batak itu keren

Cara Manjur Membunuh Hantu

Posted on: 2 Desember, 2007

Hantu bisa dibunuh? Bisa.

Ikuti tiga jurus manjur di bawah ini dan temukan kenyataan baru bahwa sebenarnya hantu bisa dibunuh :

1. Bebaskan pikiranmu

Ya, pintu masuk hantu adalah pikiran. Orang idiot pasti tidak takut hantu. Bunuhlah hantu tepat di pintu masuk ini, sebelum dia menyusup dan menjajah pikiranmu.

Bagaimana caranya ? Jangan mau mendengarkan doktrin apapun, apalagi mempercayainya. Jika ingin mendalam suatu bidang ilmu atau ketrampilan, lebih baik kau pelajari sendiri atau berguru pada seorang ahli yang kau pilih sendiri.

2. Gunakan akal sehatmu

Bagaimana menghadapi lingkungan yang sudah termakan doktrin, kemudian mereka membujuk atau memaksa untuk menularkan doktrin itu ke pikiranmu ? Gunakan akal sehatmu. Kalau jelas-jelas tidak masuk akal, tolak saja atau masukkan keranjang sampah –setelah lebih dulu kau tempelkan label : OMONG KOSONG.

3. Jangan pikirkan hal yang tak sanggup kau pikirkan

Hantu atau Tuhan adalah hal-hal yang tak sanggup kau pikirkan. So, buat apa dipikirkan? Percaya atau tidak, itulah soalnya. Jangan berharap lebih dulu mendapatkan bukti-bukti absolut baru percaya.

Tapi khusus mengenai hantu, jangan percaya atau lebih tepatnya tak usah dipikirkan. Hantu tidak akan eksis kalau kau tak mengakui eksistensinya! Biarkan saja dia ada dan berseliweran di kamar tidurmu, kau akan baik-baik saja kalau tak merisaukannya.

Mengenai Tuhan, kalau kau memang percaya konsep keimanan agama atau keyakinan tertentu, ya sudah percayailah secara konsekwen. Tak usah repot mengurusi kepercayaan orang lain. Waktumu terlalu pendek untuk memantapkan kepercayaan atau imanmu sendiri. Jangan sia-siakan waktumu untuk menyelamatkan orang lain, sedangkan engkau malah tidak selamat nantinya.

Mari kita terapkan tiga jurus manjur tadi dalam contoh-contoh kasus yang sering kau hadapi, berikut ini :

1. TEMPAT ANGKER

Kalau kau berkunjung ke sebuah daerah yang sepenuhnya asing bagimu — artinya kau belum pernah mendengar gambaran apapun mengenai keadaan di daerah itu, maka kau akan merasa bebas dan aman-aman saja mengunjungi tempat-tempat yang menarik minatmu disitu.

Tapi begitu kau mulai menyerap cerita orang mengenai tempat angker tertentu — misalnya rumah tua di bawah pohon beringin dimana kau tidur lelap tadi malam, maka pelan-pelan kau akan mensugesti dirimu sendiri, lalu mulai was-was dan akhirnya takut.

Dalam situasi begitu pakailah akal sehatmu. Berpeganglah hanya pada fakta berdasarkan pengalamanmu sendiri, bahwa tempat itu enak sehingga kau bisa tidur lelap disitu tadi malam. Tak mungkinlah hantu disitu (kalau memang ada) harus menunggu sampai besoknya kalau memang ingin mencelakakanmu.

Tidurlah kembali di “tempat angker” itu dan jangan pikirkan apa kata orang. Tidak ada gunanya memikirkan hal yang diluar jangkauan akalmu. Lebih baik kau berdoa, lalu tidur nyenyak kembali. Kalau perlu, jika berminat dan memang punya uang, beli saja tempat “angker” itu karena pasti harganya sangat murah atau malah bisa diberikan gratis saja buatmu.

2. PANCASILA SAKTI atau ideologi apa saja yang disakralkan

Pancasila itu hanya sebuah konsep : pandangan hidup bernegara. Itu buatan manusia yang bisa usang, lapuk dan membusuk kalau tidak dirawat dan dihidupkan terus-menerus. Pancasila masih bertahan sebagai asas negara kita, karena kita masih menghendakinya. Kesimpulannya : Pancasila dikatakan sakti oleh rezim Soeharto,dulu, karena sang penguasa yakin betul rakyat Indonesia masih bodoh, gampang dicekokin mitos dan dipaksa mensakralkannya dengan sedikit gertakan.

3. RATU ADIL

Ini konsep eskapisme atau pelarian dari penderitaan hidup. Mirip kisah tragis kuda kelaparan yang ditipu oleh saisnya dengan menaruh seikat rumput hijau di atas kepala si kuda. Bego benar, si kuda yang tergiur pada rumput kemudian berlari agar mulutnya bisa meraih rumput tersebut. But never!

Gunakan akal sehatmu. Kemajuan adalah hasil kerja keras. Tidak mungkin ada lagi keajaiban seperti kisah roti jatuh dari langit. Entah kenapa segala keajaiban semacam itu tidak terjadi di zaman kita.

Mungkinkah bakal datang Ratu Adil yang akan membayar lunas semua hutang negara ini, memberi pekerjaan pada puluhan juta penganggur, membebaskan Jakarta dari banjir rutin setiap awal tahun, memberikan rumah bagi jutaan gelandangan, menjadi ibu dan ayah bagi jutaan anak yatim piatu, memberimu HP tipe termahal yang cuma bisa kau pandangi di etalase toko, menghapus air matamu saat kau kehilangan, memberikan listrik melimpah buat Medan sehingga tak perlu lagi gelap gulita saat listrik padam ?

Get real, please! Ratu Adil yang bisa mewujudkan semua itu tak akan pernah datang. Daripada buang-buang waktu memikir dan mengharapkan itu, lebih baik isi hidupmu dengan kerja, bergaul, bersekutu, bercinta, bercita-cita dan bermimpi. Isi hari-harimu dan nikmati.

4. HUKUM KARMA

Ketika Aceh diluluhlantakkan tsunami, ratusan ribu saudara-saudara kita disana tewas mengenaskan, tak sedikit orang Indonesia bikin teori bahwa alam murka lantaran manusia penuh dosa. Bullshit!

Gunakan akal sehatmu. Alam punya hukum-hukumnya sendiri dan tsunami adalah peristiwa alam yang sangat normal. Masalahnya, mengapa banyak korban jatuh di Aceh, karena hutan bakau di pesisir sudah dibabat habis lalu orang dari pedalaman pindah ke pantai; di sisi lain orang Aceh melupakan pesan leluhur : kalau air laut surut jauh, itu pertanda akan tsunami, jangan kejar ikan yang mengglepar tapi larilah ke bukit. Itulah yang dilakukan orang Nias, termasuk tetap mempertahankan arsitektur rumah tradisional yang cocok dengan gempa, sehingga korban disana hanya sedikit.

5.ORANG TUA TAK PERNAH SALAH

Kita sering dicekoki, orang tua tak mungkin menjerumuskan anaknya. Harimau saja tidak makan anaknya, kata orang bijak. Tapi sangat tidak bijak menjadikan itu semacam dalil absolut bahwa orang tua selalu benar, selalu bijak dan mulia.

Gunakan akal sehatmu, supaya jangan semakin banyak anak jadi korban orang tua — namun malah dibela atau setidaknya dibiarkan oleh lingkungan yang lebih percaya mitos daripada realita. Orang tua juga manusia. Bisa salah. Bisa jahat pula terhadap anaknya.

Faktor kurangnya pengetahuan dan kerusakan moral pada orang tua telah membuat mereka tega “memakan” anak sendiri, yang dibenarkan atau dibiarkan oleh lingkungan yang menganut mitos : orang tua tak pernah salah atau jahat.

Berapa banyak anak muda Indonesia dipaksa orang tuanya menikah dengan orang yang tak disukainya ? Berapa banyak anak Indonesia tumbuh menjadi robot atau monster karena dipaksa mengikuti apa saja yang didiktekan orangtuanya, mulai pilihan sekolah, jurusan, hobi, teman bergaul sampai warna sendal jepitnya ?

6. BUKAN CERDIK, TAPI LICIK

Cerita si kancil yang digambarkan cerdik adalah cermin kerancuan moral (moral hazards), ada kaitannya dengan mentalitas bersifat eskapisme tadi. Ada standar ganda disini mengenai kebenaran. Kalau menguntungkan, yang salah atau jahat pun akan dirasionalisasi seakan-akan sebuah kecerdikan, padahal sejatinya adalah kelicikan.

Ya, cerita kecerdikan si kancil sesungguhnya adalah kelicikan. Tegas itu. Mungkin kerancuan moral inilah yang membuat bangsa kita suka korupsi bahkan mempahlawankan para koruptor. Yang paling memalukan, sekarang ini banyak orang menyalahgunakan lembaga-lembaga sosial dan keagamaan untuk menghimpun dana dari masyarakat lalu merampoknya dari mulut orang-orang miskin dan dari tangan Tuhan.

7.ULOS SIMBOL ANIMISME ?

Sebagai kumpulan benang yang telah ditenun dan diberikan corak, ulos pada hakikatnya cuma sebuah banda yang bersifat netral, bebas nilai.

Dilihat dari segi fungsi dasar, ulos adalah busana orang batak di masa lalu, untuk menutup aurat dan melindungi tubuh dari hawa dingin pegunungan di Tano Batak.

Dalam kosmologi orang batak, ulos pada dasarnya adalah lambang cinta dan pengayoman. Ulos bukan alat santet atau perangkat voodoo untuk perbuatan jahat secara mistik.

Gunakan akal sehatmu. Sebuah simbol hanya berlaku kalau masih dipercaya oleh para penganutnya. Bisa juga sebuah simbol yang sama dimaknai secara berbeda. Anak muda sekarang menggunakan simbol Nazi untuk grafiti belaka. Tradisi nujuh bulan yang “hindu banget” itu tetap dirayakan di jawa, tapi dengan doa secara Islam atau Kristen. Di Eropa ada beberapa rumah ibadah yang telah berubah fungsi dari tadinya gereja menjadi mesjid atau sebaliknya. Toh semua oke-oke saja.

So, mengapa sampai ada kelompok sekte Kristen tertentu begitu benci atau takut pada ulos, sehingga kain tenun yang indah itu sampai dibakar ?

Nah, itulah beberapa contoh bagaimana cara kita membunuh hantu. Sudah percaya kan, bahwa hantu bisa dibunuh? Kalau sudah, ayo berbagi ide :

8…………………(tuliskan idemu mengenai topik demitologi ini)

27 Tanggapan to "Cara Manjur Membunuh Hantu"

8. Kalau Batak minumlah obat Batak

Yah pintu masuk hantu adalah pikiran jadi kita harus menyembuh kan pikiran kita. jika kita adalah batak kita harus menyembuhkannya, minum obatnya. saya melayu yang tak pernah mau minum obat melayu, teman saya orang minang tapi dia bilang obat minang yang di jual di pasaran itu racun!.

ketika kita dilahirkan menjadi orang batak, org melayu, minang, ambon dsbnya hantu geographis itu telah mulai memasuki pikiran kita, jadi kita harus membebaskannya. Diri kita adalah milik kita sendiri bukan daerah, negara ataupun golongan apapun. atau kalau mau luaskan seluas-luasnya. Diri kita adalah milik dunia dan semesta. mengenai cara kita melakoni dunia dengan kebatakan, kemelayuan, keminangan dsb itu bukanlah suatu ukuran yang menjadikan kita batak, minang, melayu ato apalah.
diri kita adalah milik kita sendiri dunia dan semesta jadi bebaskanlah.

saya melayu yang takut minum obat melayu karna saya pikir obat itu pait. huhuhuhu

@bedh

Mantafff.
Terima kasih kawan sudah berkunjung dan meninggalkan komen yang mantafff botul.

btw, di TobaDream cafe ada kawan kita orang melayu, Teuku Ryo. Pemain biola yang hebat. Baru-baru dia membawa rombongan pemusik melayu ikut festival internasional musik nelayan di Cina. Mereka juara!

lebar dan dalam dunia cuma dibatasi pikiran.. saya setuju itu.

Terima kasih dok. selamat begadang eh…selamat bermalam minggu.

Negeri kita membutuhkan pemikiran2 dinamis kayak gini yang tidak semata-mata percaya pada doktrin, isme, atau apa pun namanya begitu saja. Butuh sikap kritis dan perubahan paradigma. Yang jadi persoalan, Bung Huta, negeri kita sudah terlalu lama dicekoki doktrin2 “menyesatkan” yang sangat dekat dengan mitos. Dunia pendidikan mestinya menjadi wadah yang strategis untuk menanamkan sikap kritis. Tapi, agaknya rezim berkehendak lain. Kurikulum disusun untuk melestarikan doktrin dan isme yang memang diyakini oleh penguasan sebagai sebuah kebenaran. Waduhm repot juga nih.
Postingan yang mencerahkan.
*Maaf, numpang OOT, Bung Huta masih menggeluti dunia jurnalistik juga nih*
OK, salam.

@Bung Sawali Tuhusetya

Aku bukan sekadar setuju, tapi suka betul bagian komen Bung Sawali yang ini,”…tidak semata-mata percaya pada doktrin, isme, atau apa pun namanya begitu saja. Butuh sikap kritis dan perubahan paradigma.”

Satu langkah kecil adalah bagian penting dari perjalanan seribu meter, kata orang bijak. Rasanya kita tidak punya pilihan lain Bung, daripada melihat sekaligus belantara persoalan, lebih baik kita fokus pada langkah-langkah kecil kita, biar konsisten.

Bung tanya apa aku masih menggeluti dunia jurnalistik ? Tidak lagi. Sepuluh tahun hibernasi, massam beruang kutub saja hehehe…, nah baru sekarang aku nulis lagi. Untuk itulah blog ini aku buat, Bung, karena sudah gatal ingin menulis lagi. Dan jujur saja, aku terinspirasi oleh Jarar Siahaan (Blog Berita Dot Com) dan Toga Nainggolan (Nesiaweek), juga kawan lamaku Wimar Witoelar yang mengibarkan kembali bendera perspektif (perspektif,net.com).

Tadinya aku ingin menghindar dari yang bersifat primordial atau kedaerahan, tapi kemudian kusadari, proses mengindonesia itu harus kita mulai dari rumah sendiri. Aku harap warna batak yang kental di blog ini tidak membuat bung Sawali merasa terasing (dan memang aku yakin betul tak mungkin begitu).

Mauliate, maturnuwun, haturnuhun, kamsia….Tabik.

mak segan kalilah ma abang kita ni yang mau menanggapi commentku yang asal2an itu.
sebenarnya comment itu cuma carutmarutku dari mulutku yang kecil ini huhuhu
aku cuma anak kecil yang mencoba melihat dunia dari balik benteng ๐Ÿ˜€

ketika membaca blog abang aku hanya mencoba sedikit mengerti apa yang abang coba bilang dan melihat ke cermin tentang inti dari tulisan itu.
saya mencoba untuk mengikis habis hantu geografis yang ada dalam pikiran saya, dan siapa tau suatu saat nanti bisa menduniakan penyakit yang sudah sembuh itu ke dunia seperti yang abang, Teuku Ryo dan teman2 abang lakukan. walaupun terdengar muluk2 buat diriku yang gak ada apa2nya ini paling tidak aku mau mulai mencoba untuk membunuh hantu itu untuk diriku sendiri dulu.

blog abang udah aku link di blog aku nggak apa2 kan? :mrgreen:

@bedh

wah, makasih blog aku sudah kau link ke blogmu. Horas.

saya paling takut sama poin ke 3.. hiiii… ratu adil….

I have read your nice post and You can find a reply to your post here …

Mungkin maksudnya mengusir hantu, ya ? Soalnya kalau membunuh hantu itu terlalu..ekstrim. Sama saja dengan membunuh manusia. IMHO. ๐Ÿ˜€

Perempuan dan Pekerjaan

Menjadi perempuan sekaligus bekerja menghasilkan uang, dalam jumlah ‘lebih dari cukup’ ternyata bukan hanya menghasilkan ‘kesenangan’ tapi juga mendatangkan ‘penderitaan’. Batu penghalang dunia kerja bagi perempuan seringnya tanpa disadari berawal dari pikiran negatif yang datang dari dalam diri sendiri atau orang2 terdekat. Kayak ketakutan menjadi lebih sukses dari pasangan, takut gagal, ketakutan tidak mampu memimpin atau keraguan apakah akan disukai semua orang. Iklim positif dibeberapa tempat mungkin sudah tercipta namun dalam beberapa kasus, hantu-hantu itu bahkan mengakibatkan banyak orang ‘kesurupan’.

Dan semua itu menjadikan perempuan pekerja tidak ‘berani’, sering merasa bersalah, kurang kuat dan hilang percaya diri. Pilihannya cuma dua, pertama : berhenti bekerja, ntah untuk menjauhi hantu-hantu itu atau menyembuhkan yang ‘kesurupan’, kedua : tetap bekerja dan stay positive! Misalnya, jangan jadi ‘nice girl at work’, berhenti mengerjakan pekerjaan orang lain, bangga akan pekerjaannya dan jangan pernah menolak tawaran promosi.

PS. Mumpung di blog Batak, saya mau bilang setuju, memang BATAK Keren! apalagi laki-laki Batak yang berbulu hehehehe …. Salut dan Salam kenal! CVnya membuat saya ‘mengerdil’ nih ๐Ÿ˜‰

3. Jangan pikirkan hal yang tak sanggup kau pikirkan

saya cuma mau bilang setuju, jangan pikirkan hal yang tak sanggup dipikirkan.

boleh dicoba ๐Ÿ™‚

Horas!
Seharusnya memang sudah lama bahwa hantu itu memang cuma ada dalam kepala dan hati masing-masing, selama masih ‘merasa’ hantu itu ada, maka akan selalu ada, tapi klo memang mau dibunuh yah dia akan mati…

semua itu adalah pilihan ๐Ÿ™‚
mau tetap dihantui atau bebas dari rasa dihantui

*salam kenal*

Raja Huta :

Terima kasih kawan. Aku senang ide tulisanku, yaitu demitologi atau demistifikasi, direspon tepat pada sasaran. Artinya tulisanku hanya menyuarakan apa yang sudah lama menjadi kegelisahan batinmu. Senang berkenalan denganmu kawan.

Maaf Bang, mau klarifikasi nih, ada juga yang nyaris sama dgn blog abang ya?. Siapa ya?. cuman dia gak pake s, tobadream
itu nama blognya. Pusiiing kepalaku gak tau mana blog yang bicara dan menulis yang benar2 dari hati, dari informasi/sumber yg terpercaya… Aduuuuh…..

tidak mungkin dimasukan botol….salam kenal saudaraku

Raja Huta :

Justru kitalah yang sekarang menjadi botol itu hehehe….Salam kenal kawan. Terima kasih.

@ann!sha

Ini komen yang keren. Gue banget !

Setahu aku, tak sedikit perempuan batak yang punya penghasilan lebih besar dibanding suaminya dan kebanyakan baik-baik aja.

Setuju, banyak botul “hantu” yang benar-benar menjadi momok bagi perempuan di negeri ini, misalnya stigma perempuan lemah, tak konsisten, cengeng, cenderung menjadi beban bagi lelaki di sekelilingnya, dll. Hantu semacam itu tak cukup diusir, harus dibunuh!

@agaperos

Botul Lae, memang ada blog dengan nama Tobadream dengan URL yang sama. Sorry kalau hal itu menimbulkan kebingungan. Aku sendiri belum pernah menengok blog itu.

Tapi aku yakin, Lae dan para blogger lainnya pasti bisa menandai blog ini dengan ciri-ciri sebagai berikut : header TobaDream yang merupakan nama/logo/ikon cafe TobaDream milik Monang Sianipar , tagline “batak itu keren”, pemiliknya pakai anonymous Raja Huta eks wartawan Merdeka, tidak berbau keagamaan, berpandangan moderat, dalam mengkritik lebih senang memakai satire daripada sinisme atau sarkasme dan beberapa ciri lain yang bersifat open minded, plural dan demoratis (wah aku sedikit narsis neh hehehe…)

Aku sendiri menerima kehadiran Tobadream yang itu dengan pikiran positif. Semua orang berhak bikin blog, termasuk blog yang sengaja dimiripkan dengan blog yang sudah lebih dulu ada. Itulah harga yang harus kita bayar demi mempertahankan kelebihan internet sebagai media ekspresi yang sangat merdeka.

Inilah ekses dari kebebasan internet, tapi kita akan tambah matang dan dewasa menghadapinya. Aku sendiri sering senyum-senyum sendiri belakangan ini, ketika membaca beberapa komen yang menggunakan nama-nama terkenal di dunia blog — terutama penulis dan komentator di Blog Berita Dot Com. Salah satunya menggunakan nama Suhunan, yang sangat asosiatif dengan nama Suhunan Situmorang. Aku merasa geli karena Suhunan Situmorang aku kenal secara pribadi, begitu pula nama-nama lain, tapi herannya pengirim komen itu masih saja nekad “mencatut” nama Suhunan dan yang lain-lain. Tentu saja. komen-komen itu aku tahan, tidak kutampilkan.

Aku jadi teringat isi surat sastrawan Iwan Simatupang kepada seorang kawannya. Dia bilang, menghadapi orang-orang licik seperti itu kita harus bungkam secara dramatis. Itu akan menghancurkan ego orang itu. Sebaliknya kalau kita bereaksi, orang itu akan senang, karena memang itulah tujuannya : memancing perhatian kemudian menyuntikkan doktrin.

Lae nggak usah kuatir. Nanti juga Lae akan terbiasa dengan hal itu. Dan percayalah. dari waktu ke waktu blog ini pasti akan semakin kontras dengan blog yang le bilang mirip itu. Karena, yang namanya karakter dan integritas itu nggak bisa dikloning. Don’t worry, be happy!

bang iwan simatupang punya blog nggak?
minta dung alamatnya
kangen juga pengen ziarah huhuhuhu

@bedh

Aku hampir ketipu membaca komenmu. Nyaris aja aku membalas,”kan Iwan sudah mati…” Tapi pas pada kata ziarah, aku segera sadar bahwa ente bercanda dengan jurus serius hehehe….

Seandainya di masa hidup Iwan Simatupang sudah ada blog, mungkin dia akan namai blognya “Ziarah” atau “Merahnya Merah” atau gabungannya “Ziarah Merah”. Keren kan bedh?

Terima kasih kawan.

mulai saat ini saya harus hati2 tulis kommen, soalnya ada tobadream palsu.
tapi saya yakin yg ini asli, kan?

horas

@Lae Sabar Nababan

Ya Lae, inilah blog yang dengan gagah berani mengusung tagline “batak itu keren”, inilah blog dimana Lae bisa mengikuti dari dekat dan secara intim perkembangan seni budaya batak. Disini kita membahas budaya, seni secara umum, musik, lingkungan, resensi buku, tulisan ringan mengenai filsafat, dll.

Tapi secara khusus perlu kutegaskan, blog ini tidak akan pernah membela atau memusuhi agama manapun. Juga, blog ini tidak akan pernah menyebarkan kebencian dan sikap bermusuhan.

Mauliate Lae atas kiriman emailnya. Kapan-kapan kalau Lae kuatir memberi komen, kirim saja email, ok ? Horas

kalo bisa jangan cuman mimpi aja

Ha ha ha hantuuu ยก. Aku takut ma hantu ih ngeri. Kalau ingin bunuh hantu ya jadi hantu. Alam beda lo mas. Manusia ga sakti. Kalo hantu primordial atau hantu nepotis atau kotak es cream. Mang itu hantu licik bin biadab layak dibunuh. Tapi mati hantu yang satu akan lahir hantu lainnya. Hantu never die. Ha ha ha. Melawan hantu harus sabar. Yakin dan perhitungan. Kaya ahimsa. Pelan tapi pasti. Hantu jarang sendiri ada jejaring kerjanya kale. Di bom biologis baru mati sayangnya kita ikut mati kan masih ada darah hantu juga. Hahaha. Sabar aja mas selama lum kiamat sistem pasti hancur juga kalo udah uzdur. Salam kenal.

klo racun utk membunuh orang tua ada gk ya?ktnya si anak bisa jd monster karana orang tuanya..

Wah mantap kali lah bang postingannya..aku setuju dengan pendapat kalau kita telah terbelenggu oleh pikiran kita sendiri..bagitu kali ya.. ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 636,004 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: