batak itu keren

Batak Itu Keren versi Pembaca Blog TobaDream

Posted on: 17 Desember, 2007

Inilah yang namanya iseng-iseng berhadiah. Maksudku, kuis “Batak Itu Keren” memang aku adakan secara spontan, agak iseng dan bermain-main. Namun gagasan dan harapan untuk mendorong revitalisasi budaya batak — supaya dijunjung dan dibanggakan sebagai budaya yang keren, adalah pekerjaan serius dan besar yang menjadi tanggung jawab semua orang batak.

Sangat mengasyikkan membaca pandangan para peserta kuis yang berlangsung persis sebulan ini (dimulai 17 November 2007). Sering kali satu sudut pandang yang sama dikomunikasikan sangat berbeda.

Rumusan “Batak Itu Keren” memang bisa sangat beragam. Namun, seperti ditulis oleh salah seorang peserta kuis Marudut R Napitupulu, batasannya kurang lebih adalah,”membawa nilai-nilai luhur Batak sebagai modal transformasi”.

Ya, suka atau tidak, masyarakat batak harus berubah, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Pertanyaannya adalah : apakah bentuk perubahan itu harus menanggalkan dan meninggalkan adat istiadat dan kearifan warisan leluhur (old wisdom) ataukah berupa sintesis antara tradisi dan modernisme?

Banyak taktik

Mungkin salah satu old wisdom batak yang merupakan streotif positif adalah banyak taktik (kepanjangan batak), seperti ditulis peserta kuis lainnya Charly Silaban. Bloger kawakan ini menyampaikan streotif populer itu dengan peringatan bernada humor : jangan sampai batak diplesetkan jadi banyak taktak alias penuh daki. Artinya, kecerdikan orang batak harus dijaga jangan sampai kelewat batas menjadi kelicikan.

Masih mengenai old wisdom, yang notabene mengandung nilai-nilai fundamental sehingga akan selalu aktual dan relevan, bloger yang juga jago main gondang Toga Nainggolan menggaris bawahi dua watak luhur manusia batak, yaitu sikap terus terang dan integritas yang tinggi. Desy Hutabarat merumuskannya sebagai sikap to the point. “Irit biaya juga nih, nggak pake mutar-mutar dulu,”kata penulis berparas cantik itu.

Berpikiran terbuka dan pantang menyerah

Rumusan Desy diperjelas oleh Marudut p-1000. Dia bilang, batak keren itu,”berpikiran terbuka dan tidak picik.” Lalu dia tambahkan satu karakter khas batak yang banyak dikagumi oleh suku lain, yaitu,”Never Give-up”. Pantang menyerah. Inilah salah satu kunci keberhasilan orang batak di perantauan dan masih sering menimbulkan rasa heran pada suku-suku lain. Kasus paling “aneh” adalah “kegilaan” orang batak pada pendidikan. Orang tua rela makan ikan asin bakar asalkan anaknya bisa kuliah!

Lalu apa lagi ? Fotografer kawakan Charlie M Sianipar menulis begini,”Tampillah dengan diri anda sendiri, Be Yourself, Itu keren dan punya jati diri.Jangan malu dan jangan ganti namamu, keren tidak berarti harus merusak budaya dan identitas original habatahon. Jangan ganti namamu dari: Lambok menjadi Lambocks. Ojak menjadi Jacky, Purnama jadi Tamara. Cantumkan margamu di kartu nama, dan tunjukkan kamu orang Batak Keren …Dengan bangga aku menampilkan ini “Charlie M. Sianipar”

Pede sebagai orang batak

Charly Silaban menyampaikan rumusan serupa, tapi dengan penyampaian berbeda. Pengelola blog Silaban Brotherhood itu menulis,”Batak keren itu adalah ketika orang ngomong sama kau, “D.A.S.A.R B.A.T.A.K !!!” untuk suatu positive moves yang barusan kau lakukan”. Maksudnya, tetaplah pede dan bangga sebagai orang batak, sekalipun etnis lain mengejekmu ketika melakukan hal-hal positif yang tak bisa mereka pahami.

Toga Nainggolan punya rumusan lebih tajam mengenai hal itu. Batak keren, kata dia,” Tetap jadi Batak di mana pun dia berada. Bukan berarti tidak respek kepada budaya setempat, namun ada ciri yang dipertahankannya.”

Solidaritas sesama orang batak

Seorang peserta kuis dengan nickname berbau Rusia, santrov, mengingatkan agar solidaritas sesama orang batak tetap dipelihara. Dia bilang, batak keren adalah, “merasakan seperjuangan dengan sesama batak.” Memang, rasa setia kawan sudah mulai terkikis di kalangan orang batak, digantikan sikap jor-joran pamer kekayaan, yang menyakitkan hati para kerabat yang masih miskin. Sikap seperti itu bukan hanya nggak keren, tapi norak.

Kecintaan pada unsur-unsur seni budaya ternyata merupakan persyaratan mutlak untuk bisa mengklaim diri sebagai batak keren. Kalau Charlie Sianipar cenderung lebih memperinci keharusan fasih berbahasa batak, sebagaimana telah aku sebutkan sebelumnya, hampir semua peserta kuis ini menekankan pentingnya tetap mengagungkan dan mencintai musik batak, ulos dan makanan tradisional seperti naniarsik dan naniura.

Cinta kampung dan mendukung Viky Sianipar ?

Terkait dengan itu, batak keren menurut santrov,”tidak mendiskreditkan adat batak dengan berkedok agama.” Ini merujuk pada perilaku histeris pemeluk sekte kristen tertentu, yang gemar membakar ulos, cuma karena salah kaprah bahwa ulos adalah benda berhala. Norak banget.

Dengan agak bercanda santrov menyebut “kriteria” batak keren antara lain harus mencintai “lagu nasional” O Tano Batak. Sebagian peserta mengajukan, pemihakan pada modernisasi dan pemuliaan musik batak oleh Viky Sianipar merupakan salah satu syarat batak keren.

Selain itu, kecintaan pada Bona Pasogit atau kampung halaman juga disebut sebagai ciri orang batak keren. Bukan sekadar cinta verbal, tapi harus pernah dan selalu rindu berkunjung ke Tano Batak, termasuk menyambangi Danau Toba yang keelokannya sudah termashur sampai ke ujung dunia.

Nggak ada yang perduli masalah lingkungan ?

Luar biasa. Aku sangat menghargai dan mengagumi komen-komen yang disampaikan oleh semua peserta kuis ini. Tapi terus terang aja, aku sangat kecewa karena tak satupun yang menyinggung mengenai pentingnya memelihara lingkungan di Tano Batak. Padahal kerusakan lingkungan merupakan isu paling penting dan bahkan sudah sampai tingkat GAWAT di Bona Pasogit.

Hanya satu peserta (Desy Hutabarat) yang secara eksplisit menyinggung masalah lingkungan, itupun lebih bersifat cinta verbal. Dia bilang, batak keren kudu mencintai Danau Toba dan alam sekitarnya. Nampaknya Desy lupa, semua orang Batak mencintai Danau Toba. Tapi hampir semuanya pula tak berbuat apapun, ketika hutan-hutan di sana digunduli dan permukaan danau itu turun terus dari tahun ke tahun.

Nah, silakan baca secara lengkap kutipan komen para peserta kuis “Batak Itu Keren” yang saya tampilkan di bawah ini. Poin 1 sampai 6 adalah rumusanku, selebihnya rumusan para peserta :

Batak keren adalah :

1.Think globally, Act locally

Contoh : Pro emansipasi wanita, tapi nggak mimpi untuk menyerahkan hak penerus marga kepada kaum perempuan.

Egaliter, tapi nggak jadi kurang ajar terhadap orang yang lebih tua atau yang kedudukannya lebih tinggi dalam adat.

2.Bisa ngomong batak, jago bahasa asing

Ya, bukan batak namanya kalo nggak bisa ngomong batak. Nggak usah nyari-nyari alasan, misalnya bahwa kamu lahir di perantauan atau di planet mars. Ada niat atau tidak, itulah masalahnya. Buktinya, banyak orang batak jago bahasa Inggris, padahal lahir di Bonapasogit.

3.Tidak membakar ulos

Yang suka bakar ulos itu batak munafik dan sesat. Mengaku orang batak, masih pakai marga pula, tapi kok bakar ulos? Kalau memang sudah maniak betul, umumkan dulu kamu sudah berhenti sebagai orang batak, terus bakarlah ulos sebanyak-banyaknya — sebelum kamu dijadikan perkedel oleh jutaan orang pecinta ulos.

4.Nggak bawa kantong plastik ke pesta

5.Tulus ikhlas, kalau menyumbang ke gereja atau mesjid, bukan karena ingin menonjolkan diri.

6.Kalau pakai perhiasan emas, lebih mementingkan nilai estetika daripada besarnya atau beratnya. Orang kaya yang suka pakai perhiasan emas ukuran besar dan berat, mentalitasnya masih tetap kere atau miskin.

—————————————————-———————————————–

7. Memikat orang lain bukan dengan modal tampang, tetapi sesuatu “di dalam” dirinya. Ini pesona yang tak terdefenisikan. (by Toga)8.Ekspresif, artinya, apa yang ditunjukkannya memang apa yang ada di dalam hatinya. Mungkin orang bilang “kurang halus” atau apapun, yang jelas, orang tak dibuatnya susah payah menebak apa isi hatinya. (Toga)

9.Tetap jadi Batak di mana pun dia berada. Bukan berarti tidak respek kepada budaya setempat, namun ada ciri yang dipertahankannya. (Toga)

10.Sikap dan pembawaan tegas bahkan cenderung keras, tetapi hatinya sangat gampang tersentuh. (Toga)

11.Jago dalam hal Budaya (Desy Hutabarat)

12.Jago dalam hal musik dan nyanyi (ini mah udah ketauan deh) (Desy Hutabarat)

13.Tidak jaim (Desy Hutabarat)

14.Break the rules (positif) (Desy Hutabarat)

15.Cinta Danau Toba dan alamnya. (Desy Hutabarat)

16.Tau tarombo dan spesifikasi marga dan asal hutanya (misalnya aku, Hutabarat Partali Toruan #17 Huta Pagar Sinondi) (Desy Hutabarat)

17.Suka makan arsik, Ikan mas, ikan jahir,mie gomak, intinya yg ada mengikutsertakan andaliman (Desy Hutabarat)

18.Spesialis to see what’s right dan positif, dang holan mangelati (Desy Hutabarat)

19.HOTEL (Hosom Teal Elat Late), tapi terapkan dalam konteks positif, sebagai pemacu, yang bisa, baru KEREN……(Desy Hutabarat)

20.To the point (Batak Tembak Langsung),irit biaya juga nih, ga pake muter2 dulu soalnya (Desy Hutabarat)

21.Menyapa dengan HORAS!!!! (Desy Hutabarat)

22. Tahu lagu nasional ni halak batak mis: O Tano Batak, dll” tidak perlu suara merdu, tetapi memahami arti lagu itu dan menjiwainya. (santrov)

23. Merasakan seperjuangan dengan sesama Batak yang memperjuangkan Budaya Batak. (santrov)

24. memiliki kerinduan yang dalam untuk menginjakkan kaki di tanah batak, biar sejauh apa merantau. Meski mungkin tidak akan pernah, tapi kerinduan itu ada dan dalam..heheheh (santrov)

25. Tidak mendiskreditkan adat batak dengan memakai kedok agama (santrov)

26 Mengenal dan mendukung Viky Sianipar dalam membangun musik Batak hehehehehehehheheheh (santrov)

27.Batak Cool:
Dengan jas berbahan ulos, gaya yang santai dan logat batak membuka seminar Ministry of Finance Annual Meeting “wElcome to toba lakE, you will Enjoy with us!”, (Marudut R Napitupulu)

28.Batak yang keren bukan mempertahankan tradisi batak, tapi membawa warisan nilai-nilai leluhur batak sebagai modal transformasi di era globalisasi. Menunjukkan pada dunia, harta terpendam dan nilai hidup yang diinspirasi oleh keindahan danau toba, yang mampu beradabtasi dengan cerdik menjadi manusia unggul dan dengan bangga menyebut, ” my name is Marudut R. Napitupulu” (Marudut R. Napitupulu)

29. Berpikiran terbuka, tidak picik. (Marudut p-1000)

30.Never give up, keterbatasan tidak menghentikan kita tetapi justru menjadi motivator. (Marudut p-1000)

31.Tampillah dengan diri anda sendiri, Be Yourself, Itu keren dan punya jati diri.
Jangan malu dan jangan ganti namamu, keren tidak berarti harus merusak budaya dan identitas original habatahon. Jangan ganti namamu dari: Lambok menjadi Lambocks
Ojak menjadi Jacky, Purnama jadi Tamara. Cantumkan margamu di kartu nama, dan tunjukkan kamu orang Batak Keren …Dengan bangga aku menampilkan ini “Charlie M. Sianipar”. (Charlie M.Sianipar)

32.Dan jangan kau bangga bila tidak bisa berbahasa Batak, jangan bilang kamu sudah lahir di Jakarta dan tidak bisa berbahasa Batak … Tidak keren … Menyedihkan.
Kamu tau berapa banyak orang Cina didunia ini lahir tidak di Tiongkok, kok tetap bisa bahasa Cina. Kamu tau berapa banyak orang India, Belanda, Prancis lahir didunia ini bukan ditanah ompungnya, tetapi bisa berbahasa leluhurnya. Tetapi orang Batak, Bokapnya merantau dari Tanah Batak, anaknya sudah tidak bisa bahasa Batak -) Itu bukan Batak Keren. Lahir, besar dimana saja dimuka bumi ini, bisa berbagai bahasa dan fasih marhata Batak, Itu KEREN … … TOP (Charlie M.Sianipar)

33.Bila ditanya orang apa? jawab saja orang Batak “It’s cool Bro …” jangan bilang orang Tapanuli atau orang Medan. Jawab saja, aku orang Batak, tunjukkan sikap yang sopan dan empaty, itu baru Batak Keren …(Charlie M.Sianipar)

34. Jangan permalukan dirimu sendiri dengan aksen aksen jelek itu agar temanmu merasa terhibur. Saya membenci aksen Batak di TV dan iklan iklan beraksenkan Batak. Itu PELECEHAN … …(Charlie M.Sianipar)

35.B -angsa
A -dat
T -arombo
A -rt
K -ekeluargaan (sahat.m.ngln)

36.Batak keren itu adalah ketika orang ngomong sama kau, “D.A.S.A.R B.A.T.A.K !!!” untuk suatu positive moves yang barusan kau lakukan ! (Charly Silaban)

37.Batak keren itu adalah BATAK = BAnyak TAKtik…. bukan BAnyak TAKtak..!! (Charly Silaban)

38.Batak yang keren, nongkrongnya di Toba Dream Cafe sambil minum begu attuk! Bayarnya ga pake utang tapi.. hehehe it’s kidding bro. (Marudut R.Napitupulu)

39.Batak keren ‘kidding’nya juga keren!(Marudut R.Napitupulu)

40.Batak yang kErEn musiknya harus kErEn, bikinan orang kErEn, tak lain laE Viky yang bEkEn. (Marudut R. Napitupulu)

41.Batak Keren itu adalah Orang yang mengalah akan pemberontakan HATI KECIL nya sendiri. Ketika dia mengikuti hati nuraninya maka dia tidak peduli akan fisiknya yang kurus kering dan berpenyakitan. Buang ego dan basmi pikiran pada hasutan dunia jahat yang terselubung sekalipun. Mencintai adalah anugrah baginya, Kemampuan/Bakat adalah pembuktian yang wajib. (agaperos)

—————————————————————————————

Raja Huta mengucapkan terima kasih kepada para peserta kuis : Toga Nainggolan, Marudut Napitupulu, santrov, sahat.m.ngln , Charly Silaban, Charlie M.Sianipar, agaperos, Marudut p-1000 dan Desy Hutabarat

Dan sebagai tanda terima kasih….. aku akan berikan hadiah kepada semua peserta kuis, masing-masing satu CD TobaDream-3 by Viky Sianipar yang ditandatangani oleh musisi hebat itu dan ditujukan langsung pada namamu. Mohon para penerima hadiah mengirimkan nama dan alamat masing-masing secara lengkap, kirimkan lewat email ke Merdekanews@gmail.com.

(tobadreams.wordpress.com)

42 Tanggapan to "Batak Itu Keren versi Pembaca Blog TobaDream"

keren bang……. Thumbs up 😉

@ bedh

Terima kasih bedh.

Tau nggak bedh, saking senangnya mendapat komen yang keren-keren dari peserta kuis ini, aku mengubah ketentuanku sendiri mengenai jumlah hadiah. Tadinya cuma ada lima CD TobaDream-3 buat 5 pemenang. Akhirnya kuputuskan semua jadi pemenang hehehe….

Selamat berkarya, pren
horas

Saya memang bukan orang batak. Tapi, orang batak yang saya kenal itu hebat-hebat.

Btw, terimakasih sudah berkunjung ke blog saya, Bang. Mauliate! (eh, bener gak sih, sepllingnya?)

Raja Huta:

Haturnuhun Kang Dadang, sudah membalas kunjunganku.
Akang beruntung kenal orang batak yang hebat-hebat, jadi sudah ada bekal untuk toleran kalau suatu saat nanti ketemu orang batak yang nggak hebat hehehe…

Mantap. Spelling “Mauliate” yang akang tulis sudah perfect. Salut euy…

salam

Horas Raja Huta…. waktu membaca judul saya deg-degan… menang gak yah dapat CD gak ya… sampai akhirnya ke kalimat, “Dan sebagai tanda terima kasih….. aku akan berikan hadiah kepada semua peserta kuis, masing-masing satu CD TobaDream-3 by Viky Sianipar yang ditandatangani oleh musisi hebat itu dan ditujukan langsung pada namamu…” aku langsung lega… wah–wahh mauliate godang Lae…

Batak itu MERDEKA.
Arti Merdeka luas sekali, bebas, mandiri, tak disuruh-suruh (kacung).
Jika tokh.., saat ini masih seorang ‘kacung’ dia tetaplah seorang tulen batak (=banyak taktik, heheh), yg pada saatnya akan menjadi merdeka (=raja).
Jadi, Batak itu adalah Raja; pada saatnya (kapan?).
Keren benar batak ini ya..

Horas

Raja Huta:

ada nggak sih tempat lain di dunia ini yang semua penduduknya raja ?

Merdeka!

Horeeee…akhirnya bisa juga dapat cd TD 3 dari penguasa blog ini.

Masuka-masukan telah dijadikan kesimpulan yang keren banget, sangat cocok menjadi kitab suci orang Batak di seluruh dunia. Saranku, sebaiknya kesimpulan tersebut dijadikan pocket book untuk dibagikan ke generasi muda Batak.

Raja Huta:

apa sudah aman menaruh buku di kantong ?
takutnya ada yang tersinggung,
dikiraian kita ngeledek hehehe…

*sekali parhobas, tetap parhobas*

Salah kau bang,
tak semua orang “cinta” Danau Toba si unforgotten beauty itu
Kalau mereka punya “cinta” itu, mereka akan terpanggil dan akan berbuat untuk danau yang sattik itu,tak akan mereka biarkan itu dicoret dari salah satu tujuan wisata di Visit Indonesia Year 2008.Kemana itu putra-putra batak yang berkuasa itu?Masa untuk itu aja mereka ga mau?bukan ga mampu loh,tapi ga mau…
Pulang kampung pun sudah tak mau.Kek mana lah itu yah?Padahal awak pengen kalinya pulang tu huta,asalma adong ongkos on.
P.S
yang hebatan lah panitia kuis ini yah,udah ga on time pengumumanya,ga konsisten pulak hasil pemenangnya.Bah?!

Raja Huta:

kubaca komenmu sambil mensyukuri keberuntunganku : boleh menyebutmu adek.

dek, protesmu mencuatkan satu bahan diskusi baru : benarkah mamak-mamak kita di tapanuli sana memang anti yang namanya keadilan distributif ?

*resolusi gencatan senjata*

Yang suka bakar ulos itu batak munafik dan sesat. Mengaku orang batak, masih pakai marga pula, tapi kok bakar ulos?

Bapak (boleh saya panggil bang ndak ya),
Yang dimaksud bakar ulos itu, membakar beneran.
Kenapa ada orang yang mau membakar ulos ya?

@ sigid

kau tanya : boleh saya panggil bang ndak, ya
kujawab : kenapa ndak boleh ? Monggo kerso.

Soal ulos, memang dibakar beneran : disulut pakai api, akhirnya jadi debu, lalu mereka merasa puasss…
kenapa ada orang yang mau membakar ulos? Itu pertanyaanku juga sigid, kok ada orang-orang seperti itu ?

Tapi baiklah kujawab pertanyaanmu berdasarkan kenyataan umum saja. Begini, di kalangan orang batak beragama kristen ada yang berkeyakinan (atau didoktrin), ulos adalah unsur dari agama batak lama, sebelum Kristen dan Islam disebarkan di Tanah Batak (Tapanuli dan sekitarnya). Nah, agama lama itu mereka anggap penyembah berhala. Karena itu segala sesuatu yang berkaitan dengan agama batak lama itu harus dijauhi atau dimusnahkan sekalian.

Kurang lebih itulah alasannya. Kau boleh saja merasa heran : kenapa nggak sekalian aja semua orang batak ikut dimusnahkan, karena toh mereka juga terkait dengan agama lama tersebut.

Orang-orang itu sangat tidak konsekwen, sigid. Menolak atau memusuhi ulos dan unsur-unsur budaya batak lainnya, seperti alat musik gondang dan gorga (ukiran khas batak), tapi anehnya mereka tetap pakai marga. Padahal marga adalah salah satu pilar budaya batak yang paling penting dan merupakan warisan leluhur batak yang mereka sebut “penyembah berhala” itu.

mudah-mudahan pertanyaanmu sudah terjawab dengan penjelasan itu. Mari kita pelihara dan kembangkan kekayaan seni budaya nusantara, seperti dilakukan Viky Sianipar dengan membuat aransemen yang sangat cantik untuk lagu Sunda “Bubuy Bulan” dan puluhan lagu daerah lain yang tak kalah indahnya.

salam

Horas lae Raja Huta,
Bahh!! Dapat hadiah rupanya kuis ini lae 😀
wow..senang juga bah, apalagi ada tandatangannya lae viky.
Jadi ku kirimkanlah alamatku yah lae Raja Huta, Japri.

Mauliate.
Bravo!!

Raja Huta:

Pas mau menanggapi komen lae, muncul satu ide tambahan untuk “batak itu keren”. Sebuah motto baru : together we win. Cocok untuk menggantikan motto lama : zero sum game (molo dang di ahu, tumagon ma di begu; sorry Indonesia, yang ini sengaja tidak aku terjemahkan).

Mauliate
Horas

Semoga lae juga makin keren.. 😉
Mauliate godang KATU.
Let’s make our dreams, TOBA DREAMS come true!

Btw apanya tahe dreamsnya?
Kayaknya bisa jadi artikel baru tuh Amang Raja Huta..
“The dreams of Toba”, dengan mengacu ke Tona ni Tao (Vicky&Tongam- lagu no 11 Toba Dream3)

Raja Huta :

I’ll do my best, bro…

hahahahaha…batak kan bagian dari indonesia jadi pasti keren deh..

Raja Huta:

Jelas, batak memang bagian dari Indonesia dan akan selalu begitu. Tanpa bermaksud sombong, batak adalah salah satu suku di Indonesia yang sangat nasionalis. Orang batak merasa bahagia menjadi satu keluarga besar dengan jawa, aceh, papua, baduy, suku anak dalam, toraja, dayak, minahasa, ambon, cina, keling (india), dst, dst.

di kampungku, di porsea sana, ada beberapa keluarga jawa yang sudah menyatu dengan masyarakat asli selama satu abad. anak-anak jawa itu tidak pernah merasakan tekanan rasisme seperti dialami anak-anak batak di perantauan, yang dengan bentuk pelecehan yang dungu, dikatain,”batak lu.”

aku tumbuh dengan pengalaman tidak mengenakkan seperti itu. tapi aku berhasil melewatinya dengan happy end. Aku bilang kepada anak-anak tetanggaku yang suka mengataiku,”batak lu” itu, bahwa batak itu keren, punya danau yang sangat elok, alam pegunungan yang perkasa dan eksotis, punya ikan asin kepala batu paling lezat di dunia dan kakek-kakek kami suka mengajari kami mengisap “pusuk” yang terbuat dari daun rumbia…..

dan karena mereka nggak punya yang keren-keren itu, segala kesombongan mereka rontok satu per satu…

btw apakah betul indonesia itu keren ?
temukan jawabannya di perkampungan gembrong, dekat kali cipinang di Jakarta Timur…dimana puluhan ibu menyewakan bayinya untuk “dipakai” tetangganya mengemis, sementara puluhan pria yang tongkrongannya sangat jantan nekad menyuntik dadanya dengan silicon, supaya bisa cari duit dengan gampang di jembatan viaduct jatinegara…

salam kenal buatmu cewek tulen

terimalah salam persaudaraan khas batak : HORAS

Aku kebagian,
Mansai las rohahu.
Mauliate ma Amang raja ni huta.

HORAS

Raja Huta:

Mauliate lae. Tadi pas terima sms lae, aku sedang nonton video hasil perjalanan Viky Sianipar di Samosir. Keren betul lae. Ternyata si Pikki tidak cuma jago “mengawinkan” biola dengan seruling, tapi berbakat juga jadi juru kamera. Sangat dramatis dan menciutkan hati, melihat gambar-gambar hutan yang rusak remuk di Humbang, hasil rekaman si Pikki.

Meski saya bukan dari ethnis Batak *halah* tapi saya salut nih kalau ada pihak2 yang peduli utk melakukan revitalisasi terhadap budaya daerah. Budaya nasional akan makin eksis dan kuat jika didukung oleh budaya daerah yang OK punya, Salut banget, nih, Bung Huta.

Bah, terkejut aku baca keputusan abang, Sangat diplomatis kali!. Horas…. kalo gitu aku pun kebagian lah ya Bang?. Ku email lah sekarang bah…
Jadi inspirasi juga buatku “BATAK KEREN” ini. Terima kasih ya Bang…. GBU jala horas….
*menuju email*

@ Tulang agaperos

Bah dibilang diplomatis pulak keputusanku itu hehehe…

Aku senang betul dengan komen-komen yang bernas dan cerdas dari semua peserta kuis.Aku jadi bingung mau menentukan lima pemenang, karena semuanya bagus.

Mumpung sedang dalam suasana natal, akhirnya kuambil keputusan yang membuat kita semua jadi pemenang.

Terima kasih sudah ikut menyumbang gagasan untuk kuis yang sangat iseng namun dengan tujuan serius itu.

horas…

*langsung membalas emailmu*

@ Bung Sawali

Terima kasih bung. Ini ikhtiar kecil-kecilan saja. Maunya sih bisa menyebar seperti diaspora.

Setuju bung, keindonesiaan itu adalah tamansari budaya suku-suku di Nusantara. Jangan sesekali mencoba membangun budaya nasional dengan membonsai budaya suku-suku. Bisa-bisa kita bakal jadi pasar pula di bidang budaya ini, sebagaimana terjadi pada semua bidang kehidupan kita yang lain.

horas

Bang, dulu aku baru ingat dulu aku punya satu temen perempuan Batak saya biasa panggil dia “Kaka” karena dia lebih tua. Dia cantik pintar dan dulu orang tuanya kaya raya. Dia sekolah di ITB Bandung jurusan arsitek. Pada saat dia menyelesaikan S1 tiba2 keluarganya jatuh miskin. Dan dia kebingungan untuk biaya melanjutkan sekolahnya serta biaya hidupnya. tetapi dengan kegigighannya dan semangatnya akhirnya dia bisa menyelesaikan sekolahnya sampai selesai S2 di ITB juga, Hebat. Saya salut ditengah-rengah kesulitan dan di daerah orang saya mungkin belum tentu mempunyai semangat dengan berbagai cara hingga menyelesaikan kuliahnya bahkan sampai jenjang S2. Begitu bang. Bang, boleh dong kita sama2 bertukar link? Biar bertambah teman-teman saya.

Wah gitu to.
Tapi mungkin sebagian kecil saja orang yang kaya gitu ya bang. Soalnya orang-orang karo yang di jogja sangat gemar ulos sama sarung setahu saya.

Batak keren : Batak yang bisa menertawakan diri sendiri tanpa tersedak..

Kata siapa coba 🙂 ?

Amang jo tahe…! Mauliate godang..
Sepertinya hadiah ini menjadi kado natal yang spesial buat aku nih 🙂 TobaDream 3 cess…!!

Marmutik tabu-tabu mandompakhon mataniari,
Sai hot ma dinamarholong tu pasogit akka pasu-pasu, laho marhajophon akka na sinari.

Martahuak ma inna manuk di bungkulan ni ruma,
Mauliate ma di hita saluhut, songoni nang di “raja huta”

Horas…

Artinya aku boleh donk ngaku batak keren :))

karena :
1. lahir di rantau dan besar di tanah sileban
2. bisa dan mengerti bahasa batak … ( toba, sipirok, mandailing)
3. manjadikan lagu lagu batak wajib di denger di rumah, kendaraan, kantor
4. bangga di panggil BUTET

tapi ada satu yg ku sesal kan…
kok orang tua kasih aku nama SRIKANDINI ,,,kok bukan TIURMA ????

btw… KOK AKU NGK TAU YAH ADA KUIS BATK KEREN ???? ach ito SMN… curang kaw lahh tak kasih tau aku :((

Raja Huta:

Ya, tanpa keraguan seujung rambutpun, ito SRIKANDINI adalah batak keren. Perlu ito rayakan “penemuan” ini dengan membikin itak gurgur. lalu makan bareng-bareng dengan teman-teman atau saudara-saudara. Syukuran kecil-kecilan hehehe…

Mengenai nama ito yang tidak bersumber dari koleksi budaya batak, aku juga pernah terobsesi soal itu. Maunya sih aku dipanggil si Hariara, Horas, Togi, Tigor, Tumbur, Saor, dll. Tapi apa boleh buat, begitulah kehendak orang tua dan memang hak mereka menentukan nama kita. Yang penting, biarpun labelnya berbau asing, tapi isinya harus batak tulen seperti ito ini.

Bah bah…zawablah itu lae SMN, kenapa tak kau bilakkan sama itoku ini mengenai kuis batak itu keren…

btw aku akan sering mengadakan kuis asyik semacam itu. Hadiahnya pasti keren dan mendorong kreativitas sekaligus apresiasi di kalangan batak keren.

Boleh jadi pada kuis berikutnya aku akan berikan hadiah berupa foto-foto kelas dunia, dengan objek keagungan budaya Bangso Batak dan keindahan alam Tano Batak, hasil jepretan para fotografer batak keren seperti lae Charlie Sianipar, Arbain Rambey dan Togar Siahaan. Setuju ?

sy cuma punya satu mimpi : punya rumah di tepi danau toba.. kekeke… mimpi lohh…

Raja Huta:

yang kau impikan itu keren banget, pren

Bolehkan Bang, kuperkenalkan album ini sama teman2 dan grup2 FS atau milis2 yang kuikuti?. Akh…senang kali bah…

@ anagustini

cerita perjuangan temanmu itu memang tipikal batak : never give-up. tapi ada juga sebagian kecil yang loyo dan gampang menyerah.

Tukaran link? kenapa nggak.. Aaku sudah pasang linkmu.

salam

@Tulang agaperos

silakan tulang. horas

ito raja huta… ku tunggu kuis mu berikut nya yahhh

@ Ito srikandini

Bah olo ito (ya ito), kubikin pun nanti kuis yang asyik-asyik, supaya proses mengapresiasi seni budaya itu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Stay tune hehehe…

Vicy Sianipar Batak Keren dapat apa Ya? Horas di Raja Huta. Tahun depan hadiahnya kira-kira apa ya? 😀

@ Lae Monang Naipospos

Horas di “Raja” Tano Batak. Ini kejutan paling menyenangkan di akhir tahun, saat udara dingin menguasai bumi, tiba-tiba lae ini muncul di blogku yang ecek-ecek ini. Mauliate lae.

Tahun depan hadiahnya kira-kira apa ya ?

Ada yang mau alat tenun tradisional batak ? Atau sulim, hasapi. sarune, sordam ?

Apapun hadiahnya, yang penting makin meningkatkan kepedulian dan apresiasi terhadap budaya batak.

Saya juga punya teman akrab orang batak juga tapi sudah lahir dan besar di Bandung sehingga kelihatannya lebih ‘Sunda’ daripada ‘Batak’. Kalau yang begitu bukan batak ‘keren’ lagi ya? hehehe… :mrgreen:

@ Bung Yari NK

Kalau saja dia bisa jadi “Sunda” sambil tetap “Batak” , itu namanya : batak keren banget euy…

Teman akrab bung Yari itu mungkin masih berhak menyebut dirinya batak, karena faktor genetik tak mungkin diingkari, tapi secara kultural orang itu bukan hanya nggak termasuk batak keren, tapi disebut batak pun sudah tak memadai.

Selamat menikmati libur panjang!
Hati-hati banjir.

Yang masih punya darah Batak, tapi malu mencantumkan Marganya, bahkan tidak tau berbahasa Batak apa masih layak disebut orang Batak ya? Apa bedanya dengan suku lain yang kondisi mereka sama … … …

Ya, marga temen saya itu Sitorus. Walaupun beda keyakinan dan suku tapi kita bisa akrab bahkan sampai sekarang walaupun masing2 kini sudah berkeluarga dan agak jarang bertemu fisik. Kita sudah saling kenal hampir 17 tahun lamanya. Waktu saya nikah, dialah orang yang paling sibuk. Waktu masih mahasiswa, dan saya sempat kena typhoid fever dan jauh dari keluarga, dia yang ‘merawat’ saya, sampai2 dia ikhlas mencuci celana saya yang (maaf) belepotan kotoran. Kalau saya ingat itu semua, terus terang sampai sekarang saya terharu sekali.

Kalau sifat baik seperti itu bukan sifat orang batak ya? :mrgreen: Maaf bukannya mau ngeledek, tapi di sini kesannya orang batak itu kasar, ya pemabuklah , suka inilah, suka itulah, pokoknya yg negatif2 hampir semuanya atributif dengan sifat orang batak. Tetapi kalau lihat sahabat saya itu, saya jadi sadar nggak semua batak seperti itu. (Apa sifat dia yang nggak ‘batak’ lagi ya? :mrgreen: )

@ Bung Yari NK

Apakah sifat mulia teman bung Yari itu bersumber dari kosmologi dan etika Batak ? Sebuah pengusutan yang sebenarnya tak terlalu penting. Boleh bersumber dari mana saja sifat mulia lae Sitorus itu, yang jadi perhatian aku adalah informasi Bung Yari sebelumnya, bahwa orang ini sudah lebih Sunda daripada Batak. Keren banget kalau sifatnya yang mulia itu dilengkapi dengan apresiasi yang wajar terhadap asal-usulnya sebagai orang Batak, sambil tetap bisa menyesuaikan diri dengan budaya Sunda.

Soal orang-orang Batak yang Bung Yari bilang kasar, pemabuk dan serba negatif itu, apakah itu lantaran mereka belum “nyaru” jadi Sunda hehehe…

Orang-orang dengan perilaku negatif seperti itu ada di semua etnis dan ras, termasuk Sunda. Masalahnya, karena orang Batak suaranya besar dan kalau bernyanyi suaranya merdu, jadinya gampang diingat dan lantas dikaitkan terus dengan perilaku negatif segelintir orang, seolah-olah semua orang Batak sudah terwakili oleh mereka…

btw terima kasih kang atas informasinya. Siapa tahu kelak ada waktu buat kami berkenalan, aku akan bilang bahwa dia berutang pada akang karena sudah dipromosikan di blog ini hehehe…

aku harap ledekan kang Yari bukan karena salah kaprah seolah-olah orang batak sovenis. Horas

Puji diri, hamamago;
Puji Tuhan, Haleluya;

🙂

macam mana pula jika sudah pakai marga, sdh lancar bhs batak, tapi tak tahu martutur, dan tak tahu surat batak. sudah gitu…tak tahu pula tata krama berlalu lintas.
dungi muse, nungga siat mamiring, naing siat mamolak.
Tortor, mulai dari marsomba sampai akhirnya mangerbas (molo nirimang-rimangi urutan ni tortor i, aha do pinaboana ate?). Jika bermakna negatif, kayaknya sangat berbahaya dalam bermasyarakat. 🙂

Horeeeeee…
Akhirnya dapat juga bah CD yg ditanda tangani si pikky lengkap dengan namaku.

Selama hampir setengah tahun ini saya tertular dengan “spirit” yang lae buat. Biasanya saya sulit tertular, tapi ide lae ini cukup mempengaruhiku. Memang Batak Keren itu harus menjadi “spirit of Batak” Seperti halnya Spirit of America. Korea juga memiliki spirit untuk mengimbangi Jepang yang pernah menjajah mereka dan berhasil.
Indikator yang lae buat perlu dimatangkan semua kalangan batak agar spirit “Batak itu Keren” semakin menggelora. Saya coba terus mendengungkan ide lae ini, dan ini hak paten lae 😉 Karena belum perah saya dengar selain dari blog ini. Ini sekaligus permintaan restu dari lae kepada saya untuk mempopulerkan slogan itu di “tanobatak”
Horas. di Raja Huta, Rajanami, Raja Bolon. Molo tung adong nahumurang na hubahen, marpangulahi ma rohamu.

Sian ahu, helamuna

Monang Naipospos

@ tanobatak

Jadi malu-malu ucing aku bah disanjung oleh laeku yang keren ini. Senang, senang sekali dapat pujian dari tokoh Batak yang hidupnya dibaktikan untuk memelihara kekayaan budaya warisan leluhur kita; seorang tokoh yang dikenal dan dihormati para pecinta budaya di berbagai negara.

Mauliate Lae. Pujian itu aku terima sebagai bentuk apresiasi yang tulus. Namun sebenarnya aku merasa belum waktunya mendapat apresiasi setinggi itu, karena “kredo” Batak Keren itu belum menyebar dan bekerja seperti yang kita harapkan.

Wah, ternyata Lae sudah pula “menghasut” orang-orang supaya jadi Batak Keren hehehe…

Di Jakarta pun, Lae, sudah semakin banyak yang “teracuni” oleh kredo tersebut. Beberapa pembesar Batak pun sudah ketularan ngomong Batak Keren, antara lain Jenderal Cornel Simbolon, Jenderal Togar Sianipar,Trimedya Panjaitan, Panda Nababan dll.

Tadi malam pun, di hadapan sekitar 30 naposo di Viky Sianipar Music Centre, Lae Suhunan Situmorang dan Si Pikki berbicara panjang lebar mengkampanyekan kredo Batak Itu Keren. Ternyata mereka sangat antusias, dan agak heran awalnya, karena kata mereka yang sering didengar selama ini adalah batak itu norak hehehe..

Bah, nauli Laeku molo adong sangkap nadenggan naeng populerhonni Lae di blog Partungkoan tanobatak na kereni.Las rohangku Lae, jala manolopi do ahu di hata muna asa dimatangkon kredo on gabe songon sintesis ni Dalihan Na Tolu dohot modernisme. Ingkon sude ma nian hita mangaringkotii ate Lae, alana nunga hujalo “gondang mula-mula” ba ijalo angka dongan ma muse antong gondang na manguduti asa taembashon.

Mauliate ma Lae naburju. Pasahat tabe tu itongku dohot iangka paramani ate. Sai dipasu-pasu Debata Mulajadi Nabolon ma hita saluhut Bangso Batak.

Horas
Raja Huta

Ralat lae Raja Huta; molo tubu ni ibotoniba “bere” do dang “paraman” 😀

@ Charlie M. Sianipar

bagaimana buat anak2 Batak yang lahir di perantauan, umumnya mereka yang sudah tidak bisa lagi berbahasa batak tetapi walaupun begitu mereka sangat bangga dengan kebanggaannya dan berusaha menggali warisan budaya batak. Masih keren kah?

@ tanobatak

Toho do i lae. Nunga salah be ahu, ndang jolo hupareso i tingki i. Mauliate Lae.

Horas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 644,516 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: