batak itu keren

Kado Akhir Tahun Presiden SBY : Waspadai Bencana 2008

Posted on: 29 Desember, 2007

PRESIDEN kita yang satu ini memang cukup aktif membangun komunikasi dengan rakyat. Tidak hanya menebar senyum di berbagai kota, bernyanyi di televisi pun dilakoninya demi menghibur rakyatnya yang makin sengsara. Dan di penghujung tahun ini, pria yang ngetop dengan inisial SBY itu kembali menyapa rakyat dengan simpatik, melalui pesan akhir tahun berupa peringatan : rakyat harus mewaspadai bencana di tahun 2008.

Pesan akhir tahun tersebut disampaikan Jumat (28/12) kemarin di Istana Negara, Jakarta. Dengan mengutip analisis cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofiisika (BMG), Presiden SBY memperkirakan pada tahun 2008 Indonesia akan dihantam macam-macam bencana alam. Terutama banjir dan tanah longsor.

“Mari kita tingkatkan kewaspadaan,”ujar Presiden SBY sambil menekankan,“Bakortanas dan jajaran pemda saya minta proaktif menghadapi bencana banjir dan longsor. Kalau terjadi bencana, segera lakukan tanggap darurat yang dikoordinasikan dengan baik.”

Menurut data BMG, kata SBY, curah hujan di seluruh wilayah Indonesia akan tetap tinggi hingga Pebruari 2008. Sudah bisa dipastikan, banjir dan longsor akan mendera sejumlah daerah. Lanjutannya akan muncul hambatan dan resiko di bidang transportasi, baik darat, laut maupun udara.

SBY meminta regulator dan operator transportasi agar mengutamakan keselamatan penumpang. Selain itu dia juga menyampaikan imbauan yang terkesan profetis,”Rawat hutan kita, rawat daerah yang rawan bencana. Bupati, walikota dan gubernur harus memberi atensi,”katanya.

 

ITULAH kado akhir tahun dari pemimpin kita, berupa peringatan tanda bahaya dan imbauan-imbauan kepada rakyat dan aparat di bawahnya. Di satu sisi patut kita hargai pilihan dan inisiatif Presiden SBY untuk bersikap realistis, dengan mengingatkan kita mengenai bahaya yang sudah mengintai di depan mata. Namun di sisi lain kita jadi miris, karena selaku pemegang tampuk pimpinan tertinggi SBY hanya bisa mengimbau dan mengimbau.

Disini bisa kita lihat dengan gamblang, presiden yang tadinya sangat dipercaya rakyat bakal membawa perubahan ini ternyata kurang peka. Dia mau saja mengikuti saran dari para penasehatnya untuk tampil di hadapan rakyat, memberikan pesan akhir tahun dengan pernyataan yang terkesan populis, seolah-olah peduli pada keprihatinan dan penderitaan rakyat; padahal yang dibutuhkan dari seorang presiden dalam siatuasi gawat darurat begini adalah komando yang tegas. Bukan imbauan-imbauan.

Yang ditunggu rakyat dari SBY adalah laporan yang jelas dan meyakinkan, bahwa pemerintahannya sudah menyiapkan diri sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab untuk mengantisipasi macam-macam bencana alam yang akan terjadi; demi mengurangi tingkat penderitaan rakyat dan resiko fatal yang mungkin terjadi.

 

YANG kita tunggu dari presiden adalah sebuah kesadaran dan pengakuan, bahwa sebagian besar bencana alam yang bakal menyengsarakan rakyat di tahun 2008 adalah akibat negara salah urus. Lantaran para pejabat yang dipimpinnya masih bermain-main dengan nasib rakyat, masih mempan disuap sehingga dengan gampang mengeluarkan ijin bagi kegiatan usaha yang nyata-nyata bakal merusak lingkungan dan akhirnya membawa bencana.

Yang kita tunggu dari presiden adalah pengumuman yang bisa sedikit menghibur hati rakyat Indonesia — terutama yang kini sedang menderita karena pemukimannya dilanda banjir. Pengumuman itu bisa saja berupa pemaparan program penanganan bencana secara nasional. Lebih elok lagi kalau presiden memutuskan, bahwa dirinya dan segenap aparat pemerintahan sampai ke desa-desa tidak akan menjalani libur akhir tahun seperti biasa, untuk memantau perkembangan dan bersiap membantu rakyat jika bencana datang.

Disini bisa kita lihat dengan gamblang, betapa presiden kita yang satu ini tidak peka terhadap hati nurani rakyat. Dia mengimbau rakyat untuk waspada, sementara jajaran birokrasi yang dipimpinnya tidak disiapkan dalam formasi siaga bencana. Dia mengimbau para pejabat untuk mengantisipasi bencana, sementara sumber bencananya sendiri dibiarkan terus merajalela.

Cape’ deh……………………………………….!!!

(http://www.tobadreams.wordpress.com)

 

11 Tanggapan to "Kado Akhir Tahun Presiden SBY : Waspadai Bencana 2008"

menurut dosen saya, nama Susilo Bambang Yudhoyono itu mengandung makna yang membawa bencana, makanya Indonesia diserbu bencana pas dia yang jadi presiden..serem kan..tapi ga tau deh bener apa gak..
yah..semoga tahun 2008 ga dipenuhi bencana lagi ya..amin

@ kuchikuchi

A M I N…..

*kehabisan kata-kata*

Hmm terima kasih bos telah mapir ke mari.. rupaanya di sini tengah mengadakan kaledoskop 2007.

—-
BTW, Pesan SBY : ”Rawat hutan kita, rawat daerah yang rawan bencana. Bupati, walikota dan gubernur harus memberi atensi,”

INi apakah menandakan bahwa para petinggi daerah sangat bergantung kepada pusat. Atau sinyal kalau pusat itu tengah dilanda krisis keuangan sehingga daerah harus bisa siap menanangi bencana..?

salam

semoga akir tahun 2007 menjadi moentum yang tepat bagi para elite di negeri utk mendesain kesadaran ulang tentang pentingnya pembangunan berwawasan lingkungan. tak hanya retorika, tetapi juga beraksi nyata. bencana demi bencana telah terjadi, sudah cukup menjadi “warning” bagi kita semua untuk bersahabat dengan alam. jangan *walah kok jadi ngelntur toh ini, hehehehe :mrgreen: * rusak lingkungan hanya untuk memenuhi kepentingan orang2 yang serakah dan miskin empati terhadap sesama.
selamat tahun baru hung huta, yak. sukses selalu untuk anda.

@ kurtubi

Setiap datang ke blognya pak kurtubi, aku nggak merasa sedang berkunjung tapi pulang ke rumah. Sorry pak kartubi kalo aku merasa memiliki secara sepihak gitu hehehe…

Kaledoskop ? Ah bukan kaledoskop kok pak. Maunya sih gitu, tapi nggak kuat hati buat menulisnya dan menampilkan disini

*nggak sanggup komentar lagi karena dengar berita TV…*

@ Bung Sawali Tuhusetya

Sama kita bung. Sama-sama prihatin dan skeptis tapi tetap nekad untuk berharap.
Semogalah seperti harapan bung, para pemimpin kita instrospeksi dan bertobat rame-rame di akhir tahun ini.

Terima kasih bung. Aku pun mengucapkan selamat tahun baru dan selamat berlibur.

salam

hmm…. menurut saya mungkin mama loren benar… 2008 akan semakin banyak bencana… hahaha… well, it’s inevitable…!!!

ah… sby-mah ngomong aja… “mari kita blablabla…” pada kenyataannya tidak pernah ada tindakan yg bener2 signifikan…
seperti… apa gunanya aski penanaman 10 ribu pohon, sedangkan hutan kita kecolongan 10 ribu pohon setiap harinyaa…? huhuuu… dammit…

@ Nane

betul, apa gunanya aksi penanaman 10 ribu pohon, sedangkan hutan kita dibabat 10 ribu pohon setiap harinya.

kalo nggak salah kecepatan lenyapnya hutan di Indonesia adalah 60 hektar per jam. Mengerikan!

@ Abeeayang

met taon baru juga, pren

*rindu taon baru yang kagak bising*

di amerika sini juga banjir kok. kalo topan mah jangan ditanyak. ada tempat2x yg langganan. gempa bumi juga.

dosennya kuchikuchi itu harusnya jadi dukun aja deh. gak pantas jd dosen, membodohi murid.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 627,803 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: