batak itu keren

Reaksi Atas “Penjualan” Dua Pulau di Sumbawa

Posted on: 13 Desember, 2007

Rasa cinta pada Tanah Air tampaknya memang sudah meluntur di tengah-tengah bangsa yang besar ini. Apakah saking banyaknya masalah, sehingga masyarakat menjadi lelah dan jenuh, lantas jadi masa bodoh ? Bisa jadi.

Dulu, di masa kepemimpinan Bung Karno, mana mungkin terjadi pulau-pulau kita dilego orang “kurang asem”, seperti skandal dua pulau di Sumbawa? Nasionalisme Bung Karno dan kesediaannya hidup kere bersama rakyat, telah membuahkan sebuah prestasi yang monumental : Papua kembali kepangkuan ibu pertiwi.

Biar tidak berpanjang-panjang dengan kegemilangan sejarah masa lalu, berikut ini simaklah reaksi sejumlah politisi dan pejabat mengenai skandal “penjualan” dua pulau di Sumbawa :

1. Soetardjo Soerjogoeritno, politisi PDIP, Wakil Ketua DPR :

Ini menunjukkan pemerintah sekarang lemah, tidak becus lagi menjaga teritorial NKRI. Saya sedih mendengar kabar itu.

Kita sudah kehilangan Sipadan dan Ligitan, ini malah mau dijual. Pulau ini bukan milik pemerintah atau pemda, tapi milik anak cucu. Mardiyanto (Mendagri) itu suruh kirim anak buahnya mengecek ini dan tindak tegas kalau ada yang macem-macem.

2. Jenderal (purn) Wiranto, mantan Panglima TNI, sekarang aktif sebagai politisi :

Ini masalah serius. Harus ditangani secara hukum, jangan hanya diperdebatkan. Sekecil apapun pulau-pulau itu, itu merupakan satu kesatuan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3.Yuddy Chrisnandi, Anggota DPR komisi I :

Terungkapnya penawaran pulau itu melalui internet menunjukkan kelalaian pemerintah dalam melaksanakan kewajibannya memelihara keutuhan NKRI dan melindungi eksistensi wilayah kepulauan.

Menko Polkam harus segera mengambil langkah dan mengambil tindakan hukum untuk mencegah penjualan pulau-pulau tersebut.

4. Syamsul Maarif, Dirjen Kelautan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Departemen Kelautan dan Perikanan :

Kami belum tahu penjualan pulau-pulau itu. Lagipula pulau-pulau itu tidak mungkin dijual. Bahkan pengelolaannya saja harus seizin menteri.

Departemen Kelautan dan Perikan (DKP) sudah berkomunikasi dan menyatukan visi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pulau kecil tidak dilihat sebagai sebidang tanah, namun sebagai entitas lingkungan.

5.Yusron Ihzamahendra, anggota DPR, Wakil Ketua Komisi I :

Pemda Sumbawa jelas-jelas ceroboh dengan membiarkan pulau-pulau itu diperdagangkan di internet oleh Karangasem Property.

Perusahaan itu pasti mencari keuntungan sesaat . Kita perlu waspadai jangan sampai pulau-pulau itu disalahgunakan untuk tempat memproduksi narkoba.

………………………………………………………………………………………………………………………..

Nah, sekarang giliranmu pren untuk mengatakan pada dunia bagaimana sikap dan reaksimu mengenai “penjualan” dua pulau yang katanya sangat indah itu. Tulis komentarmu di kotak komentar, nanti akan kutampilkan di bagian muka bersama komentar-komentar pembaca lainnya.

Nah inilah komentar para TobaDreamer :

1.Marudut p-1000

Menurut pendapatku boleh-boleh saja dijual kalau memang dibolehkan oleh undang-undang NKRI. Menurutku yang perlu kita awasi adalah penggunaannya. Kalau memang nantinya digunakan untuk membangun resort justru sangat bagus, karena selama ini toh pulau-pulau tersebut tidak termanfaatkan. Daripada membangun resort dengan mengorbankan hutan-hutan seperti selama ini yang terjadi di kawasan Puncak.

2.reeyo

jangan2 sebentar lagi kita semua dijual

3. bedh

kalo dah urusan begini mang sudah sepatutnya geram. bukan gemes tapi geram! (pake tanda petik biar galak huhuhuhu)bangsa ini kenapa seneng sekali menjual harga dirinya yah? pakarna harganya murah jadi laku di jual?

4. kurtubi

Duuuh sudah BUMN dulu dijual2in, masa sih pulau juga mau dijual juga?Gak tkut ya, tanah+air berapa meter persegi tidak mendatar loh ukuranya, ia juga vertikal dari tujuh lapis langit hingga menembus bumi mau dijual juga… ….salam kenal… baru komentar sudah menunjukkan geram… )

5.santrov

Sekali lagi ini membuktikan betapa lemahnya sistem pengamanan di negeri kita tercinta ini. Banyak hal yang tidak bisa dipertahanka sebagai milik bangsa dan milik anak cucu kita. Sudah sebegitu rusaknyakah mental pemilik bangsa kita ini? Yang hebat kali lah pula si “penjual itu”….

6. Hoek Soegirang

hooo….tafi belom semfed dijual khan? ato malah udah? tafi kalofun ada, juga ndak ada buktina khan? hmm…farah sangadh negh endonesa…

7.Sawali Tuhusetya

Waduh, dah sulit kita bicara nih Bung Huta kalau dah sampai sejauh itu. Namun yang pasti agaknya bener telah terjadi erosi parah terhadap nilai2 dan sikap nasionalisme kita. Rasa cinta terhadap negara dah nggak jadi platform para elite negara. Yang ada hanya keinginan untuk mencari untung. Waduh, kita lihat coba perkembangannya nanti ya, Bung. Yang pasti, aku akan lebih sering mampir ke sini untuk mengetahui perkembangan infonya. OK, kepareng, tabik!

8.Marudut p-1000Lae Raja Huta, kalau Pulau Samosir tak ada yang mau jual, malah penduduk Pulau Samosir yang manggarap di tempat-tempat lain.

9. santrov

Tapi kalau samosir saya menjamin tidak akan terjadi seperti itu Lae Raja huta…. yang mungkin terjadi hanya samosir malah ditelantarkan rakyatnya dengan berbagai cara dan berbagai alasan… inipun perlu hati-hati… buktinya kekeringan, tandus, rusaknya alam dll.

10.Yari NK

Kalau disewakan seperti Hongkong begitu boleh nggak ya? Disewakan ke Inggris selama 99 tahun, siapa tahu nanti jadi maju spt Hongkong, nanti kalau dikembalikan ke kita ‘kan, kita yg untung, bagaimana? :mrgreen:

(www.tobadreams.wordpress.com)

4 Tanggapan to "Reaksi Atas “Penjualan” Dua Pulau di Sumbawa"

Menurut pendapatku boleh-boleh saja dijual kalau memang dibolehkan oleh undang-undang NKRI. Menurutku yang perlu kita awasi adalah penggunaannya. Kalau memang nantinya digunakan untuk membangun resort justru sangat bagus, karena selama ini toh pulau-pulau tersebut tidak termanfaatkan. Daripada membangun resort dengan mengorbankan hutan-hutan seperti selama ini yang terjadi di kawasan Puncak.

salam. trimakasih untuk tulisan yang berharga ini

Kalau disewakan seperti Hongkong begitu boleh nggak ya? Disewakan ke Inggris selama 99 tahun, siapa tahu nanti jadi maju spt Hongkong, nanti kalau dikembalikan ke kita ‘kan, kita yg untung, bagaimana? :mrgreen:

waduh…WaDuh….Kok Bisa?????

Tapi Disni SaYa HanyA Ingin MenEgasKan,,,Bahwa Ini Bukan SepenuhnYa KesalahAn PemerinTah….CoBa Deyh Kalo Dipikir Lagi,,,,SEmua PihAk Dalam Kasus Ini Emang Salah,,,!!!
– PEMDA salah KArena Bisa-Bisanya MemBeriKan Izin Atas PembElian dan Pembuatan SerTIfikat Tanah (pulau) Tersebut
– PerusaHaan ProPerty Itu juGa SalaH BesaR kareNa menGgunaKAn Hak Yag tidak SewajarNya dengan Mempublikasikan Penjualan Pulau2 Tersebut

Tapi,,Klo SuDah beGini gAk Da guNanya kLo cUma meNcari KEsalaHan Dan MemBahas siapa Yg SalaH,,,apALagi seLalu MemojokAn PIHAK pEmerintah,,,

Zaman SekarAng kelalaian BebeRpa OkNum PmerintAh itu Hal yg Wajar,,,,Karna Toh TindakAn KKN dalm Birokrasi Indonesia tuh dAh Ada Dari Zaman Presiden Tercinta SOekarno….

YaNg TerpENting Sekarang DaLam Nuansa “100 hari Kebangkitan NAsional” TunjuKkan KebANgkitan kita….

JANGAN SAMAPAI HAL INI TERULANG LAGI!!!!

SEMANGAT…!!!!

_exPERiEnce is The Best TeacHer_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 636,004 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: