batak itu keren

Viva PSMS Medan, Mampuslah Sriwijaya FC

Posted on: 9 Februari, 2008

SETELAH 23 tahun kehilangan mahkota, kini PSMS Medan bangkit kembali. Hanya tinggal selangkah lagi, Anak-anak Medan akan memulihkan reputasinya sebagai raja sepakbola Indonesia. Pengakuan itu harus direbut lewat partai final Liga Indonesia, melawan tim tangguh Sriwijaya FC dari Palembang, Minggu 10 Januari 2008 di Bandung.

Ayo orang Batak se-dunia. Ayo orang-orang Jawa, Melayu, Cina dan India Keling; yang selalu bangga menyebut diri “Anak Medan” dan orang Sumut. Mari ramai-ramai ke stadion, kita dukung PSMS untuk melibas dan meluluh-lantakkan Sriwijaya FC. Ayo kawan, kita semua ke stadion untuk mendukung Ayam Kinantan; atau paling tidak doakanlah semoga PSMS menang.

Viva PSMS dan mampuslah Sriwijaya FC.

Apakah semangat ini berlebihan ? Tidak! Ini sepakbola, pren, tempat dan suasana dimana kau boleh berteriak sampai serak untuk mendukung tim kesayanganmu, dan sebaliknya memaki tim lawan dengan segala kebencian. Ini perang mental, pren, tempat dan suasana untuk menyalurkan agresi-agresi purba; tanpa harus berkelahi dan meneteskan darah.

Viva PSMS dan mampuslah Sriwijaya FC.

Ini kebudayaan moderen, pren, perang yang disepakati dan sah; palagan sintetis pengganti medan perang sesungguhnya seperti di masa silam. Ayo satukan dirimu dengan semangat massa, dengan gelegak nafsu untuk menghancurkan “musuh” lewat gol, gol dan golllllllllll. Kemenangan adalah segalanya. Tidak ada kompromi, dan kita benci kekalahan. Hidup PSMS dan mampuslah Sriwijaya FC !

Sukses dramatis

Keberhasilan PSMS Medan lolos ke final Liga Indonesia 2007 adalah buah dari perjuangan yang berliku-liku dan dramatis. Kalau melihat keadaan tim sebelum kompetisi Liga Indonesia dimulai, tidak ada bayangan sedikit pun mereka bakal melangkah sampai final. Kesulitan dana, mengakibatkan pembentukan tim baru dilakukan pada detik-detik terakhir menjelag kompetisi dimulai. Dan setelah kompetisi bergulir, PSMS kembali gonjang-ganjing karena pembayaran gaji pemain tersendat-sendat.

Beruntunglah PSMS ditangani Fredy Muli, pelatih berdedikasi tinggi dan leadership yang bagus. Ketika semangat para pemain melorot, karena gaji tak dibayar, Fredy bisa memotivasi mereka. Pada saat yang sama dia berhasil melobi para pengurus untuk mencicil gaji mereka, itu meredakan ketegangan antara pemain dan pengurus PSMS, sehingga tidak mempengaruhi penampilan tim di lapangan.

Di bawah kepemimpinan Fredy, PSMS merangkak setahap demi setahap–sampai akhirnya mulai paruh kedua kompetisi– krisis keuangan berhasil diatasi.Kekompakan tim makin kental dan seiring dengan itu prestasi tim terus menigkat.

PSMS mulai memetik hasil dari trend positif yang berkembang di dalam tim, dengan lolos ke babak delapan besar Copa Dji Sam Soe. Prestasi tersebut merupakan kejutan besar, karena sebenarnya PSMS tidak difavoritkan, lantaran tim lain diperkuat pemain-pemain bintang.

Kejutan dari tim Ayam Kinantan berlanjut di Liga Indonesia. Dengan memenangkan beberapa pertandingan kunci di akhir putaran kedua, PSMS memastikan lolos ke babak delapan besar. Kemudian melaju lagi ke babak semifinal, setelah mengungguli tim favorit Arema Malang di penyisihan grup.

Langkah PSMS Medan tampaknya bakal terhenti di semifinal, karena lawan yang dihadapi adalah favorit terkuat Persipura Jayapura. Qua teknis tim Mutiara Hitam itu jelas lebih baik dibanding Anak-anak Medan. Namun dengan semangat pantang menyerah, disiplin tinggi dan strategi cerdik yang dirancang Fredy, semua keunggulan Persipura berhasil diredam. Akhirnya, Saktiawan Sinaga dkk berhasil menyingkirkan Persipura lewat adu penalti, dengan skor akhir 5-4.

PSMS unggul mental juara

Bagaimana peluang PSMS untuk mengalahkan Sriwijaya FC dalam partai final besok sore ? Kalau pertimbangannya qua teknis, jelas Sriwijaya masih lebih tangguh dibanding PSMS. Tim kebanggaan Palembang ini memiliki pemain-pemain bintang di semua lini. Sejak kompetisi bergulir, Sriwijaya FC sudah dijagokan sebagai favorit juara. Kehebatan mereka terlihat jelas ketika menundukkan tim tangguh Persija Jakarta di semifinal, dengan skor 1-0.

Duel tim Sumatera di final Liga Indonesia ini adalah yang pertama kali dalam sejarah. Namun bagi kedua tim, pertarungan ini adalah pertemuan yang ketujuh. Dalam enam pertemuan sebelumnya, Srwijaya FC menang dua kali, PSMS menang satu kali, sisanya draw dua kali.

Keunggulan PSMS yang tak dimiliki Sriwaijaya FC adalah nama besar dan fanatisme pendukung yang sudah mengakar puluhan tahun. Terakhir kali PSMS Medan menjadi juara Indonesia pada 1985, setelah di final mengalahkan musuh bebuyutan, Persib Bandung, Dengan bekal kebesaran masa lalu, PSMS akan tampil di final dengan mental juara yang sudah terpateri selama enam dekade.

Total jenderal PSMS Medan sudah lima kali menyabet gelar juara Indonesia, sedangkan Sriwijaya FC adalah “anak kemarin sore” yang melejit dengan kekuatan uang. Kalau mengikuti proses yang wajar, Palembang atau Sumatera Selatan belum layak berkompetisi di divisi utama. Tapi karena adanya kerancuan penerapan aturan di PSSI, yang mengizinkan Persijatim hijrah ke kota lain—kemudian tim perserikatan itu dibeli oleh pihak Sumsel dan dikasih label Sriwijaya FC, jadilah propinsi ini punya wakil di divisi utama.

Viva PSMS Medan!

***Semula pertandingan final Liga Indonesia, PSMS Medan vs Sriwijaya FC, akan digelar Sabtu sore 9 Pebruari ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Namun berhubung seorang suporter Persija Jakarta tewas karena ditusuk pendukung Persipura Jayapura, tiga hari lalu, pemerintah melalui Menpora melarang pertandingan final diadakan di Jakarta. Sehingga terpaksa dipindahkan ke kota lain.

(http://www.tobadreams.wordpress.com}

50 Tanggapan to "Viva PSMS Medan, Mampuslah Sriwijaya FC"

Yey, enak aja..
Sriwijaya fc lebih hebat kali, bang.. 😛
*secara saya wong kito gitu lho*

@ qzink666

Bagi yang ngerti sejarah sepakbola Indonesia, yang namanya PSMS itu adalah tim yang selalu bermain dengan hati singa, dengan tekad tunggal : MENANG.

Soal mana lebih hebat qua teknis PSMS dengan Sriwijaya, itu masih bisa diperdebatkan. Tapi soal torehan prestasi, pren-pren dari Sumsel harus mengakui : PSMS masih tim terbaik di Sumatera sampai sekarang.

Dan untuk sejarah yang begitu hebat, PSMS sangat berhutang budi atas dukungan pren-pren dari seluruh Sumatera. Dulu, kalau PSMS main di Senayan, pendukungnya bukan hanya perantau Sumut, tapi seluruh perantau Sumatera, termasuk Wong Kito Galo. Trims.

Mari kita bermusuhan dalam partai final ini, pren, tapi seusai pertandingan kita bersalaman lagi sebagai sesama Sumatera.

Hidup Sumatera. Viva PSMS.

Viva PSMS!!! Dah lapar kali pun liat PSMS juara.

Setubuh, lae..
Tapi masalahnya, sriwijaya fc lagi hot-hotnya sekarang, secara dia pengen noreh sejarah sebagai satu-satunya tim Indonesia yang menggondol double winer..
Jadi, tentu dia punya semangat lebih buat jadi yang terbaik.. 😀
lagi pula, kami punya pelatih hebat, pemain hebat dan satu lagi, kami selalu beruntung di partai krusial, hehehe..
Dan saya yakin keberuntungan itu belum habis untuk pertandingan nanti sore..
Viva Sumatera, bravo Sriwijaya fc..

@ danalingga

Terima kasih Bang atas dukungannya. Viva PSMS !!!

@ qzink666

Kalau Nietzsche masih hidup, dia akan mengingatkan : Neraka itu adalah orang lain hehehe…

OKd. Bravo Sumatera!

Viva PSMS Medan!

wah hebat juga ternyata prestasi PSMS musim ini.
(maklum saya ngga gitu ngikuti Liga Indonesia abis sering rusuh gitu 🙂 )

eniwei kalo melihat dari postingan ini, dimana PSMS sebagai tim tak di unggulkan, saya dukung PSMS.

wuaa..pada ribut nih

ehhhh……….. sama2 wong sumatera jangan pada ribut …… ga baik tuch …..
meskipun PSMS or Sriwijaya yg menang .. tp kan sama Indonesia…. Bravo MERAH PUTIH….. JAngan PaDA RibUT yach… !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

MAMPUS LOH PSMS, kalau ngomong jangan sok dulu..
Buktinya lo yang mampus.. Salam buat Mahyadi kalo mau main bola, mandi wajib dulu lae, biar menang.. Ntuk Markus.. jangan sok, mau nyerang, lari aja kayak kambing…. bobol lagi tuh gawang kamu… HORAS dari Palembang

Sekali lagi… Lo yang Mampussss

::bah, kalah Bang…, pas ada pergantian pulak itu, salah pandang bintang keberuntungan kali fredy mulli,
Markus terlihat seperti Pahlawan… dan merasa pahlawan juga, dan ini yang menghancurkannya pula…
yah tetaplah Viva PSMS….!!!!

hasil barusan di ligina djarum super 3:1 tuh.. .:)

siapa yang mampus seh..

Maaf, lae.. Kali ini dewi fortuna benar-benar sedang berpihak pada Sriwijaya fc, hingga mimpi kami untuk menyandingkan piala copa dan piala liga akhirnya benar-benar jadi kenyataan.. 😀
semoga di grand final tahun depan kita bisa ketemu lagi..
*joget-joget gak jelas*

Bravo psms, sayang akhirnya kalah ya, bung!, yg terbaik yg menang, selamat buat laskar wong kito.
Untak psms mania jgn putus asa musim depan hrs lebih gila (sayang gak boleh pake uang rakyat lagi yach). Moga gak ada pake rusuh lagi, gak ada korban jiwa lagi. Viva sepakbola indonesia.
Forza milan!

arrrccchgggggggggg…… ayamna kena flu burung ucok…., jangan kecewa lah, kalah itu biasa, Sriwijaya jadi doeble winners.

Boleh banyak bicara, memprediksi, mensupport itu adalah hak. Namun Sriwijaya FC yang mengalahkan PSMS semalam 3-1 adalah bukti, bukan prediksi, bukan asumsi.

Bahkan saking beraninya Markus Horizon, gawangnya yang melompong, kebobolan dengan tragis. Keberanian dan kebodohan itu memang tipis ya kawan?

Tetap semangat dan maju terus!

salut atas perjuangan PSMS Medan tadi malam, meskipun PSMS”dreams” untuk menjadi yg nomor satu gagal dicapai, tapi perjuangan pemain2 PSMS patut diacungi jempol dan mentalitas pantang menyerah & sportif meskipun bermain dgn 10 pemain selayaknya dicontoh oleh tim-tim lain di indonesia. andaikan saja 75% dari total pertandingan Ligina berjalan seperti partai final tadi malam, niscaya prestasi sepakbola negeri ini akan sedikit terangkat, setidaknya memberi secercah harapan dibalik carut-marutnya federasi sepakbola kita (PSSI & BLI)

sekali lagi, salut untuk PSMS Medan, perjuangan tidak pernah usai

salam dari Aremania
ongisnade.net

pertandingan adalah antara kalah dan menang, siapa yang unggul itu soal tekad dan strategi. gak melihat siap yang penting skill, tapi dukungan mungkin akan lebih kepada daerah masing masing sama seperti saya. pasti ……………

Saya prihatin karena PSMS kalah di partai final melawan SRIWIJAYA FC,namun itulah pertandingan, hanya ada satu juara. Sayang juga pemain PSMS dapat hadiah kartu merah dan ini yang menjadikan PSMS kalah.
Tapi walaupun kalah menurut saya PSMS kalah terhormat. Dan kuucabkan selamat kepada SRIWIJAYA FC yang telah mencapai puncaknya.
Dan saya tetap cinta PSMS.

😦 kalah kita bang..

sedih…..

setelah perpanjangan waktu …. di menit 18 eh di anulirrr…. padahal dah teriak kenceng2 tuhhh…. hiks….tp emang offside sih ,,,:(

markus… frustasi…. coba berjudi maju kedepan dan tinggalkan gawangnya…. ohhh tuhannn…. FATAL kaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

bener2 menangis semalam deh,…. hiks

Fakta bila Sriwijaya FC menjadi Double Winner dalam “pertempuran panjang dan melelahkan” dengan PSMS Medan.

Semua akhirnya memang harus bersikap besar hati.
Meskipun kalah, PSMS Medan telah kalah secara terhormat.
Mereka mampu bermain baik sampai extra times, ini menandakan suatu perjuangan yang alot.

Oke buat semua, via persepak bolaan Indonesia.
Hidup Sriwijaya FC, hidup PSMS Medan, hidup Indonesia.

Salam hangat dari Palembang.,
Armansyah
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/blog

Semangat Raja Huta boleh juga, tapi sayang jadinya Sriwijaya menang 3-1 di Soreang.

Hebat kali PSSI ini final liga Indonesia dibikin di lapangan kampung. Jangan-jangan lapangannya benjol-benjol dan rusak. Rusaklah permainan kawan-kawan itu.

Tapi, selamat Sriwijaya, Horas PSMS.

mampuslah PSMS medan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!, jangan sombong

WAH, RUPANYA KEBALIK YA…
MAMPUSLAH PSMS MEDAN !!!
MAMPUS…. HUAKKK…
PSMS itu cuma menang beruntung aja dengan Persipura… dari segi permainan kalah….
3-1 fren… inga’inga’ 3-1
apalagi si Markus “bodoh” itu…. huakkk
laen kali, nulis judul yang bener Bung…
g usah pake mampus segala…
akhir nya senjata makan tuan…
PSMS yang Mampus….
makan tulang semua….huakkk

SFC1

Dah kalah, ngaku aja bos… nggak usah bikin sensasi… selanjutnya PSMS banyak 2 latihan..

dan aku salut juga dengan PSMS, salut dengan mainnya juga dengan spiritnya. bang Fredi sungguh pelatih hebat. ditengah terengah-engahnya perjalanan tim karena kesulitan finance tapi PSMS tetap memukau di lapangan.
Sriwijaya juga oke. buktinya kemarin grand final menang 3-1. Hidup PSMS, Salut untuk Sriwijaya!

eh, maaf ya…
sriwijaya yang jadi kampiun liga jarum Indonesia.
menang dengan skor 3-1..skaligus mengawinkan gelar ganda dengan juara copa dji sam soe.
viva la sriwijaya..!!!
you are the best.

Sriwijaya FC aja ahh… kayaknya mereka punya duit buat ke Liga Champion Asia.. :mrgreen:

Ligina Final
PSMS 1-3 Sriwijaya FC

Sriwijaya FC takes Double Winners this season!

Yah kita mah seneng aja Siriwijaya FC or PSMS Medan yang menang!!! Tapi sekarang Sriwijaya FC oke banget tuh!!! Mau kata apa kek, anak bawang kek, anak kemaren sore atau strategi apa…….lemak pempeknya, bersih kotanya, indah songketnya, Hidup Sriwijaya FC!!!

Horas PSMS! walaupun PSMS kemarin kalah, tapi perjuangan markus dkk harus diacungi jempol.. luar biasa bang! Selamat, Medan mempunyai klub sekelas PSMS!

Salam kenal bang. Jayalah sepakbola Nasional!!

kasih kometar kog bahasanya begitu. sebenarnya sekarang ini satupun tidak ada kesebelasan kita yg bagus. kita dukung PSMS karena orang daerah kita saja. Kalau saya lihat dari dulu PSMS tidak maju-maju, urusan gaji pemain melulu. Kalau sekarang saya bilang mampuslah PSMS gimana? kan tidak enak?. dukunglah club yg mainnya bagus sehingga bisa mewakili negara kita ini ke luar negeri. Jangan terlalu kedaerahanlah. saya juga orang sumut lho. tapi gak gitu amat sama kesebelasan lain.

huhuhuhu
saya suka ribut2 seperti ini
beginilah seharusnya ribut2 itu
masing2 punya prinsip tapi masih menggunakan otak untuk tidak menggunakan emosi

saluttttttttttttttt.

walaupun sedikit nggak rela kemenangan karna ulah kecerobohan dan sedikit campur tangan keberuntungan.
tapi lumayan mendebarkan sampe perpanjangan waktu.
huhuhuhuhuuh

selamat wat sriwijaya tetap semangat psms

*senangnya bisa mampir lagi ke rumaha abang
😀

@ kabarihari
@ zal
@ satya sembiring
@ Bonar Siahaan
@ Nirwan
@ srikandini
@ Togar Silaban
@ lapantuju

Kalau kawan-kawan kita dari Aceh menulis berita pertandingan final itu, kira-kira begini : PSMS Menang 1, Sriwijaya FC Menang 3 hehehe…

Tapi, kalau Anak Medan lain lagi dong, kira-kira nulisnya begini :

Tak apalah Sriwijaya FC yang jadi juara, kan kawan kita juga, sama-sama Anak Sumatera. Lagi pulak belum pernahnya orang itu juara kan, sedangkan kita sudah sering kalipun jadi juara …..

Lagi pula, pren, kita masih tetap bisa berjalan tegak dengan mengangkat kepala. Sebab, PSMS Medan sudah menunjukkan jiwa Medan sejati, tetap bertarung meski tinggal 10 pemain, dan sempat pula menyamakan kedudukan jadi 1-1…

Salut buat semua pemain PSMS Medan dan pelatih Fredy Muli,
kalian benar-benar petarung sejati,
kami tetap bangga pada kalian semua…

Namun tanpa banyak cincong lagi, mari kita ucapkan selamat buat Sriwijaya FC, yang dengan gemilang meraih double-winner, dengan menyandingkan Piala Copa Dji Sam Soe dan Piala Presiden. Salut.

@ fauzansigma
@ gegakomputer

Eh, tak ada yang ribut di sini kawan…ini kan cuma sepakbola dan kami orang Sumatera memang selalu antusias dan blak-blakan begini, tapi bukan berarti ribut…

PEACE

@ mashanafie
@ Ongisnade.Net
@ bedh
@ Frater Telo

aku suka banget komentar kalian, yang menurut aku selain obyektif juga cukup bijak, sehingga dapat memahami bahwa sampai batas tertentu fanatisme sepakbola itu adalah satu cara tersendiri untuk merayakan kehidupan; tanpa harus mengingkari atau meniadakan fanatisme dan kehidupan orang lain.

Seperti nenek moyang kita dulu kalau ingin merayakan sesuatu, mereka pasti melakukan “keributan”, dengan cara memukul gendang, gong serta macam-macam tetabuhan lainnya; dan meniup seruling serta macam-macam alat musik tiup lainnya. Terima kasih kawan-kawan karena kalian cukup arif memahami “keributan” yang aku timbulkan lewat tulisan dengan judul sangat bombastis di atas.Isi artikelnya cukup halus dan lembut, ya kan ? hehehe….

Horas!

@ qzink666

Inilah asyiknya olahraga kawan, yang nggak sempat dikaji oleh para filsuf dahulu.

Sepakbola–minus kriminalitas dengan kedok suporter militan– adalah pengganti medan perang di masa lalu, karena ternyata modernisasi tidak mengikis habis naluri-naluri purba dalam diri manusia, yaitu kesenangan berperang.

Perang di lapangan sepakbola adalah perang mental, dalam arti pengorbanan tertinggi disini adalah kekalahan dan “kematian” bersifat mental. Dan hanya dalam perang ini saja pasukan yang sudah “mati” bisa bertempur lagi, kemudian balik mengalahkan pasukan yang pernah “membunuhnya”. Asyik kan ?

Sisi ini yang membuat aku suka pada sepakbola, meskipun dunia sepakbola Indonesia masih sulit untuk diajak mengerti pemikiran semacam itu.

Jujur saja, kawan, aku sudah tahu sebelum pertandingan, bahwa PSMS Medan akan kalah atau lebih tepatnya HARUS kalah! Orang-orang yang punya akses ke PSSI sudah hapal hal-hal semacam ini sejak tahun 70-an. Cuma memang penyetelannya sekarang lebih halus, LEBIH CANTIK, mungkin karena banyaknya daerah yang berkorban sampai ratusan milyar demi sepakbola; PSSI menjaga jangan sampai daerah-daerah patah semangat atau menempuh jurus “harakiri” seperti dilakukan Medan Jaya.

Eh, sorry jadi berpanjang-panjang kawan, padahal tujuanku cuma mau bilang : terima kasih untuk “perang kata” yang seru sejak kemarin. Aku salut padamu.

Dan akhirnya, kau memang benar, Sriwijaya FC is the best. Congratulations!
Bravo Sriwijaya FC.

@ Sriwijaya Mania
@ EG Giwangkara S
@ o-s
@ indian
@ Krisnawan Putra
@ Arman
@ sriwijayafc1
@ pnsgila
@ cendanabatam
@ wahyudw
@ sitijenang
@ wongpalembang
@ liku
@ siregar
@ satia

dengan tetap merasa bangga atas penampilan PSMS Medan yang begitu gigih dan jantan,

yang membuat kalian jantungan karena nggak nyangka harus perpanjangan waktu–karena toh PSMS tinggal 10 pemain;

dan pasti membuat kalian semua menahan napas, ketika Ayam Kinantan mampu menyamakan kedudukan 1-1….

….dengan sportif akui akui : Sriwijaya FC memang hebat. Permainannya kompak, cerdik dan atraktif.

Terima kasih Sriwijaya FC untuk permainan sepakbola positif dan atraktif yang telah kalian peragakan, sehingga bisa sedikit menghibur hati pecinta sepakbola Indonesia yang sedang berkabung karena keboborokan PSSI.

Selamat buat sang juara baru, Selamat buat Wong Kito Galo, kalian layak jadi juara. Bravo untuk sukses gemilang menyatukan Piala Copa Dji Sam Soe dan Piala Presiden.

Selamat Berpesta kawan-kawan

Salam hangat dari Raja Huta

H O R A S !

Saya juga salute sama PSMS, lae.. Meski cuma 10 pemain, tapi mampu memaksa kami untuk bermain sampe babak tambahan.
Satu lagi, Markus yang ikut membantu serangan di akhir-akhir pertandingan saya kira satu keputusan yang masuk akal kok.. Karena ini sepak bola, dan partai pinal. Jadi, mau kalah 2-1 ataupun 100-1 hasilnya tetep sama. Tapi akan lain soal kalo sampe 2-2..
Dan Markus saya pikir dengan maju kedepan ikut membantu serangan merupakan keputusan logis..
Sayang, kabarnya kami gak bisa ikut kompetisi di Asia, lae, karena keterlambatan usainya turnamen di liga kemaren.. 😦
salut buat PSMS..
Bravo sepak bola Indonesia..

Horas PSMS.. trimakasih bang toba kunjungannya ke blogku, sering-sering ja mampir di lapantuju ya, yup.. kita harus obyektif dan mampu menyeimbangkan segala macam artikel bang..toh itu kenyataan dan harus diakui semua orang.. Sukses!

@ qzink666
@ lapantuju

Salut dan salam persahabatan buat anda berdua.

Corry Aquino pernah bilang,”Kalau aku menang, maka aku jadi murah hati.”

Kalau aku sih bilangnya begini aja,”Saat kalah, kita bisa belajar rendah hati…”

Horas.
Bravo Merah Putih

Di dalam hatiku, PSMS tidak pernah kalah…
Berkokoklah lebih nyaring, ayam kinantanku…
Buktikan pada dunia, semangat Medan kita adalah senjata mematikan…

Salam salut buat rekan Sriwijaya! Kembalikan lagi kejayaan Nusantara!

Buat PSSI, mampus lah kalian dikutuk jutaan suporter sepakbola… Kalian terbukti tidak becus mengurus kompetisi. Menurut saya, seharusnya PSMS dan Sriwijaya menolak bertanding tanpa penonton!! Biar juara bersama aja…

Anak Medan.

Emang sudah saatnya sumatera menunjukkan taring, hayooo kita tunjukkan pada dunia kalo orang2 sumatera dr indonesia itu punya gigi.
Viva Indonesia, salut buat PSMS…
Selamat buat wong kito galo.

Bravo Sepak Bola Sumatera…
Tahun depan tunjukin lagi kemampuan tim Sumatera yaa….

ni yang punya blog kayaknya gak punya malu kali ya…..udah jelas2 sriwijaya fc yang menang…..*Bravo Sriwijaya*

breakdance MODE ON [ ]

Jujur saja, kawan, aku sudah tahu sebelum pertandingan, bahwa PSMS Medan akan kalah atau lebih tepatnya HARUS kalah! Orang-orang yang punya akses ke PSSI sudah hapal hal-hal semacam ini sejak tahun 70-an. Cuma memang penyetelannya sekarang lebih halus, LEBIH CANTIK, mungkin karena banyaknya daerah yang berkorban sampai ratusan milyar demi sepakbola; PSSI menjaga jangan sampai daerah-daerah patah semangat atau menempuh jurus “harakiri” seperti dilakukan Medan Jaya.

Wah…komen ini harus diklarifikasi!
Jangan karena PSMS lagi kesulitan keuangan jadi kayak gini statement-nya.
Kau pikir tim kayak Persik, PSIS, Persipura (tim2 yg udah jadi juara LI) banyak duitnya?
Seperti kata anda, ini era sepakbola modern Bung, era dimana sepakbola profesional sudah menjadi industri. Dalam sistem kapitalisme (industri), uang memiliki pengaruh besar, meski tidak selamanya.
Dalam sepakbola, uang bisa membeli pemain tetapi tidak tim. Itu di-create oleh pelatih yg jago dan handal dalam membentuk timnya.

Tadinya aku respek sama kau liat bagaimana kau melayani komen-komen anak-anak Sriwijaya, tapi pas liat komen di atas, agak berkurang juga respek-ku itu.

Aku punya teman akrab, anak Medan ketika di Bandung dulu. Dan tiap kali SFC vs PSMS bertanding, kami benar-benar “berperang” seperti katamu. Tapi setelah itu, kami adalah teman akrab kembali.
Dan menurut kami, PSMS bukanlah “fierce rival” tapi lebih merupakan tetangga dan saudara tua yang harus dihormati. Persija lebih merupakan musuh bebuyutan bagi kami!

Ini Medan, Bung!
Ini-pun Palembang, Bung!
dan ini Sepakbola, Bung!

Salam Damai!

@ Rajawali Sriwijaya

Terimakasih atas apresiasimu terhadap sikapku yang moderat, meski saat itu aku menulis artikel yang kuakui memang sangat bombastis dan provokatif. Terima kasih pula atas kritikmu yang terbuka, jantan dan bermartabat. Itulah sisi jiwa Sumatera yang selalu aku kagumi.

Kawan, aku suka dan menghargai komunikasi yang jujur seperti yang kualami dengan para pendukung Sriwijaya FC (SFC). Aku juga menikmati sumpah serapah orang-orang asal Medan yang malah mencela PSMS. Biarkan seribu bunga berkembang, agar dunia lebih indah dan kita makin dewasa dam arif.

Nah, soal pernyataan itu, sorry kalau kawan-kawan pendukung SFC merasa terusik soal itu. Tapi tidak ada maksudku mengurangi nilai-nilai lebih yang dimiliki Sriwijaya. Itu kan aku publish sebelum pertandingan final, dan selepas final aku menulis apa adanya yang terjadi di lapangan, bahwa tim kesayangan kalian deserve to win, deserve to be champion.

Statement itu sebenarnya bukan indikasi bahwa SFC akan menyuap PSMS Medan, misalnya, demi memastikan Piala Presiden akan bersemayam di bumi Sumatera Selatan. Itu bukan tetang jenis kecurangan tertentu yang bakal dilakukan SFC untuk menang di final.

Itu cerita mengenai jalinan dan jaringan konspirasi di dunia sepakbola kita, khususnya di tubuh organisasi PSSI, sehingga Persebaya bisa dicampakkan dari divisi utama, Arema dikondisikan untuk melukai diri sendiri. Tidak terlalu aneh bukan kalau ketuanya masih di penjara, padahal FIFA sudah gerah banget ?

Mudah-mudahan pada episode berikutnya SFC tidak diplot untuk dikerjain seperti Persebaya dan Arema. Kalau kalian bernasib baik, bisalah jadi seperti Persib yang selalu dilindungi dan diuntungkan PSSI karena di situ ada Nugaha Besoes. Soal Persib dan Nugaha ini sudah cerita lama, sejak akhir tahun 80-an ? Nah, siapakah dewa pelindung SFC di PSSI sekarang ini, seperti dulu PSMS memiliki pelindung, Amran YS ?

Salam Damai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 660,018 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: