batak itu keren

Kursus Bahasa Batak Rp 75.000 per Jam

Posted on: 27 November, 2007

Buat apa sih kursus bahasa Batak ? Kalau pertanyaan ini ditujukan pada Grace Siregar, dia akan menjawab : buat cinta dan karya! Karena begitu pentingnya fasih berbahasa batak, perupa kaliber internasional ini tidak mau setengah-setengah. Dia kursus bahasa batak, membayar guru private Rp 75.000 per jam.

Kaget ? Ya iyalah, kursus bahasa batak, aneh!

Fakta aneh tapi nyata ini terungkap secara nggak sengaja. Ceritanya aku ingin pamer pada Grace. Aku bilang, kawula muda batak di Jakarta sekarang sudah berubah, mereka sudah bangga jadi orang batak. Buktinya, arranger top sekelas Viky Sianipar aja sekarang getol banget belajar bahasa batak dan kabarnya mulai menular ke teman-temannya sesama “produk” Jakarta.

Tau-tau Grace nyeletuk,”Wah hebat dong. Aku juga, sekarang aku sedang kursus bahasa batak. Aku pakai guru private, karena kucari dimana-mana di Medan ini nggak ada kursus bahasa batak.”

Malu, asli aku merasa malu. Kubanggakan si Pikki yang belajar bahasa batak secara otodidak, alias nanya kesana kemari, tau-tahu ada yang lebih hebat di Medan dengan mengambil kursus. Tapi di sisi lain aku juga merasa kagum dan bangga pada Grace.

Grace tidak bisa berbahasa batak karena sejak usia 6 tahun ikut orang tuanya merantau ke Bangka. Kemudian setelah dewasa dia merantau ke Belanda.

“Aku sudah berencana untuk nantinya tinggal selama setahun di Toba, supaya lebih fasih bahasa batak,”ujar boru Siregar yang humoris itu. Alamakjang, makin luntur rasa banggaku sebagai orang Jakarta. Diam-diam, ternyata Medan mulai menggeliat juga, bahkan sudah melangkah lebih maju. Hebat.

Menurut penuturan Grace, sejak memutuskan menetap dan membuka galeri seni di Medan dua tahun lalu, dia sudah berniat mengambil kursus bahasa batak. Tapi ternyata nggak ada kursus macam itu di Medan. Kalau kursus bahasa asing sih ada di seluruh pelosok kota–sampai ke gang-gang kecil.

Berkat bantuan seniman otodidak Marsius Sitohang, maestro hasapi yang kurang dikenal oleh komunitas batak di Jakarta, akhirnya Grace mendapatkan seorang “guru” yang bersedia memberikan les private. Bayarannya Rp 75.000 per jam. Mahal ? Buat Grace yang penting dia bisa belajar bahasa batak segera dan memang langsung terealisir pada tahun 2006, sampai sekarang. Nama sang guru adalah Nai Christine boru Silitonga.

Rachel, putri tunggal Grace, ikut juga kursus dengan mamanya. “Tapi akibatnya bahasa Belandaku mulai luntur, karena jarang dipakai,”tutur Grace sembari tergelak menggambarkan simpang siur bahasa di rumahnya. Dengan tambahan bahasa batak, Rachel dan mamanya kadang menggunakan bahasa yang berbeda saat bicara. Rachel ngomong Inggris dijawab Grace dengan bahasa batak, Rachel bahasa Indonesia Grace menjawab dengan bahasa Inggris, lalu saat Rachel mencoba mempraktekkan bahasa batak ayahnya malah menjawab dengan bahasa Inggris. Kacau tapi nyambung.

“Sekarang Rachel lebih sering ngomong bahasa Indonesia logat Medan kalau ngomong sama aku. Tapi karena sekolahnya sekolah internasional, bahasa Inggrisnya tetap bagus ,”tutur Grace . Dia selalu memanggil Rachel dengan sebutan khas batak Toba pada anak perempuan “inang”– dan si anak mengerti. Sedangkan ayahnya lebih sering memanggil dengan gaya Inggris “honey”.

Sebelum menetap di Medan sejak dua tahun lalu, Grace tinggal di Amsterdam, Belanda selama delapan tahun. Dia telah mengikuti puluhan pameran internasional di Eropa dan benua lain. Di kota itulah dia berkenalan dengan Alexander Davey, kemudian menikah dan suaminya diberi marga Sibarani. Alexander bekerja pada proyek Bank Dunia di Aceh.

Apa sih pentingnya sampai Grace les bahasa batak secara privat ? Selain karena merasa kebatakannya kurang lengkap kalau nggak fasih ngomong batak, faktor bahasa ini sangat vital untuk menunjang “pekerjaan” Grace sebagai penggiat kesenian di Medan. Juga sebagai persiapan untuk rencananya menggiatkan kesenian di Tapanuli.

Kendati fungsi utama galeri Tondi adalah motor penggerak dan tempat pameran senirupa, ternyata banyak cabang kesenian lainnya menggantungkan harapan pada galeri sederhana di rumah tua ini. Mulai dari opera batak, kesenian Aceh, tarian dan musik tradisional karo, monolog berbabahasa batak sampai musik hip hop anak-anak muda batak silih berganti tampil di Tondi. Selain menjadi “panggung”, Tondi punya keunggulan lain, yaitu sarana memperkenalkan seniman Medan dan karyanya kepada publik.

Tondi, yang pembiayaannya masih ditanggung sendiri oleh Grace, punya keunggulan tersendiri dibanding pusat kesenian tingkat propinsi sekalipun– terutama keragaman pengunjung dan liputan media massa. Karena sikap merangkul dan jaringan yang telah ada, pengunjung Tondi sekarang sangat beragam mulai dari komunitas Batak, Melayu, Aceh, Keling, Cina, kulit putih dan korps diplomatik di Medan. Sedangkan media yang meliput tidak hanya koran-koran Medan, tapi juga Kompas, The Jakarta Post, BBC dan Reuters. (http://www.tobadreams.wordpress.com)

16 Tanggapan to "Kursus Bahasa Batak Rp 75.000 per Jam"

Mantab bah…, raja huta memang harus memonitor semua perkembangan bangso batak dan melaporkannya.

Raja Huta :
Mauliate Tulang atas apresiasi dan dukungannya. Aku usahakan semampuku, karena ini memang sudah niatku untuk bayar utang kepada Bangso Batak dan Tano Batak. Kucicillah dulu sikit-sikit. Kuharap kawan-kawan bisa menerima menu dan cara penyajianku. Dengan rendah hati aku mengundang kritik dan saran, serta info kalau ada hal-hal menarik di lingkungan masyarakat batak yang keren untuk dibekenkan hehehe…..

Wahhh..mantap ya Kak Grace…. selalu membangun dan mengembangkan kesenian dimanapun berada dan yang paling penting selalu membantu dan mendukung orang lain untuk lebih maju, lebih berkreasi, lebih terlihat eksistensinya…. salutttt… Salam keoada Grace kalau masih komunikasi ya ….. Horasss

Raja Huta :
Senang aku berkenalan dengan sesama pengagum Grace. Wah, ternyata Lae Santrov sudah duluan kenal perempuan batak perupa kaliber internasional itu. Salam Lae akan kusampaikan langsung pada Grace. Besok aku akan jumpa dia lagi, sekalian pamit karena aku harus segera pulang ke Jakarta. Horas.

Mauliate ma Ito Grace,
Diharingkothon hamu do namarhata Batak i. Sai lamu diharingkothon angka anak ni Bangsoi mai, asa unang mago hata Batak i.
Molo di Medan, sian na jolo, tarlumobi mai diangka naumposo, nunga godang naso boi be marhata Batak, . Boasa songon i ate ??? ūüė¶

Amang Raja ni Huta, marsattabi iba jumolo, hubapoa tu loloan saotik taringot na huulahan hami minggu na salpu. Manungguli dongan sahuta, songon soso soso maon asa “alert”, unang mago hata Batak i.

Ulaon on ulaon ni dongan sahuta di sada huta na mansai bidang di Cibubur-Cileungsi (Jakarta). Dipillit ma ahu mangaramoti acara (Seksi Acara), mauliate nina rohanghu. Manortor do hami, jala adong do hu-disign slide show, hupatuduhon andorang anggota ni punguan i patandahon dirina. Isi ni soso soso i, songon on:

Mungkinkah Bahasa Batak Akan Punah?
Sangat mungkin, Itu hanyalah masalah waktu, 200 thn.lagi, 100 thn. atau 50 thn. lagi.
Kepunahan bahasa daerah dimulai dari rumah pemilik bahasa tersebut.
Apakah kita, apakah anak kita bisa berbahasa Batak?
Ta ajari ma dakdanak i marhata Batak,
asa unang mago hata Batak i

Andorang so hupatudu, slide show i, sai marhata Malay do angka dongan i. Alai dung dijaha soso soso i, gabe malo be marhata Batak, tarlumobi mai halak hita Toba. Halak Karo marhato Karo, halak Simalungun marhata Simalungun, las roha mangida, gabe binega angka hata naung mansai leleng ndang binege.

Diurupi angka dongan ma nian hita, asa dohot nasida mambaen soso soso, manang pasomal somalhon marhata Batak, jala mangajari manang marsiajar, songon na niulahon ni Ito Grace i. Asa unang mago hata Batak i, sian portibi on. Molo boi be dope hita marhata Batak, taajari ma dakdanak dijabu marhata Batak.

Horas,

Raja Huta :

Marsisir imbulungku Lae manjaha komenmuna on. Tangkas do huboto na di rohami Lae, alai nata pe songoni hot do mansai songgot rohangku… bah nunga tung dao hape dilangkahon Lae kandungki, ninna rohangku. Mauliate ma Lae, sai dipasu-pasu Debata ma Lae, asa ganjang umurmu laho mangaringkoti jala mangulahon angka nahombar asa unang mago hata batak i.

(Berdesir bulu kudukku membaca komen Lae. Biarpun sudah tahu betul mengenai kepedulian Lae, namun aku tetap surprise…wah ternyata Lae aku ini sudah melangkah jauh, kataku dalam hati. Terima kasih Lae, semoga Tuhan memberkati dan memberi panjang umur, agar Lae dapat meneruskan kepedulian dan tindakan nyata untuk mencegah kepunahan bahasa batak)

hahahahahahahahaha ito raja huta ini :-)(sorry grace, disini aku harus selalu pakai nama “dinas”,-Raja Huta)…mauliate godang tu ito raja huta. maila ahu nungnga disurat ito on iba di blog. (terimakasih banyak ito raja huta. malu aku sudah ditulis ito aku di blog ini).

mau koreksi dikit, bukan ito marsius sihotang yang bakalan ngajar tor-tor buat aku dan boruku tetapi ito alister, masih tahap jumpa dulu tentang bagaimana kami memulai les tor-tor itu.

untuk raja huta, mauliate ito ya. sampai besok ni yeee.

horas,
grace siregar

Horas ma muse tu amang Raja huta, si Raja golat ;D
Ido tutu, ingkon ringkot do hita marbasa batak asa unang mago basa batak i, dang i inna hamu. Jadi bahen damang majo gondang….bahhh ai diado museng on, nga gabe pilit.
hehehehehe. bravo lae!

Btw, tinggal saotik..
amang Marsius Sitohang( ralat: bukan sihotang), si Poster do sihotang.
ada 2 albumnya bersama Rizaldi Siagian dan pemain gondang sabangunan lainnya yg beredar diluar dan beberapa album kaset bersama Sarikawan Sitohang. mauliate lae.

@Lae Parrude-rude

Mauliate Lae untuk koreksinya. Sudah langsung kubetulkan penulisan marganya pada artikel di atas. Aku sendiri belum bertemu dengan maestro hasapi itu, mudah-mudahan kami bisa bertemu sebelum aku kembali ke Jakarta.

Tapi lebih cantik sebenarnya bah, kalau Lae yang menulis mengenai kiprah Marsius Sitohang. Ayo Lae tulislah, pasti langsung kutampilkan. Mauliate. Horas.

Mau dong kursus Bahasa Batak Angkola. Kalo ada guru yang bisa ngajarin saya, bisa tolong hubungi saya di . Oya gurunya harus cewek :-), dan domisilinya sekitar Jakarta Bogor Tangerang biar transpornya gak kemahalan.

Mauliate amang raja huta, saya numpang pasang iklan.

hhhmmm…….senang rasanya membaca berita ringan tapi penuh makna in…

selamat mendalami kebudayaan batak ito grace.

Berkat bantuan seniman otodidak Marsius Sitohang, maestro hasapi yang kurang dikenal oleh komunitas batak di Jakarta, akhirnya Grace mendapatkan seorang ‚Äúguru‚ÄĚ yang bersedia memberikan les private:

ada yg tahu alamat pak Marsius ini..? mauliate parjolo

@ Rafina Harahap.

eda lokasinya di mana???

walopun aku ngk terlalu pandai bahasa angkola/sipirok, aku bersedia berbagi lah dengan eda…

silahkan eda hub no Hp ku lewat ito raja huta.

ito RH… bisa kan bantu eda rafina untuk bisa komunikasi dengan aku.

atau kalo eda punya YM… silahkan add id ku
halida_srikandini@yahoo.com

maaf kalo telat bangat aku mangalusi undangan eda rafina.
tp kata orang bijak ‘lebih baik terlambat drpd tidak sama sekali.’

horas

wah gue mau jg tuh…..
tp gue jauh di kaltim, ada gak ya
horass

bob

mahal kali kursusnya di gramedia juga banyak

FW: Cerita master uning-uningan Batak!

Cerita master uning-uningan Batak!———–Mari Mendukung:
1. Marsius Sitohang (nara usmber eps. ‚ÄėUntukmu Guru‚Äô). pria lulusan sekolah dasar asal medan. profesi awalnya adalah sebagai tukang becak yang mahir bermain suling. nasib kemudian membawanya menjadi dosen di universitas sumatera utara. ia mengajar mata kuliah musik tradisional batak toba pada jurusan etnomusikologi. sampai saat ini, marsius sudah berkeliling memainkan musik tradisional batak hingga ke berbagai negara.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/programmes/story/2008/07/printable/tokohmarsius.shtml

http://www.kickandy.com/heroes/?ar_id=MTQ3Ng==

http://www.facebook.com/note.php?note_id=70422183915

http://tonggo.wordpress.com/2007/12/04/marsius-sitohang-20-tahun-mengabdi-tetap-honor/

http://www.hariansumutpos.com/2009/07/harapan-marsius-sitohang-dewa-seruling-tradisional-batak-di-masa-tuanya.html

http://ardh14n.multiply.com/journal/item/14

Kalo mau langsung..boleh boleh saja ..:

MARSIUS SITOHANG

Bank BRI Cabang 5314 unit Bangun sari Medan Putri Hijau

No rek. 5314-01-002948-53-3

Bila mau call2 beliau boleh juga di no : +628126563272

(Transfer dari ATM mandiri, ATM BCA atau ATM BNI Juga bisa-Mudah)

Alamat : JL Martoba II (tanya saja warung ikan -depan POLDA Ampelas MEDAN)

Polda Ampelas pasti kita lewati bila kita dari Medan ke arah Parapat-Tarutung

Rek ini baru di buka hari ini 12 August 2009-(di bantu oleh borunya). _karena selama ini beliau tidak ada no Rek.

my Comment ”

Aku baru bertemu beliau hari Jumat & Sabtu lalu 7&8 August 2009. (ngeri kali pun..)pada tgl 8 tersebut kebetulan Amang Marsius ini lagi parmusic di acara pesta kawinan batak. Mereka masing masing bawa cash 80rb/orang (dari pagi jam 7 ke jam 7 malam)! Yah yg marulaon juga pasti pas-pasan juga- tidak aa yg salah disini.

“Marsius seperti kitab lama yg masih hidup , dengan nafas & tangannya memainkan irama toba yg khas..!

mungkin terkesan usang tetapi ..” mari masiurupan”. Manusia Batak yg Berbudaya…Semoga semasa hidupnya kita menghargai & beri dukungan.!!

Mungkin ” cash tranfered’ terkesan “negative” seandai-andainya ada hal2 yg lebih baik dari itu seperti :

– Sendainya ada “event2” tertentu di hotel, acara pariwisata, caf√© dimana beliau dengan team ya bisa mendapatakan upahnya dengan ber-main musik dengan harga layak‚Ķ(contoh :ada acara batak harmony di jakarta 12 Feb 2009 dengan harga vip 850rb,dan kelas yg lain 500rb,200rb,150rb perorang..! Hebat!(bukan ngiri tetapi beda nasib aja sama amang ini)

– Seandainya ada rekaman lagi (walau sebenarnya ) sudah banyak kasetnya beredar tetapi tidak ada lagi loyalty fee. , karena ada juga beberapa album kaset dia yg beredar tetapi “kaset” itu sendiri pun masih harus dia beli sendiri !

– Dan Hasil Rekaman ini bisa dijual langsung pada saat show- mugkin lebih effective…
-Aku melihat beberapa contoh para “pemusik etnic seperti ” pan-flute” indian yg live show si luarnegeri, atau di malmal dll, selesai bermain mereka menjual langsung CD/VCD hasil rekaman nya.( noted utk kalangan sendiri!)

-Seandainya ada acara lagi keluar negeri , dengan upah yg lebih layak lagi…-dengan appreciate orang lebih menarik…
-Seperti angan2 beliau ingin punya sanggar sendiri , dengan berupa caf√© kecil yg bisa minum kopi sambil markombur2, seperti di starbuck sambil diiringi music live mereka…,atau seperti caf√© dengan kerjasama dengan para travel yg bisa jadi tempat persingahan para turis, dengan melihat2 koleksi budaya , sambil nyantai..

– Semoga ada orang2 batak yg telah sukses! Bisa punya pikiran/perbuatan utk amang ini.
-Seandainya anak/boru beliau dapat sekolah yg baik, dengan dapat kerja yg baik..karena Marius adalah kelahiran 1953! Generasi berikutnya adalah generasi penerus…

-Semoga indahnya irama music batak ini beliau dapat menyentuh hati batak, agar tidak punah…
-Seandainya ada se-kelas menteri atau pejabat daerah yg perhatian dengan beliau ini , karena telah menjadi “icon” perjuangan music batak hingga eksis sampai sekarang, dan masih ada pejuang2 lain (Turman Sinaga, Posther Sitohang,Kansas Sinaga (almarhum),Korem Sihombing,Robinson Sitanggang,Binsar Nadeak,Hadi Rumapea,Wesley S, Martogi Sitohang,.dll-Aku percaya mereka pasti tahu nama Marsius dengang nasibnya..

-jadi teringat nama lama seperti-Tilhang Gultom,Iwan Simatupang, Sitor Situomrang,Nahum Situmorang,AWK Samosir,Gordon Tobing,Bill Saragih,dll.bbrp telah tiada ttp karya merka massih ada….

– Aku orang kecil yg hanya bisa bantu dukungan kecil dari uang saku ke amang ini..HORAS! HORAS! HORAS!
God Bless U.!
Email ini akan difoward to batak diliat portibi!! Dunia on.

Hallo,

Ada yang bisa informasikan dimana saya bisa dapatkan guru private untuk les bahasa batak? Mohon informasikan nomor telepon supaya saya bisa hubungi, domisili saya di kelapa gading, Saya keturunan China bangga dapat menjadi boru Siahaan, dan suami saya bermarga Silaban.

Jika ada yang bisa memberi informasi, saya sangat berterima kasih, supaya saya bisa lebih mengakrabkan diri dengan keluarga besar pada saat arisan dan dalam rapat keluarga.

buat Sam,begini lae di Medan ini banyak memang para musisi tradisionil sama seperti Lae MARSIUS SIHOTANG ,mereka ini bukannya engak lumayan penghasilannya , tetapi kalau kelas mereka ini ‘LAPO TUAK ‘ yang lebih dahulu menikmati keringatnya.
Kemudian mereka ini kadang kala milih-milih acara untuk di isi mereka.mereka udah merasa maestro DUNIA ,jadi milih-milih tempat(sombong)
Belum lagi untuk pasang TOGEL.JAJAN dan mereka ini (sekelas Marsius bisa-bisa tak pulang ke rumah kalau besar dapat uang ,dari Pinta-Pinta.JADI PADA DASAR MENCUKUPI PENGHASILANNYA CUMAN HABIS DI ‘paredang-edangan’ Harapan kita mereka ini TOBAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 636,005 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: