batak itu keren

Pemprov NTB Tidak Tahu Dua Pulaunya Mau Dilego ???

Posted on: 13 Desember, 2007

Heboh “penjualan” dua pulau di Sumbawa masih berlanjut, tapi belum ada titik terang. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat , yang seharusnya paling tahu kejadian di wilayahnya, malah bersikap defensif dan mengatakan tidak tahu-menahu.

“Kita akan memberikan klarifikasi bahwa penjualan kedua pulau tersebut tanpa sepengetahuan Pemprov NTB dan saya,”kata Wakil Gubernur NTB Drs HB Thamrin Rayes. Hal ini dikatakannya menanggapi informasi wartawan, bahwa Mendagri Mardiyanto telah menugaskan Dirjen Pemerintahan Umum Sodjuangon Situmorang untuk mengecek ke NTB ihwal penjualan dua pulau itu.

Dua pulau yang dimaksud adalah Panjang dan Meriam Besar, yang secara administratif masuk dalam lingkup wilayah Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dua pulau tersebut, masing-masing seluas 33 hektar dan 5 hektar, telah dipasarkan oleh sebuah perusahaan bernama Karangasem Property, lewat situs www.karangasemproperty.com.

“Apa hak Karangasem Property menjual kedua pulau tersebut ?,”lanjut Thamrin Rayes sambil menegaskan,”Jadi, kalau memang benar dijual, itu merupakan pelanggaran hukum. Kalau memang benar sudah dijual harus segera dibatalkan.”

Thamrin yang juga tokoh masyarakat Sumbawa itu mengatakan, masyarakat Kabupaten Sumbawa secara turun-temurun memelihara pulau Panjang dan Meriam Besar, agar tetap terjaga kelestariannya.

“Pulau Panjang dan pulau Meriam Besar tidak boleh dijual. Kalau memang benar telah dijual, harus dibatalkan, karena kedua pulau tersebut tidak boleh diganggu, mengingat pulau-pulau itu merupakan barrier atau penghalang gelombang,”kata Thamrin Rayes.

Masih banyak lagi yang dikatakan wakil gubernur NTB itu, menjawab pertanyaan wartawan di Mataram, Selasa (11/12) lalu. Tapi hampir semuanya bersifat normatif alias hanya menjelaskan norma atau aturan yang sudah jelas.

**Tanggapan atau reaksi Wakil Gubernur NTB Thamrin Rayes terkesan sangat normatif, membela diri dan tanpa sense of crisis. Bolak-balik dia mengatakan, “ kalau memang sudah dijual, supaya dibatalkan.” Tidak ada kesan terkejut, merasa “kecolongan” atau geram.

**Reaksi Thamrin Rayes yang begitu datar dan hambar menjadi terlihat ganjil kalau dihubungkan dengan kedudukan dan tanggung jawabnya, baik sebagai wakil gubernur maupun selaku tokoh masyarakat Sumbawa. Benarkah dan mungkinkah dia tidak tahu-menahu dua pulau itu mau dilego oleh perusahaan Kurangasem, eh salah, Karangasem Property?

(www.tobdreams.wordpress.com / Kompas/Antara/ Batak Pos)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 635,523 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: