batak itu keren

Pujilah TUHAN Dengan Menanam Pohon

Posted on: 15 Februari, 2008

HORAS ma di hita saluhut Bangso Batak !

Tulisan ini adalah percik-percik pemikiran Monang Sianipar, Pembina Komunitas TobaDream, yang sangat peduli terhadap pelestarian lingkungan. Pengusaha sukses ini kini mengisi masa tuanya dengan membina generasi muda, yang merasa prihatin, tergugah dan terpanggil untuk melestarikan budaya dan alam Tano Batak.

Dalam artikel ini Monang Sianipar sengaja mengutip ayat-ayat Alkitab, sekadar untuk menunjukkan bahwa tanggung jawab pelestarian alam adalah tugas dan misi yang telah didelegasikan Tuhan kepada umat manusia. Tentunya, di dalam kitab suci semua agama ada perintah seperti itu, maka sangat diharapkan peranan para ulama dan rohaniawan untuk mengingatkan umat mengenai doktrin suci tersebut.

water-is-life300.jpg

Berikut ini adalah kutipan beberapa ayat Alkitab yang relevan dengan hal-hal yang telah disinggung di atas :

“Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.” (Kejadian 2:8).

“Lalu Tuhan Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; (Kejadian 2:9).

“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (Kejadian 2:15).

Dari nats-nats tersebut dapat kita simpulkan, bahwa Allah telah menugaskan manusia memelihara alam dan isinya. Namun dalam kenyataannya manusia sering sekali lupa terhadap misi tersebut.

Kita dapat melihat perilaku manusia di sekitar kita selama ini. Dengan bekal pengetahuan yang diberikan-Nya, manusia lebih cenderung berpikir pragmatis. Kegiatan sosial, politik dan ekonomi selalu berujung pada materialisme. Pengembangan teknologi, life style, politik pun selalu diarahkan pada pengumpulan kekayaan sebesar-besarnya dan membangun kekuatan untuk menghancurkan lawan-lawan. Hati nurani sudah dikesampingkan.

Kisah Air Bah pada jaman Nuh, Sodom dan Gomora dan sebagainya merupakan contoh betapa manusia telah mengabaikan perintah Allah, menumpulkan hati nuraninya dan selalu mengutamakan keduniawian, sehingga harus ditegur dan diingatkan lewat hukuman yang keras dan mengerikan. Apakah hukuman seperti itu harus terjadi lagi? Marilah kita menyisakan sedikit waktu untuk merenungkan kembali hal ini.

Isu “global warming” yang gencar dicanangkan sejak tahun lalu, bukanlah slogan populer semata. Gejalanya telah kita rasakan akhir-akhir ini. Banjir, tanah longsor, tsunami, angin ribut, gempa bumi dan sebagainya, tentu sudah lebih dari cukup sebagai warning– yang patut kita renungkan.

Berdasarkan informasi dari beberapa pakar lingkungan, lahan kritis di sekitar Danau Toba ternyata sudah mencapai sekitar 80%

Ini adalah kenyataan yang sangat ‘ironis’ bagi Bangso BATAK. Dikhawatirkan, apabila amarah Allah telah melampaui batasnya, Danau Toba mungkin saja meletus lagi seperti kejadian 75.000 tahun yang lalu. Apakah hati nurani dari sekitar 15.juta orang Batak yang sebagian besar di parserakan tidak terketuk untuk memikirkannya?

Kami mengajak semua Bangso Batak untuk menyelamatkan Danau Toba yang kita cintai, yang amat sering kita puji keindahannya melalui lagu-lagu, namun kini keadaannya sudah memprihatinkan dan terancam.

MARILAH KITA MEMUJI TUHAN ALLAH DENGAN MENANAM POHON DI KAMPUNG HALAMAN KITA.

Jakarta, 15 Februari 2008

Monang Sianipar

Chairman Komunitas TobaDream

 

17 Tanggapan to "Pujilah TUHAN Dengan Menanam Pohon"

Yup tul sekali, yu kita tanam pohon dikampung- halaman kita.
Terpeliharanya lingkungan adalah tanggung- jawab kita semua.
Dukung selamatkan danau toba…
Banner banner siapin..

Spiritual approach ini tidak diingat oleh kebanyakan orang yang berbicara tentang ekologi. “Mencintai Tuhan berarti juga harus mencintai ciptaanNya”. Selama ini hubungan horizontal selalu diartikan secara sempit yaitu hanya dengan manusia saja, padahal Tuhan juga menciptakan alam semesta, tumbuhan dan hewan.

Pelanggaran etika teologi ini sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari dan acap kali tanpa kita sadari. Memang semuanya disediakan untuk kebutuhan kita, tetapi Tuhan juga menyuruh kita untuk memeliharanya.

Wah, ini menarik Bang dan dalam pikiran saya hal seperti ini lebih memuliakan Tuhan.
Dibandingkan jika dengan mulut kita, kita memuji Tuhan namun hati dan perbuatan kita jauh 😀

Wah ini bagus sekali Pak. mungkin kalau kapan2 ada diskusi bersama boleh juga saya ikutan nih. email saja ke akuhijau@gmail.com. Salut untuk Pak Monang dan komunitas TobaDream.

Michael Dharmawan
Aku Ingin Hijau

Upaya konkrit memuji Tuhan, tentu menghargai dan memelihara ciptaanya. Respect thdp alam, akan meminimalisir bencana alam. Aku senang melakukannya dari dulu, hingga ke anakku, saya ajak juga mereka menanam pohon di sekitar rumah.

Mulak tu huta manuan hau, las roha. Parsidohot ma ahu amang Raja ni Huta.

ikut mendukung. kalau hidup adalah perjalanan, dunia inilah jalannya. maka, jagalah lingkungannya supaya baik jalannya… Horas! 8)

yup, setuju banget
mencintai Tuhan memang harus dipraktekkan
dengan melihat dan membangun lingkungan sekitar kita dahulu merupakan langkah awal untuk memulai langkah yang lebih besar

Opps.., gempa bumi tidak termasuk peristiwa yang disebabkan oleh global warming. Kalau badai dan angin topan, tanah longsor, banjir, ya itu memang dipengaruhi oleh pemanasan global.

Kita dukung penanaman pohon dan pelestarian Danau Toba.

Tidak ada gunanya ke gereja tiap minggu, Shalat Lima waktu, tapi merusak lingkungan dan tidak menghargai BUMI tempat kita berpijak. Kalau BUMInya sudah hancur, kita gak akan bisa ke gereja, Shalat di mesjid dan beramal.

Ekosistem yang dibuat Tuhan itu sangat CANGGIH. Ini adalah berkat yang paling berharga. Kalo kita rusak pohon, bantai binatanga liar, tidak memperbaiki alam yang rusak, brarti ucapan indah kita di gereja dan mesjid adalah omong kosong belaka.

Nanti kalo Tuhan sudah marah seperti jaman air Bah dan Sodom&Gomora atau tsunami Aceh barulah manusia nangis2 minta ampun… ah lagu lama lah!

Tentang Pohon, Alkitab mengatakan:

MATIUS 13:32
Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

WAHYU 9:4
Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

Benar sekali. sangat penting mengetuk hati setiap orang untuk menghijaukan kembali dunia kita ini. Warisan apa yang akan kita berikan kepada anak cucu kita kelak. Dengan cara apa lagi ya agar kesadaran akan perlindungan alam dimiliki oleh manusia-manusia sekarang….

Pekerjaan atau karya Allah dipakai oleh Allah untuk berfirman. Mazmur 19:2-4 umpamanya menulis, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;”

Adalah merupakan panggilan bagi kita semua untuk menjaga ciptaan Tuhan karena alam yang lestari adalah testimoni bagi kebesaran Tuhan. Bagaimana kita bisa menjadi kesaksian yang baik kalau tangan-tangan kita turut merusak ciptaanNya?

Horas Lae, ttg penghijauan aku setuju sekale,…btw pengen banget aku ke danau toba (kpg halama istri) but sampe skr belum kesampean…..kapan yaaah ???? Lae aku ijin nge link blognya ke blog roll ku ya…… mauliate

horas..
saya sangat setuju dengan program komunitas ini.
krn lebih mengutamakan tindakan nyata daripada sekedar ucapan saja..
kalo boleh, saya juga ingin ikut bergabung dengan rekan2 di Toba Dream ato klo ada seminar atau diskusi atau yg lain..
caranya gimana ya??
ditunggu jawabannya ya, di: gisha_87@yahoo.co.id

horas..
gita

Dukung Danau Toba, Gunung Krakatau, dan Pulau Komodo sebagai Tujuh Keajaiban Dunia versi New Seven Wonders of Nature. Voting di http://www.new7wonders.com

waktu Smu Tepatnya tahun 1999, Saya pernah konservasi hutan di pangururan dari SMU N 1 Porsea bersama Smu Pardinggaran. Pada saat itu hutan disana sudah habis dibabat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. waktu itu kami menanam pohon mahoni, mangga yang lainnya saya lupa. Gak tau sekarang Tumbuh apa gak, atau sudah ditebang lagi…….Kapan ada Rencana untuk melakukan konservasi hutan di sekitar danau toba??????????????????????

Sekarang perusahaan yang memporakporandakan hutan di sekitar Danau toba telah melebarkan sayapnya ke kalimantan timur. Ribuan eks TKI yang diusir tahun 2000 lalu dari malaysia yang mencoba membuka kebun di perbatasan kaltim dengan malaysia, habis digusur oleh si “raksasa”tersebut dengan dalih bahwa areal tersebut adalah konsesinya.

Sementara pejabat daerah tidak bisa berbuat apa-apa karena semua kebijakan di sektor kehutanan diputuskan di jakarta yang nun jauh dari tempat kejadian.

Saat ini Pulau Sumatera telah kehilangan hutan alamnya yang indah, dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, tempat satwalir hidup dan berkembang biak. Sepuluh tahun ke depan Kalimantan timur juga akan mengalami hak yang sama.

Mari kita jalin komunikasi untuk menyelamatkan hutan alam Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 627,803 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: