batak itu keren

Inilah Para Supporter Predator Hutan Tele…

Posted on: 28 Februari, 2008

Barang siapa menyelamatkan satu sumber kehidupan sama halnya ia menyelamatkan dunia secara keseluruhan

Barang siapa merusak satu sumber kehidupan maka sama artinya dia merusak seluruh dunia

GAMBARAN demokrasikah ini atau cerminan masyarakat yang sakit ? Ini soal fakta yang benar-benar mengherankan, bahwa ternyata ada juga orang Batak yang tanpa ragu-ragu dan tidak malu-malu mendukung pembabatan hutan Tele. Kok bisa ya ada orang-orang seperti itu ?

Buatku, malasah penebangan hutan alam adalah soal hitam-putih. Tidak ada kompromi atau toleransi, sebab alam pun tidak kenal kompromi atau toleransi. Kau rusak alam, maka alam pun akan merusakmu. Makanya aku tidak perduli soal legalitas formal, sebab kerusakan alam akan tetap terjadi, biar pun para dewa yang meneken izin pembabatan hutan Tele. Paham kau ?

Dengan segala rasa hormat, dan menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, harus kukatakan : aku sebal dan muak pada kalian, karena kalian membela pembabatan hutan alam seluas 2.250 hektar itu.

Yang paling menyebalkan adalah komentar Yunita Sidauruk, menanggapi imbauan Suhunan Situmorang pada artikel “Stop Pembabatan Hutan Tele!”. Sepertinya orang ini tergolong intelektual. Dia ini harusnya memiliki integritas, moralitas dan social obligation yang tinggi.

Ternyata, meski hanya tersirat, dia itu membela kebijakan Bupati Samosir Mangindar Simbolon–yang mengizinkan pembabatan hutan Tele. Dan biar pun dia menyodorkan alasan mulia demi keseimbangan pemberitaan, seluruh argumennya lebih tepat disebut press release Pemkab Samosir.

Pokoknya, aku muak dengan sikapnya yang kelewat normatif, hipokrit dan di ujung komentarnya sok mengimbau sambil menggertak secara halus.

Aku bilang padamu Yuanita Sidauruk, Hitler juga memiliki legalitas formal– menurut aturan Nazi– ketika dia membantai 6 juta orang Yahudi; apakah dengan demikian kita harus membela kekejaman Hitler ? Terhadap imbauanmu yang sok arif dan menggertak secara halus itu, tanggapanku adalah : kenapa kau tidak mengimbau dan menggertak Bupati Samosir untuk menyetop penghancuran hutan Tele ?

Para pembaca sekalian, di bawah ini aku tampilkan beberapa komentar yang mendukung pembabatan hutan Tele. Silakan nilai sendiri , apakah mereka itu jujur, dalam arti mereka memang senang kalau lingkungan hidup semakin hancur; ataukah mereka adalah antek-anteknya Pemkab Samosir ?

1. Yunita Sidauruk (pada artikel Stop Pembabatan Hutan Tele!)

Membaca pernyataan-pernyataan diatas, saya sebagai perantau yang berasal dari Samosir merasa terpanggil untuk menanggapi berita “pembabatan hutan tele”.

Pertama-tama tentunya saya menghubungi langsung pihak Pemda Samosir melalui telepon dan langsung bicara dengan ajudan Bupati yaitu Bapak Siswanto Sinambela ( 0626 20920 ) dan beliau mengarahkan saya untuk bicara langsung dengan Biro HUMAS ( just email me for further info please ).

Nah, menurut pic-nya HUMAS ini memang betul bahwa Bapak Bupati sudah mengeluarkan SK Izin Pemanfaatan Lokasi dengan SK No. 53/6353/EKON/2007 tanggal 10 September 2007 untuk perushaan EJS Agro Mulia Lestari.

Adapun lokasinya terletak di desa Partukkoan Naginjang Kec Harian seluas 2250 ha dan areal ini adalah areal penggunaan lain (APL) berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 923/Kpts/UM/P2/1982 tanggal 27 Desember 1982 juncto SK Menhut No. 44/Menhut-II/2005 tanggal 16 February 2005.

Untuk prosedur berikutnya saat ini pihak BPN sedang melakukan proses pengukuran tanah dan pemetaan untuk bahan kajian lebih lanjut.

Mengenai penebangan pohon menurut pic HUMAS yang saya telepon, mengatakan bahwa memang betul ada pembukaan jalan tanah sepanjang 100 meter yaitu untuk lokasi penanaman bunga secara simbolis yang dilakukan oleh Bapak Bupati pada tanggal 20 January 2008 yang lalu.

Ditambahkan pula bahwa Bapak Bupati sebagai eks Kepala Dinas Kehutanan sangat memahami dan mengerti aturan aturan hukum yang berkenaan dengan kehutanan dan tidak ada sedikitpun niat beliau untuk membabat habis hutan TELE.

Saya ikutan posting disini adalah untuk memberikan pemberitaan yang berimbang dengan tidak ada maksud membela pihak manapun. Saya menghimbau agar komunitas perantau ataupun mereka yang concern terhadap hal ini berhati hati dalam menyebarluaskan berita agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Salam Lestari

Yunita Sidauruk

2. pargalantung (Don’t Cry For Me Hutan Tele)

ahaaa masa sih hutan 2250 HA ada di TELE…. luas TELE aja nggaada seluas 2250 HA? Bro ..kalo buat berita jangan telalu di tambah2in tuh. Apa anda udah mengukur hutan tele ada seluas 2250 HA? hahahahah….. Logis aja berpikir bro.

EMANG SAMOSIR LUAS KESELURUHANNYA BERAPA HA SIH… Ngakak gw baca beritanya…

Lagian bukannya Samosir daerah Gersang>? Hutan sebelah mana yang ditebang dengan seluas itu?

hahahahaha…. Bikin berita yang benar bro…….

Anda udah ukur belom tuh…….hihihihihih//…..

3. parbola-pat (Don’t Cry For Me Hutan Tele)

walahh./….. kenapa kita sellau protes? kenapa kita tidak memualinya dengan dialog? mari kita memulai dengan berdialog dengan Inevsetor dan Pemda SAMOSIR/……

KASIHan Pemdanya. udah capek2 cari INVESTOR, eh di tengah jalan di cut sama orang yang tidak setuju.

SESUATU ITU DI MULAI DENGAN DIALOG. dan MENCARI SOLUSI yang terbaik……..

KALO TOH BEGINI TERUS KEJADIAANYA, Investor akan lari dan tidak mau menanam modal di Samosir.

So buat apa SAMOSIR jadi kabupaten? lebih baik gabung lagi ama TOBA…….

JANGAN HANYA TERIAK…..DOANK….BERIKAN SOLUSI…

UTAMAKAN DIALOGGGG……JADILAH MANUSIA YANG BIJAK. dan BERKEPALA DINGIN……..

——————————————-

Raja Huta http://www.tobadreams.wordpress.com

 

 

37 Tanggapan to "Inilah Para Supporter Predator Hutan Tele…"

halo… 🙂 kunjungan balik niy… lam kenal

bahwa ternyata ada juga orang Batak yang tanpa ragu-ragu dan tidak malu-malu mendukung pembabatan hutan Tele. Kok bisa ya ada orang-orang seperti itu ?

Yah… begitulah… mungkin kalau duit yang sudah bicara, segala idealisme akan luntur….. sayang yaa…. padahal setiap perusakan lingkungan hidup hanya akan menyebabkan kerugian pada umat manusia sendiri……….

hutan tele yang mana seh…
*hehehe, maaf baru mampir langsung komen?”

yang dari pangururan – tele – dairi itu???
kemarin kami lewat sana dari samosir on the way back to medan, sayang besoknya harus kembali ke Jakarta tidak sempat berlama2x menikmati indahnya pemangdangan disana…so genuine…..

kan di lembah…kok mau ditebang…
view-nya bagus banget disana…bagus banget…bagus….!

Melihat fakta seperti itu rasanya menyesakkan yah.
Legalitas formal itu kadang rasanya absurd.
Bahkan dalam pikiran saya yang terburuk, kadang legalitas formal sengaja dibuat untuk mengakomodasi kepentingan pihak tertentu (ah, itu pikiran buruk saya, semoga saya salah).
Namun, alam memang ndak ambil pusing dengan SK, birokrasi dan sebagainya.
Kalau rusak ya rusak, banjir ya banjir, kekeringan ya kekeringan. Alam ndak akan ngurus surat-surat dulu ke Kehutanan sebelum alam membanjiri kita dengan air bah.

@ carra

Terima kasih carra. Salam.

@ Yari NK

Geram rasanya, cuma gara-gara segelintir orang, jutaan yang lain harus menderita. Sangat tridak adil.

@ kiki fitriyanti

Betul Kiki, itulah Tele. Itulah sejumput sisa hutan alam yang masih ada di kawasan itu.

Menurut sahabatku, arranger Viky Sianipar, memang view terbaik ke arah Danau Toba adanya di Tele. Kalau nggak salah nama tempatnya Menara Ratapan.

Mari kita saling mendukung, termasuk berdoa, mudah-mudahan penebangan hutan alam Tele dihentikan sebelum terlanjur habis dibabat.

“Mengenai aspek legalitas formal…… dan aturan-aturan hukum………”, semua ini dari Siswanto Sinambela dan Biro HUMAS, bukan dari Yunita Sidauruk.

****Yunita Sidauruk telah menjadi tertuduh padahal dia hanya menyampaikan berita ****dan apalagi Yunita telah menghabiskan dana, waktu, pikiran dan mental untuk semua berita itu***

Menurut saya ini berat baginya dan kalau saya dalam posisi ini perasaan sayapun akan sangat masgul.

“Saya ikutan postingan ini……tidak ada maksud membela pihak manapun. Saya menghimbau agar komunitas perantau ……….berhati-hati dalam menyebarluaskan berita agar tidak menimbulkan maslah dikemudian hari”.
Ini adalah himbauan. Maksudnya agar kami-kami yang membaca dan melibatkan diri dalam berita itu tidak salah kaprah. Kalau kami salah kaprah maka kami mungkin bisa bermasalah, padahal kami bermaksud membantu dan mendukung apa yang sedang anda usahakan (di berita ini).

@ sigid

Hahaha…tepat sekali, Alam ndak akan ngurus surat-surat dulu ke Kehutananan sebelum membanjiri kita dengan air bah.

@ Dian Sidauruk

Terima kasih Lae karena sudah ikut memberikan komentar mengenai masalah ini.

Aku tidak ada keberatan dengan yang Lae jelaskan, jika memang itulah yang dimaksudkan oleh Yunita Sidauruk.
Tapi kenapa dia tidak berusaha menjelaskan itu. Terus terang, kalau secara tekstual apa yang ditulisnya itu lebih tepat disebut press release Bupati Samosir. Aku bisa katakan begini, karena pernah nyasar jadi kuli tinta.

Cobalah Lae minta pendapat Lae Jarar Siahaan yang juga berlatar belakang wartawan, dan Lae Toga Nainggolan yang masih aktif di pers, supaya penilaiannya fair.

Nah kalau memang Yunita Sidauruk peduli dengan masalah hutan Tele, entah di sudut manapun itu asal masih di Bonapasogi apa bedanya, dia harus diberitahu bahwa cara melepas informasi yang dilakukannya sangat merugikan gerakan perlawanan.

Dan lebih penting lagi, dia harus diberi tahu bahwa ada seninya dan ilmunya melepas informasi ke publik. Buktinya komentar dia di blog ini menjadi terkesan keterangan pers yang memihak Bupati Samosir. Itu tangung jawab siapa ?

Lae Siadauruk, tampaknya Yunita Sidauruk mengangap urusan hutan Tele ini seperti sebuah permainan yang mengasyikkan. Kalau dia mau belajar dengan rendah hati, jangan sok tahu, kita bisa atur supaya dia mendapat bimbingan profesional dari kawanku Johnson Panjaitan, mengenai taktik dan strategi gerakan. Kalau tidak , mendingan dia tidak ikut campur, daripada menggembosi gerakan perlawanan dengan dalih niat baik.

Lae, tolong sampaikan ke Yunita Sidauruk, aku tidak mau buang-buang waktu dan energi dengan polemik yang sia-sia ini. Bukan tipe aku, debat kusir model begini. Horas Laeku.

@tobadream, kenapa ya anda harus minta tolong orang lain utk sekedar ngomong sama saya,aneh kenapa anda nggak ngomong sendiri aja. Mengenai the way I lodge the news kok bisa2nya anda bilang merugikan,justru info yg saya sampaikan sangat berguna sehingga siapa saja boleh menelepon kenomor tsb. Jika anda memang eks kulitinta bukankah ini namanya check and recheck?apakah anda mau menerima berita bulat2 tanpa mengklarifikasinya? I am nobody dan tak usahlah anda berpayah2 mengajak oranglain untuk mengajari saya

Maaf komentar saya terputus soalnya saya ngetik dihp jadi terbatas, sory bukannya mau pamer technology tapi takut ada yg ngatain saya sok lagi…oh ya tobadreams tadi saya udah confirm ke antony mau hadir hari sabtu ini, mari kita diskusi sehat disana!

Don’t touch any single branch of hutan tele!! Waduh daerah kunjungan wisataku sudah terancam. Bisa jadi anak-cucuku tak bisa lihat orang utan lagi nih. Parah!!! Jangan sampai cucu-cucuku bertanya,”Oma, dulu ini bekas hutan tele, ya?”

@tobadreams

Kalau memang anda pernah jadi kuli tinta tentunya tahu dong kalau informasi yang saya sampaikan adalah dalam rangka check and recheck, apanya yang salah ? Based on that information setiap orang dapat menelepon langsung ke HUMAS PEMDA SAMOSIR dan menanyakan langsung kepada yang bersangkutan.

O ya, tolong kalau berdiskusi jangan menyerang “pribadi” seseorang dong, it is nothing to do with the topic.

Kesan saya, ketika anda mengatakan saya “sok tahu” seolah-olah posisi anda itu “above the others”. Anda puas deh kayaknya kalau menempatkan diri anda itu “above the others”. Kenapa ? Apa anda merasa eksitensi anda terganggu ?

Ketahuilah bung, ini negara demokrasi dan soal pro kontra itu biasa. Jangan mentang-mentang orang lain tidak sependapat dengan anda lantas anda anggap lawan yang perlu diberantas….

Berdebatlah dengan lapang dada dan berjiwa besar ….seperti saya ini misalnya….

Salam Damai,
Yunita Sidauruk

Ito makasih yah atas kunjungan ke blog kami yg tak penting itu 🙂
tulisannya bagus2.

semoga tak muncul seorang fir’aun di samosir. he he he…

@ juliach

Kalau cucunya nanya begitu, si nenek masih bisa tersenyum kecut. Tapi kalau si cucu nanya begini ,”Kok Oma diam aja waktu hutan Tele dibabat ?”, kira-kira apa ya reaksi si Oma ?

Mari kita doakan semoga Tuhan yang Maha Pengampun menerangi pikiran orang-orang yang tega merusak hutan Tele. Amin.

@ IndahJuli Sibarani

Blog ito sangat menarik, dan senang melihat semakin banyak halak hita ngeblog. Mauliate. Horas.

@ thompson hs

kalau bukan firaun, mungkin Jengis Khan yang muncul di Samosir huhuhuhuhu….

Salam kenal Lae. Apakah Lae yang bikin Plot di Siantar itu ?
Mauliate. Horas.

@ Yunita Sidauruk

1. Minta tolong ? Hahahaaa……aku memang menulis pesan buat Anda dalam tanggapanku terhadap Lae Dian Sidauruk, dan pesan itu bisa dibaca semua pengunjung blog ini….. itu namanya bukan minta tolong, tapi main ping pong hehehe….

Kalau Lae Jarar Siahaan mungkin akan menjawab Anda dengan gaya khasnya : suka-sukakulah!

2. Tanyakan pada ahlinya. Dia akan bilang: Selamat buatmu Yunita Sidauruk, Pak Bupati dan investor Korea itu pasti senang dan bangga pada Anda, karena PRESS RELEASE yang Anda buat pasti akan menggiring publik untuk berpikir bahwa tidak ada masalah di hutan Tele, dan bahwa Suhunan Situmorang dkk adalah penyebar berita bohong.

3. SENJATA MAKAN TUAN. Anda akhirnya terjebak dengan kata-kata Anda sendiri. . Begitu mengetahui aku pernah jadi kuli tinta, Anda langsung berdalih bahwa apa yang Anda lakukan adalah check anda recheck.

Tahu nggak prakteknya check and recheck itu ? Sekarang aku kasih tau : Anda sama sekali tidak melakukan CHECK kepada Suhunan Situmorang selaku sumber berita mengenai pembabatan hutan Tele. Yang Anda lakukan hanyalah RECHECK. Tegasnya Anda hanya mengecek kebenaran berita yang disebarkan oleh Suhunan Situmorang, tetapi ke pihak yang “berlawanan” dan berkuasa.

Tampaknya Anda salah kaprah seolah-olah prinsip check and recheck telah terpenuhi hanya lantaran Anda bolak-balik mengecek ke SATU SUMBER, yaitu Pemkab Samosir. Itu memang recheck juga alias ngecek bolak balik ke satu pihak hehehe….

Biar lebih jelas : check and recheck ini dikenal juga dengan istilah COVER BOTH SIDE. Liput atau tanyakan kepada kedua belah pihak ! Kenapa Anda tidak tanyakan kepada Suhunan Situmorang mengenai kebenaran berita yang dia siarkan ?

4. Takut dianggap pamer teknologi ? Hanya karena Anda mengirim email dari HP ? Alamaaaak, emangnya pengelola blog ini Anda anggap masih bisa heran soal yang begituan? Kecian deh gue….

Anda bakalan diketawain oleh blogger seluruh dunia,kalau mereka baca ini. Sebagai pemilik sebuah blog, aku adalah bagian dari segelintir masyarakat dunia yang paling maju, yang mainannya adalah teknologi termaju di bidang komunikasi massa. Ini fakta.

5. Silakan datang ke diskusi yang diadakan Komunitas TobaDream, Sabtu 1 Maret 2008. Aku jamin Anda akan diperlakukan sebagai kawan sebagaimana hadirin lainnya. Aku dan Suhunan memang ikut sebagai pelayan dalam diskusi itu.

Tapi kalau Anda mau berdiskusi dengan aku, setelah acara selesai saja, setelah aku selesai bertugas sebagai pelayan. Ini bukan permohonan untuk dimaklumi, tapi SYARAT dari pihak aku.

RAJA HUTA
*cuma seorang blogger*

Pembabatan hutan Tele diganti dengan perkebunan bunga.
Halak hitanya rupanya Bupati disana?
Kasihanilah pulau kita Samosir itu,sampai gimana hancurnya lagi dibikin,lihatlah air danau Tobanya semakin dangkal,karena kekurangan bibit air dari daerah sekitarnya,mau berapa gundul lagi pulau Samosirnya dibikin.
SADARLAH ,sebagai pemimpin daerah harus mewakili kehidupan,keluhan,perasaan rakyatnya.
Mauliatema sian pangaranto.

Bagaimana akhirnya dengan hasil pembicaraan hari Sabtu kemaren (1 Maret 2008)…Soalnya seru juga mengikuti argument tersebut…Bukan mau ikut campur…Ingin tahu saja..Apakah dia mengakui..bahwa dia tidak di kenal oleh Ito Suhunan Situmorang..Bisa-bisa saja…

@ lumbantobing trtng

Rupanya para birokrat di Samosir adalah penyair-penyair tanggung, dan tampaknya mereka terobsesi betul dengan ungkapan termashur dari Shakespeare : Say it with flower.

Katakanlah dengan bunga, kata si pejabat. Kemudian si investor bilang : Bapak tinggalkan tentukan bunganya dalam rupiah atau dollar ?

Salam kenal.

@ Rondang br Siallagan

Oh, rupanya Ito ngikutin ya ?

Salam kenallah dulu Ito. Aku sudah sering baca komentar Ito di blog Partukkoan Tanobatak dan blog Taman Eden. Kesanku Ito adalah perantau Batak yang tetap cinta dan rindu kampung halaman. Sudah makin berkurang orang seperti Ito ini, apalagi yang merantau sampai ke luar negeri. Baru merantau ke Medan saja sudah mau dilunturkan habatahon-nya.

Mengenai janji “blind date” dengan Yunita Sidauruk, ternyata nggak jadi. Aku sih “mangarade” dengan kesediaan mendengarkan penjelasan atau mungkin pembelaan dirinya. Tapi tampaknya dia tidak datang dan tidak ada pemberitaan kenapa nggak jadi datang.

Mudah-mudahan saja karena halangan yang baik ya.
Biar pun kita berbeda pendapat, kita selalu harus mengharapkan yang terbaik apalagi buat yang mengaku dirinya orang Batak, iya kan Ito ?

Oh ya, dua hari yang lalu, ternyata, Yunita Sidauruk sudah menelpon Lae Suhunan. Intinya : dia tetap merasa benar dengan tindakannya yang kuprotes itu. Dan dia sakit hati, katanya, karena Raja Huta meragukan habatahon-nya.

Jujur, sebenarnya aku menyesal juga kenapa nggak kuhubungi dulu dia ke emailnya, untuk menanyakan apa maksudnya membuat “press release” itu. Mungkin kalau itu kulakukan, tidak perlu terjadi perdebatan seperti itu. Tapi memang reaksiku marah betul dan langsung kubalas. Berarti aku masih kurang dewasa dan sama sekali tidak bijak ya…

Btw kalau soal prinsipil, yaitu sikapku terhadap eksploitasi dan eksplorasi hutan alam, aku senang sudah bereaksi seperti itu terhadap Yunita Sidauruk. Dan rasanya aku akan bersikap sama kalau ada lagi yang seperti itu.

Maliate Ito. Horas.

Misalnya pun dia buat press release itu untuk tujuan baik …bagus..tapi dia tidak memberi penjelasan lain (penegasan) bahwa dia tidak setuju dengan keputusan tersebut (apa yang dia ketahuinya) . Tidak ada tertulis. Justru memberi peringatan kepada perantau supaya berhati-hati. Maksud dengan kehati-hatian ini apa. Tidak dijelaskan juga. Dari sini bisa dilihat bahwa pihak Ito adalah berbohong, menyebar berita palsu. Kalau dibaca dari yang dia tuliskan seakan-akan bisa dikatakan dia pro dengan pihak A (Pemda)….Walaupun dikatakannya tidak memihak siapapun. Yang herannya dia berani mengakui kenal Ito Suhunan Situmorang tapi yang bersangkutan sendiri tidak mengenalnya. Amit-amit….Anyway…Horas..Salam.

“Jujur, sebenarnya aku menyesal juga kenapa nggak kuhubungi dulu dia ke emailnya, untuk menanyakan apa maksudnya membuat “press release” itu. Mungkin kalau itu kulakukan, tidak perlu terjadi perdebatan seperti itu. Tapi memang reaksiku marah betul dan langsung kubalas. Berarti aku masih kurang dewasa dan sama sekali tidak bijak ya…”

Mengutip kalimat diatas maka dengan demikian saya anggap case closed seperti yang diharapkan oleh ito Suhunan Situmorang sebagaimana pembicaraan saya dengan beliau pada hari Jumat sore yang lalu. Thanks to him for giving me a best support and to whom who stand beside me…

Mengenai ketidakhadiran saya, sudah saya kabarkan ke ito Suhunan dan halangannya adalah pada siang hari itu anak saya Ruru, 6 tahun tiba-tiba sakit gigi dan saya harus membawanya ke dokter gigi. Yang namanya ke dokter kan harus antri dan karena saya datangnya belakangan maka diperiksanya pun sudah mendekati jam 2 siang, sudah itu harus menebus obat diapotik karena harus langsung diminum (anti biotik). Dengan susah payah, akhirnya saya berhasil membujuk Ruru untuk ikut ke Manggarai dimana saya bermaksud untuk menepati janji saya yaitu hadir dalam diskusi tentang Toba. Saya tiba disana sudah lewat jam 4 dan ketika hendak memasuki ruangan ternyata sudah penuh ( mungkin ? ) karena saya hanya mengintip sepintas. Jadilah kami bertiga, saya, Ruru dan susternya menunggu di Cafe sambil minum teh manis…..
Eh, anak saya ngadat lagi minta main ke Timezone. Ya sutralah…..terpaksa saya tidak bisa menunggu sampai acara berakhir.

Anyway, tanggal 15-16 Maret ini di Medan akan diadakan Seminar Lingkungan dan Indonesia Menanam di Garuda Plaza Hotel Medan. Sepertinya buat mereka yang concern terhadap hutan boleh datang ke hajatan ini dan bertemu dengan petinggi hutan Sumatera Utara dan menanyakan hal-hal yang berkenaan dengan hutan khususnya tentang ‘pembabatan hutan tele’.

Salam Lestari,
Yunita Sidauruk

Ai boha be namaon marsogot haduan…..

Tambahan sedikit, penilaianku…wajar kalau Ito bertindak demikian…bukan berarti kurang dewasa dan tidak bijak… Siapapun dia akan melakukan yang sama bila penyampaian berita yang tidak jelas. OK!

Setauku Tele itu dataran tinggi di areal danau toba ya..tahun kemaren sempat ke sana (Not Beautiful but extremely Beautiful) aku bukan ahli geologi atau sejenisnya lah, tapi sptnya akan ada dampak yg sangat dasyat buat daerah2 yang lebih rendah dibawahnya. Apakah sudah ada ahli yang memperhitungkan dampak ini semua (damapak jangaka pendek dan PANJANG)???. Jangan sampai kita tergiur dengan keuntungan sedikit dan nantinya menderita kerugian yang sangat banyak untuk memperbaiki lingkungan, untuk mencari mayat2 korban tanah longsor, untuk membangun pengungsian, untuk memberi makan orang2 kelaparan korban bencana, untuk mendirikan lagi rumah2 yang hancur, untuk menyediakan lapangan kerja petani2 yang ladangnya hancur karena tanah longsor/banjir. Dan Juga becareful GLOBAL WARMING is coming. Sudah saatnya Indonesia lebih aware dengan ini semua, cukup sudah penderitaan selama ini..banjir, longsor, dll. Bayangkan berapa banyak uang kita habis untuk menangani ini semua kapan kita mau maju. Ini semua cuma kekawatiran saya sebagai orang awam ttg ilmu lingkungan.. Semoga ada ahli yang mau memberikan sumbangsih pemikirannya. Mari Kita Bangun Indonesia, jangan dirusak yah 🙂

@ Yunita Sidauruk

Rupanya otokritikku yang bergaya satir itulah yang paling penting buat Anda, daripada memperbaiki reputasi dengan menjelaskan stand point Anda mengenai pembabatan hutan Tele, serta penghancuran alam dan lingkungan hidup di Tano Batak. Selamat. selamatlah kalau Anda senang karena kalimat-kalimatku yang mengejek diri sendiri itu.

Satu hal yang pasti, seandainya pun pernyataan dengan gaya satire itu Anda anggap sebuah pengakuan bersalah, aku akan dengan senang dan bahagia mengulangi “kesalahan” seperti itu kalau suatu saat bertemu dengan orang semacam Anda.

Aku akan lakukan berjuta-juta kali kesalahan demi menjaga alam Tano Batak dan Indonesia dari ancaman penjarahan oleh para penguasa yang bebal, para calo dan antek-antek modal asing.

Semoga Tuhan Melindungi Orang-orang Yang Jujur

RAJA HUTA

Oh gaya satire ya ? Baguslah…Selamat berjuang mempertahankan Hutan Tele dengan cara yang anda sukai.

Sampai saat ini anda kayaknya masih bertanya-tanya sepertinya saya ini berada di pihak yang mana dan “harus memperbaiki reputasi” dengan cara menjelaskan stand point saya. Memangnya anda siapa, kok saya harus menjelaskan saya berpihak kemana ! Saya tidak mau berkoar-koar saya ada dipihak yang mana tapi saya akan buktikan dengan tindakan dan perbuatan dan biarlah orang lain yang menilai saya ada dipihak yang mana.

Untuk anda ketahui bahwa pada hari Senin tanggal 10 Maret yang akan datang saya akan berada di Medan dan kebetulan ada meeting dengan Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Sumut yaitu Bapak James Budiman Siringo-ringo, Kasubdin Ir Muh Hukmi dan salah seorang Staf Penatagunaan Kawasan Hutan Bapak Ir Efendi Pane. Isi meeting tentu saja tentang kawasan hutan dan saya dengan senang hati akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang kerap terlontar di blog anda ini. Mudah-mudahan dari beliau kita akan mendapatkan informasi yang lebih akurat dan mendalam tentang bagaimana sebenarnya kronologis keluarnya Surat Izin Prinsip dari Bupati Samosir kepada Investor dari Korea.

Salam Lestari,
Yunita Sidauruk

@ Yunita Sidauruk

Ini adalah ruang publik. Reputasi Anda sudah buruk disini, itu yang kumaksud. Itu pun kalau Anda punya sense mengenai itu dan care soal reputasi.

Meeting ? Business as usual, indeed, hehehe…

Saya tidak bangga dengan yang namanya pejabat. Semuanya bisa dibeli. Just name the price…. hehehe….

Btw tolong sampaikan ke rekanan Anda di Dinas Kehutanan Sumut itu, jangan sembarangan mengeluarkan ijin pemanfaatan hutan atau ijin penambangan di Sumatera Utara, khususnya di Tapanuli.

Tolong sekalian tanyakan kenapa pengrusakan alam dan pencemaran lingkungan oleh beberapa perusahaan tambang di wilayah eks keresidenan Tapanuli dibiarkan saja oleh tuan-tuan pejabat di Medan itu.

Mengenai kronologis keluarnya ijin Bupati Samosir untuk pembabatan hutan Tele, tak begitu perlulah itu. Yang penting sekarang, setiap orang Batak sebaiknya berhenti menjadi antek kapitalis asing untuk mengeksploitasi hutan dan alam Tapanuli.

Raja Huta

Tampaknya anda tidak fokus membahas topik hutan tele,kok jadi melebar kemana2…dan terlihat sangat emosional, sayang sekali.
Tidak bisakah kita berdiskusi disini dengan dada lapang dan hati bijak dan juga tanpa syak wasangka buruk terhadap orang lain? Bukannya diskusi ini utk ajang sharing? Syukur2 kalo ada sumbangan solusi dari pembaca…kalau ingin berbuat sesuatu telitilah dulu kemampuan diri….

Prinsip hidup sy adalah berpikir benar..berkata benar dan bertindak benar. Awali benar,akhiri benar!

ooowww….seremmmmmm…….kok jadi parbada sehhhhhh……….

b cool man….

Santabi lae Raja Huta.
Komentar ni lae tu Itonta Yunita Sidauruk na di tgl 1 Maret 2008 di: STOP Pembabatan Hutan Tele !!!, i nama komentar na parpudi. Boasa gabe adong muse saonari? Sotung gabe lalap hita ala ni i, tuan nami!

Tu halak ito Yunita Sidauruk, ba, parsidohotma hamu ito laho manundati sangkap ni Pemkab Samosir laho pasudahon tombakta na saotik i. Molo pajumpang do hape hamu tu tulanag James Budiman Siringoringo kadis kehutanan propsu tgl 10 Maret na naeng ro, ba, pasahat hamuma sude ito angka elek elek dohot pangidoan ni sude bangso batak i, asa anggiat di sundati i. Mungkin dang sanga tingki ni halak i manjaha weblog2 na adong gabe dang di boto halaki holso ni rohanta be.

Indang ahut sibahen na godang indang jomput sibahen na otik, ninna ito ma tu nasida, nunga mangantusi nasida disi.

Mauliate.

Banyak yang menjadi pertanyaan bagi para pengambil kebijakan disana :
1. Hutan seluas 2.250 ha itu, tidakkah lebih baik diusulkan sebagai program Clean Development Mechanism dari UNFCCC, kan lebih besar hasilnya dan sustainable daripada membabatnya dan menanam bunga, cuma bukan uang “cepat”
2. Hutan Tele (di Sumatera Utara) itukan menjadi DTA-Toba, jalan dari Tele ke Pangururan yang sudah meranggas itu nantinya akan digerus air dari atas. kampung dibawahnya nantinya mau jadi apa ya. Kejadian dari hutan Leuser apakah tidak cukup jadi contoh.
3. Penanggung akibat ini, pada akhirnya adalah anak cucu,..kan?
Hutannya yang tinggal sedikit itu jangan dibabat dong. Ekologi Samosir akan terganggu.

@ Humbang Hasundutan

Mauliate Lae. Terima kasih telah mengingatkan. Itu sangat kuhargai.

Sebenarnya maksudku terlibat dalam perdebatan yang tak berbobot itu, dari awal sampai akhir, adalah untuk mengingatkan kita semua : hati-hati dengan MUSANG BERBULU DOMBA.

Tak usah kuperpanjang lagi, mudah-mudahan Lae sudah mengerti arah dan implikasinya. Mauliate. Horas.

@ drg subur

Aku dukung idenya.
Memang ngeri membayangkan kehancuran jangka panjang. Karena kesadaran itulah aku dan kawan-kawan bersikap keras mengenai pembabatan hutan Tele. Karena kita hanya meminjam bumi ini dari anak cucu ….

Horas

@ Merdi Sihombing

Kenapa harus ragu dan malu-malu marbada kalau untuk tujuan yang benar. Tapi ini bukan marbada sama sekali. Cuma debat kusir kok Lae hehehe…

Beberapa tahun yang lalu mamak-mamak di Porsea sengaja telanjang di hadapan pasukan Marinir dan Brimob, demi mendramatisasi tuntutan agar biang pencemar lingkungan yaitu PT Indorayon ditutup. Itulah kenyataannnya Lae dan kita harus memakluminya, karena yang menderita mereka sendiri.

@ Forum

Dengan ini aku memutuskan tidak akan menanggapi lagi komentar yang datang dari Yunita Sidauruk, karena orang itu selalu menghindar dari hal-hal yang pokok. Dan aku masih tetap meragukan komitmennya untuk perjuangan menyetop pembabatan hutan Tele, serta kepentingan pelestarian lingkungan di Tapanuli.

Aku merasa sudah memberi kesempatan yang sangat leluasa bagi yang bersangkutan untuk menjelaskan dirinya, posisi dan sikapnya. Tapi Anda semua tahu bagaimana responnya. Enough is enough.

Sebagai pengelola blog ini aku sudah menunjukkan sikap demokratis dengan memuat semua komentar Yunita Sidauruk. Bukan menyombong, tapi kalau memang aku emosional, gampang saja buatku menghapus komentar-komentarnya dan tidak perlu repot-repot melayani perdebatan yang kuanggap tidak berbobot itu.

Para pembaca semua, diskusi atau perdebatan yang kuanggap berbobot adalah kalau penilaianku yang menyebut komentarnya sebagai PRESS RELEASE ditangkis dengan argumen yang membuktikan bahwa tuduhanku itu salah. Tapi itu tidak terdjadi. Dan memang tidak satu pun penjelasan penting diberikan orang itu.

Dengan ini aku mohon maaf kepada pembaca yang mungkin terganggu oleh debat kusir itu. Silakan membuat penilaian atau saran mengenai caraku menghandle masalah itu. Tapi perlu aku sampaikan, bahwa terlepas dari masalah cara dan etika, aku senang telah bersikap benar dan semestinya dalam menanggapi Yunita Sidauruk.

Mauliate
Horas

BATAK ITU KEREN

o…..Mulajadi Nabolon……toloooooooonnnngg…….
pada pake IT tinggi kok debat kusir seh….kesannya BATAK SEREM ya….mending kita pake LAK-LAK aja itung2 buat melestarikan warisan budaya yg hampir punah.nah…kan masing2 punya andil buat kemajuan bangsa Batak.Itu baru BATAK KERRRRREEENNNNN.

apapun yang dibahas diatas sah2 sah saja, dan apapun yang di debatkan, mau siapa yang paling jago ber argument sah2 sah saja . tapi untuk hutan tele yang mau dibabat… tak perlu kita berdebat. kita cari informasi apa akibat bila hutan dengan letak geogarfisnya seperti itu…!! ataa bisa kita tanyakan langsung ke pakar2 yang ahli di bidang tersebut. jgn ke pejabat atau tokoh2 masyarakat yang sarat dengan kepentingan pribadi dan golongan.

setelah kita tau apa untung ruginya. baru kita bersuara. kalau memang tujuan kita mau menyelamatkan kehidupan disana…

jgn latah… krn orang lain bilang tolak, langsung bilang tolak. orang lain bilang dukung, langsung dukung.

krn saya sudah tau betul bagaimana kehidupan disana. letak geografik…dan apa akibatnya. DENGAN TEGAS SAYA TOLAK PENEBANGAN HUTAN TELE.

MAULIATE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 660,018 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: