batak itu keren

STOP Pembabatan Hutan Tele !!!

Posted on: 18 Februari, 2008

Artikel ini sejatinya adalah komentar Suhunan Situmorang, pengacara dan novelis, di blog Partungkuan Tano Batak, pada postingan Refleksi Lima Tahun Kabupaten Samosir. Aku putuskan menampilkan disini karena merupakan sumber informasi penting terkait dengan pembabatan hutan alam Tele, yang kabarnya sudah berjalan sejak dua hari lalu. (Raja Huta)

TANGGAL 6 Februari lalu, saya dan lima teman (Viky Sianipar, Bismark Sianipar, Charlie Sianipar, Ganda Simanjuntak (Medan), dan satu orang bule Perancis, Laurent), atas nama komunitas TobaDream Jakarta, pulang ke Samosir untuk menyiapkan ‘TobaDream Conservation Program’ (TCP).

Di Desa Martoba, Simanindo, kami menyiapkan perjanjian dengan pemilik tanah yang sukarela menyerahkan 2 HA tanahnya untuk ditanami pohon, mengadakan pertemuan dengan teman-teman peneliti voluntir dari Badan Penelitian Kehutanan (BPK) Aek Nauli, Parapat. Juga melakukan sosialisasi dengan orang-orang setempat (termasuk politisi-politisi lokal) dan Pemda (Bupati Samosir).

Kami juga menjelajah dataran tinggi Samosir (Sidihoni, Ronggur Nihuta, Parmonangan) dan mengelilingi Samosir hingga daerah Lagundi-Onanrunggu untuk memetakan lahan kritis, dan, atas nama pribadi, mencari anak-anak asuh yang secara ekonomis kesusahan meneruskan sekolah. Untuk sementara, kami menyerahkan ke pastor Bernardus Sijabat dari gereja Katolik Paroki Pangururan. Beliaulah yang kami putuskan menyalurkan ‘aek santetek’ (bantuan alakadarnya) ke saudara-saudara kita, anak-anak di desa Sijambur, Salaon Dolok, Sidihoni, Ronggur Nihuta, Parmonangan, yang sangat memerlukan bantuan biaya sekolah.

Kami juga menemui seorang perajin eceng gondok di Pangururan (Gurning) dan membuat kerjasama untuk membantu penjualan produknya di Jakarta sekalian membantu disain yang lebih menarik agar diminati kaum muda Jakarta. Pertemuan dng Bupati Samosir di rumah dinasnya dilakukan Viky dan Charlie, sementara saya dan Bismark menjelajahi Urat-Sipinggan dan melakukan pemotretan.

* * *

SEBAGAIMANA pertemuan kami di Jakarta tiga bulan lalu dengan Bupati Samosir (Mangindar Simbolon), keinginan dan maksud kami menggugah warga (terutama para perantau) agar menggiatkan penghutanan kembali daerah Samosir dan sekitar Danau Toba melalui TC~P, mendapat dukungan. Kami senang dan tak lupa menekankan bahwa program TCP murni swadaya, tak akan membebani keuangan Pemda. Kami hanya mengandalkan partisipasi pribadi-pribadi yang tergerak hatinya untuk membantu membeli bibit pohon dan biaya perawatan (menggaji tenaga lokal), dan tiap rupiah yang kami terima harus bisa dipertanggungjawabkan.

Tak dinyana, malam sebelum kembali ke Jakarta (9 Feb), kami bertemu dengan seorang parnamboruan (tante) yang membuka kedai makan di Pangururan. Tanpa bicara panjang lebar, namboruku ini (Ny. Siregar br Situmorang) menyampaikan sebuah berita yang mengejutkan, yakni: Bupati sudah memberi izin ke sebuah perusahaan Korea untuk membabat 2000 HA hutan Tele untuk dijadikan kebun bunga! Warga Tele dan pemegang hak ulayat (marga Situmorang dari Harianboho, Baniara, Tele, mayoritas keluarga dekat sastrawan Sitor Situmorang) sudah mengajukan protes dan melakukan perlawanan.

Namboruku (tanteku) ini pun lantas memintaku agar turut jadi pengacara pemegang hak ulayat (ditambah pengacara lain) untuk menggugat Bupati Samosir. Mendengar berita tersebut, saya dan kawan-kawan langsung lemas!

Terjadi semacam antiklimaks atas rencana penanaman pohon di Samosir yang dijadwalkan mulai 3 Maret 2008. Berulang-ulang saya tanya kebenaran berita tersebut, namboruku itu kemudian memberi dua no.hp paramangudaon (pak le) di Jakarta agar saya hubungi. Malam itu pun langsung kami hubungi teman-teman di Pangururan untuk verifikasi karena tak mungkin lagi berangkat ke lokasi (Tele). Ternyata mereka sudah tahu, bahkan pengakuan mereka sudah beberapa kali dimuat di koran-koran terbitan Sumut.

“Bah! Ngeri nai puang namasaon! (Alamak ngeri sekali kejadian ini).” ucapku spontan.

Jelas, kami SANGAT KECEWA. Rencana melakukan penanaman pohon di atas lahan 2 HA, yang kami harapkan akan menjadi semacam “virus” positif bagi seluruh warga dan perantau Samosir dan wilayah-wilayah di Tano Batak untuk melakukan hal yg sama, jadi sesuatu yang absurd, dilecehkan, dan “si parengkelon” (bahan tertawaan).

Minggu siang (10 Februari), kami ketemu Alvin Nasution (wartawan Metro Tapanuli/Metro Siantar) dan Andi Siahaan (wartawan dan kontributor Trans TV) di kedai kopi Koktong dan menanyakan kebenaran berita tersebut. Mereka membenarkan berita tersebut dan sudah pernah ditulis sebagian pers Sumut. Tanpa sempat berpikir panjang, spontan saya kirim SMS ke lae Monang Naipospos (pemilik blog Partungkoan Tano Batak), mengungkapkan kekecewaan dan kesedihan saya dan kawan-kawan.

* * *

MALAMNYA di Medan, di rumah Grace Siregar (Tondi), kami mengungkapkan berita tersebut pada teman-teman yang sudah kumpul di sana (Thomson Hs, Alister Nainggolan, Miduk Hutabarat, dll). Mereka pun mengaku sudah mendengar berita tersebut.

Setiba di Jakarta, dari bandara, saya kirim SMS ke Batara Situmorang (salah satu pewaris hak ulayat) untuk menanyakan masalah tersebut sekalian langkah-langkah yang sudah mereka tempuh. Jawabannya, mereka sudah menyurati Bupati, beberapa Menteri, dan tengah mengumpulkan beberapa dokumen sebagai modal untuk tindakan hukum bilamana Bupati tidak menghentikan. Paramangudaon (pak le) ini pun meminta kesediaanku manakala diperlukan, dan saya jawab: siap amanguda (pak le)!

Kepada Anda semua, kami mohon dengan sangat, dukungan Anda untuk menggagalkan rencana Bupati Samosir untuk membabat hutan Tele seluas 2000 HA, apapun alasan dan tujuannya. (Alasan Bupati, kawasan tersebut masuk hutan produksi dan tujuan konversi ke kebun bunga adalah untuk meningkatkan pariwisata).

Tak usah pun dikaitkan ke persoalan Global Warming, kawasan hutan yang mengelilingi Danau Toba sudah tahap sekarat menurut kawan-kawan peneliti kehutanan! Kita tahu persis, hutan-hutan yang mengitari danau yang indah itu sudah terancam dan ekosistem di sekitarnya sudah rusak sejak perusahaan pulp di Sosor Ladang-Porsea beroperasi sejak tahun 90-an, ditambah tindakan para pencuri kayu.

Masa depan danau kebanggaan kita itu, asal-mula para leluhur manusia Batak itu, semakin terancam dan akan semakin hancur bila hutan-hutan yg mengitarinya dihabisi. Tegakah kita membiarkan danau, perbukitan, hutan, dan alam yang sudah berjasa memberangkatkan manusia-manusia Batak meraih kemajuan, dirusak oleh pihak-pihak yang hanya bertujuan meraup keuntungan bagi diri mereka? Saya yakin, tidak!

Untuk itu, saudara-saudaraku sekalian, Batak atau non-Batak yang cinta lingkungan, kami imbau agar:

MELAWAN SETIAP TINDAKAN YANG MERUSAK HUTAN DI SELURUH WILAYAH BATAK DAN YANG MENCEMARI DANAU TOBA!

Horas

(Suhunan Situmorang)

24 Tanggapan to "STOP Pembabatan Hutan Tele !!!"

niat yg baik… kadang emang ngk selalu diberi jalan yg mulus untuk mewujudkannya , inilah kondisi manusia di jaman ini

satu sisi kita peduli,di sisi lain orang ngk mikirin
antara penghancuran dgn penyelamatan tidak lagi berbanding lurus dengan deret hitung …

mirisssss….

akankan dimasa depan, kita hanya bisa menceritakan keindahan alam tapanuli, danau toba dan samosir kepada anak cucu kita…

menetes air mataku membayangkannya….

akankah cucu ku kelak menikmati keindahan tanah asal leluhurnya…. akankah cucu kita nanti menghirup udara yg sama jeleknya dgn kita saat ini atau mahal udara ini mun semakin mahal…

lakukan sesuatu… aku akan bergabung dalam 1 barisan yg sama dengan kalian ito, … saat ini aku hanya bisa memohon debata mula jadi na bolon untuk menggerakkan hati bapak bupati , bapak gubernur, bapak menteri, bahkan bapak presiden …. semoga mou yg dah di tandatangani itu bisa di tinjau ulang…

Betul kalilah itu bah….!!!
Uda saatnya di basbi para penebang liar yang cuman cari untung buat dirinya sendiri.

Jbu

Salut dengan Usaha TobaDreams dengan ‘TobaDream Conservation Program’

Bisa lelang ulos jutaan rupiah di Pesta Bona Taon, tapi susah untuk memberi 10rb untuk beli pohon untuk ditanam.

Horas

saya sangat prihatin membaca berita ini. Namun itulah fakta yang terjadi dimana-mana. Kalau Masyarakat yang nebang kayu dari ladangnya sendiripun konon para pemegang kekuasaan akan mencari-cari kesalahan agar dapat bagian.

Pernah sekaliwaktu petugas kehutanan mengukur tanah peninggalan nenek moyang kami dengan alasan reboisasi,segera setelah kuketehui langsung saya larang. Tapi menurut keterangan mereka (petugas kehutanan) tanah tersebut sudah masuk register mulai jaman penjajahan belanda. tanpa kompromi mereka langsung saya halau dan saya katakan “bila benar belanda yang membuat register panggil mereka kesini”.Dan sampai saat ini petugas kehutanan tak pernah lagi datang,namun hatiku masih waswas.
Yang kuherankan mengapa masyarakat kecil yang selalu kambing hitam bila terjadi penggundulan hutan. Pada hal bila kita fikir-fikir para pejabat yang berwenanglah sebenarnya yang tak serius menjaga hutan sebab mereka mungkin tak pernah kenal dengan hutan.
Menurut pendapat saya,hutan harus dikembalikan kepada masyarakat sekeliling hutan agar hutan dapat terjaga. Dan pemerintah langsung mengawasi agar masyarakat tidak menyalah gunakannya.
Tapi itulah Pemerintahan di Negara yang kita cintai ini, Hukum lebih tertuju kepeda yang lemah sementara yang kuat masih tetap menari-nari diatas penderitaan orang yang lemah.

Pada kesempatan ini saya juga mau bergabung dengan teman-teman yang menolak pembalakan hutan. Semoga berhasil dan salam buat semuanya.

Mari kita dukung sesuai kapasitas kita untuk melindungi hutan kita.

walahh./….. kenapa kita sellau protes? kenapa kita tidak memualinya dengan dialog? mari kita memulai dengan berdialog dengan Inevsetor dan Pemda SAMOSIR/……

KASIHan Pemdanya. udah capek2 cari INVESTOR, eh di tengah jalan di cut sama orang yang tidak setuju.

SESUATU ITU DI MULAI DENGAN DIALOG. dan MENCARI SOLUSI yang terbaik……..

KALO TOH BEGINI TERUS KEJADIAANYA, Investor akan lari dan tidak mau menanam modal di Samosir.

So buat apa SAMOSIR jadi kabupaten? lebih baik gabung lagi ama TOBA…….

JANGAN HANYA TERIAK…..DOANK….BERIKAN SOLUSI…

UTAMAKAN DIALOGGGG……JADILAH MANUSIA YANG BIJAK. dan BERKEPALA DINGIN……..

Horas ma di hita sude…

Parjolo ma hu pataddahon di rikku ate. Henry manik
asal sian Ambarita Samosir, tinggal di Belanda.
MOlo hea di bege hita group MARSADA naung piga2 hali
tour concert to Eropa, au ma sada personilna.

Au sangat prihatin,majjaha aha namasa di samosir
nueang on ,ima ttg pembabatan hutan hutan di tele, utk
di concert ke taman bunga. Ini sangat bertentangan,
dan perlu di tantang. Alasan bupati itu sgt tdk logis.
Mgkn dia punya plan di balik itu semua, utk
kepentingan sendiri? Utk memajukan pariwisata di
samosir, byk hal yg bisa di kerjakan tanpa melakukan
hal semacam itu. MIsalnya penyelesaian Ring Road
Samosir dgn kwalitas yg baik,pun bisa rampung di buat
Pemkab sudah merupakan suatu langkah awal yg sgt
bagus,dan bisa di banggakan.Dan yg lain misalnya, spt
mengcreate event event, dan memberi prasarana ke
masyarakat utk bisa menjaga kebersihan..

INi malah, alam mau di rusak.. ini artinya
memberhentikan daerah samosir jd daerah pariwisata.

Baru baru ini saya baru merilis website
http://www.samosirtourism. com , atas ke prihatinan terhadap
pariwisata disana, dan saya sudah sangat byk mendapat respond yg positive dari para pengunjung site tersebut , terutama yg dari belahan eropa-australia-amerika, Dan sudah terbukti, juga dgn melalui site tersebut beberapa org disana, sudah berkunjung ..(sesuai dgn email yg saya terima) dan beberapa org udah buat in planning utk summer nanti

Saya sengaja pulkam nov lalu, utk
pengambilan bahan2 utk itu, keliling samosir lewat
dara tdan danau.

Dan saya dah mengikuti beberapa, expo besar pariwisata
di Belanda, dan sudah byk respond yg masuk baik dari
dalam maupun luar indonesia. Dan sudah saya
perbincangkan hal ini di beberapa forum travelers. Dan
mereka2 semua sgt mendukung kerjaan ini.

Dan kebetulan akhir jan kemarin , baru dari kampung.. sptnya tourist
sedikit bertambah dari selama ini, saya bukan bilangin krn hasil kerjaan yg saya buatin.. tp ada lah efecknya jg..

Semua ini tar akan sia sia , klu hal yg tadi tetap di
laksanakan.
Jadi aku siap utk gabung tu sude hita na mangalean
rohatta tu huta ta ( jikalu diperlukan saya bisa bawa surat juga dari organisasi kita org batak di eropa http://www.bonapasogit.nl, dan saya tar mewakili gerakan dari sini di kampung .Kebetulan akhir bulan 3 tgl 22 on mulak
do iba to toba selama 1 bulan, mengharap iba.. klu ada rencana gerakan, dan kita semua bersatu ..

Ttg promotie pe, pemkab so lean rohana .asal asaln do. Di baen ma
website http://www.tuktuksa mosir.kampungdig ital.com/
alai molo tabereng i, hera website ni si bursok.. hape
pasti godang do kaluar biaya tusi.. alana merupakan
sebuah proyek do on menurut au sian pemkab.
Ia da mangaresmihon BUpati.. ia di pakke ma otik
hepeng ni negara, dohot otak na i tu dalan na tikkos

Horas ma di hita sude

Henry

Saya sudah kasi komentar tentang hal ini di blog Partungkoan. Tapi tidak ada salahnya menambah masukan disini.

Yang jelas, prihatin saja tidak cukup. Kita yang peduli, segera menemui Bupati dan jajarannya, ajak serta tokoh asyarakat, para LSM yang peduli lingkungan dan siapa saja yang mau urun rembug. Tentu investor juga harus diajak serta.

Saya tidak tau bagaimana proses persetujuan investasi itu, tapi mestinya ada suatu tahapan yang harus dilakukan. Mestinya harus ada AMDAL terlebih dahulu sebelum dilaksanakan pembangunannya. Saya tidak tau apakah AMDAL itu sudah dilakukan atau belum. Kalau tidak dilakukan, tau-tau sudah beroperasi, maka itu jelas pelanggaran. Yang salah selain investor, tentulah otoritas yang berwenang.

Kalau dilaksanakan AMDAL, maka masyarakat disekitar lokasi pembangunan harus diberi waktu minimal 30 hari untuk memberikan masukan dan tanggapan terhadap proses AMDAL dan program pembangunan yang akan dilaksanakan. Melalui mekanisme inilah masyarakat termasuk tokoh, LSM dan yang lain bisa memberikan masukan, termasuk keberatan.

Kalau AMDAL tidak dilakukan, berarti pihak penyidik (POLRI) sudah bisa melakukan penyidikan atas pelanggaran prosedur itu. Kalau Polri belum bertindak, masyarakat dapat mengajukan keberatan kepada Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta karena prosedur AMDAL tidak dilakukan dengan benar.

Jadi kita jangan cuma berargumentasi, tolong segera siapkan surat keberatan kepada Bupati, Gubernur, dan Menteri Lingkungan Hidup.

Waktu sangat penting dan berjalan terus.

apabila pohon terakhir sudah dibabat, burung terakhir sudah ditembak, ikan terakhir sudah dipancing, dan danau terakhir sudah menjadi kering, apakah manusia dapat makan uang?!

Membaca pernyataan-pernyataan diatas, saya sebagai perantau yang berasal dari Samosir merasa terpanggil untuk menanggapi berita “pembabatan hutan tele”. Pertama-tama tentunya saya menghubungi langsung pihak Pemda Samosir melalui telepon dan langsung bicara dengan ajudan Bupati yaitu Bapak Siswanto Sinambela ( 0626 20920 ) dan beliau mengarahkan saya untuk bicara langsung dengan Biro HUMAS ( just email me for further info please ). Nah, menurut pic-nya HUMAS ini memang betul bahwa Bapak Bupati sudah mengeluarkan SK Izin Pemanfaatan Lokasi dengan SK No. 53/6353/EKON/2007 tanggal 10 September 2007 untuk perushaan EJS Agro Mulia Lestari. Adapun lokasinya terletak di desa Partukkoan Naginjang Kec Harian seluas 2250 ha dan areal ini adalah areal penggunaan lain (APL) berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 923/Kpts/UM/P2/1982 tanggal 27 Desember 1982 juncto SK Menhut No. 44/Menhut-II/2005 tanggal 16 February 2005. Untuk prosedur berikutnya saat ini pihak BPN sedang melakukan proses pengukuran tanah dan pemetaan untuk bahan kajian lebih lanjut. Mengenai penebangan pohon menurut pic HUMAS yang saya telepon, mengatakan bahwa memang betul ada pembukaan jalan tanah sepanjang 100 meter yaitu untuk lokasi penanaman bunga secara simbolis yang dilakukan oleh Bapak Bupati pada tanggal 20 January 2008 yang lalu.
Ditambahkan pula bahwa Bapak Bupati sebagai eks Kepala Dinas Kehutanan sangat memahami dan mengerti aturan aturan hukum yang berkenaan dengan kehutanan dan tidak ada sedikitpun niat beliayu untuk membabat habis hutan TELE.

Saya ikutan posting disini adalah untuk memberikan pemberitaan yang berimbang dengan tidak ada maksud membela pihak manapun. Saya menghimbau agar komunitas perantau ataupun mereka yang concern terhadap hal ini berhati hati dalam menyebarluaskan berita agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Salam Lestari,
Yunita Sidauruk

TELEku Sayang, TELEku Malang,

aku sudah begitu kagum dengan keindahan Samosir dan keperkasaan Tele. sudah aku dengan pula tangan2 kotor yang mencoba merusak negeriku, termasuk di Tano Batak tercinta itu. Beberapa tahun yang lalu aku sudah dengar pula tentang demo sekelompok orang (yang kalau tidak salah dikomandoi seorang pastor, ah aku lupa siapa namanya) untuk menentang penebangan hutan yang dilakukan sebuah perusahaan kertas di sana.

Soal Tele, aku baru dengar dari kau. Bagaimana bisa sebuah kawasan indah nian begitu dirampok orang asing. Ah mungkin yang memberi ijin itu perampok juaga.

@ All

Terima kasih atas solidaritas kawan-kawan semuanya. Pada titik ini kita menyadari dengan rasa syukur, ternyata sudah semakin kuat kesadaran mengenai kondisi lingkungan yang sudah kritis di Bonapasogit. Ini sebuah awal dan modal.

Repotnya, kita berpacu dengan kecepatan tekenan para pejabat dan gergaji mesin. Percepatan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk proaktif mencegah penghancuran lingkungan masih kalah jauh….

Tetap semangat, sampai suatu saat kita bisa diktekan aturan moratorium loging di Bonapasogit tercinta.

Horas ma di hita sude. Teruskan perjuangan menyelamatkan hutan Tele!

@ Yunita Sidauruk

Usaha Anda mengkonfirmasi berita pembabatan hutan Tele sungguh luar biasa. Dari cara kerjanya, mental yang kuat menghubungi para birokrat, dan pengeluaran untuk biaya telepon jarak jauh…pastilah Anda bukan orang awam. Anda sangat profesional.

Buat apa Anda bersusah payah dan berkorban uang hanya untuk konfirmasi sebuah berita ? Cukup jelas, modus Anda adalah mencari dalih dan rasionalisasi yang menguntungkan pihak Bupati atau investor. Apakah Anda ada hubungan famili atau bisnis dengan Bupati, atau dengan investor ?

Satu hal yang perlu Anda ingat, kalau mau main politik opini begini : trik Anda jangan terlalu mudah dibaca !

Mengenai aspek legalitas formal yang Anda sampaikan, itu semua sampah dan tidak bermoral. Coba renungkan, kami mencemaskan ancaman terhadap kehidupan jutaan orang, di masa kini dan masa depan, kok Anda masih tega menyodorkan aturan-aturan hukum, yang tentu Anda tahu betul bahwa hukum di negara ini sudah lama menjadi instrumen korupsi dan represi.

Apa Anda lebih mementingkan prosedur hukum daripada keselamatan Bangso Batak ? Jangan-jangan kau ini bukan boru Sidauruk dan bukan orang Batak ?

Terakhir mengenai imbauan Anda, termasuk gertakan yang tersirat di baliknya, kami sangat muak membacanya. Itu cara licik untuk mendiskreditkan semua pihak yang menentang pembabatan hutan Tele, yang secara tidak langsung Anda tuduh sebagai penyebar berita bohong.

Thanks for nothing.
Raja Huta

To Toba Dreams,

Terima kasih atas tanggapannya yang menurut saya agak keluar dari “konteks permasalahan”. Kita sedang membicarakan “pembabatan hutan tele” dan tidak ada hubungannya apakah saya boru sidauruk atau bukan. Sebelum anda “mencerca” saya ketahuilah bahwa saya sudah menjalin komunikasi sebelumnya dengan beberapa kontributor yang sering berdiskusi di bataknews.wordpress. Ada baiknya anda menyelidiki latar belakang siapa saya dahulu, sebelum anda meragukan saya orang batak atau bukan ! Kalau boleh saya ingatkan, mohon maaf kalau anda lebih tua dari saya, sebaiknya kalau kita berdiskusi fokus saja ke permasalahan dan hendaknya tidak menyeberang ke wilayah pribadi, misalnya anda mempertanyakan saya boru sidauruk atau bukan. Saya dengan senang hati siap berdiskusi dengan anda untuk memberi masukan-masukan yang bermanfaat untuk kebaikan bona pasogit kita.

Perlu ditambahkan bahwa saya sama sekali tidak ada hubungan apapun dengan Pemda Samosir, saya tidak dilahirkan di Samosir, tidak kenal dengan Bupati samosir maupun aparat Pemda lainnya. Saya hanyalah seorang perantau yang dibesarkan secara berpindah-pindah oleh karena komitmen tugas orangtua saya, namun saya dibesarkan dengan penuh cinta kasih dimana orangtua saya menekankan kemanapun saya pergi, dengan siapapun saya bergaul jangan lupa bahwa akar saya adalah “orang batak” dan jika memungkinkan turut menyumbangkan tenaga dan pikiran semata mata untuk kemajuan bona pasogit. Orangtua saya dilahirkan di pulau Samosir dan malahan atas permintaan beliau dimakamkan disana juga pada bulan Maret 1996 yang lalu.

Well, to make story short saya tidak mau “narsis” disini tapi yang penting adalah dari lubuk hati yang terdalam saya cuma ingin memberikan kontribusi kepada komunitas ini yang mempunyai tujuan mulia, sebagaimana visi dan misi tobadreams.

Terus terang, sebelum memposting komentar saya diatas saya juga sudah menginformasikannya kepada pihak pihak berikut :

To: farida simanjuntak ; P.M. Sitohang ; suhunan situmorang ; Ricardo Simamora ; sahat sipahutar ; limantina sihaloho ; jhon marmata ; henry situmorang ; ecoline stmorang ; Bachtiar SITUMORANG ; agotoga@hotmail.com; jarar siahaan
Sent: Wednesday, February 20, 2008 2:32:30 PM
Subject: FW: [Pulo-Samosir] Mari Kita Lawan!

Anda boleh cek langsung kepada mereka dan mereka jelas tahu siapa saya.

Salam Damai,
Yunita Sidauruk

@ Yunita Sidauruk

1.Buatku pribadi pertarungan masalah hutan Tele bukanlah perang opini di blog atau media massa. Targetku bersama kawan-kawan seperjuangan adalah menghentikan penebangan di hutan Tele. .

2. Aku tidak punya hubungan historis-genetis dengan hutan Tele. Tapi selaku orang Batak aku merasa memiliki hak tas daerah itu sebagai bagian dari Tano Batak.

3.Pemberitaan dan pembentukan opini melalui blog hanyalah salah satu cara untuk memperjuangkan agar penebangan hutan Tele distop. Dan sejauh ini, apa yang kulakukan cukup berhasil. Informasi tersebar ke seluruh dunia, kemudian terjalin komunikasi, solidaritas dan semangat perlawanan.

4. Barangkali situasi itulah yang mendorong Anda untuk tampil sebagai pahlawan kesiangan, karena menganggap pihak Bupati Samosir tidak mendapat porsi pemberitaan yang berimbang ?

Kemudian apa yang Anda lakukan ? Anda hanya membeberkan keterangan dari lingkungan Kantor Bupati Samosir, yang nota bene adalah pihak berkuasa dalam pertarungan di hutan Tele. Dimana letak keadilannya ? Kenapa Anda tidak minta keterangan dari keluarga Situmorang selaku pemilik hutan ulayat Tele ?

5. Anda telah menjalankan fungsi sebagai corong penguasa yang akan menghancurkan hutan itu; dan sekaligus dengan itu Anda telah menghianati Suhunan Situmorang, Toga dan ribuan orang di seluruh dunia yang prihatin dan cemas kalau hutan Tele dibabat..

6. Dalam situasi “hitam-putih” terkait dengan hutan Tele, aku merasa berhak mempertanyakan integritas dan identitas orang yang kuanggap bukan kawan seperjuangan. Kuragukan asal usul dan integritas Anda karena Anda telah menggembosi semangat kawan-kawan, dengan cara menimbulkan kesan seolah-olah Bupati Samosir telah menjadi korban politik pemberitaan yang tidak seimbang. Sedangkan pelaku pemberitaan itu adalah aku, Suhunan Situmorang, dll. Kenapa tidak terang-terangan menuding kami sebagai penyebar berita bohong ?

7. Kenapa Anda tidak menunjukkan kepedulian terhadap hutan Tele ?

8. Aku tetap tidak percaya pada Anda, betapapun Anda kenal baik dengan Lae Suhunan Situmorang, Toga Nainggolan, Jarar Siahaan, dll. Hal itu tidak mempengaruhi aku, karena ini bukan masalah pribadi, tapi soal sikap dan pendirian. Kalau Anda ingin dihargai, jelaskan stand point Anda dan jawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Terima kasih atas perhatian Anda.
Raja Huta

To tobadreams,

Saya akan jawab satu persatu;

1. Buatku pribadi pertarungan masalah hutan Tele bukanlah perang opini di blog atau media massa. Targetku bersama kawan-kawan seperjuangan adalah menghentikan penebangan di hutan Tele.

target yang mana ? hutan Tele yang ditebang di lokasi mana ? apa anda punya buktinya ? tele itu luas bung !

2. Tapi selaku orang Batak aku merasa memiliki hak tas daerah itu sebagai bagian dari Tano Batak

hak anda sebagai orang batak =hak saya sebagai orang batak. tidak ada hukum manapun di dunia ini yang membuat anda lebih merasa berhak daripada saya !

3.Pemberitaan dan pembentukan opini melalui blog hanyalah salah satu cara untuk memperjuangkan agar penebangan hutan Tele distop. Dan sejauh ini, apa yang kulakukan cukup berhasil. Informasi tersebar ke seluruh dunia, kemudian terjalin komunikasi, solidaritas dan semangat perlawanan.

Bagus, tapi biarlah orang lain yang menilai, jangan kita yang menilai diri sendiri, ini namanya subjectif

4. Barangkali situasi itulah yang mendorong Anda untuk tampil sebagai pahlawan kesiangan, karena menganggap pihak Bupati Samosir tidak mendapat porsi pemberitaan yang berimbang ?

Kemudian apa yang Anda lakukan ? Anda hanya membeberkan keterangan dari lingkungan Kantor Bupati Samosir, yang nota bene adalah pihak berkuasa dalam pertarungan di hutan Tele. Dimana letak keadilannya ? Kenapa Anda tidak minta keterangan dari keluarga Situmorang selaku pemilik hutan ulayat Tele ?

Yang namanya investigasi itu ada urutan-urutannya, saya prioritaskan ke Pemda adalah untuk mengetahui sebenarnya yang diperdebatkan itu adalah “hutan tele” yang mana dan yang persis mengetahuinya tentulah yang berwenang dalam hal ini. Tenang saja, saya telah mempersiapkan schedule untuk terbang langsung kesana dan berbicara dengan pihak yang anda sebutkan itu, kebetulan saya punya akses untuk mempermudah perjalanan ini.

5. Anda telah menjalankan fungsi sebagai corong penguasa yang akan menghancurkan hutan itu; dan sekaligus dengan itu Anda telah menghianati Suhunan Situmorang, Toga dan ribuan orang di seluruh dunia yang prihatin dan cemas kalau hutan Tele dibabat..

Tolong buktikan kalau saya corong penguasa, unang holan hata karena kalau anda tidak dapat membuktikan bahwa saya ada akses dengan penguasa berarti anda fitnah

6. Dalam situasi “hitam-putih” terkait dengan hutan Tele, aku merasa berhak mempertanyakan integritas dan identitas orang yang kuanggap bukan kawan seperjuangan. Kuragukan asal usul dan integritas Anda karena Anda telah menggembosi semangat kawan-kawan, dengan cara menimbulkan kesan seolah-olah Bupati Samosir telah menjadi korban politik pemberitaan yang tidak seimbang. Sedangkan pelaku pemberitaan itu adalah aku, Suhunan Situmorang, dll. Kenapa tidak terang-terangan menuding kami sebagai penyebar berita bohong ?

Janganlah karena keragu-raguan anda, saya dijadikan kambing hitam. Mari berdiskusi dengan jiwa besar dan tidak emosional sehingga sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pada tempatnya, misalnya siapa yang menuding anda sebagai penyebar berita bohong ? Itu asumsi anda sendiri kok, tolong dibaca lagi komentar-komentar saya.

7. Kenapa Anda tidak menunjukkan kepedulian terhadap hutan Tele ?

Justru saya perduli bung, tapi yang dibabat itu hutan tele yang mana ? udah jelas belum lokasinya ? koordinatnya ? status hutannya apa ? sk menhutnya mana ?

8. Aku tetap tidak percaya pada Anda, betapapun Anda kenal baik dengan Lae Suhunan Situmorang, Toga Nainggolan, Jarar Siahaan, dll. Hal itu tidak mempengaruhi aku, karena ini bukan masalah pribadi, tapi soal sikap dan pendirian. Kalau Anda ingin dihargai, jelaskan stand point Anda dan jawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Saya tidak perlu penghargaan anda karena tidak ada perlunya. Saya juga tidak suruh anda percaya sama saya karena tidak ada untungnya.

Salam Damai,
Yunita Sidauruk

Hello SUDE AKKA HULA HULA…DUNAI MAYA TELAH MENGENAL NAMA SAYA .MUNGKIN YA KALAU BATAK BATAK PREMAN DI INTERNET SDH JELAS PASTI MENGENAL ROY SIANIPAR.DI BATAM 7 CHAT ROOM YAHOO TERPANGGIL NAMA NYA BAPAK PRSIDEN.KALAU DI MULTIPLY NAMA SAYA ADALAH IS****C H**ER.DI YOU TUBE SAYA INI ***AM JAWA G***OK H**ER.

OK MARI KITA BUANG KALIMAT YG PANJANG DAN MARI KITA LANGSUNG MASUK KE TARGET PEMBICARRAN YG AKAN DI KUPAS.YAITU MASALLAH PEMBABATAN HUTAN DI SEKITAR TANAH BATAK BUKAN HANYA TELE OK?..YG PENTING KITA UTAMAKAN ADALAH MASALLAH LINGKUNGAN HIDUP MASYARAKAT DAN HUTAN SEKELILING NYA DAN JUGA PENDUDUK NYA.
UTK MENUJU TARGET YG KITA CARI ADALAH BUKAN HANYA BUKA MULUT DI UJUNG BOLPOIN ATAU TULISAN TAPI HRS KITA LANGSUNG ACTIVE TURUN KE LAPANGAN DAN MEMBUKTIKAN KITA ITU PEDULI ATAU CARE.

BEGITU BANYAK NYA MANUSIA YG SUKA MENJADI PENGGALAK DAN MENJADI MANUSIA AGEN UTK KOMISI DARI UANG DANA PUNGUTAN YG DI BERI DONATUR DARI LAPISAN MASYARAKAT RAMAI. TAPI KEMANA DAN APA HASIL DAN TERAHIR BOLEH KITA LANJUTKAN HASIL YG KEMARIN YG KITA LAKUKAN ATAU UDAH PUNAH TAK BERUJUNG PANGKAL PEKERJAAN TERSEBUT.

DEMI TUJUAN KITA SEMUA PENGURUS YG TERLIBAT DGN ORGANISASI KEMANUSIAAN INI HRS MULAI MEMBUKA HUBUNGAN DGN BEBAS MELALUI ACCESS DGN MASYARAKAT DUNIA YG PERDULI DGN BONA PASOGIT.MEMBUAT SUATU DRAFT DAN PROGRAM DAN LAPORAN UTK TANGGUNG JAWAB YG BISA DI ACCESS OLEH PENGIKUT ATAU PENCINTA ORGANISASI TERSEBUT.DI DUNIA MAYA GLOBAL INTERNET ACCESS .

APABILA TDK BISA TERBUKA SEMUA BAGIAN PEKERJAAN YG TELAH DI LAKUKAN AKAN MEMBUAT ORGANISASI TERSEBUT HANCUR .ALIAS BANKRUT ATAU ANGGOTA SEMUA TDK PERCAYA DAN AKAN LARI DARI KUMPULAN TERSEBUT DAN AHIR NYA AKAN MENGAKIBATKAN SUSAH NYA UTK MENARIK PERHATIAN MANUSIA TERSEBUT MENJADI ACTIVE DI PERGERAKAN PEDULI MANUSIA DAN LINGKUNAGN HIDUP.

SEKARANG BILA KITA LIHAT DARI DUNIA MODERN DGN MEMAKAI KUPING DAN MATA DAN TECHNOLGY YG BAIK KITA BISA MEMANFAATKAN NYA UMPAMANYA GOOOGLE EARTH UTK MEMONITOR TANAH BATAK DGN LANGSUNG DAN BISA MELIHAT DAN BELAJAR MENGENAL DAERAH BATAK DAN TANAH YG BERSUMBER PENGHASILAN ANEKA RAGAM HASIL BUMI NYA.DAN MENGENAL PERBATASAN DAERAH TANAH BATAK ITU MULAI DARI UJUNG ATAS BAWAH DAN SAMPING KIRI DAN KANAN.

KALAU KITA LIAT DARI HASIL EXPLORASI ORG LUAR YA ADA BEBERAPA TANAH BATAK YG AKAN DI BUKA LAHAN NYA SEPERTI GALINGGING TANAH NYA BERPOTENSI PERTAMBANGAN LINTONG NI HUTA DAN HUMBANG DEKAT DOLOK SANGGUL BALIGE PORSEA DAN PARSOBURAN DAN TAPANULI SELATAN INI SEMUA NYA MASIH PERAWAN DAN KALAU KITA LIHAT DARI ILMU GEOLGIST NYA TANAH BATAK INI BERPOTENSI KAYA DGN TAMBANG NYA.EMAS BERLIAN DAN URANIUM DI TANAH BATAK.

TAPI BILA KITA GENERASI BATAK YG MUDA TDK DI BERIKAN KEBEBASAN UTK MENCAPAI PENDIDIDKAN YG BAIK AKAN MENGAKIBATKAN MENGHARAPKAN KEDUNIA LUAR.AHIR NYA AKAN MEMBAWA HASIL BUMI BATAK ITU JAUH DARI BONA PASOGIT. INGAT BATAK ITU TELAH ADA DI SEKITAR DANAU TOBA SEBELUM YESUS LAHIR.MAKSUD SAYA ADALAH SETIAP PERUSAHAAN YG BEROPERASI DI BUMI BATAK ITU AKAN MEMBERIKAN ROYALTY UTK PENGHARGAAN JASA KEPADA MASYARAKAT YG LAMA MENJAGA TANAH LELUHUR MEREKA. ISTILAH NYA UANG SEWAH TANAH KE PADA PEMILK TANAH.BUKAN PEMERINTAH. RAKAT NYA SUDAH ADA SEBELUM PEMERINTAH DI DIRIKAN.DGN KATA LAIN APABILA RAKYAT BATAK BISA MEMANFATKAN UANG ROYALTY TERSEBUT MAKA RAKYAT NYA BANGGA DAN BISA MELIHAT DAN BEKERJA SAMA DGN SEMUA DUNIA. SEKOLAH DI BANGUN DAN RMH SAKIT DAN JLN RAYA PERUMAHAN DAN PERKOTAAN DLL NYA.INILAH BARU KEREN BATAK NAULI NA PINTAR.

JGM LUPA SAUDARA SEKALIAN RAKAT DULU SEHAT BARU BISA SEHAT PEMERINTAHAN. BILA RAKYAT SAKIT MAKA PEMERINTAH AKAN SAKIT. TRIMAKASIH ATAS KESEMPATAN INI .MARI KITA LANGSUNG TURUN JGN HANYA BERSILAT LIDAH DI ATAS KERTAS PUTIH.

Catatan dari Raja Huta : Salam kenal Lae. Terima kasih sudah menjenguk blog ini dan memberi komentar. Maaf Lae, sebagian isi komentar Lae terpaksa “dipangkas” atas permintaan pihak-pihak yang lae sebutkan di bagian itu.

Kemudian, dengan hormat aku mohon, komentar yang dikirim jangan pakai huruf kapital semua, karena menyulitkan bagi pembaca. Mauliate.

@ Yunita Sidauruk

1. Anda kurang meluaskan horison pemikiran, jadinya diskusi ini merosot cuma debat kusir atau marbada mussung.

Aku bilang pada Anda sekarang : mau di bagian hutan Tele yang mana kek itu, apa bedanya ?

2.Statementku mengenai hakku sebagai orang Batak untuk ikut berjuang selamatkan hutan Tele, seharusnya tak perlu Anda tanggapi, karena tidak menyangkut Anda sedikit pun. Ini yang bikin debat kusir ini makin nggak mutu.

3. Ini pun seharusnya tak perlu Anda komentari. Suka-suka gue dong membuat pengakuan subyektif. Itu halal kok dilakukan di blog.

4. Investigasi ? Hebat euy ! Tapi aku nggak terlalu tertarik main detektif-detektifan, karena aku punya akses langsung ke Bupati Samosir. Lagipula yang aku protes bukan cara Anda investigasi, tapi kenapa bikin press release untuk bela pembabat hutan? Kalau benar Anda melakukan investigasi bertahap, kenapa langsung dipublikasikan; kenapa tidak tunggu kesimpulan yang komprehensif ? Kok kayak ngejar tayang ?

5.Komentar Anda itulah buktinya. Itu PRESS RELEASE. Kalau Anda anggap aku memfitnah, silakan tuntut aku.

6.Komentar Anda itu menuding secara tidak langsung bahwa berita yang kami sebarkan bohong. Kok mencla-mencle sih ?

7. Mudah-mudahan aja hutannya belum gundul setelah semua tetek-bengek itu Anda dapatkan.

8.Ini soal dignity, kan ?

Inilah tanggapan terakhirku buat Anda. Silakan kalau mau komentar, aku akan muat. Tapi kalau pro pembabatan hutan atau pro pertambangan yang merusak alam, sorry, pasti nggak akan kumuat.

Raja Huta
*bukan komprador*

Terimakasih lae Raja Huta atas berakhirnya debat yang berkepanjangan itu, mari kita teruskan perjuangan itu. Semoga hutan kita itu terselamatkan.
Mauliate

Horas. Salam kenal balik Ito Toba Dream….
Saya tidak pernah ke Tele ataupun mengetahui daerahnya. Kalaupun saya ke kampung… saya selalu jalan biasa…Tigaraja atau Ajibata. Jadi tidak bisa komentar banyak. Sebagai parsamosir saya tidak setuju dengan penbabatan 2250 ha itu namanya membunuh…Bunga apa sih…Anturium…soalnya saya ketahui sedang top2nya bunga itu di Indonesia.
Anyway…saya mendukung usaha2 saudara di Indonesia. Soalnya saya kesel juga dan termasuk suami saya ketika pulang ke Indonesia/ke kampung tahun 1999. Dia lihat truk2 kayu dan hutan daerah Parapat gundul…Seakan2 dia marah…karena dia bukan asli parsamosir atau Indonesia tidak bisa berbuat apa2 hanya bergumel…Teruskan perjuangan.saudara2…Di Sydney hutan itu dipelihara baik tidak bisa sembarangan….mematahkan ranting saja tidak bisa apalagi membabat./membakar…Itu sudah peraturan hukum.
Disamping itu di hutan banyak bunga2 liar yang bagus…jadi perlu di lestarikan.
But anyway…saya mau pergi…
PERJUANGKAN!!!!! Horas.

Horas lae,
Bravo dengan semua perjuangan untuk melestarikan alam,Danau Toba dan sekitarnya. sbg informasi Saya baru 2,5 th tinggal di parsoburan selama ini saya tinggal dan besar di JKT.
1. Saya dengar, ada SK Menhut yg terbaru yg memperbolehkan/mengijinkan setiap keluarga utk mengelola/mengusahakan Hutan Lindung seluas 5-15 ha/keluarga. Kalau ini diperbolehkan apa jadinya Bona Pasogit ini ?
2. Mulai tahun 2001 sdh terjadi pembabatan hutan di sekitar Parsoburan yaitu daerah Siantarasa, Hassang, Pagar Gunung ( berbatasan dgn Labuhan Batu ) . Tetapi smp hari ini blm ada tindakan utk memproses perbuatan itu dan belum ada program utk menghijaukan kembali . Tolong Lae bawa hal ini pada Toba Dialog yg akan diadakan 18 April 2008 ini di JKT. Mauliate

Cuma mau mengomentari Rilan Sianipar aja, bahwa tidak betul ada SK Menhut yang memperbolehkan mengusahakan Hutan Lindung seluas 5-15 ha perkeluarga. MEmang ada peraturan baru yaitu PP No. 2 tahun 2008 tentang PNBP dan itu tidak ada hubungannya dengan yang anda maksud. Kalau anda tertarik dengan peraturan tersebut anda boleh email saya di sidauruk21@yahoo.com saya akan kirimkan kepada anda soft copy tersebut untuk dipelajari.

Salam,
Yunita Sidauruk

Sedikit komentar buat bang Roy Sianipar.. setelah kucari nama kau itu di dunia maya seperti yang kau bilang.. ternyata tahulah aku itu saja rupanya kerja mu itu. Kalau pakai kata preman di internet kurang cocok lah itu, preman itu berbuat terang-terangan tidak sembunyi-sembunyi.

Apa ini ROYSIANIPAR??? tata bahasa yang dipakai saja sudah mencerminkan kalau bukan orang berpendidikan.. Apa preman??? hahahahhaa… bukan preman kau tapi hanya provokator pengecut!!!!

Apa Roy ini punya agama? karena tidak ada agama manapun yang memeperbolehkan kelakuan seperti itu.

Apa Roy ini benar2 halak Batak? karena sifat seperti itu bukanlah sifatnya bangso Batak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 635,523 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: