batak itu keren

In Memoriam : Tagor Lumban Raja

Posted on: 20 Desember, 2007

Masyarakat Batak, khususnya penduduk Pulo Samosir dan para perantaunya, sudah sepantasnya menundukkan kepala dalam-dalam atas kepergian Tagor Lumban Raja untuk selamanya. Pengusaha sukses dengan bendera bisnis Grup Lampiri Djaja Abadi ini meninggal dunia pada usia 60 tahun di Singapura, Senin (17/12) dinihari, dengan meninggalkan banyak karya sosial yang sangat terpuji.

Bagi banyak kalangan yang mengenalnya dengan baik, berpulangnya Tagor Lumbanraja sungguh sebuah kehilangan besar. Mereka melepas kepergian tokoh yang selalu terobsesi membangun Bona Pasogit (Tapanuli) ini dengan duka yang mendalam, disertai harapan semoga kecintaan, kepedulian dan pengorbanan Tagor yang sangat besar demi kemajuan Bona Pasogit, akan menjadi contoh teladan bagi halak hita dimanapun berada.

Kendati kepedulian sosialnya memang lebih terfokus kepada masyarakat Batak, namun sesungguhnya dia pun banyak membantu orang miskin dimana-mana, tanpa membedakan etnis dan agama. Dan sebagai seorang yang religius, Tagor dengan senang hati membantu biaya pembangunan banyak gereja dan mesjid. Dia juga membiayai pendidikan anak-anak pembantu rumah tangganya yang mayoritas beragama Islam. Hampir semuanya disekolahkan di Al Azhar, sekolah Islam paling elit di Jakarta.

Tagor adalah sosok manusia Batak yang sukses di bidang bisnis, sekaligus berhasil membina hubungan sosial yang akrab dengan banyak kalangan di Indonesia. Sahabat-sahabatnya tidak terbatas hanya dari kalangan berkuasa dan kaya, tapi meluas sampai ke kalangan marjinal. Salah satu di antara ribuan orang yang datang melayat jenazahnya di perumahan Permata Hijau II Jakarta, Selasa kemarin adalah seorang tukang ojek yang menjadi sahabat karibnya, lantaran sering bertemu di warung jamu di dekat rumahnya.

Tagor yang lahir di Pematang Siantar 7 Oktober 1947, meninggal dunia di rumah sakit National University, Singapura, Senin dini hari yang lalu (17/12). Pecinta fanatik musik batak ini sudah sembilan bulan menjalani perawatan kanker yang dideritanya. Almarhum meninggalkan isteri dan tiga anak yang kesemuanya belum menikah.

Meskipun tokoh ini kurang dikenal oleh masyarakat Batak pada umumnya, karena dia memang tak begitu suka publisitas–sehingga jarang diekspos media massa, namun tetap saja pelayat yang ikut melepas kepergian “pahlawan” Samosir ini berjumlah ribuan orang. Beberapa di antaranya Aburizal Bakrie, Monang Sianipar, Panda Nababan, Trimedya Panjaitan, Togar Sianipar, Maruahal Silalahi, Camelia Malik, Yapto dan Wakil Bupati Kabupaten Samosir Ober Sagala. Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Rabu (19/12) kemarin.

Pahlawan Samosir

Penulis novel Sordam Suhunan Situmorang menggambarkan sosok Tagor Lumban Raja sebagai patriot sejati masyarakat Batak, khususnya bagi penduduk Pulo Samosir dan para perantaunya yang menyebar dimana-mana. Hal senada juga dikatakan Wakil Bupati Kabupaten Samosir Ober Sagala.

“Pak Tagor itu sudah seperti pahlawan buat saya, juga buat semua orang Samosir. Kalau bukan dia, tidak mungkin cita-cita membentuk kabupaten Samosir bisa terwujud,”kata Suhunan.

Menurut penuturan Suhunan dan Ober–keduanya berasal dari Samosir, Tagor banyak membantu pembangunan sekolah di Samosir. Selain itu dia pun menolong banyak petani miskin disana, baik bantuan berupa bibit unggul, pupuk maupun sokongan materi untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Dan banyak gereja di pulau yang indah namun miskin itu, didanai pembangunannya oleh Tagor.

“Pokoknya hampir di semua bidang dia membantu masyarakat Samosir, tanpa ada embel-embel vested interest. Yang paling mengharukan saya, ketika beliau mengadakan acara besar untuk menghormati karya-karya pencipta lagu Nahum Situmorang,” tutur Suhunan dengan nada haru.

Ober menambahkan,”Masih ada satu obsesi Pak Tagor yang belum terlaksana, ternyata beliau sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, yaitu membangun pusat pendidikan bermutu di Samosir. Dalam berbagai kesempatan beliau selalu mengingatkan, Samosir yang alamnya kurang subur baru akan bisa melepaskan diri dari belitan kemiskinan, kalau mutu pendidikan di Samosir ditingkatkan.”

Penilaian Suhunan dan Ober mengenai tokoh yang low profile ini, bisa dikatakan sudah mewakili pandangan umum masyarakat batak, termasuk kalangan atas komunitas perantau batak di Jakarta. Baik sesama pengusaha, maupun politisi dan birokrat, umumnya menyatakan penilaian yang baik mengenai almarhum.

He is a goodman,”ujar pengusaha kargo Monang Sianipar, ayah arranger Viky Sianipar. Kesan serupa juga dikatakan oleh politisi PDIP Panda Nababan dan Komjen (Purn) Togar Sianipar.

Pahlawan wong cilik

Di mata seorang pemilik warung di dekat rumahnya, di perumahan mewah Permata Hijau II, Tagor adalah orang Batak yang ajaib. “Kekayaannya kagak keitung, tapi masih aja mau nongkrong di warung jelek begini,”tutur perempuan Betawi setengah baya itu sambil menunjuk grand house milik Tagor yang terletak persis di sudut jalan, menempati areal sekitar 3.000 meter.

“Om Tagor suka main catur disini. Orangnya memang nggak sombong, tapi baek banget. Pernah saya kehabisan modal dan terpaksa kagak jualan, kemudian dia ngasih saya modal biar bisa dagang lagi. Nggak usah dibalikin katanya. Heran, kenapa ya, orang baik begitu kok cepat-cepat dipanggil Allah? ”katanya, dengan mata berkaca-kaca.

Perasaan kehilangan atas kepergian Tagor diutarakan pula oleh seorang pembantu rumah tangganya. Pria muda itu mengaku merupakan generasi kedua dari keluarganya yang bekerja sebagai pembantu di dalam rumah tangga Tagor.

“Kami betah disini karena diperlakukan seperti keluarganya. Semua anak-anak pembantu disini disekolahkan Pak Tagor di Al Azhar, padahal itu kan sekolah Islam paling mahal. Dan kalau ada di antara kami pembantunya sakit, Pak Tagor sendiri atau Ibu yang ngantar ke rumah sakit”tuturnya.

Seorang tukang ojek, dengan penampilan sederhana dan bau keringat menyengat, ikut melayat almarhum di sela-sela mayoritas pelayat yang nampak amat sejahtera. Menurut pengakuannya, dia sudah lama bersahabat dengan Tagor. “Saya sering ketemu dan ngobrol dengan bang Tagor di warung jamu,”ujarnya sambil memuji kerendahan hati sahabatnya itu.

“Mana ada lagi zaman sekarang ini, orang sekaya dia masih mau nongkrong di warung jamu dan bergaul dengan gembel seperti saya,” ujar orang Betawi bernama Udin ini.

(http://www.tobadreams.wordpress.com)

12 Tanggapan to "In Memoriam : Tagor Lumban Raja"

Suatu hari di lapangan golf Senanyan aku dikenalkan oleh seorang kawan dengan seorang pria ,yang kalau dilihat dari penampilannya pastilah dia bukan seorang kaya dan berpengaruh. Setelah aku menyebutkan nama dan margaku dia juga menyebutkan marganya yaitu Lumban Raja. Kami langsung terlibat obrolan dengan suasana akrab dan seolah-olah sudah lama kenal. Setelah ngobrol kira-kira setengah jam secara perlahan-lahan aku mulai tersadar, ternyata aku sedang berbicara dengan Tagor Lumban Raja yang namanya sudah tidak asing lagi bagiku. Sejak di bangku kuliah aku sudah mengenal namanya tapi belum pernah bertemu muka sekalipun.

Tagor Lumban Raja lulus dari Universitas Nomensen Medan. Tagor juga pernah menjadi salah satu orang yang sangat berpengaruh di Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila . Tadinya aku berpikir bahwa apa yang telah diraihnya tersebut adalah karena dia pernah menjadi petinggi di organisasi kepemudaaan yang sering kali dikaitkan dengan dunia premanisme. Tagor membangun karirnya dengan menjadi seorang pegawai biasa di salah satu perusahaan swasta di Medan. Berkat kepiawaiannya dan pergaulannya yang luas dia lalu berkembang dari seoarang pekerja menjadi seorang pemilik usaha di bawah bendera Lampiri Grup. Tagor juga adalah abang dari (aku lupa namanya) bekas dekan fakultas teknik UI yang sudah terlebih dahulu pergi menghadap sang pencipta.

Rest In Peace Bang Tagor Lumban Raja.

@ Lae Marudut p-1000

Aku sendiri tidak pernah kenal Tagor semasa hidup. Ketika aku melayat ke rumah duka, informasi yang aku punya hanya yang kudapat dari percakapan singkat dengan lae Suhunan Situmorang, via HP.

btw aku merasa surprise bahwa lae pernah berpapasan dengan orang besar yang rendah hati ini. Sangat kebetulan lae, aku sudah pasang iklan duka cita atas nama Meja 19 di harian Batak Pos edisi Sabtu 22 Desember 2007. Tinggal sawerannya aja hehehe…

Ikut berduka cita atas wafatnya Bapak Tagor Lumban Raja. Semoga diterima semua amal baiknya dan diampuni segala kesalahannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Semoga di negeri akan lahir Tagor Lumban Raja-Tagor Lumban Raja yang memliki kepekaan dan kepedulian terhadap nasib sesama.

Kabar duka ini meninggalkan inspirasi yang sangat dalam untuk menjadi manusia Batak yang baik.

Selamat jalan Pak Lumbanraja. Semoga beristirahat dengan damai.

semoga keluarga yg ditinggalkan tetap merasakan kehadiran tulang Tagor sebagai sosok yg berwibawa..
amin..

salam…

dari bere…

Selamat jalan pahlawan ,namamu tetap dikenang orang

Horas lae RH,
Pernah memang kubaca artikel ttg uda Tagor ini, yang kuingat memang beliau pernah mengadakan malam Nahum Situmorang.

Walaupun aku tak kenal, tapi dari cerita ini aku cukup kagum.
Selamat jalan, uda.

@ Lae Sahat (SMN)

Sebelum dia meninggal, aku tidak tahu sama sekali mengenai Tagor Lumban Raja, padahal cukup lama aku bergaul akrab dengan adiknya Todung Barita Lumban Raja (alm).

Makanya tulisanku seluruhnya adalah kesaksian orang lain.

masa seh, aku juga tagor, apa aku titisannya ya?

Dulu tahun 86 aku sempat tidur di rumah orang tuanya Op.Kol.Drs.OH.Lumbanradja di Kramat VI. Aku cuma ingat pernah menyalam beliau, karena saat itu masih SD, cuma pas berita kepergiannya kami memang terkejut, hanya selang 1 hari pulang dari Jkt, kita membaca koran.
Selamat Jalan Bang..Tuhan memberkati mu…

saya tidak mengenal Bapak Tagor Lumbanraja,bahkan melihatnya pun saya tidak pernah. Namun karena kepeduliannya sangat tinggi terutama kepada masyarakat samosir,saya pernah mengajukan permohonan bantuan untuk membiayai kiliah yang sedang saya jalani di Universitas Sumatera Utara,dan ahirnya Bapak Tagor Lumban Raja mengabulkan permintaan saya. satu bulan kemudian saya beritahukan kepada teman sekampung saya yang juga kuliah di universitas yang sama dan juga jurusan yang sama,ahirnya permintaan dia pun terealisasi bulan berikutnya.
Setelah kurang lebih dari 1 tahun kami menerima bantuan tersebut yang besarnya dua ratus ribu perbulan, pada bulan 11 kami mendengar kabar Bahwa Bapak Tagor telah meninggalkan Kami, klami anak anaknya tersentak kaget serasa kehilangan akan sosok yang begitu baik walaupun sebenarnya Bapak tidak mengenal kami. Kami sangat berduka, atas kehendak Yang Maha Kuasa, namun kami tidak dapat berbuat apa-apa selain bertdoa agar dia diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa, dan kepada keluarga diberikan ketabahan. Semoga Kami menjadi anak yang bisa dibanggakan agar bisa menjadi penerusmu.

Selamat jalan Tulang, jasa jasamu banyak dikenang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 635,526 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: