batak itu keren

Percakapan Panjang dengan Benny Panjaitan ( 4 )

Posted on: 16 Februari, 2008

Pernah “Disabotase” Oleh Sesama Musisi Batak

Yang di skup recording nasional seperti Remaco dan Musica nggak seberapa muncul lagi. Ini memang fenomena yang patut kita perhatikan. Kalau nggak, di kancah musik Indonesia kita (penyanyi dan musisi Batak) akan hilang. Masak seniornya terus dimajukan. Terutamalah di grup band. Menembusnya mungkin agak sukar. Tapi, dalam hal materi, siapa yang nggak kenal orang Batak ?

BAGI generasi muda sekarang, pasti terdengar aneh kalau ada yang bilang, para penyanyi dan musisi Batak pernah merajai pentas musik nasional, dulu! Mungkin mereka belum tahu bahwa Rinto Harahap, hampir selama satu dekade, pernah begitu dominan–sampai bisa mendiktekan trend musik Indonesia.

Dan sebelum itu, Panbers menjadi pionir musisi Batak yang berkibar amat tinggi di langit industri musik Indonesia. Anak-anak Panjaitan yang lahir di Tarutung, namun besar di perantauan itu, hadir di blantika musik nasional pada dekade70-an; ikut sebagai peletak dasar musik pop Indonesia. Dari aspek musikal mereka sepenuhnya berkiblat ke barat, namun dari segi akar budaya mereka tetap bergayut pada kultur Batak; sehingga kehadiran mereka memberikan manfaat timbal balik bagi mereka dan masyarakat Batak.

Diakui atau tidak, Panbers adalah peletak dasar berpijak bagi para penyanyi dan musisi Batak di industri musik rekaman dan show-biz berskala nasional. Panbers adalah ikon, sumber inspirasi, panutan, dan standar bagi anak-anak muda Batak pada dekade 70-an dan 80-an.

The Mercys pindah dari Medan ke Jakarta, tentu karena sudah melihat bukti bahwa anak-anak muda Batak yang tergabung dalam Panbers bisa diterima oleh orang Jawa, Sunda, Minang, Aceh, Melayu, Makassar, Ambon dan lain-lain. Kalau anak-anak Batak di Panbers bisa, tentu anak-anak Batak di The Mercys bisa pula. Sama-sama makan nasi ini…

Kehadiran The Mercys di Jakarta membuka peluang yang tak terbayangkan sebelumnya bagi para personilnya, meski grup bandnya sendiri akhirnya bubar. Charles Hutagalung menjadi penyanyi solo yang sangat populer di seluruh Indonesia. Rinto Harahap menjadi pencipta lagu dan produser paling sukses di negeri ini, yang dengan sentuhan tangan emasnya berhasil mengorbitkan Eddy Silitonga, Diana Nasution, Rita Butar-butar, Kristin Panjaitan dan sederet penyanyi lain. Sedangkan Reynold Panggabean sukses di jalur dangdut.

Berikut ini penuturan Benny Panjaitan mengenai zaman kejayaan para penyanyi dan musisi Batak di blantika musik Indonesia :

Dekade 70 sampai 80-an, Kejayaan

Flashback ke dunia entertainment terutama, dan dunia rekaman. Saya masih ingat di tahun-tahun ‘60an sewaktu saya masih band bocah, masih kecil, idola saya itu banyak penyanyi Batak yang berkecimpung di kancah musik nasional. Seperti Riama Band, itu The Blue Band namanya dulu.

Ada juga band Teruna; itu band-band semua motornya orang-orang kita. Waktu itu orang kita dikenal sekali sebagai penyanyi yang betul-betul bersifat nasional. Itu berjalan terus.

Pada tahun 70-an muncullah grup-grup musik, termasuk Panbers. Kami muncul tahun 71 dan bersaing memang dengan grup-grup yang lain. Tapi, kami saat itu, puji Tuhan, mendapat tempat di hati masyarakat karena membuat lagu yang bersifat nasional, lagu Indonesia.

Jadi, dalam perjalanan itu kami lihat selama berapa dekade, terutama ’70-an dan ’80-an , banyak orang kita muncul. Seperti Eddy Silitonga, Diana Nasution, Rita Butar-butar, Victor Hutabarat. Dilihat dari diskografi, kita dianggap masih mendominasi. Dalam perhelatan bintang-bintang radio pun, umpamanya, kita masih tampil.

Kemunduran mulai dekade ’90-an

Tapi, setelah dekade 80-an, kita lihat, apalagi dekade 90-an, keadaan lain. Apakah mungkin karena setelah adanya recording-recording lagu daerah, mereka tidak lagi di pentas nasional ?

Kalau pada tahun ’70-an dan ’80-an terus terang ndak ada recording Batak. Cuma satu ada, Columbia namanya. Saya tahu Columbia : dia berjalan dengan periuk yang mungkin dia bawa dari Medan waktu baru datang. Sampai sekarang skupnya tetap begitu.

Yang di skup recording nasional seperti Remaco dan Musica nggak seberapa muncul lagi. Ini memang fenomena yang patut kita perhatikan. Kalau nggak, di kancah musik Indonesia kita (penyanyi dan musisi Batak) akan hilang. Masak seniornya terus dimajukan. Terutamalah di grup band. Menembusnya mungkin agak sukar. Tapi, dalam hal materi penyanyi, siapa yang nggak kenal orang Batak ?

Dulu musisi Batak itu sangat banyak. Siapa yang tidak kenal Bill Saragih, Paul Hutabarat, atau Marihot Hutabarat. Sebenarnya lae saya juga itu, lae kandung, dia musisi sangat dikenal. Ada Trio Parsito. Mereka pemusik. Sekarang sebagai pemusik, orang Batak jarang nongolnya. Ah, tempo-tempo salah juga, ada salahnya : di musik dia terkenal, tapi tidak mau kasih marganya.

Faktor penyebab kemunduran

Gejalanya satu. Kalau saya menilai kurangnya perhatian dari seluruh halak kita. Dari orang birokrasi maupun yang punya kemampuan di situ, tidak ada yang mau menunjang. Saya rasakan sewaktu Panbers muncul di tahun ’71. Satu pun pihak birokrat tidak mau menunjang dalam hal apa pun. Tapi, karena kekuatan prinsip kami maju terus.

Masalah ini harus diatasi. Bagaimana caranya ? Gampang. Satu, birokrasi kita penuh dengan orang-orang kita. Jenderal dan menteri. Di zaman kami satu pun tak ada yang peduli. Kami memang berjibaku.

Sementara, maaf-maaf ya, dari suku lain, kalau dia main, jenderalnya nonton di situ memberikan spirit, memberikan apresiasi. Nah, kalau kita tidak, dibiarkan jalan sendiri Kalau Panbers yang main, satu pun nggak ada pembesar orang kita. Maunya diundang, maunya dikasih undangan.

Jadi, komunitas kita itu harus bersatu, jangan dibiarkan cair. Bikinlah sesuatu. Banyak bisa kita bikin.

Penyanyi dan musisi Batak : bersatulah!

Mereka (penyanyi & musisi Batak) itu saya lihat masih kelompok per kelompok. Misalnya ini penyanyi tahun sekian, itu tahun sekian. Ini penyanyi kafe ini. Ini penyanyi pub itu. Tidak ada networkingnya. Jadi, kalau saya pikir itulah satu lagi : bikinlah forum komunikasi itu. Kalau perlu dibentuk oleh TATAP. Jadi berkumpullah.

Sekarang, yang paling gampang : persaingan yang kurang sehat terjadi karena ndak ada forum komunikasi. Ada yang mau mengundang Panbers umpamanya. Ditanya ke seorang seniman Batak di mana alamat Panbers. Bisa-bisanya dia bilang,”Nggak tahu, alamatnya sudah pindah.” Karena dia mau tawarkan kepada yang lain : “Oh, pakai trio kami aja.”

Itu pernah saya alami dan membuat saya malu. Ada yang bertanya,”Bang Benny sudah pindah, ya ?”

Pindah dari mana ? Rumah saya tetap di Ciledug selama beberapa puluh tahun. “Nggak, si ini bilang.” Siapa ? Ternyata temanku yang bilang. Kok bisa dia bilang gitu, mak! Aku sering kasih job sama dia, kok dia bisa begitu sama saya ?

Komunitas Panbers

Memang kejelian kami mengatur komunitas. Setiap satu tahun sudah kami targetkan, paling tidak tiga kali bikin show sendiri mengundang komunitas. Ternyata berhasil. Kami tidak pernah lagi bikin show mengandalkan sponsor.

Di Hotel Ambhara sudah beberapa kali. Komunitas saja dan ternyata mereka loyal. Saya memberikan award pada komunitas saya. Biasanya senyum-senyum saja yang dikasih award itu. Kira-kira sudah enam orang yang dapat award dari kami, antara lain keluarga Adnan Buyung Nasution. Mereka penggemar setia kami 40 tahun. Kami berikan di muka umum. (Bersambung)

 

7 Tanggapan to "Percakapan Panjang dengan Benny Panjaitan ( 4 )"

Emang Panbers yang terbaik dari semua artis batak, Bravo buat Abang Panbers

Horas Abang, memang hamu dope na terbaik, dohot lagu-lagu yang sangat legendaris. Adong namborukku nahinan tinggal di Bah Butong Siantar sude kasetna PANBERS dang adong na lain, itu artinya secara tidak langsung Abang mangalean perhatian, na padao hu do sian siantar tu jakarta. Alai Abang boi do mangido Durian na di Sukabumi i?

Hidup PANBERS.

Bagaimana kapan terbentuknya Prov Tapanuli dan mudah2an supaya bisa mandiri dan tidak bergantung sama Prov Sumatra Utara.Jadi sudah bisa mengurusin Prov Tapanuli sendiri dan supaya Rakyat bisa makmur.Selama ini Prov bahagian barat selalu dianaktirikan tidak ada pembangunan selama terbentuknya Prov Sumatra Utara

knl ama fendi manurung nggak..?

hoooorrrrraaaaaaasssss…
gmnanya perkembangan musisi batak?
apa ada yg bertambah???

Salam sejahtera bagi kita semua orang batak.

Apakah Propinsi Tapanuli bisa jadi terwujud ? kalau menurut saya Propinsi Tapanuli bisa terwujud asalkan kita semua orang batak yang di perantauan maupun yang di bona pasogit bisa bersatu.
karena kitalah yang membangun tanah leluhur kita bangso batak,, ingat lagu O..TANO BATAK SAI NAENG HUTATAP.. kapan bisa lagi kita lihat , dan kapan lagi Tanah batak bisa maju dan makmur. biarkan Tapanuli selatan Tidak ikut bergabung sama propinsi tapanuli karena mereka itu tidak mengakui mereka orang batak. tanah leluhur dan asak muasal tanah batak adalah di tapanuli. jadi kita orang batak yang tua maupun yang muda harus berjuang menjadikan propinsi tapanuli. masyarakat batak yang dibona pasogit sudah lama menderita kapan lagi saudara-saudara kita ini ,kita bebaskan dari penderitaan kemiskinan ? apakah kita Bangso batak tidak maju daerah kita dicap jadi PETA KEMISKINAN di indonesia yang makmur ini. wahai saudara saudara saya mari kita bangun bersama-sama Tanah leluhur kita yang di Tapanuli. saya berdoa semoga orang-orang batak yang suses jadi pejabat maupun jadi pengusaha agar memberikan setetes kehidupan bagi Tanah leluhur kita.

Horas.. Horas..Horas !

Andika

Kelahiran Jakarta.

Salam sejahtera bagi kita semua orang batak.

Apakah Propinsi Tapanuli bisa jadi terwujud ? kalau menurut saya Propinsi Tapanuli bisa terwujud asalkan kita semua orang batak yang di perantauan maupun yang di bona pasogit bisa bersatu.
karena kitalah yang membangun tanah leluhur kita bangso batak,, ingat lagu O..TANO BATAK SAI NAENG HUTATAP.. kapan bisa lagi kita lihat , dan kapan lagi Tanah batak bisa maju dan makmur. biarkan Tapanuli selatan Tidak ikut bergabung sama propinsi tapanuli karena mereka itu tidak mengakui mereka orang batak. tanah leluhur dan asal muasal tanah batak adalah di tapanuli. jadi kita orang batak yang tua maupun yang muda harus berjuang menjadikan propinsi tapanuli. masyarakat batak yang dibona pasogit sudah lama menderita kapan lagi saudara-saudara kita ini ,kita bebaskan dari penderitaan kemiskinan ? apakah kita Bangso batak tidak malu daerah kita dicap jadi PETA KEMISKINAN di indonesia yang makmur ini. wahai saudara saudara saya mari kita bangun bersama-sama Tanah leluhur kita yang di Tapanuli. saya berdoa semoga orang-orang batak yang suses jadi pejabat maupun jadi pengusaha agar memberikan setetes kehidupan bagi Tanah leluhur kita.

Horas.. Horas..Horas !

Andika

Kelahiran Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 636,004 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: