batak itu keren

Basuki Telah Pergi Bersama Semua Leluconnya

Posted on: 14 Desember, 2007

Tidak bakal ada tawa lagi dipicu kelucuannya yang serius. Kita cuma bisa mengenang peran batur yang sok ngatur di pentas Srimulat. Atau iklan obat angin yang sangat populer itu.Tidak akan ada lagi semuanya itu, pren, karena Basuki sudah “bablas” untuk selamanya….

Aku tidak ingin menulis sebuah kabar duka atau in memoriam yang penuh basa-basi. Bosan rasanya membaca atau mendengar kabar, dengan kalimat basi begini : tokoh anu secara mengejutkan telah meninggalkan kita untuk selamanya. Kemudian selalu ditambah dengan kata-kata kosong, bahwa kita telah kehilangan seorang besar, seorang pahlawan dan bla-bla-bla.

Aku cuma mau memberitahu kabar yang mungkin sudah lebih dulu engkau ketahui : pelawak tenar Basuki telah meninggal dunia. Kita tidak akan bisa menikmati lagi saat-saat kita dibuat senyum-senyum atau tertawa ngakak, lantaran peran-peran lucu yang dibawakannya dengan mimik serius, tampak cerdas dan berwibawa. Ya, kita kehilangan seorang pelawak yang sebenarnya berbakat jadi humoris atau komedian.

Menurut media massa, Basuki meninggal dunia akibat serangan jantung, sekitar pukul 19.00 Rabu 12 Desember 2007 di Jakarta. Pelawak dengan salah satu peran populer sebagai Mas Karyo itu terkena serangan jantung seusai bermain futsal. Ada kemiripan dengan penyebab kematian seniman rakyat Benyamin Suaeb, rekan mainnya di sinetron Doel Anak Sekolahan, yang juga terkena serangan jantung setelah bermain sepakbola.

Basuki meninggalkan karir yang cemerlang sebagai pelawak papan atas di negeri ini. Memang perjalanan karirnya sudah mulai turun dari puncak. Sebuah proses sangat alamiah. Yang ditandai dengan melejitnya Tukul Arwana menjadi pelawak nomor wahid, menggeser posisi Basuki.

Basuki, kelahiran Solo 5 Maret 1956, adalah angkatan terakhir “lulusan” grup lawak Srimulat yang legendaris itu. Dia mengorbit tepat saat Srimulat sudah hampir tenggelam, setelah pecah di dalam selama bertahun-tahun. Basuki beruntung masih sempat dipoles oleh Teguh, dedengkot Srimulat yang telah mencetak puluhan pelawak hebat, antara lain Gepeng, Asmuni, Tarsan, Juju dan Timbul.

Sekilas kenangan dengan Basuki

Semasih aktif sebagai wartawan, aku pernah beberapa kali “berpapasan” di satu acara dengan Basuki. Tapi hanya ada satu kesempatan dimana aku sempat berbicara secara intens dengan pelawak yang cerdas ini. Waktunya pada tahun 90-an, seusai pementasan “reuni” Srimulat di Taman Ria Remaja, Senayan.

Terus terang, pertemuan dengan Basuki pada malam seusai pementasan itu bukan kemauanku. Pada masa itu aku sangat enggan bersinggungan dengan dunia pelawak, karena kuanggap mereka itu cuma kumpulan orang konyol, yang mencari nafkah dengan membuat diri mereka jadi bahan tertawaan. Memang ada perkecualian, dengan alasan tertentu aku respek pada pelawak Benyamin dan Asmuni.

Aku akhirnya ngobrol dengan Basuki malam itu, lantaran dibujuk seorang kawan. Dia bilang, Basuki itu pelawak muda yang cerdas. Singkat cerita jadilah aku bertemu Basuki di belakang pentas. Dia sedang menikmati minuman keras, merek impor. Matanya sudah merah betul, tapi masih konsen.

Hampir empat jam kami ngomong ngalor ngidul, mulai dari dunia lawak sampai politik, urusan cewek dan dugem. Betul, Basuki memang cerdas, tahu banyak mengenai dunia di luar lawak. Yang paling mengejutkan, dia nggak lucu sama sekali. Malah sebaliknya, dia sangat serius, jaga wibawa, arogan dan a litte bit dangerous.

Percakapan dengan Basuki meninggalkan kesan yang sangat mendalam dan membuatku menjadi respek dengan dunianya. Dari penuturan Basuki aku jadi mengerti, dunia lawak itu ternyata sama sekali nggak lucu, bahkan terkesan sangat keras. Seringkali mereka tidak dibayar oleh orang-orang yang “menanggap” mereka.

Pelawak yang serius

Sebagai produk Srimulat, peran yang dimainkan Basuki sudah dibentuk dari permulaan. Bos Srimulat, Teguh, memang sangat teguh menganut prinsip berpikir terbalik sebagai acuan dasar meramu lawakan. Lucu itu adalah logika yang jungkir balik.

Basuki yang tampangnya agak keren sangat tidak cocok didandani konyol seperti Gepeng. Pasti nggak lucu. Maka diaturlah Basuki memainkan peran batur (babu) yang sok ngatur, tampak lebih cerdas dan berwibawa dibanding majikannya (biasanya dimainkan Tarsan dan Juju). Maka penonton pun gerrr berkepanjangan melihat keganjilan itu, terutama saat Basuki menggoda Juju, isteri majikannya. Gerrr…..

Peran batur merupakan sentrum dalam lawakan gaya Srimulat. Peran babu yang mengenakan celana lurik dan sibuk menepuk-nepuk kursi dengan kemoceng merupakan jangkar atau playmaker, yang menentukan apakah dagelan mereka yang mengandalkan improvisasi itu akan mengalir lancar dan menghasilkan gerrr lebih sering dari penonton, atau sebaliknya tersendat dan hambar.

Dengan kata lain, pemeran batur adalah pemain utama di dalam grup lawak Srimulat. Basuki mendapatkan peran ini ketika usianya masih 20-an. Mungkin dialah pelawak termuda yang mendapatkan peran yang amat penting di Srimulat itu.

Kesan sebagai pelawak yang serius kemudian melekat dalam diri Basuki, biarpun dia sudah meninggalkan Srimulat. Dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan, dimana semua peran sudah dirinci dalam skenario, Basuki memainkan dengan serius peran Mas Karyo yang lucu dan ironis.

Kalau milhat talenta yang dimilikinya, sebenarnya Basuki punya peluang menjadi humoris atau komedian seperti Miing. Tapi perjalanan kepelawakannya tampaknya sudah terperangkap dalam pakem Srimulat. Langgam itulah yang dia olah dan daur ulang sampai akhir hayatnya, termasuk lakonnya dalam iklan yang mempopulerkan tagline : wes ewes ewes bablas angine….

Selamat jalan pren,

Selamat jalan Basuki….

(www.tobadreams.wordpress.com)

1 Response to "Basuki Telah Pergi Bersama Semua Leluconnya"

Kita kembali kehilangan seorang pengocok perut andal yang tidak sekadar mengksploitasi fisik, tetapi juga mampu menciptakan komedi situasi. Selamat jalan, Mas Basuki. Semoga damai selalu di alam yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 627,803 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: