.Oleh Ayahanda Bataragru diteruskan pd Putrinya Deak Parujar
2.2.Terima di Dunia Para Dewa Amanah Mulajadinabolon, Tuhan.
2.3.Diteruskan kepada Deak Parujar dibawea ke Dunia Bumi
2.4.Untuk dijabarkandalam Historiografika Demografika Geogerafika
2.4.Kulturologika Batak dll
2.5.Kerajaan Si Raja Batak (KSRB) 1500 sM – 1000 M
2.6.Diteruskan KSRB Sorimangaraja 1000 – 1450 M
2.7.Pd Putranya Raja : Sorbadibanu + Sorbadijulu+Sorbadibanua
2.8.Diteruskan KSRB Singamangaraja I-XII 1450 – 1907

3. PS Batak di Habinsaran (Timur, Simalungun, Sumtim)
3.1.Kerajaan Dagur mulai 326 M bekerjasama dgn Besan Champa
3.2.Rajakan Damanik, klemudianasli Sipolha SDamosir
3.3.Jabaran Ker Siantar (Damanik), Ker Tanojawa (Sinaga)
3.4.Bersama Raja Naopat jabar Raja Naualu (4 jadi 8 Marga)

4. Bersamaan dgn Turunan Sisingamangaraja I, 1450 di Sumtim
4.1.Raja-Raja didaerah daerah sana
4.2.Misal Raja Patimpus mendirikan Ker Medan 1476 resmi 1490.

5.Pemberian Ajaran Mulajadinabolon pada Bataraguru
5.1.Sebagai Perrcaya Mulajadinabolon Pencipta Alamsemesta
5.2.Batak jadi Pikir Konsep Unuiatrial,
5.3.Dalam HAM HAA Hak Azasi Alam
5.4.Yang Jabaran Demokrasi DNT Dalihan Na Tolu Natural
5.5.Dikontribusi pada Demokrasi Moderen Kultural Negar NKRI/Dunia

6. Batak bukan Chavisnisme tapi Agama Mulajadinabolon,
6.1. Universal HAM HAA diteruskan ke semua Manusia,
6.2.cinta kasih suci Tuhan pd NKRI / Dunia

Tambahan :

JELASNYA HISTORIOGRAFIKA BATAK

7.Batak kalah 17 6 1907
7.1.Tapi Gerakan Nasional 1908 dilakukan Batak
7.1.Pada Perang Batak-Belanda 30 Th 1877-1907
7.1.Batak teriakkan Usir Kolonialisme Nekolim
7.1.dari Bangsaku Indonesia, awal NKRI
7.2.4.Casayangan Harahap Gerekan Perhimpunan Indonesia
7.2.di Nederland 1908
7.3.Juga Gerakan Nasional BUDI UTOMO di Batavia Jakatrta Kini
7.4.Oleh Dr Hasibuan
7.5.Serta lanjutannya Konsep Pikir Unitarial :
7.5.1.Hari Pemuda Satu Nusa Bangasa Bahasa Indonesia
7.5.2.28 Okt 1928 Batakturt Pimpinan,
7.5.3.Amir Syarifuddin Bendahara
7.5.4.HAM HAA HakAzasi Alam PS Pancasila 1 6 1945
7.5.5.Direkomendasi pada NKRI 17 8 1945 dan Dunia 1948 PBB
7.5.6. Cerahan HAM HAA PS NKRI di GBHN
7.5.6.1.Tugas Maraden Panggabean
7.5.6.2.Diserahkan Tugas DR Manihuruk
8.Sebagi Konsep Pikir Unitarial, Tuhan Mulajadinabolon
8.Pencipta Alamsemsta.

Menurut yang aku ketahui sisingamangaraja wafat karna memeluk putriya yang bernama lopian , yang benar yang mana sich!

Dimana makam SM XII?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 412,001 hits

Arsip

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: