batak itu keren

Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Posted on: 29 Februari, 2008

PENGHIANATAN yang manis adalah cerita basi, tapi masih saja disukai sampai sekarang. Judas Iskariot melakukannya dengan akting yang sempurna. Dengan merangkul dan mencium Yesus, baru kemudian menyerahkan Yesus ke pihak musuh. Penghianatan serupa dilakukan dengan sangat anggun oleh Brutus, beberapa menit sebelum dia membunuh Raja Julius Caesar.

Dalam semua perjuangan selalu ada kawan yang berhianat. Termasuk sekarang ini saat kita berjuang dengan cara dan kemampuan masing-masing untuk menghentikan pembabatan hutan di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Berhati-hatilah kawan!

Selain penghianatan, taktik penyusupan dari pihak “lawan” pun harus diwaspadai, karena bisa menggembosi dan melemahkan perlawanan yang sedang kita galang. Ini juga cerita lama yang sudah basi, tapi taktik seperti itu masih sering dimainkan sekarang ini. Kita tahu, cerita penyusupan paling terkenal adalah “Kuda Troya” dalam legenda Yunani, berupa patung kuda yang dipersembahkan sebagai simbol gencatan senjata dan kemauan berdamai; tapi ternyata di dalamnya adalah pasukan musuh.

Penghianatan dan penyusupan adalah dua taktik yang sangat disukai oleh rezim Soeharto, dalam menghadapi kelompok-kelompok masyarakat yang resistan. Lebih canggih dari itu, Soeharto sangat lihai memainkan jurus pembusukan. Masih ingat insiden Lapangan Banteng pada tahun 80-an? Saat itu Golkar sedang kampanye, tiba-tiba diserang orang-orang yang mengenakan atribut PPP. Geger. PPP kontan mendapat citra jelek,dan perolehan suaranya anjlok dalam Pemilu. Sebenarnya, para penyerang itu adalah orang-orang suruhan Golkar.

Hal ini aku ingatkan terkait dengan apa yang aku alami dalam dua hari ini, yang ada hubungannya dengan komitmen kita saat ini–semua pecinta lingkungan, yaitu untuk menghentikan pembabatan hutan di Tele. Bagi Anda yang kebetulan memperhatikan, pasti segera tahu yang kumaksud, yaitu perdebatanku di blog ini dengan orang bernama Yunita Sidauruk. Anda bisa mengikuti perdebatan itu di artikel “Stop Pembabatan Hutan Tele” dan artikel “Inilah Para Supporter Predator Hutan Tele”.

Para pembaca yang budiman, segenap kawan-kawan yang merasa prihatin dengan pembabatan hutan Tele, aku sebagai pemilik blog ini tidak ingin menyebarkan kebencian dan permusuhan melalui blog ini. Aku mendambakan kekompakan dan persatuan Bangso Batak, sambil pada saat yang sama aku adalah orang Indonesia yang nasionalis, dan penduduk dunia yang pengennya jadi seorang humanis. Karena kecintaan dan dedikasi pada sejarah eksistensiku sebagai manusia Batak-lah maka blog ini aku buat, sebagai sebuah kontribusi kecil yang tak berarti.

Dan justru karena itulah aku marah betul membaca komentar Yunita Sidauruk, yang menurut aku—terlepas apakah dia niatkan atau tidak– adalah upaya kontra opini untuk membangun kesan bahwa hutan Tele baik-baik saja, tidak ada pembabatan hutan di sana.

Press release membela pembabatan hutan Tele

Kemarahanku adalah sebuah kemarahan yang jujur, yang merasa ditusuk dari belakang, merasa dihianati oleh orang yang menutup komentarnya dengan kalimat “Salam Lestari”. Dia pasti punya dalih, tapi tidak akan mengubah penilaianku : komentarnya itu adalah sebuah press release untuk membenarkan kebijakan Bupati Samosir yang mengizinkan pembabatan hutan Tele.

Aku tidak akan marah seandainya Yunita Sidauruk langsung memposisikan diri secara terbuka dan jujur sebagai pembela pembabatan hutan Tele. Aku akan menganggap apa yang dilakukannya part of the game yang cukup fair. Aku lebih menghormati musuh yang jelas, daripada yang berpura-pura sebagai kawan seperjuangan.

Dengan ini aku ingatkan kepada pembaca blog ini dan semua penentang pembabatan hutan Tele : Waspadalah! Para pembabat hutan Tele dan antek-anteknya sudah mulai bereaksi.

Suhunan Situmorang tidak kenal Yunita Sidauruk

Dan khusus kepada orang yang mengaku bernama Yunita Sidauruk, entah siapa pun Anda; aku sudah berusaha mensugesti diri bahwa “pertikaian” di antara kita mungkin cuma satu kesalahpahaman; dan siapa tahu Anda memang punya niat baik demi kelestarian alam dan lingkungan hidup di Tano Batak. Tapi setelah aku cek kepada kawanku Suhunan Situmorang, yang Anda sarankan untuk mencari referensi mengenai Anda; akhirnya aku simpulkan bahwa Anda tidak jujur dalam seluruh komunikasi yang kita lakukan.

Mau tahu apa kata Suhunan Situmorang ?

Dia bilang, “Aku nggak kenal yang namanya Yunita Sidauruk. Nggak pernah dengar. Lawan aja, Lae.”

Raja Huta www.tobadreams.wordpress.com

8 Tanggapan to "Jangan Ada Dusta di Antara Kita"

horas……….. mungkin itu kata awal yang harus saya ucapkan memasuki rumah raja huta ini. nama saya raja simarmata, bolehlah mampir ke blog saya kalau ada waktu.

saya sangat miris sebenarnya mendengar berita ini, saya dapat informasi pertama di milis pulosamosir.

saya hanyalah seorang pemuda batak yang belum tahu betul seluk-beluk kehidupan ini. kehidupan batak, kehidupan bangsa, kehidupan dengan lingkungan dll. akan tetapi buat saya dengan adanya berita pembabatan hutan di tele, itu harus dilawan. tak perlu aku belajar arti hutan, arti alam untuk menentang itu.

pokoknya harus dihentikan………..!!!

sebelumnya saya sudah datang ke jakarta ( si bandung do iba puang ) ke rumah Tulang Laris naibaho. saya juga sudah komunikasi dengan tulang Suhunan Situmorang lewat telp.

akan tetapi sebagai orang yang “berpikir” mungkin kita perlu data, fakta. kalau di kampus soalnya diajari “jangan ngomong tanpa fakta” itu ngemeng namanya.

kepada saudara-saudara yang mempunyai fakta atau data tenang pembabatan hutan itu tolonglah dibagi ke saya. teman2 saya sudah banyak yang setuju untuk melakukan petisi. organisasi lingkungan di kampus saya siap mendukung, punya link ke wwf indonesia, kementerian lingkungan hidup ( dosen kami soalnya )

kepada saudara-saudara yang mempunyai data tentang hal ini tolong di kabari ke saya

datanya dapat berupa :
1. izin yang dikeluarkan bupati
2. orang-orang yang terlibat
3. perusahaan yang ikut “membabat hutan”
4. lokasi yang dibabat ( kalau ada petanya )
5. foto lokasi pembabatan, kalau ada foto orang yang sedang membabat hutan disana.
6. pokoknya semua data yang berkaitan dengan itu semua

saya harap kita bisa bekerjasama dalam hal ini

botima sian iba anak muna raja sondang simarmata

kirimhon hamu tu :

raja sondang simarmata

Central Building Sunken court
Institut Sosial Humaniora Tiang Bendera (unit kegitatan mahasiswa)
jl. ganesha 10 40132
Institut Teknologi Bandung – indonesia

atau kirim lewat email :
raja@students.itb.ac.id
raja.simarmata@yahoo.co.id
(scan dululah ya raja huta )

( asa boi iba mangkatai dengan fakta yang ada, asa unang asal mangkuling annon ibaon )

botima raja huta

mauliate da!!!!!!!!!!!!

raja sondang simarmata

Central Building Sunken court
Institut Sosial Humaniora Tiang Bendera (unit kegitatan mahasiswa)
jl. ganesha 10
kode pos 40132
Institut Teknologi Bandung – indonesia

Saya sendiri juga berpendapat sebaiknya kumpulkan datanya dulu baru kita bisa bicara mengenai aksi apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Sebab tanpa itu kita seperti dua kawanan pendekar bertanding di kegelapan….

Jangan ada dusta diantara kita, yang ada di benak Pemda Samosir adalah gelondongan gelondongan kayu itu, bukan kebun bunganya. Tuan tuan yang berkompeten mengumpulkan data itu, bersegeralah, biar kita mulai pertandingan itu.

@ Rajasimarmata

Horas ma Lae, mauliate ma di suratmuna on.

Aku senang dan bangga mengetahui komitmenmu demi penyelamatan alam dan lingkungan hidup di Tano Batak. Kalau 10 % saja mahaiswa kita seperti Lae, hutan-hutan kita akan aman dari jarahan birokrat yang korup dan bermental penghianat, serta investor yang brengsek.

Benar, kita harus obyektif dan kritis. Tapi khusus pada kasus lingkungan, kita harus lakukan pendekatan dan sikap berbeda. Sikap gawat darurat atau hidup-mati. Kita harus fokus pada tujuan tunggal yaitu agar hutan yang sudah minim itu jangan dibabat lagi. Soal aturan, prosedur, moral dan etika belakanganlah itu.

Mengenai data yang Lae minta, sedang kami usahakan. Sebenarnya, secara terpisah Pak Cornel sudah tugaskan orang-orangnya menghimpun data di Tele. Sengaja tidak aku beritakan soal itu, agar pihak Pemkab Samosir dan investor jangan merekayasa keadaan di sana atau mengkambinghitamkan penduduk.

Yang penting sekarang, himpunlah teman-teman untuk solidaritas dan perlawanan. Soal peta medan perang itu baru perlu saat menyusun strategi aksi. Mudah-mudahan Bupati Samosir cepat-cepat menyadari kekeliruannya, lalu membatalkan izin yang terlanjur dikeluarkan. Kalau itu terjadi, kawan-kawan yang sudah Lae himpun bisa kita dorong untuk keperluan konservasi di Tano Batak.

Kalau perlu aku akan minta Viky Sianipar bikin konser khusus buat para mahasiswa dan pemuda Batak di Bandung. Gratis. Yang penting tiap orang nyumbang bibit pohon. Setuju nggak ?

Horas
Raja Huta / Merdekanews@gmail.com

bah ditanggapi raja huta dohape coment niba, mauliate !!!
[sory baru melapor muse tu jabu ni raja huta, adong tugas kuliah puang]

jangan salah lae, masih banyaknya sebenarnya yang peduli. jangankan 10% aku bisa jamin lebih besar dari 20%pun ada, tapi lae masalahnya informasi itu tidak meluas. ga semua orang tahu ada pembalakan, ga semuaorang tahu ada info demikian, ga semua orangtahu kalo tobadream nanam pohon.
aku pikir kalo tahu mereka, pastilah hatinya tersentuh dan akan membantu

didia ma diboto angka aha na terjadi diluat samosir, paling nabinoto barita pamasu-masuon. barita angka nadihuta mapokokna. molo barita na dihutan bah dia ma binoto, lagian pasti do dirahasiahon nasida informasi ni i. ido kan ?

godang do dongan na peduli lae, alai dang diboto nasida kabari. bah songon apngidoan niba na diatas ima lae, bah molo adong data2 na terkait baritai pittor hatop kirimhon lae.

asa nikirim muse tu angka dongan na asing, mungkin organisasi lae sudah hebatlah bisa mengudang pak cornel untuk ikut serta.
tapi kita juga tahu sebenarnya ini bukan hanya masalah orang batak semata. ini adalah masalah nasional, ini adalah masalah masa depan.

saya sarankan mari jadikan ini sebagai isu nasional, bukan hanya masalah tanah ulayat, ahli waris dsb.

[quote : Kalau perlu aku akan minta Viky Sianipar bikin konser khusus buat para mahasiswa dan pemuda Batak di Bandung. Gratis. Yang penting tiap orang nyumbang bibit pohon. Setuju nggak ?]
kalau yang terakhir itu aku setuju,
aku harap ini bukan janji aja ya lae

horas…………..

botima sian iba puang
[ molo adong waktumuna tolong hubungi : Dr Ir Kaman Nainggolan MS (Kepala Badan Ketahanan Pangan RI)
http://www.cidesonline.org. olo dora amanta i manurupi jala peduli tu toba samosir ]

http://rajasimarmata.wordpress.com/

mungkin bisa membantu

Syahganda Nainggolan
Direktur Eksekutif center information and development studies
http://www.cidesonline.org/

Nanam bunga…romantis nian…

He he, kalo mo nanam bunga…tirulah inangudaku di Hutahotang, Kecamatan Onanrunggu. Beliau bisa menanam tulip (iya, tulip yang banyak di Belanda itu coy…!) Dalam 2 bulan sejak ditanam, sudah berbunga…dan sekarang sedang mencoba untuk membiakkannya. Bunganya tahan tiga minggu…asli cakep banget. Kalo mo liat…kontak wae ka email urang…

Nah, kalo investor pada dateng mo nanam bunga di Kabupaten Samosir, kasih aja lahan kritis atau kosong melompong di seputaran pulau dan tepi Danau Toba. Pasti cakep banget.

Si pohon dapdap aja cakep banget kalo ditanam di kemiringan tepi-tepi danau, apalgi kalo berhasil ngembangin si tulip tea.

Jadi, jou ma investor i, alai unang ma di hutan ate…di tano na tandus i ma ta padenggan…asa keren muse sude…horas kawan-kawan..

save the forest, save the life..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 602,498 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: