batak itu keren

Satu Lagi Majalah Budaya Batak yang Keren : Tatap

Posted on: 8 Februari, 2008

KALAU sampai tokoh sekaliber Cosmas Batubara memujinya atas inisiatif sendiri, yang diucapkan dengan antusias di hadapan sejumlah tokoh Batak terkemuka, tentulah karena majalah ini memang layak dipuji. Bukan apa-apa, di luar citranya di masyarakat sebagai politisi kawakan, diam-diam Cosmas sebenarnya orang pers juga. Penilaiannya tentu layak dipertimbangkan.

“Saya sangat respek pada majalah Tatap.Inilah yang terbaik di antara semua media Batak,”kata Cosmas ketika didaulat sumbang saran mengenai acara Diskusi TobaDream Coffee Morning, Sabtu 2 Pebruari lalu di TobaDream Café, Jakarta. Cosmas mengucapkan pujian itu sebelum memaparkan pandangannya mengenai diskusi tersebut, yang menampilkan tiga narasumber : Wakasad Letjen Cornel Simbolon, Komjen (Purn) Togar Sianipar dan Trimedya Panjaitan (anggota DPR dari PDIP).

“Sajian kalian sudah berbobot. Terutama foto-fotonya, luar biasa,”ujar Cosmas sambil tersenyum ke arah Jansen H Sinamo, moderator diskusi yang juga Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Majalah Tatap. Dalam diskusi perdana yang diadakan Komunitas TobaDream itu, selain peran Jansen sebagai moderator, majalah Tatap merupakan Official Media Partner.

Di luar pengetahuan publik, Cosmas adalah sarjana jurnalistik yang urung bekerja sebagai wartawan. Dia sempat menyelesaikan program sarjana muda di Sekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, yang pada dekade 70-an sampai 90-an sangat ngetop sebagai “pabrik” wartawan bermutu. Namun tokoh kelahiran Haranggaol ini baru bisa mengecap keasyikan dunia pers pada akhir dekade 90-an, setelah menikmati kursi empuk menteri sebanyak tiga periode. Dia menjabat Pemimpin Umum harian Suara Karya, ketika itu..

Standar jurnalistik

Tatap tergolong pendatang baru di belantara media Batak, hampir seusia dengan majalah TAPIAN. Edisi nomor empat majalah bulanan ini sedang dalam masa edar, sementara edisi kelima bakal keluar satu dua minggu lagi. Dengan tebal 90 halaman, harga eceran Rp 25.000, bisa dibilang Tatap berpacu di lintasan pasar yang sama dengan TAPIAN. Namun Tatap lebih berani menetapkan segmen pasarnya dengan spesifik, yaitu kelas menengah atas. Selain itu, mutu jurnalistik majalah ini cukup lumayan, itu standar primer media massa yang tak dimiliki majalah Batak lainnya, termasuk TAPIAN.

Satu lagi yang membedakan Tatap dengan TAPIAN dan media Batak lainnya, majalah yang dipimpin Jansen Sinamo ini tampil tematis dalam setiap edisi. Dalam edisi keempat, misalnya, temanya adalah musik Batak sepanjang masa dan mencakup semua genre, dari seriosa sampai blues, dari andung-andung sampai dangdut, dari Nahum Situmorang sampai Togar Tampubolon, dan dari Cornel Simanjuntak sampai Viky Sianipar.

Kita patut hargai usaha Tatap untuk menghimpun dan menyortir demikian banyak bahan-bahan literatur yang tercecer di Pulau Sumatera dan Jawa, ditambah cerita-cerita lisan dari para narasumber di berbagai kota. Semuanya itu didedikasikan, demi memetakan sejarah panjang perjalanan musik Batak. Sungguh sebuah kerja besar, yang bukan saja memerlukan ongkos yang tinggi, tapi lebih penting lagi harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai mengenai seluk-beluk musik Batak dan sejarahnya.

Dari segi kuantitas, iseng-iseng aku hitung, porsi tulisan mengenai musik dalam edisi keempat tak kurang dari 54 halaman. Hampir 75 % dari seluruh halaman dalam yang jumlahnya 86 halaman, sudah termasuk iklan. Luar biasa. Majalah besar sekelas Tempo pun tidak mampu sering-sering menyajikan laporan tematis sepanjang itu.

Dan benar saja, dengan armada redaksi Tatap yang relatif kecil—ditambaf faktor soliditas tim redaksi yang tentunya masih berproses, penyajian laporan yang amat panjang itu pun memang kedodoran. Bahan-bahan yang cukup kaya tidak berhasil disajikan secara sistematis, terintegrasi, padat dan mengalir. Cara penyajiannya pun sangat monoton, dalam bentuk teks dan foto, padahal sudah keharusan bagi media berformat majalah untuk mengawinkan teks dengan alat komunikasi visual alias seni grafis.

Di luar kekurangan itu, dalam edisi ini pembaca dapat menikmati wawancara tanya jawab dengan dedengkot Panbers, Benny Panjaitan, serta ibunda Marsillam Simanjuntak yaitu Ny.Tiara Simanjuntak boru Siahaan. Ada pula wawancara singkat dengan Donnie Cahyadi, vokalis ADA Band yang sejatinya bermarga Sibarani tapi tidak cukup berani mengibarkan marganya sendiri. Kemudian liputan ekslusif kehidupan perantau Batak kosmopolitan di Inggris.

Fotografer Edward Tigor Siahaan

Sungguh beruntung Tatap memiliki fotografer kaliber internasional, Edward Tigor Siagian. Pemenang medali perunggu kontes foto internasional tahun 2007 ini, dengan hasil jepretannya yang tajam, jernih dan “berkisah” tentang inner world dari obyeknya; bisa dibilang sendirian membangun reputasi Tatap dari majalah pemula menjadi media yang dianggap berkelas. Jika tanpa Tigor, Tatap mungkin masih megap-megap mencari bentuk, pijakan pasar dan pengakuan.

Dalam Tatap edisi nomor empat, dari mulai cover depan para pembaca akan langsung terseret ke dunia rekaan Tigor yang terkesan hening, berkabut; namun di baliknya ada geliat daya cipta dan sensualitas yang seperti berjingkat. Kesan itu terasa kuat pada foto penyanyi Lea Simanjuntak di cover depan, yang dijepret dari samping kiri, dengan mata melirik ke kiri dan ekspresi wajah “tanpa ekspresi”. Ekspresi seperti itu hanya bisa “ditangkap” oleh fotografer yang mampu melihat “dinamika” dalam obyek yang diam, “keriuhan” dalam keheningan; dan sensualistas dalam sikap menahan diri.

“Kisah” semacam itu bisa kita “baca” dalam foto close-up pakar musik Ben Pasaribu, foto setengah badan penyanyi Tiofanta Pinem dan Victor Hutabarat, foto pengamat musik Irwansyah Harahap dari Medan yang disajikan hitam-putih. Kemudian, foto close-up wajah penyanyi tenor Johnson Hutagalung, lanskap Rura Silindung, foto setengah badan Lea Simanjuntak di halaman dalam, foto sehalaman Viky Sianipar dan foto ilustrasi tiga pria muda dilapo.

Anda tertarik untuk melihat dan menikmatinya ? Beli dong majalahnya. Alamat Redaksi : Jl.Pulogebang Permai G-11 No.12 Jakarta 13950, Telp 021-4801514, Fax 021-4800429.

Email : majalahtatap@yahoo.com

 

 

 

 

 

.

 

2 Tanggapan to "Satu Lagi Majalah Budaya Batak yang Keren : Tatap"

Horas….aku baru lihat majalah daerahku yang unik menarik n berbobot menambah pengetahuanku tentang Batak, bravo…

saya hanya mau nanya Jansen Sinamo itu orang batak atau gak? pasalnya di majalah pakpak online mereka ngakunya bukan orang BATAK, ini saya Kutip di majalah Pakpak Online..

ANAK PAKPAK PIMPIN MEDIA BATAK

Barangkali Anda sekalian sudah tahu, ada sebuah majalah Batak namanya TATAP, yang diklaim terelit sekarang ini (baik isi, design dan bentuk). Materi isinya selalu mengenai Batak keseluruhan (edisi perdana 17 Agustus kemarin) ada liputan tentang Taman Wisata Iman di Sidikalang) dan selalu mengusung informasi dan inspirasi bagi orang Batak khususnya, bagi siapa saja yang membaca umumnya. Tulisan ini bukan untuk berpromosi, tapi ingin memberitahukan bahwa ternyata yang memimpin majalah TATAP itu adalah anak Sidikalang (anak Pakpak) bernama Jansen Hulman Sinamo. Lalu di jajaran Dewan Redaksi ada nama Hans Miller Banureah (keduanya adalah Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi pakpakonline ini. Kemudian ada Tinambunan eks Jakarta Post. Apapun, ini membanggakan, karena salah satu motor di belakang terbitnya majalah ini pun adalah Bupati Dairi, Pak Tumangger. Ini salah satu bukti lagi, bahwa orang Pakpak itu mampu. Meski baru mau menerbitkan edisi ke-2, majalah TATAP ini kelihatan lebih maju, karena penggarapannya yang begitu serius dan terarah. Menurut info dari Pak Jansen, komunitas Batak di London pun sudah memesan. Belum lagi pesananan-pesanan peredisi yang lebih layak disebut memborong. Di London, Liston Siregar, wartawan BBC sudah siap menjadi koresponden. Kita berharap kehadiran tiga anak Pakpak di majalah TATAP akan semakin menonjolkan eksistensi Pakpak melalui informasi-informasi yang aktual dan faktual. Itu doa kita bersama. Amin. *hmb

pakpakonline.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 627,803 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: