batak itu keren

Dua Pulau di Sumbawa Mau Dilego

Posted on: 11 Desember, 2007

“Saya sedih mendengar kabar itu. Ini menunjukkan pemerintah sekarang lemah. Tidak becus lagi menjaga teritorial NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” kata politisi senior Soetardjo Soerjogoeritno.

Mbah Tardjo, sapaan akrab Wakil Ketua DPR itu, sedih lantaran dua pulau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mau dilego oleh Karangasem Property. Tidak jelas siapa pemilik perusahaan ini dan kantornya dimana. Perusahaan ini menjajakan kedua pulau dimaksud melalui situs www.karangasemproperty.com.

“Kita sudah kehilangan Sipadan dan Ligitan, ini malah mau dijual,”ucap politisi kawakan itu, geram. “Pulau itu bukan milik pemerintah atau pemda, tapi milik anak cucu (kita).”

Dua pulau yang akan dilego perusahaan itu ialah Panjang dan Meriam Besar. Luas pulau Panjang 33 hektare, pulau Meriam Besar 5 hektare. Belum diperoleh keterangan apakah pulau-pulau tersebut berpenghuni.

Mbah Tardjo mengatakan kepada pers di Gedung MPR/DPR, Senin kemarin (10/12), pihaknya sudah meminta Departemen Dalam Negeri (Depdagri) segera mengirimkan tim ke Sumbawa, untuk mengecek kebenarannya. Dan jika terbukti benar kedua pulau itu mau dilego, pemerintah harus menindak tegas siapapun pelakunya.

“Mardiyanto (Mendagri) itu suruh kirim anak buahnya mengecek ini dan tindak tegas kalau ada yang macem-macem,” kata Mbah Tardjo.

**Kasihan Mbah Tardjo, dalam usia sepuh begitu dia harus disiksa rasa malu, karena gagal menjaga keutuhan negeri ini. Luka dalam jiwanya akibat kehilangan Sipadan dan Ligitan mungkin tidak akan pernah sembuh, sampai tokoh nasionalis itu menghadap Sang Pencipta nanti. Sekarang ditambah lagi dengan skandal “lego pulau”. Jangan-jangan kalau dia sudah pergi, Indonesia yang dicintainya hanya tinggal nama dalam sejarah, seperti halnya Uni Soviet. (Raja Huta)

Dirjen Kelautan tidak tahu

Syamsul Maarif selaku Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) ternyata tidak tahu-menahu ihwal lego pulau itu. Dengan penuh keheranan dia balik bertanya , mana mungkin pulau-pulau itu dijual ? Untuk mengelolanya saja, katanya, harus seijin menteri.

“Penjualan itu melanggar hukum,”kata sang dirjen, sambil menunjukkan rambu undang-undang terkait dengan status pulau. Menurut UU nomor 27 tahun 2007, pulau-pulau kecil tidak mungkin dijual. Memang ada peluang bagi pihak asing untuk mengelola pulau-pulau kecil tertentu, katanya,tapi harus lebih dulu mendapat izin dari Menteri Kelautan dan Perikanan.

Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), kata Syamsul Maarif, sudah berkomunikasi dan menyatukan visi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kedua institusi itu sepaham : pulau kecil tidak dikategorikan sekadar sebidang tanah, namun sebagai entitas lingkungan.

“Kalau dijual ada proporsinya. Misalnya lima persen dari luas wilayah. Jadi tidak seluruh pulaunya bisa dijual,”jelas Syamsul Maarif kepada kantor berita Antara di sela-sela pertemuan UNCCC di Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali, Senin (10/12).

**Ooooh, bisa dijual rupanya, pren…….

Nah, ada yang nekad gak melego pulau Samosir?

(www.tobadreams.wordpress.com / ditulis kembali dari bahan-bahan kantor berita Antara dan surat kabar Batak Pos)

14 Tanggapan to "Dua Pulau di Sumbawa Mau Dilego"

Lae Raja Huta, kalau Pulau Samosir tak ada yang mau jual, malah penduduk Pulau Samosir yang manggarap di tempat-tempat lain.

Botul itu lae. Kurasapun tak mungkin ada yang nekad melego pusat eksistensi manusia batak itu. Mauliate lae, komenmu membuatku tenang dan senang. Horas.

Duuuh sudah BUMN dulu dijual2in, masa sih pulau juga mau dijual juga?
Gak tkut ya, tanah+air berapa meter persegi tidak mendatar loh ukuranya, ia juga vertikal dari tujuh lapis langit hingga menembus bumi mau dijual juga… ….

salam kenal… baru komentar sudah menunjukkan geram… 🙂

@ Mas kurtubi

salam kenal juga mas.

biarpun baru komentar kalau urusan yang begini memang wajar kita geram.

Waduh, dah sulit kita bicara nih Bung Huta kalau dah sampai sejauh itu. Namun yang pasti agaknya bener telah terjadi ersoi parah terhadap nilai2 dan sikap nasionalisme kita. Rasa cinta terhadap negara dah nggak jadi platform para elite negara. Yang ada hanya keinginan untuk mencari untung. Waduh, kita lihat coba perkembangannya nanti ya, Bung. Yang pasti, aku akan lebih sering mampir ke sini untuk mengetahui perkembangan infonya. OK, kepareng, tabik!

Maaf, ada kesalahan tuh, Bung. Maksud saya erosi, bukan ersoi. Maklum, dah pikun nih :mrgreen:

hooo….
tafi belom semfed dijual khan? ato malah udah? tafi kalofun ada, juga ndak ada buktina khan? hmm…
farah sangadh negh endonesa….

Sekali lagi ini membuktikan betapa lemahnya sistem pengamanan di negeri kita tercinta ini. Banyak hal yang tidak bisa dipertahanka sebagai milik bangsa dan milik anak cucu kita. Sudah sebegitu rusaknyakah mental pemilik bangsa kita ini? Yang hebat kali lah pula si “penjual itu”….

Tapi kalau samosir saya menjamin tidak akan terjadi seperti itu Lae Raja huta…. yang mungkin terjadi hanya samosir malah ditelantarkan rakyatnya dengan berbagai cara dan berbagai alasan… inipun perlu hati-hati… buktinya kekeringan, tandus, rusaknya alam dll.

kalo dah urusan begini mang sudah sepatutnya geram. bukan gemes tapi geram! (pake tanda petik biar galak huhuhuhu)
bangsa ini kenapa seneng sekali menjual harga dirinya yah? pakarna harganya murah jadi laku di jual?

jangan2 sebentar lagi kita semua dijual

bang aku bikin banner nge link ke sini yah?
maap kalau nggak minta izin dulu, anggap aja ini sekalian surat permohonan nge link :mrgreen:

@bedh

Go ahead, my friend
monggo kerso (silakan) Mas Bedh

ok pren, dengan senang hati kuizinkan *halah*
ngeri kali bah kata izin itu untuk urusan dunia maya ini hehehe…

horas

tapi kenapa linknya nggak jalan lagi yah
hik…hik…padahal tadi jalan loh
😦
maap bang ntar saya tanya temen gimana cara bikinnya
soalna nggak begitu ngerti nih
maaf kan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 660,019 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: